Lupa Beli Paket Data kok Nyalahin Operator

Foto: cong kenek
Menjadi laki-laki super sibuk memang memerlukan banyak koneksi media sosial. Sehingga, tidak pernah luput dengan kabar terbaru dari dunia maya. Namun, kepalang sibuk membuat dia lupa isi paket data. Alhasil operatorlah yang menjadi sasaran kejengkelannya.

                Asalnya sih dari pelosok desa. Tapi, kini Cong Kenek sudah nggaya. Laki-laki asal Rowokangkung ini sekarang punya pekerjaan yang di mata orang-orang kerreeen. Banyak kenal orang penting, dekat dengan teknologi, gampang dapat uang, dan seabreg lainnya yang bisa bikin orang terkagum-kagum. Pekerjaannya membuat dia dekat dengan dunia maya. Juga sangat dekat dengan informasi paling gress. Sampai-sampai, kadang mirip-mirip dukun, sok tahu dengan apa yang bakal terjadi. Kadang juga mirip-mirip dengan politikus yang suka setting sana setting sini. Atur sana atur sini. Simulasilah. Karena dunianya itu, tak heran jika setiap harinya gadget selalu ada di genggamannya. Singkat cerita, Cong Kenek sedang melakuan perjalanan ke luar kota bersama dua sahabatnya, Mat Nganu dan Mat Tasan. Kedua sahabatnya itu memiliki profesi yang tidak jauh beda dengan Cong Kenek. Dan hobinya juga mirip-mirip.
                Dalam perjalanan tersebut, Cong Kenek selalu mengutak-atik gadget canggih miliknya untuk mengetahui perkembangan terkini. Hanya saja, seperti ada yang aneh. Loading dari media sosialnya tidak mau berhenti yang secara otomatis tidak ada kabar baru muncul. “Rek, iki sinyale opo piye yo kok tek aku gak iso mosting iki,” kata Cong Kenek kepada kedua sahabatnya di dalam mobil. “Tek aku enak iki mas, malah aku wes mari mosting neng media sosialku,” kata Mat Tasan. “Tek riko kang, kenek sinyale?” tanya Cong Kenek lagi kepada Mat Nganu. “Sik tak cek marine cong mamoer warung sik,” jawab Mat Nganu. Kemudian, mereka bertiga mencari warung yang berada dekat dengan mereka, sembari beristirahat. Sesampainya di warung tersebut, Cong Kenek langsung memesan kopi. Minuman kesayangannya. Mat Tasan dan Mat Nganu juga ikut memesan minuman yang sama. “Piye-piye kang kenek? Aku dienteni jragan iki,” kata Cong Kenek. “Kenek iki Cong enak malah aku tak mosting disik wes,” Kata Mat Nganu. Mendengar itu, Cong Kenek mulai panik. Semua sahabatnya sudah memosting kabar terbarukan. Hanya dirinya yang belum melakukan hal itu. Sudah barang tentu, menjadi poin tersendiri. Jika kalah dalam memosting kabar baru bakalan kalah juga dan dianggap tidak update lagi.

“Waduh, iki opoko tek aku rek bahaya iki,” taka Cong Kenek panik. Bahkan sangking paniknya, Cong Kenek sampai menanyakan kartu apa yang digunakan oleh teman-temannya itu. Akhirnya, Conh Kenek berani menyimpulkan sendiri jika kartunya itu bermasalah. Lantaran berbeda dengan kartu yang dimiliki oleh teman-temannya. “Mangkane Cong, tuku paket iku ojok mung golek murah,” kata Mat Nganu mengejek. “Uduk iku kang, wingi enak iki kok iso moro-moro koyok ngene,” kilah Cong Kenek. “Iki terae operatore gak sip, gak mengerti kebutuhan konsumennya,” tambahnya. “Sik tah mas, ojok emosi disek iki iso ae paket datanya seng entek,” ujar Mat Tasan menenangkan. Namun gengsi dong jika seorang Cong Kenek sampai kehabisan data internet. “Wes ngenyek aku arek iki, operatore iki seng gak gennah,” timpal Cong Kenek kesal. Namun, secara diam-diam Cong Kenek mengecek sisa kuota di kartu miliknya. Dan memang benar ternyata kartunya kosong, alias tidak ada data internetnya. Namun, bukan Cong Kenek namanya kalau tidak berkilah. Kepada teman-temannya tetap dia bilang jika itu adalah kesalahan operator. Karena tidak enak yang mau membeli data di depan teman-temannya, akhirnya Cong Kenek berinisiatif untuk menghubungi bosnya. Dengan tujuan, melaporkan jika kartunya ngadat. Dan tidak bisa mengirim data yang dibutuhkan oleh kantornya. “Bos sorry iki. Aku gak dapet sinyal internet iki loh,” ujar Cong Kenek kepada Mat Brudin yang memang menunggu kabar terakahir Cong Kenek. “Wes aman, kaet telepon. Gak enek sinyal opo gak duwe pulsa,” jawab Mat Brudin. “Peh ngenyek aku sampean bos, kok onok Cong Kenek kaentekan pulsa,” ujarnya. “Booooh, ono endi kok iso gak enek sinyal wong sampean ndek kuto gede ngunu,” timpal Mat Brudin di balik telepon. “Wes seng penting aman ya bos, aku tak lanjutno perjalanan disek,” katanya. “Oyiiiiiiii,” jawab Mat Brudin singkat.