![]() |
| Foto: Radar Semeru |
Menjadi peselingkuh amatir memang susah. Maunya menghilangkan jejak malah kelacak. Janjian di pemandian selokambang pun jadi kocar kacir.
Cong Kenek asal desa sumberejo kecamatan lumajang sejak punya istri dikenal jujur. Rumah tangganya juga tertib tak pernah ada gejolak. Lelaki 40 tahun ini rupanya sukses menjadi kepala rumah tangga samapi punya anak tiga.
Namun, akhir pekan kemarin kesetiaannya mulai diuji. Itu berawal ketika bertemu dengan mantan pacar dan pujaan hatinya di bangku SMA. Bertemunya sih lewat facebook, tapi dalam waktu singkat bisa memulihkan kenangan lama. “awak dewe wes suwi gak ketemu yoh, koyok e wes limolas tahun,” sapa Cong Kenek. “ iyo, aku nganti kangen,” kata Yu Tubperempuan bekas pujaanya itu yang kini sudah menjanda. “sik tah, aeak dewe iki wes putus po during?” Tanya con g kenek dengan khasnya merayu yu tub.
Yu Tubyang sudah terbujuk rayu dan terbawa suasana nostalgia langsung malu-malu. Perempuan yang bekerja di jember ini pun mau saja terayu Cong Kenek. “ enggak sih, gak pernah putus. Cuma kamunya saja nikah duluan,” katanya sambil tertawa manja. Keduanya pun saling bercanda lewat telpon yang didapat dari facebook. Bertukar PIN dan WA.
Hingga akhirnya sepakat untuk janjian. Mereka berjanji bertemu di wisata pemandian selokambang. Nah, disitulah awal mula Cong Kenek berani berbuat serong. “waduh piye toh carane ben bojo gak curiga,” batinnya . diapun memilih untuk tidak membawa smartphonenya. Yang dibawa hanya hp seluler biasa yang tidak bisa digunakan aplikasi canggih.
Diapun bergegas pamit pada istrinya, Yuk Nah. “Ma, aku metu disek. Koyok e rodok suwe. Enek janji karo konco-konco. Aku gowo hp siji, sijine kan digawe browsing karo mama,” jawabnya meyakinkan. Bergegaslah dia menuju selokambang.
Disaat itulah, perkara muncul. Yu Tubyang belum pernah ke selokambang hanya meraba-rab dan bertanya pada orang-orang dijalan. Sementara Cong Kenek langsung saja meluncur ke depan loket menunggu yu tub.
Karena kebingungan itulah , Yu Tubbertanya kepada Cong Kenek. Bertanya jalurnya lewat mana, lokasinya di desa mana dan lainnya. Yang bikin perkara adalah dia bertanya pada Cong Kenek lewat BBM dan WA. “ jadi ketemuan dimana mas? Aku gak weruh selokambang. Lek aku nyasar terus di pek uwong piye? Tanyanya lewat WA.
Karena tak kunjugn dibalas, dia kemudian mengirim pesan lewat BBM. “ aku takon neng
WA kok gak dibalas mas. Masih bingung nyari mas,” katanya. Namun kedua kedua pesan yang dikirim itu tak ada balasan. Membuat Yu Tubnekat. Setelah taya sana-sini dia langusng menuju selokambang.
Beruntung , karena lokasinya mudah, keduanya cepat bertemu. “ mas mosok aku kirim Wa karo BBM gak dibales blas,” kata Yu Tubdisela-sela melepas kangen saat bertemu Cong Kenek. “ waduh kirim BBM karo WA? Matek aku say, saiki HP ku digowo bojo,” katanya. “ loh kok iso se mas, waduh lek bojone mas ngerti piye? Aku jadi gak enak iki mas,”kata yu tub.
Cong Kenek kebingungan. Suasana yang semestinya romantic dan larus dalam suasana nostalgia jadi kocar-kacir. Semua kebingungan mencari cara agar perselingkuhan dini itu tidak sampai diketahui istri Cong Kenek.
Namun disaat keduanya belum sempat berpikir, HP Cong Kenek bordering. “ Pah, iki enek WA karo BBM teko arek wedok, koyok e bekas pacare papa pas SMA ndisek,” katanya lewat telpon. Cong Kenek langsung njingkat. “ Anu-anu, iku konco Ma, marine aku balik,” jawabnya dengan tergopoh-gopoh lalu menutup telpon.
Disaat seperti itu, Cong Kenek mengabaikan yu tub. “aku terus piye iki mas,” tanyanya. “waduh, awakmu iki pisan laopo kirim BBM karo WA barang. Ngene ae, aku ape balik disek, awakmu dolano keneh wes karo konco-koncomu iku,” ujarnya sambil menunjuk teman-teman Yu Tubyang berada dalam satu rombongan.
Sementara Cong Kenek langsung ngibrit pulang. Sesampainya dirumah, dia lungset diceramahi istrinya. Dia membantah tudingan istrinya meskipun sudah terbukti lewat BBM dan WA. “ sumpah ma, aku sik gurung lapo-lapo, “ jawabnya. “ loh, berarti ape laopo-laopo mas,”Kata Yuk Nah. “ enggak, iki wes gak nyang ndi-ndi, aku wes kapok,”jawabnya. “kapok opo sampean pah,”kata Yuk Nah. “ Kapok gak ape ninggal HP maneh,” jawab Cong Kenek spontan yang membuat Yuk Nah langsung mendaratkan pukulan tipis di bahu kanannya.

Posting Komentar