Tampilkan postingan dengan label Alam Semesta. Tampilkan semua postingan

Konspirasi Di Balik Misi Antariksa Dunia Ilustrasi / © Shutterstock
Siapa yang menyangka jika beberapa misi antariksa di dunia ternyata mengandung konspirasi.
Persaingan antara Russia dan Amerika Serikat emang udah sejak dulu bergulir. Kedua negara masing-masing mengklaim menjadi yang paling berpengaruh di bumi. Sejak saat itu pun kedua negara ini seperti terus melakukan persaingan di banyak bidang, salah satunya adalah pencapaian Bidang antariksa.
Tapi, diketahui ada semacam konspirasi yang terselip di banyaknya misi antariksa tersebut. Berikut adalah ulasannya.
Manusia nggak pernah mendarat di bulan
Ini adalah konspirasi yang paling hebat seputar keantariksaan. Sebagian kalangan menilai jika klaim Amerika Serikat yang sanggup mendaratkan manusia di bulan sepenuhnya adalah hoax. Mereka meyakini jika rekaman pendaratan Neil Amstrong dan Buzz Aldrin adalah buatan Hollywood. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa keganjilan yang bakal ketahuan jika dilihat lebih teliti. Misalnya efek bayangan yang ada di bulan hingga bendera nasional Amerika Serikat yang bisa berkibar.
AS rajin sebar satelit mata-mata
Amerika Serikat menjadi negara yang paling sering mengirimkan satelit ke atmosfir. Negara Paman Sam tersebut mengakui jika dari ratusan milik mereka, hanya beberapa aja yang difungsikan sebagai mata-mata. Tapi, hal tersebut dibantah oleh sebagian orang. Para penggila teori konspirasi tersebut menyatakan hampir semua satelit milik AS bisa digunakan untuk memata-matai.
Pendaratan di komet untuk berkomunikasi dengan alien
Setelah banyak kali mencoba, akhirnya manusia mampu mendaratkan sebuah satelit ke badan sebuah komet bernama 67P. Prestasi paling penting di sejarah ini adalah hasil kerja sama antara NASA dan juga Badan Antariksa Eropa. Tujuan dari pendaratan tersebut adalah untuk meneliti segala sesuatu yang ada di benda langit tersebut. Tapi, dari sebuah surat elektronik yang dipublikasikan oleh salah satu web, rencana tersebut ternyata adalah upaya untuk bisa berkomunikasi dengan alien.
Percaya atau nggak, semua dikembalikan kepada persepsi masing-masing ya.


source 



 Baru-baru ini Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan peristiwa aneh yang terjadi di Mars. Dalam salah satu satelitnya, NASA menangkap batu yang diduga berjalan, lengkap dengan jejak yang berada di belakang batu itu.

Satelit Mars Reconnaissance Orbiter yang tengah bertugas mengamati planet Mars, mendapati titik-titik aneh menyerupai jejak yang telah ditinggalkan oleh batu tersebut. Bukti tersebut dari hasil foto yang diambil dengan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE).

Dikabarkan Daily Mail, Sabtu 16 Agustus 2014, batu berukuran tinggi 20 kaki (6 meter) dan lebar 11,5 kaki (3,5 meter) ini bergerak cukup jauh.

"Jejak batu ini menuruni lereng, sekitar sepertiga dari satu mil (sekitar 500 meter," ujar pihak NASA.


Dikutip Cnet, batu yang diduga bergerak itu terletak di daerah permukaan Mars yang tempatnya memiliki lerang curam. Kendaraan luar angkasa yang masih bertugas di Mars yakni Curiosity pun tak berkeliaran melewati tempat itu.

NASA tidak mengomentari lebih jauh akan peristiwa aneh tersebut. Belum diketahui apakah NASA akan menindaklanjuti penemuan itu atau tidak. Sebab, NASA lebih tertarik dengan laporan pada Oktober lalu di satelit yang sama.
Mars Reconnaissance Orbiter menemukan satu set komet berada dekat dengan Mars dan satelit ini ingin mengabadikan gambar kesempatan langka itu.

Batu luar angkasa yang bernama Komet Siding Spring ini akan melewati planet merah itu dengan hanya jarak berkisar 82 ribu mil (132 ribu kilometer). Jarak tersebut setara dengan sepertiga jarak antara bumi dan bulan.

"Ini adalah sekali dalam seumur hidup. Kami berharap menyaksikan dua atmosfer benda itu bertabrakan," ujar David Brain dari Universitas Laboratory for Atmospheric and Space Physics (LASP), Colorado, Amerika Serikat. (art)




source


Para ilmuwan tak letihnya untuk mencari tempat tinggal bagi manusia di luar bumi yang memungkinkan untuk dihuni di masa depan. Kini, mereka telah menemukan adanya sebuah tanda-tanda uap air yang terkandung di sebuah planet.

Planet itu bernama HAT P-11b. Planet ini ditemukan di konstelasi Cygnus yang terletak pada jarak sekitar 124 tahun cahaya dari Bumi. Penemuan planet tersebut menjadi yang pertama kalinya ditemukan di luar tata surya.

Dilansir Cnet, Kamis 25 September 2014, planet tersebut mempunyai ukuran sama persis dengan Neptunus, namun empat kali lebih besar dari Bumi.

Hasil para peneliti yang dipimpin dari Universitas Maryland, Amerika Serikat tersebut, diterbitkan pada jurnal internasional yaitu Nature.

Dalam pencarian planet itu, dengan mendeteksi adanya tanda-tanda uap air. Para peneliti menggunakan bantuan dari teleskop antariksa seperti Hubble, Spitzer, dan Kepler.

Para peneliti menemukan jejak uap air, serta sejumlah gas hidrogen yang berada pada planet HAT P-11b. Hal tersebut, menjadi awal untuk mempelajari lebih lanjut lagi mengenai pembentukan atmosfernya yang terkandung di planet itu, sehingga memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal.

"Dalam jangka panjang, jika kita dapat mendeteksi air, metana, karbon monoksida, karbon dioksida, dan lainnya dalam puluhan hingga ratusan atmosefer ekstra surya dalam berbagai sifat massal. Maka, kita dapat mengambarkan lebih jelas bagaimana planet terbentuk begitu juga dengan Bumi," ungkap Jonathan Fraine dari Universitas Maryland.

Menanggapi temuan tersebut, Dr. Eliza Kempton dari Grinnell College Iowa, Amerika Serikat, mengatakan penemuan tersebut akan menjadi langkah penting dalam studi exoplanet atau di luar tata surya.

Menurutnya, planet HAT P-11b terlalu dekat dengan bintang yang terdapat di sekitarnya sehingga sangat panas bila untuk ditinggali oleh manusia.

"Namun, dalam studi masa depan exoplanet yang mempunyai air akan menjadi pertimbangan penting bagi para ilmuwan untuk mencari biologi di planet lain di luar galaksi kita (Bima Sakit)," jelasnya. (asp)

 
source

hiu cyclops
Bumi kian tua, tapi kian banyak spesies hewan baru yang ditemukan. Ada yang unik, lucu, tapi banyak pula yang tampang dan rupanya menggerikan. Sejumlah hewan di bawah ini masuk dalam kategori 'Halloween Species' versi National Geographic edisi Oktober.
Halloween adalah hari, yang menurut legenda, di mana seluruh makhluk halus berkumpul dan jatuh pada 31 Oktober tiap tahunnya.
1. Beelzebub Bat (Kelelawar Iblis)
Beelzebub merupakan salah satu Pangeran di neraka. Nama 'sadis' itu kemudian diberikan pada kelelawar yang baru diumumkan pada 2011 ini. Nama 'bengis' ini disandang sang kalong seusai dengan warna bulunya yang hitam. Kontras dengan warna perut putihnya.
Burung yang ditangkap di hutan hujan Vietnam ini, selalu sigap menginggit siapa pun yang menangkapnya."Jika ada dia di tangan Anda, dia akan mencari cara apa pun untuk kabur," kata Neil Furey sebagai ahli biologis di grup konservasi Fauna & Flora International.
2. Cyclops Shark (Hiu Mata Satu)
Bentuknya mungil jika dibandingkan dengan saudaranya sesama hiu, yakni hanya 56 cm. Hanya ada satu mata di tubuh dan terletak tepat di tengah kepalanya. Hiu ini ditemukan di Meksiko.
 3. Jamur Pengendali
Ditemukan spesies jamur batu yang tumbuh di kepala semut di hutan Brasil. Jamur ini bisa mengambil alih kendali otak sebelum akhirnya membunuh sang semut untuk mencari inang baru.
4. Devil Worm (Cacing Setan)
Cacing ini diklaim sebagai hewan yang hidup paling dalam di perut bumi. Nama latinnya Halicephalobus mephisto, sesuai dengan tokoh setan di legenda Faustian.
5. Kodok Vampir Terbang
Kodok jenis ini pertama kali ditemukan di tahun 2008 dengan panjang hanya lima centimeter. Mereka hidup di selatan Vietnam dan menggantungkan hidupnya dengan bergelantungan dari pohon ke pohon. Bagian tubuh yang digunakan: jari berselaput.
6.Dinosaurus Evil Spirit
Spesies yang ini sudah punah jutaan tahun lalu. Namun, seorang paleontologist berhasil menemukan bukti keberadaan dinosaurus ini. Dia memiliki moncong pendek dengan gigi depan tajam.
7. Tiny Pit Viper
Spesies dari China ini diumumkan penemuannya pada Juli 2011. Didaulat sebagai ular viper terkecil di dunia dan hanya bisa tumbuh hingga 0,7 meter.
8. Kodok Bertaring
Inilah kodok yang ditemukan ditemukan di Kepulauan Sulawesi dan bernama latin d Limnonectes species I. Ada 13 jenis dari kodok ini, sembilan di antaranya baru pertama kali ditemukan.
Namun, taring yang jadi bagian dari namanya sesungguhnya bukan taring. Melainkan tulang rahang yang menonjol.
9.Pit Viper Bermata Ruby
Spesies ini baru diumumkan pada Maret lalu dan hidup di Vietnam, timur Kamboja sepanjang plato Langbian.

source

ufo
Sejumlah orang mengaku pernah diculik alien antara lain, Charles Hickson yang mengaku diculik UFO pada 11 Oktober 1973, bahkan sekelas politisi Rusia, Kirsan Ilyumzhinov, dan Miyuki Hyoyama, istri mantan Perdana Menteri Jepang.

Bahkan sebuah perusahaan di Inggris mendapatkan penghasilan sebesar US$3 juta berkat menjual asuransi penculikan alien.

Namun, para peneliti mengungkap, 'eksperimen pertama yang membuktikan bahwa kontak dengan UFO atau mahluk ekstraterresterial lain adalah produk dari pikiran manusia.'

Dalam sebuah studi tentang perilaku tidur yang dilakukan Out-Of-Body Experience Research Center di Los Angeles, Amerika Serikat, sebanyak 20 relawan diminta untuk melakukan langkah-langkah mental, saat bangun atau terjaga di malam hari, yang memungkinkan mereka mengalami pengalaman melayang dari tubuh (out-of body experiences), sampai mengalami kontak dengan alien.

Ketua tim peneliti, Michael Raduga mengatakan, lebih dari setengah relawan mengalami setidaknya sekali pengalaman melayang dari tubuh secara penuh atau parsial. Dan, tujuh di antaranya mengaku bisa membuat kontak dengan UFO atau mahluk ekstraterresterial selama pengalaman mirip mimpi itu.

"Jika seseorang memiliki pengalaman diculik alien di malam hari, mereka biasanya tidak menyadari, mereka sedang dalam tahapan REM (rapid eye movement) atau pengalaman melayang dari tubuh," kata dia.

Raduga menambahkan, setidaknya 1 juta warga Amerika memiliki pengalaman serupa tiap tahunnya. "Ini terlihat sangat realistis, orang-orang tak mampu memahami bagaimana ini bisa terjadi," kata dia. "Penelitian kami menunjukkan, itu sama sekali tak terkait alien, namun murni kemampuan manusia. Itu bisa terjadi pada hampir semua orang."

Di hari terakhir penelitian, 35 persen mengaku membuat kontak visual dengan alien, bahkan mendeskripsikan pertemuan itu pada para peneliti.

Salah satu sukarelawan, Alexander N adalah yang sukses mengalami pengalaman melayang di luar tubuh. "Lalu, saya mencoba menemukan alien. Tiga dari mereka terwujud tepat di depan saya. Bentuk mereka seperti mahluk dalam Film "The Thing", bukan seperti berudu dengan mata seperti Putri Jasmin (Kisah Seribu Satu Malam)," kata dia.

Para 'alien', dia menambahkan ingin menakut-nakutinya, alih-alih membuat kontak. "Saya ketakutan dan akhirnya kembali sadar, kembali ke tubuh saya."

Raduga akan mempublikasikan hasil penelitiannya dan melanjutkan penelitian tentang kemampuan manusia untuk mengarang pertemuan dengan alien yang tampak nyata. (LiveScience)

source

satelit rosat
Satelit teleskop sinar X ROSAT milik Jerman akhirnya meluncur masuk ke atmosfir, tepatnya di Teluk Benggala, di tenggara India atau barat laut Indonesia. Dari data pelacakan yang diamati NASA per 23 Oktober, tidak diketahui adanya bagian dari satelit itu yang menghantam daratan.

“Setelah sekitar 48 jam kami amati, kami tidak mendapatkan laporan adanya kerusakan,” kata Andreas Schutz, juru bicara DLR, badan antariksa Jerman, seperti dikutip dari Electronics Weekly, 26 Oktober 2011. “Kami memperkirakan, seluruh bagian satelit itu jatuh ke air.”

Seperti perkiraan sebelumnya, teleskop ruang angkasa itu jatuh ke orbit Bumi pada akhir pekan lalu, terbakar saat melintas menuju samudera India, dan bergerak ke arah Myanmar dan China. Namun ketika itu, petugas kontrol di badan antariksa Jerman belum dapat memastikan di mana ia jatuh.

Tidak adanya informasi tentang lokasi pasti jatuhnya satelit itu menyebabkan kekhawatiran di media dan kalangan masyarakat. Apalagi, kelangkaan data tersebut terjadi di era di mana GPS sudah sangat lazim digunakan.

“Dengan telah diketahuinya keberadaan terakhir ROSAT, salah satu misi ilmiah ruang angkasa Jerman yang paling berhasil telah tiba pada penghujungnya,” kata Johann-Dietrich Worner, Ketua Dewan Eksekutif DLR.

Selama delapan tahun masa kerja ROSAT, Worner menyebutkan, lebih dari 4 ribu ilmuwan dari 24 negara telah memanfaatkan satelit itu untuk melakukan pengamatan. Banyak proses energi tinggi yang terjadi di alam semesta terpantau pertama kali lewat teleskop ini.

source

rosat

Satelit Jerman, ROentgen SATtelite (Rosat) jatuh ke permukaan bumi, kemarin. Setelah menjadi sampah antariksa sejak tahun 1999, Badan Antariksa Jerman (DLR) memperkirakan Rosat masuk ke permukaan atmosfer bumi sekitar pukul 01.45 GMT (08.45 WIB) atau 02.15 GMT (09.15 WIB), Minggu pagi, 23 Oktober 2011.

Hingga saat ini, DLR belum mengkonfirmasi lokasi jatuh Rosat. Begitu pula dengan badan antariksa lain, seperti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Namun, laman Spaceweather.com menyebut Rosat jatuh di daratan di wilayah Thailand Utara. Di laman itu, pakar satelit Rosat Harro Zimmer menyebut Rosat memasuki atmosfer bumi sekitar pukul 01.56 GMT (08.56 WIB), pada koordinat 21,33 Lintang Utara dan 100,32 Bujur Timur.

Selama ini, daratan jarang menjadi lokasi jatuhnya sampah antariksa, karena biasanya jatuh di lautan. Walau begitu, belum ada konfirmasi resmi juga dari Pemerintah Thailand mengenai lokasi jatuhnya Rosat.

Sebelumnya, Rosat diprediksi jatuh di sekitar Samudera Pasifik. Namun, ada juga prediksi yang menyebut Rosat jatuh di kawasan Asia Tenggara.

Sebelum disebut jatuh di Thailand, Rosat diprediksi jatuh di Asia Tenggara di Samudera India kawasan timur Srilanka; dekat laut Andaman di lepas pantai Myanmar; atau dekat Teluk Bengal, kawasan laut di antara Timur India dan Barat Indonesia.

Satelit berukuran minivan ini diperkirakan akan terbakar di atmosfer, namun masih ada 30 fragmen seberat 1,87 ton bagian lainnya yang tak terbakar dan jatuh bebas ke bumi. Puing terbesar Rosat yang diperkirakan jatuh ke bumi adalah sistem cermin tahan panas, yang terbuat dari material karbon khusus.

Satelit seberat 2,69 ton ini diluncurkan di Cape Canaveral, Florida pada tahun 1990 dan tidak lagi digunakan pada 1999. Rosat digunakan untuk meneliti asal dan komposisi spektra dan distribusi energi radiasi X-ray di jagat raya. Karena itu Rosat mengambil nama dari Wilhelm Roentgen, yang merupakan penemu x-ray.

Walau jatuh bebas setelah tidak lagi digunakan, kecil kemungkinan Rosat jatuh menimpa permukiman. Adapun probabilitas Rosat jatuh menimpa permukiman adalah 1 : 2.000. Dengan jumlah penduduk bumi mencapai hampir 7 miliar, maka potensi Rosat melukai satu individu adalah 1 : 14 triliun. (adi)


source

planet jupiter
Ilmuwan telah menemukan sebuah bintang yang temperaturnya sama dengan temperatur permukaan bumi. Bintang tersebut mempunyai suhu seperti musim panas di Arizona atau Sevilla. Temperatur ini merupakan objek terdingin yang pernah difoto di luar tata surya.

Bintang ini disebut WD 0806-661 B dan hanya merupakan sebuah bintang  kecil bukan sebuah planet. Berat massanya hanya enam sampai sembilan kali planet gas besar, Jupiter.

“Ini bintang yang sangat kecil dengan temperatur atmosfer sedingin bumi,” kata Kevin Luhman, penemu bintang yang juga professor astronomi dan astrofisik Penn State Associate, seperti dikutip dari Daily Mail, 24 Oktober 2011.

Untuk menemukan, para astronom menggunakan teleskop ruang angkasa Spitzer milik NASA. Teleskop ini memindai 600 bintang terdekat yang mengorbit di dekat Bumi. Teleskop infra merah kemudian digunakan karena objek dingin tersebut memancarkan sinyal redup.

Bintang kecil berwarna coklat ini berbentuk seperti bintang lain, berselimut awan, debu, dan gas. Tapi karena bintang ini gagal mengakumulasi massa yang cukup dari awan debu, reaksi thermonuklir bersinar normal dan bintang gagal menyala.

Dari sisi temperatur, permukaan bintang cokelat ini bervariasi antara 27 sampai 80 derajat celcius. Dengan temperatur tersebut, planet itu relatif dapat dihuni oleh manusia.

“Jarak bintang ini dari matahari mencapai 63 tahun cahaya, sangat dekat dengan sistem tata surya dibandingkan dengan kebanyakan bintang dalam galaksi di dekat kita,” kata Luhman.

Bintang kerdil ini, kata Luhman, mengorbit 2500 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Astrophysical, Luhman dan rekan-rekannya mempresentasikan bintang ini sebagai kandidat brown dwarf terdingin yang pernah ditemukan. (sj)


source

kutub utara
Rusia sedang merencanakan untuk membangun kota ultra-modern di salah satu pulau beku di lingkar dalam Kutub Utara. Ini merupakan upaya Rusia untuk melakukan eksplorasi sumber daya alam, minyak dan gas, yang tersedia di kawasan kutub tersebut.

Kota ini akan dinamakan "Umka", yang diambil dari salah satu karakter kartun berbentuk beruang kutub, yang dibuat studio animasi Soyuzmultfilm dan populer di Rusia.
Sekitar 5.000 orang yang tinggal di Umka akan bernaung di kubah besar yang dirancang khusus untuk melindungi orang-orang di dalamnya dari suhu beku Kutub Utara. Setidaknya, suhu beku itu bisa mencapai di bawah 30 derajat Celcius di musim panas.

Walau di luar kutub ini memiliki suhu beku, tapi di dalamnya didesain dengan suhu yang hangat. Berbagai fasilitas pun disiapkan layaknya sebuah kota, termasuk bermacam fasilitas mewah.

Kami ingin orang-orang untuk tinggal dan bekerja, dan tidak menyadari kalau mereka berada di ruang tertutup, yang dikelilingi cahaya dingin ekstrim di luarnya," kata arsitek Valery Rzhevskiy, yang telah memperlihatkan desain modern ini untuk mendapat persetujuan PM Rusia Vladimir Putin.

"Kota ini juga akan penting dan strategis untuk menjadi pos terluar Rusia di Utara," lanjut Rzhevskiy.

Sumber menyebut, Umka akan ditempati oleh prajurit, penjaga perbatasan, agen rahasia, juga ilmuwan dan ahli eksplorasi Rusia. Ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Rusia untuk memperkaya cadangan mineralnya.

Anggaran Rp10 triliun pun telah disiapkan untuk membangun kota ajaib ini di pulau terpencil Kotelniy, di kepulauan Novosibirsk, sekitar 1.600 kilometer dari inti Kutub Utara. Ini masih di wilayah Rusia, tapi lebih dekat ke Kutub Utara dibanding kota di Rusia manapun.

Umka didesain seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional. "Sejauh ini, ini merupakan proyek satu-satunya yang menggunakan iklim buatan dan pendukung kehidupan buatan, yang ada di dunia," jelas Rzhevskiy. "Kita harus menggunakan teknologi luar angkasa untuk menciptakan ini," lanjutnya.

Listrik akan tersedia dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang mengapung. Untuk persediaan makanan, akan dipenuhi dari perikanan, peternakan, juga pertanian di dalam kubah Umka.

"Tidak akan ada sampah sama sekali. Sebagai sebuah kota, akan tersedia dua pabrik pengubah semua benda tak terpakai menjadi abu," ucap Rzhevskiy.

Ini merupakan langkah signifikan Rusia terhadap kawasan Kutub Utara. Sebelumnya, dunia pernah terperanjat saat penjelajah kutub asal Rusia, Artur Chilingarov mengibarkan bendara Rusia di Kutub Utara pada 2007 silam.

"Kita harus buktikan bahwa Kutub Utara masih merupakan lanjutan dari wilayah daratan Rusia," ucap Chilingarov ketika itu. | Daily Mail


source

puing tsunami jepang
Puing-puing hasil bencana tsunami di Jepang 11 Maret lalu dideteksi telah terbawa air laut Samudera Pasifik. Jutaan ton puing-puing, mulai dari potongan furnitur, kulkas, hingga kapal, kemungkinan bisa sampai ke pesisir barat AS dalam kurun tiga tahun.

"Kami perkirakan 5 hingga 20 juta ton puing-puing itu datang dari Jepang," kata peneliti dari Universitas Hawaii, Jan Hafner, kepada stasiun KITV dan dikutip oleh harian The Daily Mail.

Para awak kapal asal Rusia, STS Pallada, bulan lalu juga mendeteksi kumpulan puing itu sekitar 2.000 mil dari Jepang. Kapal mereka saat itu melintas Kepulauan Midway di Samudera Pasifik. "Mereka melihat potongan furnitur, perkakas, dan apapun yang mengambang. Mereka juga menemukan sebuah kapal penangkap ikan," kata Hafner, yang juga dikutip di laman blog berita Yahoo, The Envoy, 24 Oktober 2011. 

Kapal nelayan itu sepanjang 20 kaki dan di badannya bertuliskan kata "Fukushima," yang merupakan nama provinsi yang paling parah dihantam tsunami. "Itu adalah penemuan pertama yang telah dipastikan berupa puing-puing tsunami," kata Hafner. 
Namun, dia tidak mengungkapkan lebih lanjut seberapa serius dampak yang ditimbulkan puing-puing itu bagi lingkungan bila sudah sampai ke pesisir barat AS. 

Berkekuatan 9 pada Skala Richer, gempa bumi yang disertai dengan tsunami itu mengantam pesisir timur laut Jepang pada 11 Maret 2011. Sebanyak 20.000 orang tewas atau hilang dan bencana itu juga merusak pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima sehingga menimbulkan krisis radiasi.  (adi)

source

ikan hiu
Water hazard merupakan istilah yang umum di lapangan golf. Namun, water hazard yang satu ini lain dari yang lain. Di Carbrook Golf Club, Brisbane, Australia, ada enam ekor hiu dewasa yang menghuni sebuah danau buatan di padang golf tersebut.

Menurut petugas hiu-hiu tersebut terdampar di sana akibat sebuah banjir besar yang melanda kawasan sekitar Brisbane, beberapa tahun lalu. Sejak itu, ikan sepanjang 2,5 sampai 3 meter itu memakani ikan-ikan yang ada di sana. Mereka juga kadang menyantap ayam ataupun daging yang dilemparkan oleh staf padang golf tersebut.

Dikutip dari SkyNews, 25 Oktober 2011, hewan itu kini menjadi pusat perhatian pengunjung karena sirip mereka kerap muncul ke permukaan.

Sebelum kehadiran ikan-ikan tersebut, anak-anak warga setempat sering kali mencari uang tambahan dengan terjun menyelam ke danau itu dan mengambilkan bola-bola golf yang masuk ke dalam. “Tampaknya mereka tidak akan melakukan hal itu dalam waktu dekat,” sebut salah satu staf.

Dalam sebuah kejadian, saat sedang memancing, Charles Wickers, pernah diserang oleh bull shark, hiu yang menghuni danau itu. Untungnya, ia tidak mengalami luka serius.

“Kami bersyukur Wickersham akan segera pulih,” kata Ashley Byrne, juru bicara People for the Ethical Treatment of Animals (PETA). “Tetapi kini waktu yang tepat untuk menunjukkan bahwa hiu bukanlah predator paling berbahaya di planet ini, melainkan kita, manusia,” ucapnya.

Byrne menyebutkan, pihaknya berharap bahwa setelah kasus serangan hiu tersebut, orang-orang akan mempertimbangkan untuk mengembalikan hewan-hewan itu ke habitat aslinya.

source

satelit rosat
Badan Antariksa Jerman (DLR) telah mengkonfirmasi jatuhnya satelit Jerman, ROentgen SATtelite atau Rosat. Berdasarkan pengamatan DLR, Rosat masuk ke permukaan atmosfer bumi sekitar pukul 01.45 GMT (08.45 WIB) atau 02.15 GMT (09.15 WIB), kemarin. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai kapan dan di mana Rosat jatuh di permukaan bumi. Ada yang memperkirakan Rosat jatuh di Samudera Pasifik, tapi ada juga yang menyebut Rosat jatuh di wilayah Asia Tenggara.

Sebelumnya, Rosat memang diprediksi akan jatuh di Samudera Pasifik. Tapi, Rosat tidak memiliki sistem pengendali dan jatuh bebas ke permukaan bumi. Bahkan hingga sehari sebelum jatuh ke bumi, Rosat sulit diprediksi secara tepat dan hanya bisa diprediksi dengan plus-minus 5 jam.

Juru bicara DLR Andreas Schuetz juga mengatakan, satelit itu bisa mengubah pola jatuhnya, bahkan arah jatuhnya saat berada 150 km di atas permukaan bumi. Tapi, Rosat diprediksi tidak akan jatuh di Eropa, Afrika, atau Australia.

Berdasarkan data militer AS, Rosat diperkirakan jatuh di sekitar timur Srilangka, di Samudera India. Perkiraan lain, Rosat jatuh di dekat Laut Andaman, lepas pantai Myanmar.

Ada juga yang menyebut, Rosat akan jatuh di dekat Teluk Bengal, kawasan laut di antara Timur India dan Barat Indonesia.

Satelit berukuran minivan ini diperkirakan akan terbakar di atmosfer, namun masih ada 30 fragmen seberat 1,87 ton bagian lainnya yang tak terbakar dan jatuh bebas ke bumi. Puing terbesar Rosat yang diperkirakan jatuh ke bumi adalah sistem cermin tahan panas, yang terbuat dari material karbon khusus.

Satelit seberat 2,69 ton ini diluncurkan di Cape Canaveral, Florida pada tahun 1990 dan tidak lagi digunakan pada 1999. Rosat digunakan untuk meneliti asal dan komposisi spektra dan distribusi energi radiasi X-ray di jagat raya. Karena itu Rosat mengambil nama dari Wilhelm Roentgen, yang merupakan penemu x-ray.

Walau jatuh bebas setelah tidak lagi digunakan, kecil kemungkinan Rosat jatuh menimpa permukiman. Adapun probabilitas Rosat jatuh menimpa permukiman adalah 1 : 2.000. Dengan jumlah penduduk bumi mencapai hampir 7 miliar, maka potensi Rosat melukai satu individu adalah 1 : 14 triliun. (Space.com | BBC | Time | Washington Post, umi)



source

 tembok cina
Salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Tembok Besar China, saat ini terancam roboh akibat maraknya aktivitas penambangan di sekitarnya. Tragisnya, selain dilakukan secara ilegal, penambangan di sekitar tembok yang memiliki panjang 6.400 kilometer dan melintasi 11 provinsi China itu juga dilakukan secara legal.

Seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu 22 Oktober 2011, tembok terpanjang yang pernah dibuat manusia itu terancam ambrol. Salah satunya bagian tembok yang berada di desa Laiyuan, Provinsi Hebei, 200 kilometer barat daya Beijing. Tembok yang melewati desa ini letaknya memang jauh dari tempat wisata yang paling sering dikunjungi turis seperti di dekat Beijing.

Di Desa Laiyuan itu, kini terdapat puluhan tambang kecil. Jaraknya hanya 100 meter dari dinding tembok yang kokoh itu. Para penambang menggali tanah di sekitarnya untuk mencari tembaga, besi, dan nikel. Akibat aktivitas tersebut, stabilitas dinding yang telah berusia berabad-abad lamanya menjadi terganggu.

"Karena banyak dari penambang tersebut memiliki izin resmi, maka pihak konservasi tidak dapat melakukan apa-apa," kata Wakil Ketua Umum Great Wall Society, Dong Yaohui.

Menurut Dong Yaohui, izin resmi penambangan tersebut dikeluarkan oleh biro sumber daya mineral pemerintah daerah setempat (Laiyuan) tanpa berkonsultasi dengan Departemen Warisan Budaya. Selain itu, surat izin itu dikeluarkan tanpa mempertimbangkan keberadaan tembok China yang telah mendatangkan jutaan turis setiap tahun.

Selama ini, Biro Sumber Daya Mineral Laiyuan berdalih penambangan tersebut hanya menimbulkan sedikit kerusakan. Mereka justru menuduh para penambang ilegal yang merusak kawasan tersebut. Selain itu, mereka mengklaim kerusakan itu dapat diperbaiki dengan dana perbaikan yang dikucurkan setiap tahun.

"Masalah utamanya bukan uang, melainkan cukup mengeluarkan peraturan yang menyatakan penggalian untuk pertambangan tidak dapat dilakukan dalam radius tertentu di sekitar tembok besar China. Maka Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk memperbaiki tembok yang roboh," pungkas Dong Yaohui. (art)

source

 penduduk dunia
Pada akhir bulan ini, Pada akhir bulan ini, populasi manusia di dunia akan menyentuh tujuh miliar jiwa. Dalam 100 tahun terakhir, jumlah manusia di Bumi telah berlipat empat.

Menurut laman The Straits Times, populasi manusia akan membuat tonggak baru di ujung Oktober. Sebelumnya, jumlah manusia pada abad lalu adalah sekitar 1,65 miliar jiwa. Perbaikan tingkat kebersihan serta asupan gizi dipercaya merupakan elemen yang paling memengaruhi statistik itu.

Sebagian besar populasi terdapat di Asia, yang jumlahnya kira-kira 4,2 miliar orang. Afrika menyusul di belakang Asia dengan 1 miliar jiwa, sedangkan Amerika Selatan memiliki 600 juta penduduk.

Negara berpenduduk terbanyak tetap dipegang oleh China dengan 1,3 miliar orang, dan India menguntit dengan 1,2 miliar jiwa.

Jika diukur dari kaca mata ekonomi, tiga dari empat orang hidup di negara berkembang. Semenatra itu, antara tahun 2020 dan 2030, penduduk dunia akan berjumlah delapan miliar orang. (art)

source

 satelit
Saat ini, ahli astronomi masih sibuk memprediksi jatuhnya satelit milik Jerman, ROSAT (the Roentgen SATtelite). Namun, ternyata ada sampah antariksa lain yang diprediksi jatuh ke bumi lebih dahulu ketimbang ROSAT, bahkan bisa jadi jatuh di wilayah Indonesia.

Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN, Thomas Djamaluddin, menyebut, sampah antariksa yang memiliki potensi jatuh di wilayah Indonesia adalah SPELDA. Sampah ini merupakan dudukan satelit di bekas roket Ariane milik Perancis.

"Perkiraannya selalu berubah. Tapi perkiraan terakhir SPELDA jatuh besok, sekitar pukul 09.00. Jatuhnya diduga di dekat Papua," kata Thomas Djamaluddin, Jumat, 21 Oktober 2011.

LAPAN juga memprediksi SPELDA akan jatuh di sekitar lautan di wilayah Pasifik. "Secara umum, memang bahaya kalau sampah antariksa ini jatuh di pemukiman, tapi kami memprediksi di lautan," ucap Thomas.

Karena itu, Thomas melanjutkan, LAPAN terus melakukan pemantauan. "Terutama di saat-saat kritis. Ketika benda antariksa ada di ketinggian 200 kilometer dan mulai memasuki atmosfer padat," jelasnya.
Thomas menjelaskan, perhitungan prediksi jatuhnya sampah antariksa memang selalu berubah. Sebelumnya, SPELDA diprediksi jatuh hari ini di wilayah barat Indonesia. Namun, perkiraan jatuhnya kini semakin bergeser ke arah Timur. (eh)

source

 planet paling aneh
Untuk pertama kalinya, astronom Universitas Hawaii mengambil gambar pembentukan planet di sekitar bintang secara langsung. Para astronom menggunakan teleskop Keck kembar berukuran 10 meter, dan menggunakan cermin untuk menghapuskan sinar bintang.

Planet yang dipantau itu disebut sebagai LkCa 15b yang merupakan protoplanet panas, dikelilingi oleh debu dingin dan gas yang jatuh ke dalam pembentukan planet. Nantinya, planet ini akan menjadi planet gas raksasa, serupa Jupiter.

Menurut Adam Kraus dan Michael Ireland, astronom dari Macquarie University, mereka menggunakan teleskop di Mauna Kea, Hawaii untuk menemukan planet itu.

“LkCa 15 b merupakan planet termuda yang pernah ditemukan, 5 kali lebih muda dari penemuan sebelumnya,” kata Kraus, seperti dikutip dari Daily Mail, 21 Oktober 2011. “Planet baru ini terbentuk dari debu dan gas hingga menjadi sebuah planet gas raksasa,” ucapnya.

Pada masa lalu, Kraus menyebutkan, kita tidak bisa memantau fenomena ini karena pandangan kita terhalangi oleh bintang. “Tetapi untuk pertamakalinya, kita telah mampu secara langsung mengukur planet yang terbentuk dari debu,” ucapnya.

“Kami menyadari bahwa kita belum menemukan super Jupiter, tapi kini astronom sudah dapat mengukur debu dan gas yang berada di sekelilingnya,” kata Kraus. “Sekarang kita akan memulai menemukan sebuah planet,” ucapnya. (eh)

source

 fenomena supermoon
Sejumlah perusahaan industri-komersial luar angkasa  berkumpul di acara tahunan, Simposium Internasional untuk Penerbangan Luar Angkasa Pribadi dan Komersial di New Mexico, Amerika Serikat, 19 - 20 Oktober 2011. Salah satu topik yang dibicarakan adalah upaya Amerika Serikat bersaing di pasar industri luar angkasa dunia.

Salah satu kekhawatiran para pengusaha komersialisasi luar-angkasa ini adalah potensi China melakukan 'monopoli' atas bulan.

"Amerika masih merayakan kejayaan bulannya 40 tahun lalu. Tapi kita (Amerika), tidak menguasai satu persegi pun tempat itu (bulan)," kata Robert Bigelow, pendiri Bigelow Aerospace, perusahaan industri luar angkasa yang berbasis di Las Vegas, Amerika Serikat.

Bigelow kemudian mengungkapkan, China berpotensi menguasai bulan karena memiliki motivasi dan kemampuan memenangkan kompetisi antariksa selanjutnya, pasca-persaingan AS-Rusia selama perang dingin lalu. China juga disebut Bigelow mampu menguasai bulan.

Menurut Bigelow, hukum internasional memungkinkan sebuah befara untuk melakukan klaim atas bulan. Terutama jika terbukti mampu menempatkan sejumlah manusia secara berkesinambungan di bulan.

Dengan menguasai bulan, Bigelow menjelaskan, maka secara otomatis suatu negara akan merasakan keuntungan secara finansial dan prestise internasional. Tidak hanya bisa eksplorasi sistem tata-surya, bulan pun diduga memiliki sejumlah sumber daya, seperti air dan helium-3, yang mungkin bisa digunakan sebagai bahan bakar dalam fusi nuklir.

Jika China mampu menguasai bulan, maka secara simbolis dan psikologis akan menguntungkan negeri tirai bambu tersebut. "Saya rasa tak ada yang mustahil bagi China melakukan ini dalam 15 tahun ke depan, yang tentu akan berdampak besar bagi China," ucap Bigelow.

Bigelow kemudian memaparkan, China saat ini menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. China juga memiliki utang luar negeri yang sedikit. Prediksi Bigelow, bulan bisa dikuasai China pada 2022 hingga 2026.

"Semoga ini akan memproduksi ketakutan, dan bisa memotivasi Amerika (untuk berkompetisi dengan China)," tutur Bigelow. (Space.com, umi)


source

 albino mata satu
Di tengah maraknya trik photoshop dan penipuan online, orang selalu skeptis terhadap laporan tentang sesuatu yang aneh -- termasuk keberadaan janin hiu albino yang hanya memiliki satu mata. Tepat di tengah hidung, mirip Cyclops -- tokoh bermata satu dalam mitologi Yunani.

Namun, kabar keberadaan 'Hiu Cyclops' yang diambil dari janin induk yang ditangkap nelayan di Teluk Kalifornia awal musim panas tahun ini, adalah nyata.

Para peneliti Hiu telah menganalisis mahluk yang diawetkan itu. Para ilmuwan menemukan, mata tunggal mahluk itu memiliki jaringan optik yang fungsional. 

Namun, para ahli memperkirakan, adalah tak mungkin mahluk unik itu bisa bertahan hidup ketika dilahirkan.

"Ini sangat langka," kata ahli Hiu, Felipe Galvan Magana kepada blog Pisces Fleet Sportfishing, Juli lalu. "Sepengetahuan saya, kurang dari 50 contoh abnormalitas seperti ini yang tercatat," kata dia.

Pisces Fleet, perusahaan penangkap ikan, mengunggah foto mahluk aneh nan lucu ini ke internet, yang langsung jadi kabar heboh.

Meski kasus ini jarang pada Hiu, fenomena 'cyclopia' pernah ditemukan pada beberapa mahluk. Kasus pada manusia terjadi pada 1982 di Israel, di mana seorang bayi perempuan lahir tujuh minggu lebih awal dari perkiraan. Dia lahir tanpa hidung, hanya ada satu mata di tengah. Bayi itu meninggal 30 menit setelah lahir. Kasus ini juga dibahas di British Journal of Ophthalmology. Juga pada Kucing. Pada 2006, seekor anak Kucing lahir dengan hanya satu mata dan hidung.

Ini bukan kali pertamanya sesuatu yang rasanya tak masuk akal, cenderung mitos, memperoleh dukungan bukti-bukti ilmiah. Baru-baru ini, pejabat Rusia mengumumkan temuan bukti keberadaan monster, Yeti. Sementara, para ahli palaeantologi mengumumkan temuan sarang Kraken -- monster pemangsa paus dan kapal berbentuk Cumi raksasa.
source

 satelit rosat
Dalam hitungan hari, satelit ROSAT milik Jerman seberat 2,5 ton akan meluncur memasuki atmosfer Bumi. Belum bisa dipastikan kapan dan di mana persis lokasi jatuhnya.
Di tengah kondisi tak pasti, teleskop sinar-X ini menjadi satu dari 22 ribu sampah angkasa luar yang dipantau Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Sebagian besar di antaranya adalah pecahan roket atau satelit akibat tumbukan antariksa.
Menurut Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN, Thomas Djamaluddin, dibandingkan satelit Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) milik Badan Antariksa Amerika (NASA), satelit ROSAT lebih kecil. Ini terlihat dari pemantauan radar. Meski demikan, satelit ini menyimpan potensi bahaya.
“Panjangnya sekitar 7,5 meter dan bobot 2,5 ton, namun karena teleskop sinar-X, komponen-komponennya relatif tahan panas. Sistemnya pun relatif tahan panas. Diperkirakan ada benda-benda–-belum dirinci bagian mana--dapat bertahan dari efek pemanasan saat masuk atmosfer Bumi,” kata dia.
Benda-benda yang tak habis terbakar perisai Bumi itu berpotensi melukai mahluk hidup, termasuk manusia. Namun, “Kemungkinannya kecil. Kemungkinan jatuh di permukaan Bumi 1 : 2.000.”
Seperti dimuat Space.com, Badan Antariksa Jerman, Deutsches Zentrum für Luft und Raumfahrt (DLR) memperkirakan, sekitar 1,7 ton bagian satelit akan lolos dari atmosfer--terdiri dari 30 potongan kaca dan fragmen keramik.
Diperkirakan, kemungkinan pecahan ROSAT akan menghantam manusia adalah 1 : 2.000. Ini lebih besar dari peluang jatuhnya puing satelit UARS, yang 1 : 3.200.
ROSAT mengorbit sejak 1990. Selama itu ia banyak menyumbangkan gambar dan informasi tentang bintang. Pada 1999 lalu, para ilmuwan kehilangan kontak. ROSAT melayang tanpa kendali di luar angkasa. (kd)

source

 peta
NASA serta Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang telah merilis update terbaru dari peta topografi bumi terlengkap yang pernah terkumpul. Peta baru ini dihasilkan dari data pemancar Terra, kendaraan ruang angkasa milik NASA.

Data peta tersebut merepresentasikan data topografi yang paling lengkap dan mempunyai resolusi tinggi, yang meliputi 99 persen daratan bumi.

Seperti dikutip dari PopSci, 19 Oktober 2011, model ketinggian digital global merupakan hasil dari gambar yang dikoleksi oleh instrumen Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) Jepang.

ASTER merupakan instrumen yang menerbangkan Terra. Ia mengumpulkan gambar dalam penampakan gelombang panjang inframerah termal dalam dua dimensi, tetapi dengan menggabungkan dua sedikit offset 2-D gambar sebagai sepasang stereo

Gambar tersebut mampu menciptakan efek visual 3-D yang secara akurat menyampaikan data ketinggian di seluruh dunia.

Model asli elevasi global sebelumnya telah dirilis pada Juni 2009. Tapi versi terbaru ini menambahkan lebih dari seperempat juta sepasang stereo baru untuk setting data, meningkatkan resolusi spasial dan akurasi vertikal  yang memperluas cakupan dengan diameter 0.6 juta.

Versi baru ini sudah mendukung semua permukaan bumi, dari 83 derajat lintang utara hingga 83 derajat lintang selatan.

Data tersebut dapat digunakan oleh semua orang untuk sejumlah aplikasi, dari perencana teknik tata kota sampai studi lingkungan ataupun ekplorasi mineral. Pengguna data yang ingin mendapatkan seluruh model dapat mendownloadnya dari situs USGS.

source

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.