Tampilkan postingan dengan label Dunia Politik. Tampilkan semua postingan



Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua. Seperti hasil penghitungan cepat, berdasarkan hasil rekapitulasi KPU DKI Jakarta, pasangan Cagub Jokowi-Ahok keluar sebagai pemenang.

 Headline


Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara, digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Rapat pleno ini juga dihadiri oleh pewakilan dari masing-masing calon. Berdasarkan hasil rekapitulasi dari lima wilayah DKI dan kepulauan seribu, pasangan Jokowi - Ahok resmi sebagai pemenang dengan perolehan 2.472.130 suara. Sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli memperoleh 2.120.815 suara.

Berikut hasil rekapitulasi Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua:

Jakarta Barat
Jumlah DPT 1.510.159
Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 1.063.178.
Jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih 446.981.
Suara sah, pasangan Fauzi-Nachrowi 474.298 suara
Suara sah, pasangan Jokowi-Ahok 577.232 suara

Jakarta Timur
Jumlah DPT 1.999.040
Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 1.323.004
Jumlah pemilih yang tidak menggunkan hak pilih 676.036
Suara sah, pasangan Fauzi - Nachrowi 611.366
Suara sah, pasangan Jokowi-Ahok 695.220.

Jakarta Selatan
Jumlah DPT 1.512.913
Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 996.080
Jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih 516.833
Suara sah, pasangan Fauzi-Nachrowi 476.742 suara
Suara sah, pasangan Jokowi-Ahok 507.257 suara

Jakarta Utara
Jumlah DPT 1.168.988
Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 739.739
Jumlah pemilih yang tidak menggunkan hak pilih 429.249
Suara sah, pasangan Fauzi-Nachrowi 300.188 suara
Suara sag pasangan Jokowi-Ahok 432.714 suara.

Jakarta Pusat
Jumlah DPT 789.484,
Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 513.422
Jumlah pemilih yang tidak menggunkan hak pilih 276.062
Suara sah, pasangan Fauzi - Nachrowi 249.427
Suara sah, pasangan Jokowi-Ahok 256.529 suara

Kepulauan Seribu
Jumlah DPT 16.367
Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih 11.881
Jumlah pemilih yang tidak menggunkan hak pilih 4.486
Suara sah pasangan Fauzi-Nachrowi 8.794
Suara sah pasangan Jokowi-Ahok 3.178 suara.[bay]

sumber :http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1910063/kpu-jokowi-ahok-pemenang-pemilukada-dki-jakarta



Keyko (27), ratu mucikari di Bali yang memiliki 2.600 anak buah membuat heboh masyarakat. Masalah pelacuran memang sulit diberantas. Kota Jakarta pun memiliki masalah dengan pelacuran sejak dulu.

Gubernur legendaris DKI Jakarta Ali Sadikin punya cara sendiri menghadapi pelacuran. Bang Ali membangun lokalisasi yang dilegalkan di Kramat Tunggak, Jakarta Utara tahun 1970-an. Tak cuma itu, Bang Ali juga membangun kasino untuk warga Jakarta.

Maka Ali Sadikin langsung digelari gubernur maksiat. Istri Ali disebut madame hwahwe (sejenis judi).

Sebenarnya Bang Ali punya alasan melakukan dua hal itu. Dia risi melihat para pelacur berkeliaran di jalan. Kala itu bahkan ada pelacur yang menjajakan diri keliling Jakarta naik becak. Di sepanjang jalan mereka menjajakan diri dengan seronok.

Bang Ali berfikir dengan melokalisirnya akan lebih mudah mengawasi para pelacur. Terutama soal kesehatan dan keamanan para wanita penjaja seks tersebut. Ali yakin memberantas pelacuran tak mudah, maka dia melokalisir pelacuran di Kramat Tunggak.




Soal judi pun Ali sadar banyak orang kaya Jakarta hobi berjudi di Makau dan Singapura. Ali berpikir buat apa judi ke luar negeri dan membuang rupiah di sana. Kenapa tidak dibuatkan tempat judi di Jakarta. Uang pajak hasil berjudi dipakai untuk membiayai pembangunan Jakarta.

"Tapi banyak ulama yang tak menerima alasan Bang Ali. Akhirnya Bang Ali pun mengumpulkan seluruh ulama di Jakarta dalam sebuah aula besar. Bang Ali memberikan kesempatan kepada setiap orang yang hadir untuk berbicara. Maka satu persatu para ulama itu ribut mengkritik Bang Ali soal judi dan pelacuran yang haram. Bang Ali mengangguk-angguk saja," kata sejarawan Jakarta JJ Rizal saat berkunjung ke kantor merdeka.com beberapa waktu lalu.



Setelah semuanya bicara baru Bang Ali yang bicara. "Kalau begitu, bapak-bapak kyai semua ini kalau keluar pesantren naik helikopter saja. Karena semua jalan dan jembatan itu dibangun dari hasil judi. Kalau menganggap haram, jangan menginjakkan kaki di jalan yang dibangun Pemprov," kata Bang Ali.

"Begitu juga dengan sekolah, rumah sakit, dan fasilitas lain dibangun dari hasil judi. Jangan pergi ke rumah sakit yang dibangun Pemprov kalau sakit dan katanya haram," tambahnya.

Para ulama itu terdiam. Mereka kemudian berhenti mengkritik Bang Ali. Mereka sadar saat itu Jakarta tak punya dana untuk membangun. Inisiatif Bang Ali walau kontroversial telah menyediakan dana untuk membangun Jakarta.



sumber :http://www.merdeka.com/jakarta/kisah-debat-bang-ali-dan-ulama-soal-pelacuran.html

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.