
“Tak sedikit pelanggan ibunya yang ingin merasakan “pelayanan” korban (Bunga, Red). Bahkan korban pernah diobral Rp 300 ribu saat melayani tamu keduanya, sejak dijual ibunya,” ujar Ketua Harian KPAI Samarinda Aji Suwignyo.
Ternyata selain Bunga, kakak perempuannya juga diminta ibunya melacurkan diri dengan alasan untuk mencari biaya hidup. Saat ini kakak Bunga yang namanya juga dirahasiakan, tengah berbadan dua. Diduga saudara Bunga tersebut hamil tanpa ikatan jelas dengan pemuda, yang diakui pacarnya.
"Saat ini kakak kandungnya itu tinggal bersama pacarnya, tapi dengan hubungan yang tidak jelas," ucap Aji.
Meski tahu perbuatan menjual anak yang dilakukan ibunya ternyata juga dilakukan pada kakak kandung Bunga, namun Aji menyatakan dalam kasus ini pihaknya fokus pada penanganan kasus Bunga.
"Kalau pun nanti polisi melakukan pengembangkan ke kakak korban atau korban-korban lainnya, itu sudah menjadi bagian dari hasil pengembangan penyelidikan," ujar Aji.
Menjadi seorang PSK sebenarnya bukan kehendak Bunga, dia jadi penjaja seks karena kemauan ibu kandungnya. Sejak setahun belakangan Bunga dipaksa ibunya jadi pemuas nafsu pria hidung belang.
Bahkan keperawanan Bunga dijual ibunya hanya Rp 700 ribu. Bermodal usianya yang masih belia, semalam Bunga pernah dipaksa melayani sampai 20 pria dan dapat mengumpulkan uang Rp 5 juta. Harga tubuh Bunga diobral murah mulai Rp 300 ribu sekali service.
Untuk memperoleh layanan seks Bunga, ibu kandungnya yang namanya dirahasiakan itu mempersilahkan tamunya “menikmati” kemolekan tubuh gadis remaja yang hanya pernah mengenyam pendidikan hingga SD itu di kos yang mereka tempati, di kawasan Sentosa, Kelurahan Sungai Pinang Dalam.
Supaya mudah dapat tamu, Bunga juga kerap mangkal di Kompleks Citra Niaga. Tiap malam Bunga diharuskan pulang membawa uang, dari hasilnya menjajakan diri. Jika pulang tak membawa uang, Bunga harus siap-siap menerima hukuman.(oke/rm-3/rin)
Posting Komentar