Tampilkan postingan dengan label Biografi Tokoh Kontroversial. Tampilkan semua postingan

Biografi William Kemmler
Biografi William KemmlerWilliam Kemmler yang lahir di Philadelphia pada tanggal 9 Mei 1860 adalah orang yang pertama kali merasakan hukuman eksekusi mati dengan kursi listrik.

William Kemmler telah membunuh pasangan kumpul kebonya Matilde "Tillie" Ziegler pada tanggal 29 Maret 1889 dengan kampak. Kata terakhir yang diucapkannya sebelum mati adalah "Jangan susah dan lakukan dengan benar, saya tidak cepat-cepat." Setelah 2 kali dialiri setrum, Kemmler pun meninggal.

William Kemmler lahir di Philadelphia, Pennsylvania. Kedua orang tuanya adalah imigran dari Jerman dan keduanya pecandu alkohol. Dia Lutheran agama. Ayahnya meninggal karena infeksi yang ia terima setelah pertikaian karena mabuk dan ibunya meninggal karena komplikasi kecanduan alkohol.

Kemmler dulu bekerja di toko daging ayahnya setelah putus sekolah pada usia 10, belajar tidak mengetahui bagaimana membaca atau menulis. Setelah orang tuanya meninggal, ia pergi ke bisnis menjajakan dan memperoleh cukup uang untuk membeli kuda dan kereta, tapi pada saat itu ia menjadi peminum berat. Dalam satu episode yang melibatkan dirinya dan teman-temannya setelah serangkaian binges mabuk, dia bilang dia bisa melompat kuda dan kereta di atas pagar delapan kaki dengan keranjang melekat pada kuda.

Upaya itu gagal, dan gerobak dan barang nya hancur dalam insiden itu. Dia dikenal teman-teman sebagai "Philadelphia Billy" karena binges minum nya yang sangat terkenal di seluruh saloons di lingkungan Buffalo nya. Kemmler dilaporkan ramping, dengan rambut cokelat gelap. Dia berbicara bahasa Inggris dan Jerman.

SAAT WILLIAM KEMMLER DIEKSESKUSI

Rincian praktis kursi diselesaikan oleh pertama kursi algojo listrik, Edwin Davis (resmi diberi gelar "Negara Electrician").

Pada pagi hari eksekusi, 6 Agustus 1890, Kemmler terbangun pada 5:00 am Dia berpakaian dengan cepat dan mengenakan jas, dasi, dan kemeja putih. Setelah sarapan dan beberapa doa, bagian atas kepalanya dicukur. Pada 06:38, Kemmler memasuki ruang eksekusi dan Warden Charles Durston disajikan Kemmler ke 17 saksi yang hadir. Kemmler menatap kursi dan berkata: ".. Tuan-tuan, saya berharap Anda semua keberuntungan saya percaya saya akan ke tempat yang baik, dan saya siap untuk pergi"

Proses Eksekusi Mati William Kemmler
Saksi mengatakan bahwa Kemmler terdiri di eksekusi; dia tidak menjerit, menangis, atau melawan dengan cara apapun. Dia duduk di kursi, tapi diperintahkan untuk bangun oleh sipir sehingga lubang dapat dipotong dalam setelan jasnya di mana memimpin listrik kedua bisa terpasang. Hal ini dilakukan dan Kemmler duduk lagi. Dia diikat ke kursi, wajahnya tertutup dan logam menahan diri memakai kepala telanjang. Dia berkata, "Tenang saja dan melakukannya dengan benar, aku tidak terburu-buru." Durston menjawab, "Selamat tinggal, William" dan memerintahkan saklar dilemparkan.

Sketsa eksekusi William Kemmler, 6 Agustus 1890

Generator didakwa dengan 1.000 volt, yang dianggap memadai untuk mendorong ketidaksadaran cepat dan serangan jantung. Kursi sudah diuji secara menyeluruh; kuda telah berhasil listrik sehari sebelumnya.

Saat itu melewati Kemmler selama 17 detik. Kekuatan dimatikan dan Kemmler dinyatakan meninggal oleh Dr Edward Charles Spitzka.

Namun, saksi melihat Kemmler masih bernapas. Para dokter menghadiri, Dr Spitzka dan Dr Charles F. Macdonald, maju untuk memeriksa Kemmler. Setelah mengkonfirmasi Kemmler masih hidup, Spitzka dilaporkan berteriak, "Apakah saat dihidupkan lagi, cepat - tidak ada penundaan."

Dalam upaya kedua, Kemmler terkejut dengan 2.000 volt. Pembuluh darah di bawah kulit pecah dan berdarah dan beberapa saksi keliru mengklaim tubuh terbakar itu. The New York Times melaporkan sebaliknya bahwa "bau mengerikan mulai merasuki ruang kematian, dan kemudian, seolah-olah untuk tutup klimaks terlihat menakutkan ini, terlihat bahwa rambut bawah dan di sekitar elektroda di kepala dan daging di bawah dan sekitar elektroda di dasar tulang belakang yang menghanguskan. bau tak tertahankan. "Saksi melaporkan bau daging terbakar dan beberapa penonton mual gagal mencoba untuk meninggalkan ruangan.

Dalam semua, seluruh pelaksanaan waktu sekitar delapan menit. Para wartawan koran kompetitif meliputi eksekusi Kemmler melompat pada kelainan karena setiap sumber koran mencoba untuk mengalahkan satu sama lain dengan headline sensasional dan laporan. Seorang wartawan yang menyaksikannya juga mengatakan itu adalah "tontonan mengerikan, jauh lebih buruk daripada menggantung." Westinghouse kemudian berkomentar: "Mereka akan melakukan lebih baik dengan menggunakan kampak."

Biografi Vardhamana - Mahavira. Mahavira (yang artinya "pahlawan besar") adalah nama yang biasa digunakan kaum Jain untuk Vardhamana, tokoh utama pengembang agama mereka.

Vardhamana dilahirkan sekitar tahun 599 SM di India sebelah timur laut, di daerah yang sama dengan Gautama Buddha dilahirkan walaupun segenerasi lebih dulu. Anehnya, peri kehidupan kedua orang itu banyak persamaannya yang menarik. Vardhamana anak terkecil seorang pemuka, dan seperti juga Gautama dibesarkan dalam gelimang kemewahan. Di umur tiga puluh tahun, dia jauhkan kekayaan, familinya (dia punya istri dan seorang anak perempuan), meninggalkan lingkungannya yang nyaman, dan memutuskan mencari kebenaran dan kepuasan spirituil.

Vardhamana menjadi pendeta aliran disiplin Parsvanatha yang meski kecil namun teramat keras aturannya. Selama dua belas tahun dia melaksanakan meditasi dan renung diri, dan selama itu melaksanakan batasan-batasan moral serta hidup dalam kemiskin-papaan. Kerap puasa, tak punya milik pribadi dalam bentuk apa pun, tidak sebuah cangkir atau pun piring untuk meneguk air dan mengumpulkan sesuap nasi pemberian orang. Meskipun mulanya ada dia berbaju, tetapi kemudian dicampakkannya dan berjalan kian kemari dalam keadaan tubuh sepenuhnya telanjang bulat. Dia biarkan serangga merayapi badannya dan tak diusirnya walau binatang itu menggigit kulitnya. India itu tempatnya orang-orang suci berkeliaran kian kemari, masuk kampung keluar kampung, melompati got dan selokan, jauh lebih banyak dari sebangsanya di Barat. Walau penampilan dan tingkah laku Mahavira sering-sering menimbulkan godaan orang, cercaan, hinaan dan gamparan, toh kesemuanya itu ditelan dan diendapnya belaka tanpa balasan.

Tatkala umurnya mencapai empat puluh dua tahun, Mahavira memutuskan bahwa dia pada akhirnya sudah mencapai kecerahan spirituil. Dia habiskan sisa umur yang tiga puluh tahun berkhotbah dan mengajar pendalaman spirituil yang sudah diraihnya. Ketika dia tutup mata di tahun 527 SM, dia sudah peroleh banyak pengikut.

Dalam beberapa hal doktrin Mahavira amat mirip dengan ajaran Buddha dan Hindu. Kaum Jain percaya bahwa apabila jasad manusia mati, sang jiwa tidaklah ikut-ikutan mati bersama sang jasad tapi beralih (reinkarnasi) ke badan lain (tak perlu badan manusia) Doktrin perpindahan jiwa ini adalah salah satu dasar pemikiran faham Jainist. Jainisme juga percaya kepada karma, doktrin tentang etika konsekuensi dari sesuatu perbuatan akan menimpanya pula di masa depan. Untuk mengurangi bertambahnya beban dosa dari sesuatu jiwa, yakni menyucikannya, merupakan tujuan utama dari ajaran agama Jain. Sebagian Mahavira mengajarkan, ini bisa dicapai dengan cara menjauhi kesenangan. Khusus buat pendeta-pendeta Jain, dianjurkan melaksanakan hidup dengan kesederhanaan yang ketat. Adalah suatu kemuliaan apabila seseorang membiarkan dirinya mati kering-keranting kelaparan!

Aspek ,agama Jain yang sangat penting adalah tekanannya pada doktrin ahimsa atau tanpa kekerasan. Jain menegaskan bahwa ahimsa termasuk sikap tanpa kekerasan terhadap binatang dan manusia. Akibat dari kepercayaan ini, mereka "vegetarian" alias cuma makan tetumbuhan, termasuk rumput dan alang-alang, kalau doyan. Tapi, penganut yang taat kepada agama Jain ini berbuat lebih jauh lagi dari itu: nyamuk yang menggigit kulit dibiarkan semau-maunya; biar lapar, tidak bakalan mau makan di tempat gelap. Bukankah kalau gelap jangan-jangan bisa kemasukkan lalat atau tertelan kalajengking? Makanya, kalau penganut Jain mau menyapu dia punya jalan atau pekarangan, dia akan rogoh kantong upah orang lain melakukannya, takut siapa tahu nginjak serangga atau cacing.

Dari kepercayaan-kepercayaan macam begini, jelaslah penganut Jain sukar diharapkan tergerak untuk mencangkul tanah. Di tanah banyak semut, gasir, jangkrik dan rupa-rupa binatang kecil, bukan? Bisa mati kegencet mereka itu! Maka nyatanya memang orang-orang Jain tidak bergerak di bidang pertanian. Dan banyak lagi kerja tangan yang dilarang oleh agama mereka. Walhasil, agama Jain bisa dijadikan contoh seberapa jauh sesuatu kepercayaan bisa mempengaruhi tingkah laku dan cara hidup masyarakat. Meskipun mereka hidup di atas tanah areal agrikultur, mayoritas penganut Jain berabad lamanya berkecimpung di bidang perdagangan. Sikap agama Jain mendorong mereka bekerja rajin. Akibatnya, tidaklah mengherankan apabila orang-orang Jain tergolong berada dan partisipasi mereka dalam kegiatan kesenian dan intelektuil India cukup banyak dan menonjol.

Asalnya, agama Jain tak punya sistem kasta. Tapi, berkat interaksi yang terus-menerus dengan agama Hindu, sistem ini berkembang juga di dalam Jainisme, meskipun tidaklah seekstrim Hindu. Hal serupa, meskipun Mahavira sendiri tidak berbicara perihal Tuhan atau dewa-dewa, lewat kontak itu semacam penyembahan terhadap dewata muncul juga. Karena tak ada bahan-bahan tulisan oleh Mahavira, perembesan Hinduisme ke Jainisme tidaklah dapat dihindari. Dari jurusan lain ada pula pengaruh yang masuk, yaitu Jainisme yang mempengaruhi Hinduisme. Misalnya, penolakan Jainisme terhadap pembunuhan binatang dan makan daging tampaknya mempengaruhi kalangan agama Hindu. Lebih jauh lagi, doktrin Jain tentang "tanpa kekerasan" telah menjadi pengaruh yang berkelanjutan dalam pikiran orang India, bahkan hingga ke jaman modern. Misalnya, Gandhi teramat kuat terpengaruh oleh ajaran-ajaran filosof Jain Shrimad Rajachandra (1867 - 1900), yang dianggapnya salah seorang gurunya atau guru spirituilnya.

Agama Jain tak pernah punya pengikut dalam jumlah besar. Kini seluruh jumlah mereka di India hanya sekitar 2.600.000. Ini rasanya bukanlah suatu jumlah besar dalam kaitan dengan jumlah penduduk dunia. Tapi, bila digabung jumlah mereka dalam masa antara 2500 tahun, tentu merupakan jumlah yang besar juga. Dalam hal menetapkan arti penting Mahavira, orang harus memperhitungkan agama Jain, yang mungkin lebih dari lain-lain agama, punya pengaruh yang lestari terhadap kehidupan para penganutnya.

Muhammad Syafii Antonio lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama aslinya Nio Cwan Chung (sekarang M. Syafii Antonio) . Muhammad Syafii Antonio adalah WNI keturunan Tionghoa, dia merupakan pakar ekonomi islam. Sejak kecil Muhammad Syafii Antonio mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah Muhammad Syafii Antonio seorang pendeta Konghucu. Selain mengenal ajaran Konghucu, Muhammad Syafii Antonio juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Muhammad Syafii Antonio sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim. Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar Muhammad Syafii Antonio diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini Muhammad Syafii Antonio lakukan walaupun Muhammad Syafii Antonio belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.


Kehidupan keluarga Muhammad Syafii Antonio sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama Muhammad Syafii Antonio. Setelah itu Syafii Antonio berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan Muhammad Syafii Antonio ke agama Kristen Protestan tidak membuat ayah Muhammad Syafii Antonio marah. Ayah akan sangat kecewa jika Muhammad Syafii Antonio sekeluarga memilih Islam sebagai agama. Sikap ayah Muhammad Syafii Antonio ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap pemeluk Islam. Ayah Muhammad Syafii Antonio sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi Al Qur'e2'80'99an dan hadits. Tapi, ayah Muhammad Syafii Antonio sangat heran pada pemeluknya yang tidak mencerminkan kesempurnaan ajaran agamanya.

Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah Muhammad Syafii Antonio terlihat dari banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan,keterbelakangan,dan kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat Islam sendiri. Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang kurang baik. Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat Muhammad Syafii Antonio kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam. Untuk mengetahui agama Islam, Muhammad Syafii Antonio mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan agama-agama lain. Dalam melakukan studi perbandingan ini Muhammad Syafii Antonio menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah, dan pendekatan nalar rasio biasa. Sengaja Muhammad Syafii Antonio tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara obyektif mengetahui hasilnya.

Berdasarkan tiga pendekatan itu, Muhammad Syafii Antonio melihat Islam benar-benar agama yang mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam Muhammad Syafii Antonio temukan bahwa semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhid. Selain itu, Muhammad Syafii Antonio sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur'e2'80'99an. Kitab suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan kata, isi,

berita, keteraturan sastra, data-data ilmiah, dan berbagai aspek lainnya. Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan komprehensif, meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam beribadah. Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. Artinya, semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya adalah ibadah.

Selain itu,disbanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang memiliki system selengkap agama Islam.Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati Muhammad Syafii Antonio untuk segera memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup. Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat Muhammad Syafii Antonio berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, Muhammad Syafii Antonio putuskan untuk memeluk agama Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali Muhammad Syafii Antonio dibimbing untuk mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama Muhammad Syafii Antonio kemudian diganti menjadi Syafii Antonio.

Keputusan yang Muhammad Syafii Antonio ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata mendapat tantangan dari pihak keluarga. Muhammad Syafii Antonio dikucilkan dan diusir dari rumah. Jika Muhammad Syafii Antonio pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, kain sarung Muhammad Syafii Antonio sering diludahi. Perlakuan keluarga terhadap diri Muhammad Syafii Antonio tak Muhammad Syafii Antonio hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini sudah konsekuensi dari keputusan yang Muhammad Syafii Antonio ambil.

Perlakuan dan sikap Muhammad Syafii Antonio terhadap mereka membuahkan hasil. Tak lama kemudian mama menyusul jejak Muhammad Syafii Antonio menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Setelah mengikrarkan diri, Muhammad Syafii Antonio terus mempelajari Islam, mulai dari membaca buku, diskusi, dan sebagainya. Kemudian Muhammad Syafii Antonio mempelajari bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar. Lulus SMA Muhammad Syafii Antonio melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian Muhammad Syafii Antonio melanjutkan sekolah ke University of yourdan (Yordania). Selesai studi S1 Muhammad Syafii Antonio melanjutkan program S2 di international Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam.

Selesai studi, Muhammad Syafii Antonio bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala aktivitas Muhammad Syafii Antonio sengaja Muhammad Syafii Antonio arahkan pada bidang agama. Untuk membantu saudara-saudara muslim Tionghoa, Muhammad Syafii Antonio aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di yayasan inilah para mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari bimbingan shalat, membaca Al-Qur'e2'80'99an, diskusi, ceramah, dan kajian Islam, hingga informasi mengenai agama Islam.

Referensi :


- http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-tokoh/90-ekonom-islam-muhammad-syafii-antonio-msc

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.