![[NGAWI] Rusli, korban kapal tenggelam di Malaysia [NGAWI] Rusli, korban kapal tenggelam di Malaysia](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdLgxwHS6VrohLcwy8VkLo2aGSoLhvgoC7qNPNuc3Zjk-yyYb86E7EjuK1d22Y_dI1MH_VZjFL6Jeua7dwZSeapAd_X6sXO1sx4HmjweDtFwxuINs4z-1NX2GJb_DAoWkQ3Shr_XaJyYwJ/s640/rusli-salah-satu-korban-kapal-tenggelam-di-malaysia-asal-ngawi.jpg)
Rusli menikahi Anis Sri Wahyuningsih dan dikarunia 3 orang anak.
“Bersangkutan membuat paspor 24 lembar di Kantor Imigrasi Kelas II Madiun pada 30 Agustus 2012 lalu, paspor berakhir 30 Agustus 2017 nanti. Lalu, nomor paspor AS 198316, saat pembuatan bersangkutan memenuhi seluruh persyaratan, sehingga paspor dikeluarkan. Hanya sebatas itu bisa kami ketahui, paspor memang dikeluarkan dari sini,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Sigit Roesdianto, Kamis (28/1/2016).
Sebanyak 22 orang tewas saat kapal penumpang yang diduga membawa tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di perairan Johor, Malaysia. Mereka terdiri dari 10 jenazah perempuan dan 12 jenazah laki-laki.
Rusli mendapatkan paspor dari Kantor Imigrasi Kelas II Madiun. Lalu, pihak Kantor Imigrasi Kelas II Madiun melakukan pembukaan berkas Rusli, diketahui tempat tinggal di Desa Pule, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi.
“Inilah data atau kelengkapan persyaratan diserahkan bersangkutan saat membuat paspor lalu seperti KTP, Kartu Keluarga, buku nikah dan lain-lain,” jelas Sigit lagi.
Sementara itu, dokumen ditemukan di TKP akan diverifikasi dengan 13 jenazah yang ada di RS Sultan Ismail Johor, Malaysia. Dokumen ditemukan di TKP tercatat atas nama 16 WNI terdiri dari paspor, SIM Malaysia, KTP ataupun Kartu Anggota Pramuka.@arso
http://www.lensaindonesia.com/2016/01/28/rusli-salah-satu-korban-kapal-tenggelam-di-malaysia-asal-ngawi.html
Posting Komentar