Emoh Diajak Yes-Yesan… Gugat Cerai

Foto: cong kenek
Entah apa yang ada dalam benak Yu Tub. Yang jelas, warga Senduro ini selalu menolak jika diajak main ‘oh-yes-oh-no’ dengan Cong Kenek, suaminya sendiri. Padahal, Cong Kenek sudah kembut-kembut selalu minta dilayani. Karena selalu menolak, maka kasus rumah tangga itu berujung ke jurang perceraian di PA Lumajang.

                Padahal, saya ini sudah suabar sekali lho, Pak. Sekali ditolak (berhubungan intim dengan istrinya), saya masih bisa memendam. Dua kali masih bisa tahan. Lha… ini kok terus-terusan. Lak bisa ngakik saya,” keluh Cong Kenek, saat ditanya asalan utama menuntut cerai Yu Tub istrinya. ”Mosok kanggo nguyuh, thok.. Pak,” keluhnya lagi. Petugas pendaftaran di Pengadilan Agama (PA) Lumajang pun hanya mesam-mesem mendengar keluhan utama Cong Kenek ini. Bahtera rumah tangga Cong Kenek dengan Yu Tub sebenarnya baik-baik saja. Hampir lima tahun perkawinan, pasangan muda ini tampak bahagia hidup bersama. Namun entah kenapa, di dalam internal hubungan suami istri tersebut Yu Tub mulai nggak mood ketika disenggol Cong Kenek tengah malam.

Ya mengkureb-lah… ya alasan capek-lah.. pokoknya adaaaa saja alas an yang dikemukakan pada suaminya untuk menolak diajak hubungan intim itu. Karena masih cinta mati, Cong Kenek berusaha sabar. Dia masih kuat memendam keinginan untuk puasa hubungan intim dengan istri tercintanya. Sekali dua kali, sempat terbersit untuk ambil jalan instan dengan ’tumbas’ pada perempuan lain yang banyak bertebaran di kota Lumajang. Namun niat busuk itu selalu bisa diurungkan. Apalagi jika ingat pada anak semata wayangnya yang masih lucu-lucunya. Nah, ketika dua bulan Cong Kenek masih mampu menahan syahwat, bulan ketiga habislah kesabarannya. ”Bawuk-ku sayang… (panggilan mesra Cong Kenek pada istrinya, Red).. mosok aku nyuwun baik-baik selalu ditolak. Ada apa sayang,” tanyanya, suatu malam, ketika rasa kembut-kembut di kepala (atas dan bawah, Red) Cong Kenek sudah tak tertahankan. ”Aku cuapek, lho mas… seharian kerja,” jawab Yu Tub. ”Mosok saben ndino capek. Mbok dikasih sedikiiiittt, saja,” pintanya lagi. Yu Tub tetap bersikukuh pada pendiriannya. Inilah yang mulai memicu esmosi Cong Kenek. ”Wuk… apa sudah ada orang ketiga. Kok kamu selalu menolak,” tanyanya lagi. Yu Tub hanya mengkureb, pura-pura nggak dengar. Nah, awal peristiwa inilah yang menjadi puncak kejengkelan Cong Kenek sehingga dia langsung menuntut cerai pada istrinya. Sebelum berangkat ke Pengadilan Agama Lumajang, Cong Kenek sempat mengutarakan niatnya cerai. Lucunya, Yu Tub tak merespon sama sekali. Inilah yang menbuat Cong Kenek kian mantap jika rumah tangga yang dia bina sudah sulit untuk dipertahankan lagi. ”Daripada nyikso diri sendiri. Mau gimana lagi. Iman sih kuat, lha ’si Imron’ iki sing nggak kuat,” katanya, pada petugas PA. Dengan terpaksa, dia berani menggugat cerai istrinya di PA Lumajang. ”Mosok, pak…. punya barang normal cuma dipakai nguyuh thok.. lak rugiii,” selorohnya lagi. Dan lagi-lagi…. Petugas PA pun hanya senyum-senyum mendengar alasan nyleneh ini. Oalaaah….