Tampilkan postingan dengan label tentang salafi. Tampilkan semua postingan

Gara2 postingannya, jadi terkenal orang ini dan rame. Tapi sayang, terkenalnya bukan karena kebaikan, tapi justru terkenal dibully oleh netizen. Secara sadar atau tidak sadar, dia telah melecehkan/menghina hijab atau cadar.



Istri ana bercadar, tapi alhamdulillah tidak merasa kesulitan jika makan di tempat umum, karena sudah terbiasa. Seperti halnya ketika ingin menyusui bayinya, jauh lebih mudah melakukannya dibanding dengan wanita2 yg tidak berhijab, cukup melakukannya dibalik hijabnya, sehingga tidak terlihat oleh orang2. Justru wanita2 yg tidak berhijab akan kesulitan jika ingin menyusui (baca: nenen ASI) anaknya, kecuali jika dia sudah hilang rasa malunya, makan akan tetap menyusuinya di hadapan manusia dengan terlihat auratnya.
Kalo perhitungan kami, justru wanita2 yang tidak berhijab yang jauh lebih repot dibandingkan dengan wanita2 yang berhijab (syar'i). Ini perbandingannya...

– Ketika mau keluar rumah (ke pasar, kantor, kondangan, dll), wanita yang tidak berhijab akan direpotkan dengan make up atau merias wajah, rambut, dll, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bisa setengah jam, atau sejam. Berbeda dengan wanita yang berhijab ketika akan keluar rumah, cukup mengenakan hijabnya atau cadarnya, sudah jadi…hanya sekitar 5 menit saja.

– Ketika duduk di tempat umum, wanita yang tidak berhijab akan sangat kerepotan, apalagi yang memakai rok diatas lutut, dia tidak akan bisa duduk dengan tenang, sebentar2 merubah posisi duduknya, membenarkan roknya, dan selalu menengok ke kanan dan ke kiri. Jika dia memakai baju yg pendek, maka akan lebih repot lagi, sebentar-bentar dia mengulurkan tangannya ke belakang pinggangnya untuk mengetahui apakah auratnya terlihat (celana dalamnya atau bokongnya). Benar2 sangat merepotkan sekali. Berbeda dengan wanita yang berhijab, dia bisa duduk dengan santai dan puas tanpa merasa takut auratnya terlihat.

– Ketika tiba waktu shalat dan kondisi sedang di luar, maka wanita yang tidak berhijab akan merasa kesulitan ketika hendak shalat (kecuali jika wanita tersebut tidak shalat). Dia akan mencari masjid yang menyediakan ‘mukena’, jika tersedia mukena di masjid, maka mukena itu sudah dalam kondisi yang kotor dan bau, bekas dipakai oleh ratusan orang, dan jarang di cuci, dan jika tidak tersedia, maka dia tidak shalat. Jadi mau tidak mau dia harus membawa mukena untuk setiap bepergian. Berbeda dengan wanita yang berhijab, dia bisa langsung shalat dengan pakaiannya sendiri, tanpa perlu membawa mukena atau mencari mukena di masjid.

– Kebutuhan wanita yang tidak berhijab lebih banyak dibandingkan kebutuhan wanita yang berhijab. Untuk pakaian, wanita yang tidak berhijab membutuhkan banyak pakaian untuk mengikuti perkembangan mode yang selalu berganti-ganti dari masa ke masa. Sedangkan wanita yang berhijab dalam berpakaian tidak mengikuti perkembangan mode, jadi tidak ada tuntutan untuk tampil modis. Untuk perhiasan wanita seperti make up, aksesoris, parfum, dll juga sama dialami oleh wanita yang tidak berhijab, yaitu membutuhkan lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang berhijab. Contohnya make up atau parfum, wanita yang tidak berhijab lebih cepat menghabiskan make up dan parfum dari wanita yang berhijab, karena wanita yang tidak berhijab sering menggunakannya setiap saat, ketika mau keluar rumah, pergi kerja, ke pasar, kondangan, sampai melayani suami, sedangkan wanita yang berhijab hanya menggunakannya ketika melayani suaminya saja. Belum lagi wanita yang tidak berhijab juga membutuhkan perhiasan2 yang mengikuti perkembangan zaman seperti lensa mata, kawat gigi, rambut palsu, dsb, yang semua itu tidak dibutuhkan oleh wanita yang berhijab.

– Ketika ada aib atau cacat di tubuhnya yang nampak oleh manusia, maka wanita yang tidak berhijab akan sangat kerepotan sekali untuk menghilangkan aib tersebut atau menyembunyikannya, seperti jerawat, luka di kulit/koreng, dan lainnya. Berbeda dengan wanita yang berhijab yang tidak merasa khawatir karena tubuhnya sudah tertutupi semua.
Dan masih ada lagi beberapa perbandingan yang tidak disebutkan disini, karena perbandingan2 diatas sudah cukup untuk digunakan sebagai bukti bahwa wanita yang tidak berhijab itu lebih repot dan merasa kesulitan dibandingkan dengan wanita yang berhijab.

Karena seringnya Polisi, Intel, dan tentara yang ditugaskan menjaga kajian Tauhid dan Sunnah, semakin banyak pula dari kalangan tersebut yang hijrah dan mencintai dakwah yang mengajak kembali pada Al-Qur'an dan Hadist Shahih ini.

Kalau Polisi, Intel, dan tentara sudah ikut kajian Sunnah semua, maka yang akan menjaga kajian adalah BANSER. Saat menjaga mereka merasakan keindahan dakwah Sunnah dan pada akhirnya BANSER mencintai Sunnah juga..

Alhamdulillah :)
Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin :)

Sumber :
Koalisi Umat Islam.

Kajian Ust. Badrusalam : Menangkal Paham Radikal & Terorisme

Undangan kepada 
- Jamaah Masjid Imam Syafii Banjarmasin
- Jamaah Kajian Yayasan Al-Umm Banjarmasin
- Para Undangan
- Kaum Muslimin di Banjarmasin

Bismillah,
Dengan mengharap ridha Allah Ta'ala
Hadirilah
*Safari Dakwah Yayasan Al Umm Banjarmasin*
==============================
Bersama: Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc hafizhahullah

- Hari Jumat s.d Ahad,
21 s.d 23 Dzulhijjah 1437H
23 s.d 25 September 2016M

#Jumat
- Khutbah jumat : Prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah Terhadap Pemerintah
~Rangkaian Acara :
#Jumat
I. 18.45 s.d 21.00 wita : Tanda-tanda Hari Kiamat
#Sabtu
II. 09.00 s.d 12.00 wita : Tantangan Ummat di Era Globalisasi
III.18.45 s.d 21.00 wita : Menangkal Paham Radikal & Terorisme
#Ahad
IV. 07.30 s.d 10.00 wita : Panduan hidup akhir zaman
Tempat: Masjid Imam Syafi’i
Alamat: Jalan AMD Raya XII (Depan SMPN 19)
Pemurus Dalam Banjarmasin KalSel
SILAHKAN SIMAK KAJIAN MELALUI:
1. Radio Gema Madinah 93,7 FM Martapura
2. http://dakwahsunnah.com
3. http://www.gemamadinah.com
4. http://live.dakwahsunnah.com80 (Iphone/Android)
5. http://bb.dakwahsunnah.com/80;stream (Blackberry)
6. http://live.Dakwahsunnah.com/80 (winamp/vlc/tune)
Bagi Anda pengguna Android
Akses lebih mudah KLIK:
http://bit.ly/1wr7OxW
Kajian ini GRATIS
TERBUKA untuk UMUM
(Muslim dan Muslimah)
Silahkan bantu sebarkan info ini
semoga bermanfaat.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama :
- Yayasan Al-Umm Banjarmasin
- Panitia Tetap Dauroh Yayasan Al-Umm Banjarmasin
- BPM Imam Syafii Banjarmasin
Broadcasted by:
-DakwahSunnah.com
- Tim Dakwah Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin




Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.