Tampilkan postingan dengan label inspirasi islam. Tampilkan semua postingan



Daud Dzal Aidi, begitulah nama lengkap pemuda tersebut, seperti sebuah nama nabi yang tercantum di dalam Al-Quran pada surat Shad [38] ayat 17, “Daud yang memiliki kekuatan”.
Orang tua Daud bukan seorang ulama, tapi kedua orang tuanya cinta terhadap ulama, nama anaknya itu pun adalah sebuah pemberian dari seorang ajengan yang alim dan hafizh di daerah Garut.
Daud adalah seorang pemuda yang polos, bisa dikatakan belum banyak terinfeksi pergaulan bebas anak muda zaman sekarang. Daud pun tidak terbiasa bergaul dengan lawan jenis terlalu jauh, hanya sekadar muamalah biasa.
Namun ternyata Daud memendam perasaan terhadap seorang wanita yang pernah ditemuinya sekilas dalam acara seminar remaja Islam di Jakarta, Fatimah namanya, kebetulan Daud menjadi panitianya dan Fatimah yang membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Daud terkesan dengan suara indah dan lengkingan ayat-ayat yang dibacakan oleh Fatimah seakan sudah menguasai betul nagham dalam ilmu tilawah, mulai dari bayati, shoba, hijaz dan sebagainya.
Singkat cerita tiga bulan kemudian, Daud rupanya sudah ada niat ingin melamar Fatimah, sinyal cinta itu timbul begitu saja, percakapan seperlunya pun hanya melalui pesan singkat sms.
“Fatimah, saya mau silaturahim ke rumah orang tua kamu, boleh saya minta alamat lengkapnya, maaf jika kurang berkenan,” setelah berpikir panjang dengan kata-katanya akhirnya sms itu terkirim juga.
“Iya kak, silakan datang saja, rumah orang tua saya yang bercat putih percis di dekat gerai batik, atau tanya saja di mana rumah Bapak Ahmad Mubarak, insya Allah semua tahu.” Balas Fatimah dengan perasaan penuh harap dan cemas.
Setelah mencari sana-sini bersama kawan akrabnya, Amir, Daud pun akhirnya sampai juga di kediaman orang tua Fatimah di bilangan Jakarta. Dengan sedikit perasaan tegang karena pengalaman pertama menghadap orang tua calon belahan jiwa yang ingin dilamar, sebagai sahabat Amir pun langsung menyejukkan suasana agar Daud tetap tenang dan santai.
Masuklah mereka setelah diizinkan oleh tuan rumahnya, kemudian bersalaman kepada bapak dan ibunya Fatimah, obrolan pun dimulai dan inilah yang terkenang.
“Fatimah sudah banyak cerita tentang kamu, ayah pun paham kondisi kejiwaannya ketika dia menyukai sesuatu yang diinginkan, dan ngambeknya dia ketika keinginannya tidak tercapai, tapi dia lebih dewasa dari kakaknya, Aisyah.” Ujar ayah Fatimah dengan penuh wibawa menjelaskan tentang tabiat dan sedikit kepribadian anak perempuannya itu.
“Iya pak, maksud kedatangan saya pun ke sini untuk silaturahim dan juga ada niat ingin mengkhitbah Fatimah putri bapak, itu pun jika belum ada yang taqdim (mengajukan lamaran), mohon maaf bila kurang berkenan dan terkesan kurang sopan, jika diterima saya akan langsung bicara ke orang tua saya di kampung untuk mengadakan proses khitbah secara resmi,” Daud pun menjelaskan maksud kedatangannya hendak melamar Fatimah. Meski agak sedikit gugup, namun Daud akhirnya merasa plong.
“Maaf ya Daud, ibu bukannya tidak percaya sama kamu, ibu cuma khawatir bagaimana nanti kehidupan rumah tangga anak ibu jika kamu sendiri belum memiliki pekerjaan tetap. Sebenarnya ibu pun sudah punya calon untuk Fatimah, putranya kawan ibu yang kebetulan masih satu kantor sama bapak, dia sudah siap segalanya.” Sang ibu langsung memotong pembicaraan karena sudah tahu di mana keluarga Daud tinggal, yaitu di kampung pedesaan. Daud paham dan sadar bahwa dirinya bukanlah anak orang berada, sebenarnya Daud pun tidak mengetahui sebelumnya kalau ternyata Fatimah anak seorang pejabat yang disegani.
“Iya bu, saya paham kondisi saya sekarang, tapi saya tetap berusaha memiliki pekerjaan yang halal dan baik, tentunya saya pun merasa nyaman dengan pekerjaan itu, tidak gelisah. Saya berterima kasih kepada ibu dan bapak karena sudah menerima saya untuk bersilaturahim, saya mohon maaf jika kehadiran saya mengganggu waktu ibu dan bapak.”
Daud pun pamit kepada kedua orang tua Fatimah, sebelum meninggalkan rumah, ayahnya Fatimah menghampiri Daud di pintu gerbang rumahnya, beliau berkata kepada Daud,
“Nak, ayah sangat bangga kepadamu atas keberanian kamu hendak melamar Fatimah, ayah sebenarnya setuju saja jika kamu nantinya menjadi imam buat Fatimah, rasanya baru kemarin ayah mengasuh dan mendidiknya, ternyata Fatimah sekarang sudah dewasa. Maaf ya nak, ayah tidak tahu kalau ternyata ibu sudah mempunyai calon suami buat Fatimah. Kamu harus menjadi lelaki yang kuat, tetap berikhtiar, dan tentunya harus menyertakan Allah dalam setiap keputusanmu, ayah doakan kamu mendapatkan calon istri yang terbaik.”
“Terima kasih pak, semoga putri bapak juga mendapatkan calon suami yang bisa membimbing Fatimah dalam mahligai pernikahan yang diridhai Allah ta’ala.” Daud pun mencium tangan ayah Fatimah sebagai rasa takzim kepadanya dan langsung berpamitan.
“Kak, maafkan Fatimah dan kedua orang tua Fatimah jika silaturahim kakak jadi kurang berkesan, Fatimah tidak tahu jika ibu ingin menjodohkan Fatimah dengan orang lain. Fatimah akan bicara ke ibu kalau Fatimah tidak mau dijodohkan. Kak, besok Fatimah mau kembali ke KL, melanjutkan kuliah. Doakan Fatimah.”
Fatimah langsung mengirimkan sms ke Daud, ia merasa sangat khawatir jika Daud kecewa.
“Tidak ada yang perlu dimaafkan dan tidak ada yang salah, justru saya yang mohon maaf. Ikuti saja nasihat ibu, beliau tahu mana yang baik untuk anaknya, jangan mengikuti hawa nafsumu. Kakak doakan semoga perjodohan itu bisa membuat kamu lebih fokus dalam belajar karena sudah jelas tujuan hidupnya.” Tutup Daud seraya mendoakan yang terbaik untuk Fatimah.
***
Hari berganti hari, tepat pada hari Sabtu pagi setelah shalat subuh, terlihat Daud khusuk mendengarkan pengajian tafsir di sebuah masjid raya kota Bekasi yang dipimpin ustad Abdul Hakim. Ustad Abdul Hakim adalah seorang imam besar yang sangat masyhur keahliaannya dalam bidang tafsir Al-Quran, beliau lulusan Al-Azhar Mesir, tak aneh bila setiap ada jadwal kajian masjid selalu penuh, banyak jamaah dari jauh yang juga sengaja datang untuk mendapatkan pencerahan ilmu dan hikmah darinya.
***
Ayat 32 dari surat An-Nur ini adalah anjuran untuk menikah, maksudnya, hendaklah laki-laki yang belum menikah atau tidak beristri atau wanita-wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat menikah.
Oleh karena itu, anggapan bahwa apabila menikah seseorang dapat menjadi miskin karena banyak tanggungan tidaklah benar. Dalam ayat ini terdapat anjuran menikah dan janji Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka yang menikah untuk menjaga dirinya.
Allah mengetahui siapa yang berhak mendapat karunia agama maupun dunia atau salah satunya dan siapa yang tidak, sehingga Dia berikan masing-masingnya sesuai ilmu-Nya dan hikmah-Nya.
Jika sudah siap lahir bathin, segeralah menikah!
Bagi yang belum mampu, Allah telah menjelaskan pada ayat setelahnya. Allah memerintahkan kepada kita untuk menjaga kesucian diri dan mengerjakan sebab-sebab yang dapat menyucikan diri, seperti mengalihkan pikiran dengan menyibukkan diri dalam kegiatan positif dan melakukan saran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu berpuasa.”
Demikian salah satu isi kajian ustad Abdul Hakim yang dibawakan dengan penuh kewibawaan dan retorika yang lantang.
Ternyata tema pembahasan tafsir kali ini sangat menyentuh hati dan perasaan Daud, dia terpana dengan penggalan ayat ini, “Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya”.
Setelah pengajian usai, Daud pun langsung menghampiri sang ustad, rupanya dia ingin bicara empat mata seraya mencurahkan masalah dan ujian hidup yang dialaminya agar diberikan solusi yang tepat dan mencerahkan.
Akhirnya Daud diajak ke kamar khusus imam di lantai 2 masjid. Dengan panjang lebar Daud bercerita tentang semua hal yang terjadi dalam perjalanan hidupnya, tak terasa air mata Daud pun berlinang.
“Mas Daud, kita tidak memiliki kemampuan untuk mengubah masa lalu dan tidak mampu menggambarkan masa depan dengan gambaran yang kita kehendaki, lalu mengapa kita bunuh diri sendiri dengan bersedih atas apa yang kita tak mampu mengubahnya??!!
Bersabarlah dengan skenario Allah yang indah.”
Banyak kata-kata hikmah yang keluar dari lisan keikhlasan sang ustad, akhirnya Daud bertekad ingin bangkit kembali, bangun dari tidur yang panjang. Ada satu azzam Daud yang sungguh luar biasa, yaitu ingin mengkhatamkan hafalan Al-Quran 30 juz dan memohon kepada ustad Abdul Hakim untuk mendengarkan hafalannya sampai tuntas, karena hatinya bergetar ketika sang ustad menyarankan untuk menghafal Al-Quran, sebab Al-Quran merupakan obat dari berbagai macam penyakit.
Air mata Daud pun langsung terurai menetes ketika ustad Abdul Hakim membacakan sebuah hadis keutamaan seorang penghafal Al-Quran yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya,
Dari Buraidah al-Aslami Ra., ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Pada hari kiamat nanti, Al-Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al-Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya, Apakah Anda mengenalku? Penghafal tadi menjawab, Saya tidak mengenal kamu. Al-Quran berkata, Saya adalah kawanmu, Al-Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya, setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka, penghafal Al-Quran tadi diberi kekuasaan di tangan kanannnya dan diberi kekekalan di tangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, Kenapa kami diberi pakaian begini? Kemudian dijawab, Karena anakmu hafal Al-Quran. Kemudian, kepada penghafal Al-Quran tadi diperintahkan, Bacalah dan naiklah ke tingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya. Maka, ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).
***
Setelah melewati masa-masa sulit dalam menghafal Al-Quran, alhamdulillah akhirnya Daud dapat mengkhatamkan hafalan Al-Quran dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun.
Ustad Abdul Hakim merasa bangga dan terharu atas kegigihan dan kesungguhan Daud, ustad Abdul Hakim pun memberikan sanad hafalannya ke Daud dan berpesan kepada Daud yang dikutip dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh imam Bukhari,
Jagalah Al-Quran, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, Al-Quran itu lebih cepat lepas dari pada seekor onta dari ikatannya. Sungguh nasihat yang penuh makna.
Setelah itu giliran Daud yang ingin diajak bicara empat mata oleh ustad Abdul Hakim, rupanya ada satu hal penting lagi yang ingin disampaikan sang ustad berkaitan dengan jodoh.
“Mas Daud, maaf jika ini menyinggung perasaan mas Daud. Ada orang tua yang datang kepada saya, kebetulan masih jamaah saya juga, namanya bapak Abdullah, seorang pemimpin perusahaan elektronik di Jakarta, Ph.d lulusan Amerika, dia memiliki 3 putri cantik, dia ingin minta dicarikan calon suami untuk anaknya, kriterianya hanya bisa membimbing putrinya dalam hal agama, menjadi imam yang baik buat putrinya.” Dengan penuh kehati-hatian ustad Abdul Hakim menyampaikannya, tapi tetap dengan kekhasan senyuman di wajahnya yang bersinar.
“Sebelumnya saya berterima kasih karena ustad sudah menyampaikan hal itu, tapi saya mohon maaf, bukan saya menolak, tapi saya takut tidak bisa mengikuti keinginan yang biasa keluarga dia lakukan, karena saya terbiasa hidup sederhana dan memang dari keluarga sederhana.” Jawab Daud juga dengan rona wajah takut mengecewakan perasaan guru ngajinya itu.
“Ya sudah, sekarang kamu istikharah, jangan lupa hal ini diberitahu ke orang tuamu di kampung.” Demikian nasihat Ustad Abdul Hakim kepada Daud. “Insya Allah, ustad.” Tutup Daud.
***
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Akhirnya Daud pun menemukan belahan jiwanya, putri bungsu bapak Abdullah, Nourhan Abdullah. Putri bungsu yang manja dan ceria, lulusan Psikologi Universitas Indonesia, itulah bidadari surga yang dipersunting Daud menjadi istrinya.
Kini hidup Daud penuh keberkahan, dia memimpin sebuah pesantren tahfizh modern di Bogor, yang juga mempelajari sains dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).
Pesantren Al-Quran dan Teknologi Fakhruddin Ar-Razi, Daud mengambil berkah dari nama seorang ulama yang sangat terkenal dan sangat berpengaruh pada masanya itu. Ia menguasai berbagai disiplin keilmuan baik di bidang ilmu-ilmu sosial maupun bidang ilmu-ilmu alam (eksakta). Ar-Razi juga seorang sastrawan, penyair, ahli fiqh, ahli tafsir, ahli hikmah, ahli ilmu kalam, seorang dokter medis dan sebagainya. Sehingga tidak diragukan lagi banyak para ilmuwan yang belajar kepada beliau baik para ilmuwan dalam negeri maupun para ilmuwan luar negeri.
***
Salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah, “Kalau datang kepadamu seorang laki-laki yang kamu sukai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah. Kalau tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi.” Demikian pesan nabi Muhammad Saw. kepada para orang tua, khususnya yang memiliki putri yang belum menikah.
Sangat wajar bila para orang tua memiliki kekhawatiran terhadap nasib anak-anak mereka di masa mendatang, khususnya anak perempuan. Namun Rasulullah Saw. telah memberikan petunjuk dalam memilihkan jodoh untuk anak perempuan. Kuncinya ada dua: agama dan akhlak, karena agama tanpa akhlak akan cacat, sedangkan akhlak tanpa agama percuma.
Sumber : https://liputanindonesia-terkini.blogspot.com

Berhenti Merokok, Lelaki ini Simpan Uang Jatah Rokoknya di Tong, Lihat Hasilnya sungguh mengejutkan...!!!!


Untuk yang telah lama ketergantungan dengan rokok, memanglah tidak mudah untuk dapat benar-benar berhenti merokok, dibutuhkan niat yang kuat dan kemauan ingin beralih yg tidak bebrapa 1/2. Namun mujur untuk lelaki ini, dia dianugerahi seorang istri yang demikian cerewet menasehatinya untuk berhenti merokok.

Tak tahan dengan ocehan istrinya, sang suami akhirnya menyerah juga. Di th. 2010 bertepatan dengan hari raya Imlek ia membawa tong besar berwarna biru. Dia katakan pada si istri kalau mulai sekarang ini dia bakal isi tong kosong itu dengan duit yang seharusnya ia belikan rokok.

Akhirnya, satu tahun lebih lalu tong itu penuh terisi dengan duit beberapa RM 6115 (Ringgit Malaysia), atau setara dengan 20jt rupiah. Ini penampakannya :


Shiedah Mawahid : Nak share cerita ni.. suami tekad berhenti merokok 2010,,, 17 thn umur perkahwinan kami.. dh hampir putus asa meleterinya..
raya cina saat tu... dia bawak blk tong biru ni.. tuturnya mulai saat tu dia akan isi tong ni dgn uang yg sepatutnya dia beli rokok.. nilah akhirnya... 2015,, penuh tong.. dgn jumlah.. rm6115,,, jd kpd perokk tegar.. anda bisa berenti merokok dgn kemahuan sendiri.. kehendak sendiri..

Untuk para perokok berat mungkin dapat jadikan ini sebagai contoh yang baik, berhenti merokok sekalian dapat menabung!

Penjual Ini Selalu Menyembunyikan Suatu hal Pada Dagangannya, Sampai 20 tahun lalu, Penjual Itu Terkejut sesudah apa yang terjadi pada sesuatu yang di sembunyikannya..!!!


Sore hari, 20 th. waktu lalu, seseorang bocah kecil mendatangi satu warung Tegal ditepi jalan yang selalu ramai didatangi orang orang sekitaran, Setelah menunggu lama sampai semua pelanggan keluar, barulah ia berani masuk kedalam dan berkata :
“Saya menginginkan beli sebungkus nasi putih saja, terima kasih! ”

Suami istri yang memiliki warteg itu saksikan bocah kecil itu meskipun tak tentukan lauk, namun tanpa ada bertanya apa-apa, dia membungkus nasi putih yang cukup banyak dan memberinya pada dia. Saat bocah kecil itu membayar, ia berkata
“Apakah saya dapat berikan sedikit kuah saja dari lauk yang ada diatas nasi putih saya? ”

Yang memiliki warung tersenyum ramah berkata : “Boleh silahkan, tidak butuh bayar nak! ”
Setelah mendengar bila kuah lauk nyatanya gratis, ia selekasnya pesan semangkuk nasi putih lagi. Pemilik warung itu berkata : “Apakah semangkuk kurang nak? Apabila demikian saya berikanlah saja jumlah nasinya ya.. ”
Bocah itu berkata “Oh, tidak kok buk! Nasi yang dibungkus ini rencananya akan saja buat bekal untuk dibawa ke sekolah besok pagi. ”

Yang memiliki warung tegal itu pikirkan bila bocah kecil itu pastilah datang dari keluarga yang kurang bisa dan hidup jauh dari keluarga untuk menuntut pengetahuan.

Ia tampak demikian berhemat dan mandiri. Yang mempunyai warteh itu dengan cara diam-diam menaruh 1 sendok besar lauk daging dan sebutir telur. Ia tutup semua lauk itu dengan nasi putih agar meskipun tidak terlihat.

Istri dari pemilik warung Tegal tak tahu mengapa lauk itu tak di simpan di atas nasi namun harus disembunyikan?

Yang mempunyai warung berbisik pada istrinya, “Jika bocah kecil itu tahu bila kita memberii lauk di atas nasi putih itu jadi bocah itu bakal merasa kita tengah berbelas kasihan pada dia dan otomatis mungkin saja saja saja kita menyakiti harga dirinya, demikian dia mungkin saja saja sungkan untuk datang lagi kemari ".

Kalau dia selanjutnya pergi ke warung lain dan hanya makan nasi putih saja, dari mana datangnya tenaga untuk belajar? ”

Saat bocah kecil itu terima sebungkus nasi yang cukup berat, dia tampak berkali-kali lihat ke arah pasangan suami istri
itu. Yang memiliki warung itu dengan tersenyum lebar berkata : “Semangat yah! Sampai jumpa besok! ” Dia melambaikan
tangannya dan dengan jelas mengindikasikan pada bocah itu untuk datang lagi besok hari.

Mata bocah kecil itu berkaca-kaca. Mulai sejak waktu itu hampir keseharian kecuali hari libur, dia senantiasa datang untuk beli dua bungkus nasi putih. Sebungkus nasi putih selalu jadikan bekal di sekolah keesokkan harinya. Yang mempunyai warung itu dengan setia memyembunyikan lauk rahasia di dalam nasi putih yang dibelinya.

Hingga lantas bocah ini beranjak dewasa dan lulus dari kampus, sepanjang 20 th. pasangan suami istri ini dapat tidak pernah saksikan bocah itu lagi.

SINGKAT CERITA WAKTU BERLALU …
20 TAHUN KEMUDIAN

Sehari, pasangan suami istri yang telah paruh baya ini terima surat pemberitahuan dari PEMDA untuk pembongkaran warung mereka, sebab mereka memang berjualan di tanah miliki negara. Hal ini membawa rasa sedih untuk sang yang mempunyai warteg dan Istrinya sebab Dalam usia sekian dengan kehilangan sumber pemasukan, mereka jadi begitu kuatir akan hari depan, bagaimana hadapi keadaan ekonomi yang pasti makin sulit? Mereka hanya dapat menangisi kondisi mereka sehari-hari.

Namun sehari, mendadak datang seorang anak muda dengan gunakan baju jas hampiri warung mereka. Dia berkata : “Apa berita, saya yakni wakil Direktur dari perusahaan XX, Direktur kami berikanlah perintah pada saya untuk memohon Anda mengelola kantin bawah gedung kantor kami, semuanya biaya peralatan serta bahan-bahan yang diperlukan akan dijamin oleh kantor kami, anda hanya perlu mengarahkan team koki untuk memasak, lantas keuntungannya akan dibagi rata dengan perusahaan! ”

Pasangan suami istri itu dengan sebagian sangsi bertanya : “Direktur perusahaan kalian itu siapa? Mengapa demikian sangat baik pada kami? ”

“Kalian yakni penolong untuk Direktur perusahaan kami, Direktur perusahaan kami gemari sekali makan lauk telur dan daging masakan kalian. Saya hanya tahu itu saja, untuk selebihnya kalian dapat menanyakannya selekasnya padanya! ”

Nyatanya Direktur itu yakni sang bocah cilik 20 th. waktu itu sehari-hari datang hanya beli sebungkus nasi putih. Setelah melalui 20 th. dia mulai buka usahanya dan berhasil bangun satu perusahaan. Saat ini dia membalas budi pada pasangan suami istri ini!

Mari kita Petik Pelajaran dari Narasi diatas,,,

Menolong dengan Tulus untuk sesama yang membutuhkan yaitu hal yang Luar Umum! bahkan apabila perlu jangan sampai Orang yang kita tolong tahu bila kita menolong mereka, Tetapi berharaplah Balasan dari Allah, Allah pasti akan membalas kebaikan yang pernah kita lakukan, Yakinlah!

Mari berdoa agar kita bisa berikan secara Ikhlas seperti pemilik warung itu.. dan kita ingin membalas Budi orang lain seperi yg ditangani Anak kecil tersebut…. termasuk untuk yang menyebarkan narasi Inspiratif ini, terima kasih!


mudah-mudahan bemanfaat, janganlah lupa berikan informasi ini ya...

Sumber : sebarkanlah. com

Masyaallah... Pedagang Ini Menyuruh Pembeli untuk Tentukan Harga Sendiri, Alasannya Karena Ingin Mengingatkan Para Netizen Cara Berdagang Nab. Bantu Share Semoga Menginsprasii



Pedagang ini tidak mematok harga pada dagangannya.

Konsumen dipersilahkan memastikan harga sendiri.

Tidak seperti pedagang umumnya yang mematok harga untuk barang dagangannya.

Harga barang dagangan yang dijual pastinya untuk peroleh untung saat berjualan.

Pundi-pundi duit berusaha didapat dari hasil dagangan yang di jual.
Tidak dengan ayah yang satu ini.

Dia membiarkan pembelinya untuk menetapkan harga sendiri atas barang yang dijual olehnya.

Itu tampak dari foto yang ditulis oleh Hendro di group Facebook Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang).
Dia memposting photo itu pada Sabtu (1/10/2016).


Dalam photo itu terlihat seorang lelaki yang berdiri di samping barang dagangannya.
Belum jelas siapa nama pedagang ini.
Belum terang juga di mana tempat ia berjualan.

Terlihat lelaki itu mengenakan pakaian muslim, atau baju koko.
Dia juga memakai celana panjang warna abu-abu.

Sambil berdiri, tangan kanan lelaki itu juga mengancungkan jempolnya.
Selain lelaki ini terlihat satu etalasi dengan kayu warna hijau.

Di dalamnya terlihat makanan ringan yang sudah dikemas kedalam plastik.
Di etalase itu juga terlihat ada tiga kertas putih yang melekat.
Tulisan di kertas pertama, " Putuskan harga nya sendiri, ".

Tulisan ke-2, " Modal Rp. 1900 per bungkus, ".
Di kertas paling bawah terdaftar, " Bagaimana saya takut miskin tengah Rabbi maha kaya, ".

Sementara itu, akun ini juga menuliskan hal sama pada informasi postingannya.
Adakah pedagang seperti ini di Kota Malang???

 " Tentukan harganya sendiri,

Modal 1900/bungkus,
Bagaimana saya takut miskin sedang RABBI Maha Kaya "

Ada beberapa respon beragam dari netizen masalah tulisan ini.
Di bawah ini sebagian komentar dari netizen :

Dendi NJedong, Itu bukanlah ilmu dagang... dan bukan pedagang!!! bila pedagang berani terima peluang rugi dan untung
Shinta Rahayu Onrixus, Itu dia mencontoh nabi kami Muhammad saw dan sebenarnya yg demikian lebih lebih barokah
Lain dengan pemahaman kapitalist
Kgs Muhammad Amriza Syahril, pengetahuan dagang langkah Rasul iki... Subhanallah..

Bagus Permana Putra, Memanglah Tuhan maha kaya, tp klo bayar harganya ditetapkan pembeli ya jangan, soalnya intinya dagang itu keuntungan, klo di beli 2000an, masnya akan rugi, trs rezeki dpt dr mana? Klo rejekimasnya di terlewat dagangan masnya, klo usaha ya di itung biaya + waktu + tenaga dll, rejeki Tuhan yg menentukan tp klo kita gak berupaya ya gak dpt apa " (dapat rugi masnya)
Noar Izmi, saya kira itu lebih bijak...

Masya Allah.. Merinding Banget Mengetahui Jika Ada Tukang Soto Yang Kaya Gini..


Sore itu setelah pulang kantor, saya mampir di satu kedai Soto Ayam Madura di Jl. Raya Halim, Cililitan-Jakarta Timur... Saya pesan semangkok soto ayam dan duduk membaca koran menanti macet yg belum juga terurai... maklum nasib karyawan yang pulang kerja selalu terlilit macet. Saya gemari sekali makan soto terutama di musim hujan begini hehehe..


Seorang ibu 1/2 tua dengan 2 anaknya yang masihlah Balita dengan tampilan simpel tiba-tiba masuk ke kedai, " Pak, berapa harga semangkok soto? " tanya si ibu itu.

 " 10. 000, Bu " jawab penjual soto sambil tersenyum...

 " Ke-2 anak saya sungguh menginginkan makan soto, tetapi duit saya cuma ada 7000 rupiah, maaf pak apa dapat di buat 2 jumlah walaupun cuma kuah dan sedikit sohun, tidak jadi permasalahan " tanya si ibu sedikit beberapa sangsi...

 " Oh, mari bu silakan duduk " kata ayah penjual soto.. lalu tidaklah hingga 5 menit, tiga mangkuk soto berukuran besar sudah disajikan di depan...

 " Namun uang saya cuma 7000... Pak? " Bertanya ibu sekali lagi dengan sedikit ragu,.. sang ibu masihlah punyai harga diri tidak untuk memohon penuh... " Oh.. tidak apa apa bu, ibu bertiga makan saja dan simpan duit ibu ". . Ibu itu tersenyum dan lalu


membungkukkan badannya..

Saya tersenyum
kagum, lihat kebaikan penjual soto.. saya juga kembali melanjutkan makan
saya... sekitaran 15 menit, si ibu dan ke-2 anaknya juga beranjak pergi sambil mengatakan terimakasih yg tidak terhingga pada si ayah penjual soto.
inherit ; font-variant : inherit ; font-weight : inherit ; line-height : inherit ; margin : 0px ; padding : 0px ; vertical-align : baseline ; "
Lalu seorang pemuda kelihatannya keturunan Tionghoa yang dari tadi duduk cuek di pojokan yg sambil main smartphonenya tiba-tiba membayar pada si penjual soto dengan duit Rp. 100. 000 dan lalu pergi sekian saja.

 " Mas, ini kembaliannya ", papar si penjual soto.


 " Saya makan 1 mangkok dan 1 bungkus kerupuk sama teh manis ya, nah sisanya untuk bayar soto si ibu dan 2 anaknya tadi ya bang ", kata pemuda itu sambil menghidupkan sepeda motor maticnya dan lalu beranjak pergi sambil menerobos hujan...

Saya betul-betul mengagumi akan, dengan kebaikan-kebaikan yang didatangkan Tuhan di depan mata saya...

Si ibu miskin yang jujur dan tidak memohon-minta, si ayah penjual soto yang baik hati dan pemuda yang pemurah. Dan saya sendiri turut kecipratan kebahagiaan karena lihat kejadian itu...

Jika saja masing-masing orang tidak terus-terusan memakai Hukum Dunia, Untung dan Rugi.. Pasti pintu-pintu kesempatan, keberkahan akan banyak di buka oleh Tuhan YME...

Jika saja tiap-tiap orang lebih dulu MEMBERI bukanlah meminta, dunia akan punyai banyak WARNA yang INDAH.. "

Tolong sebarkan narasi ini..

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.