SPONSOR









Banyak bahaya mengintai waktu kita melakukan perjalanan hawa, terlebih saat ada di bandara. Penyelundup kerapkali memakai penumpang-penumpang yang kurang siaga untuk " membawa " barang-barang terlarang yang bakal diselundupkan. Satu diantaranya seperti yang dituturkan seseorang pemakai facebook bernama Rahmayati Yenny di bawah ini.

--------------------------------------------------

Sesaat sesudah keluar dari departure gate Melbourne Airport pagi tadi, saya dikejutkan oleh seseorang pria yang mendadak berdiri di sampingku serta turut mendorong trolley-ku, spontan saya membentaknya " Hey, what are you doing? Anda ngapain? " kataku sembari mendelik serta sedikit menjauh. " Nak bantu tulak, " jawabnya.

 " I don't need any help! Saya gak perlu bantuan! " jawabku lagi sembari cepat-cepat menjauh. Nyatanya pria itu ikuti kami (saya serta Saffa yang duduk diatas koper-koper di trolley) dari mulai money changer sampai ke taxi stand.

Awalnya saya gak ngeh, namun Saffa mengingatkanku " Ma, mengapa orang itu ngikutin kita selalu? " Saya melihat ke belakang serta kaget nyatanya benar dia membuntuti kami sampai ke taxi serta jadi dia duluan memasukkan ranselnya ke bagasi taxi.

Begitu lihat aksinya, saya batalkan memindahkan koper-koper dari trolley serta berkata " If you want to take this taxi, I'll find another one. Bila anda ingin taksi ini, saya mencari yang lain, " sembari membalikkan arah trolley-ku, eh dirinya jadi turut mengeluarkan kembali ranselnya dari bagasi. Supir taxi-nya bingung lihat saya berlalu sembari berkata, " Hey, this is your taxi... Hei, ini taksimu... "

 " But I don't know him! Tapi saya tak kenal dia! " jawabku 1/2 berteriak sembari menunjuk muka pria itu.

Singkat narasi, si supir taxi menolongku dengan mengusir pria itu serta cepat-cepat memasukkan barang-barang kami ke bagasi sembari memastikan denganku tak ada barangku yang hilang atau jadi tambah. Si pria misterius itu pernah berkata, " Namun saya tidak tau nak pigi mana, " serta masih berupaya masuk ke taxi dari pintu depan.

Saya serta Saffa yang telah duduk di belakang menjerit memohon tolong supir taxi untuk mengusir serta mengunci pintu, serta kami cepat-cepat berlalu...

Peristiwa yang cukup scary (menakutkan) untuk aku serta Saffa, pernah sport jantung juga. Namun nyatanya ada yang lebih scary lagi, didalam taxi supir taxi meyakinkan lagi apa saya benar tak kenal pria itu. Lantaran dia menganggap kami berbarengan hanya tengah berkelahi. Bila dipikir-pikir benar juga, tindakan dramanya benar-benar sangat memberikan keyakinan.

Sesudah yakin saya memanglah tak kenal pria itu, supir taxi itu memberi advise kalau bila berlangsung peristiwa seperti itu lagi, dari pertama segera lapor ke security bandara, serta jangan pernah ingin dibantu oleh siapapun yg tidak kita kenal. Menurut dia beberapa orang seperti itu kerap memasukkan beberapa barang terlarang tanpa ada kita sadar saat dia menolong kita mendorong trolley, sasarannya umumnya penumpang-penumpang yang keliatan kerepotan seperti saya tadi.

Menurut si supir, bila kita tak melapor ke security, serta 'oknum' itu sukses meletakkan 'barangnya' diantara barang kita tanpa ada kita sadar, anjing pelacak bandara bakal segera mengendus bahkan juga dari jarak yang jauh, " You'll be in trouble! Anda bakal terkena masalah! " tuturnya...

Masya Allah... saya gak kepikir hingga sejauh itu, saya kirain pria tadi cuma orang stress. Tak tuturnya, " I don't believe him. Saya tak yakin padanya. " Mereka itu begitu pandai serta licik sekali tuturnya, seperti tadi, begitu pandai dia berakting seakan-akan kami saling kenal hanya tengah fight (berkelahi). Pantesan tadi si supir memastikan bagasi kami 'tidak berlebih', rupanya dia telah aware (siaga) dengan bahaya yang mengintai 'drama' di depan matanya barusan.

Pesannya selalulah waspada terlebih bila pergi keluar negeri. Yakinkan janganlah ingin bila ada yang mendadak mau menolong meskipun dia seseorang wanita. Serta selekasnya lapor security jika terasa ada yang mencurigakan.

Alhamdulillah, Allah melindungi kami tadi. Gak kebayang bila tadi kami jadi korban. Nauzubillahminzalik...

Jadi kepikiran bila traveling lagi ingin bawa 1 koper besar saja dari pada bawa koper kecil-kecil namun banyak lantaran lebih sulit mengawasinya serta lebih gampang disisipin 'barang' terlebih bila bawa banyak tentengan. Semula sih mikir bila kecil-kecil lebih enak ngangkatnya namun nyatanya lebih memiliki resiko.

Serta lebih aman bila koper di-wrap (bungkus) plastik, agar nambah cost yang utama mengecilkan kemungkinan, serta yakinkan ransel atau handbag yang kita bawa tidak terlalu banyak kantong serta jikalau banyak kantongnya yakinkan kita senantiasa siaga jangan sampai kantong-kantongnya disisipin barang terlarang.

Semoga pengalaman ini dapat jadi input buat teman-teman yang kerap pergi.
IKLAN

Laporkan Masalah Ngawi Cyber

Ikuti Update Terbaru

Posting Komentar

sponsor
Diberdayakan oleh Blogger.