![]() |
Foto: Radar Semeru |
Sebagai atelet tinju, cong kenek memang jarang guyon. Tapi, kamis sore itu atelet nasional itu suskes mencairkan Susana rapat dinas yang tegang. Hanya, gara-gara sms pamit mau tanding.
Mat Tasan dan Mat Brudin sedang mengobrol seirus di dalah satu ruang kantor dinas di lingkup pemkab lumajang. Disitu juga ada Yu Tub , salah seorang PNS yang dikenal supel dan gemar humor. Tapi, saking seriusnya pembahasan rapat disiang itu, semua sepertinya lupa bercanda.
Pembahasan rapat itu tak jarang deselingi perdebatan. Mat Tasan meinta begini, Mat Brudin minta begitu. Sementara Yu Tub minta yang begini sambil begitu. “kok malah debat ngene she rek, iki wayahe rapat kok renggang,” tegur Mat Nganu yang baru dating. Ketiga kawanan itupun kemudian melanjutkan rapatnya dengan serius. Sampai sore hari rapat itu belum selesai. “rek, iki wes bengi buyar disek maren,”ajak Mat Tasan. “iyo rek,wes wayahe balik. Soale dino kemis iki,” kata Mat Nganu.
Namun disela-sela kesibukan rapat itulah, Mat Tasan menerima sms dari cong kenek. Tak lain adalah lelaki 40 tahun yang dikenal sebagai atlet tinju nasional andalan lumajang. Dan yang lebih membuta Mat Tasan terkejut sekaligus membawanya dalam pembahasan rapat adalah isi SMS-nya.” Assalamualaikum pak Mat Tasan. Saya mau pamit, saya bertanding melawan musuh yang cukup berat,”tulisnya pada Mat Tasan. “ waduh rek, koyok e kudu jenguk cong kenek iki. Soale arek e ape tanding iki. Sopo seng iso mbarengi budal, iki deloken dewe areke sms,” ungkap Mat Tasan.
Mat Nganu, Mat Brudin dan Yu Tub sama-sama mencari alas an. Keran jika mendapat jatah mendampingi cong kenek, acara mereka sendiri akan batal. “wes kesel rapat sik di kongkon mbarengi, wegah aku pak,” kata Mat Nganu. “aku enek acara loh pak, gak iso di ganggu,” kata Mat Brudin. “ sori rek, jadwalku senam karo creambath, dadi sepurane seng akeh,” kilah Yu Tub dengan luwesnya.
Akhirnya Mat Tasan lah yang harus menjadi wakil. Sebab, semua alasan sudah habis digunakan anak buahnya. “ y owes rek, ben aku ae sing mbarengi cong kenek kuwi, payah awakmu iki rek,” katanya bersungut-sungut.
Sebelum memastikan untuk berangkat, Mat Tasan berkirim sms pada cong kenek dulu. “sik rek tak sms disek ae cong kenek,”katanya. “ cong, jadi bertanding nanti malam lawan siapa dan bertanding dimana,” tulis Mat Tasan pada cong kenek yang diberitahukan pada teman-temanya. “ wes rek mari tak sms,” ujarnya.
Tak lama berselang, ketika HP dipegang Mat Nganu, cong kenek yang teak pernah di kenal suka bercanda akhirnya membalas. “ sik-sik-sik rek. Iki cong kenek mbales,” kata Mat Nganu. “ ayo di woco bareng – bareng terus sing gak iso budal kirim pandungo ben cong kenek menang,” sahut Yu Tub.
Akhirnya, dibukalah isi SMS dari cong kenek. “ bertanding lawan istri pak. Kan sekarang malem jumat, ciee, ciee..” balas cong kenek dalam smsnya . serentak balasan tersebut membuat seluruh peserta rapat njungkel –njungkel .
Mat Tasan ngakak-ngakak sambil pegan perut. Mat Nganu terpingkal-pingkal sampai matanya sutup. Sementara Yu Tub, perempuan supel itu sampai kepalanya di robohkan diatas meja sambil memegang perut.
Seluruh isi ruangan nggak menyangka . ternyata cong kenek yang dikenal tak pernah bercanda, kali ini sukses ngerjain seisi rapat dikantor tersebut. “kurang ajar arek iki. Tak kiro gak iso guyon, tibakne nggarai wetengku senep,”kata Mat Tasan.
Seisi ruangan itu pun buyar. Pembahsan rapat yang serius jadi berubah gelak tawa. Sampai bubar rapat, semua masih mingkel-mingkel membaca SMS dari cong kenek.
Posting Komentar