Tampilkan postingan dengan label Biografi Presiden. Tampilkan semua postingan

Anwar Sadat (lahir: 25 Desember 1918 - 6 Oktober 1981) ialah politikus dan Presiden Mesir dari 1970 sampai 1981. Sebelumnya, Anwar Sadat terlibat dalam perebutan kekuasaan yang menggulingkan Raja Farouk I bersaman sama dengan Gamal Abdel Nasser. Pada tahun 1969, selepas memegang banyak jabatan dalam pemerintahan Mesir, dia dilantik menjadi Wakil Presiden pada pemerintahan kawannya, Gamal Abdel Nasser. Setelah Nasser meninggal, Anwar Sadat dilantik menjadi Presiden.

Pada tahun 1973, Anwar Sadat, bersama-sama dengan Hafez Al Assad, Syria, memimpin Mesir dalam Perang Yom Kippur melawan Israel, untuk merebut kembali semenanjung Sinai, yang dicaplok oleh Israel ketika Krisis Terusan Suez 1956 dan Perang Enam Hari.Meskipun dalam pertempuran ini masih dipertentangkan pihak menang ataupun kalah, serta hasil Perjanjian Camp David yang menetapkan Sinai kembali ketangan Mesir, keberhasilan Anwar Sadat menaikan moral rakyat Mesir dan Dunia Arab serta mengadakan untuk perjanjian damai beberapa tahun berikutnya.

Perjanjian damai Camp David yang diprakarsai Jimmy Carter dan Henry Kissinger memang mengembalikan wilayah Mesir yang sebelumnya direbut oleh Israel pada perang 1967. Namun tidak mengembalikan Dataran Tinggi Golan yang direbut Israel kepada Syria pada perang 1967. Meski secara politik, perang Yom Kippur atau Perang Ramadhan 1973 itu menguntungkan dunia Arab, masalah Palestina dan Jerusalem terutama Jerusalem Timur yang direbut Israel pada perang 1967 masih mengganjal bahkan beberapa kalangan mengatakan dilupakan. Hal ini membuat kemarahan dari kalangan PLO, kaum fundamentalis dan pergerakan Islam dan kalangan Palestina serta dunia Arab, terutama setelah kunjungannya ke Jerussalem atas undangan Manachem Begin.

Pada tahun 1977, Anwar Sadat mengadakan kunjungan ke Jerusalem atas undangan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin yang merupakan awal perundingan perdamaian antara Israel dan Mesir. Pada tahun 1978, terciptalah Perjanjian Damai Camp David, yang mana Anwar Sadat dan Menachem Begin menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Bagaimanapun tindakan ini ditentang hebat oleh dunia Arab. Banyak yang percaya bahwa hanya dengan ancaman militer dapat memaksa Israel berunding mengenai Palestina, dan Perjanjian Damai Camp David menepikan Mesir yang dianggap kekuatan militer di dunia Arab yang signifikan disamping Syria dan Irak pada saat itu.

Pada September 1981, Anwar Sadat mengenakan tindakan represif kepada organisasi pergerakan Islam yang diaggapnya fundamentalis, termasuk kumpulan pelajar, dan organisasi Koptik, yang dianggapnya dapat mengganggu stabilitas nasional Mesir, dengan mengadakan tindakan penangkapan dan penahanan menyebabkan dia dikecam diseluruh dunia diatas pelanggaran HAM dalam tindakannya itu.

Pada 6 Oktober 1981, Presiden Anwar Sadat tewas ditembak dalam sebuah parade militer oleh anggota tentara anggota Jihad Islam. Ini merupakan organisasi muslim Mesir berhaluan keras yang menentang perjanjian damai Mesir dengan Israel. Tindakan represif anggota Jihad Islam terlihat dalam peristiwa September. Anwar Sadat kemudian digantikan oleh Wakil Presiden Hosni Mubarak.

Nama Lengkap :  Juan Domingo Peron
Tempat Tanggal Lahir : 8 Oktober 1895 Lobos, Buenos Aires, Argentina
Meninggal : 1 Juli 1974 (umur 78) Olivos, Buenos Aires, Argentina
Profesi : Militer, Sekretaris Buruh
Partai politik: Justicialist
Masa jabatan : 12 Oktober 1973 – 1 Juli 1974

Juan Domingo Peron adalah jenderal dan politikus Argentina. Ia terpilih untuk tiga kali masa jabatan sebagai Presiden Argentina (1946-1955 dan 1973-1974. Perón dan istrinya, Eva begitu populer di kalangan rakyat Argentina. Ia adalah tokoh Amerika Latin yang terkemuka pada abad ke-20, dan telah membawa banyak perubahan penting dalam arena politik negaranya.


Sejarah Awal

Dilahirkan di Lobos, Buenos Aires, Perón melanjutkan pendidikannya di Colegio Militar, sebuah akademi tentara dari 1911 ke 1913 dan Escuela Superior de Guerra dari 1926 ke 1929. Pada tahun 1930 dia menyertai pemberontakan tentara menentang Presiden Hipólito Irigoyen dan menjadi sekretaris rahasia Menteri Pertahanan antara 1930 dan 1935. Kemudian, ia berpeluang mengajar di akademi lamanya di Escuela Superior de Guerra, bertugas sebagai atase tentara di Cili selama setahun, menulis 5 buah buku mengenai sejarah militer, dan mengunjungi Italia untuk mempelajari prosedur militer di pergunungan Alpen.

Baru saja pulang ke Argentina pada 1941, Perón bersama beberapa pegawai yang lain telah melancarkan perebutan kekuasaan atau kudeta pada Juni 1943. Ia kemudian mengambil alih kementerian buruh dan menukar gerakan buruh dengan cara melemahkan pengaruh partai sayap kiri di sana. Ia juga telah mensahkan UU Perburuhan yang baru serta melancarkan persatuan buruh yang baru. Perón telah dilantik sebagai deputi Presiden dan juga Menteri Pertahanan pada 1944.

Saat kekuasannya semakin meningkat, penentangan terhadapnya semakin lancar terutamanya dari pihak tentara. Pada 9 Oktober 1945, ia dipaksa meletakkan semua jabatannya dan telah dipenjarakan. Dalam waktu yang singkat, peletakan jabatan Perón telah meletuskan krisis dan diselesaikan pada 17 Oktober, saat penyokong dari golongan buruh telah berjaya melancarkan satu revolusi yang terancang dan membebaskannya dari penjara. 4 hari kemudian ia kawin dengan wanita simpanannya Mariá Eva Duarte, yang terkenal sebagai Evita Peron.

Bangkitnya kumpulan Perónistas

Pada 1945 telah bangkit suatu gerakan politik baru yang dipanggil Perónistas, yang mendapat dukungan dari pihak tertindas yaitu pekerja-pekerja dari sektor pertanian dan industri. Kumpulan tersebut menyokong Perón dicalonkan dan dipilih sebagai Presiden. Pihak Peronistas berkampanye bersama anggota kelas pekerja, yang dikenal sebagai descamisados (bahasa Spanyol untuk “mereka yang tak berbaju"), bermakna mereka tidak memakai baju kot seperti golongan kelas pertengahan. Perón juga mendirikan partai yang dikenal sebagai Partido Justicialista atau Partai Keadilan dan Sosial. Partai tersebut kemudian menjadi partai politik yang penting di Argentina dan anggotanya telah berkampanye untuknya. Hasilnya, Pemilu yang diadakan pada Februari 1946, telah memihak kepada Perón dan ia memperoleh 56% suara.

Era Perónisme

Sebagai presiden, ia telah berusaha kearah pro-buruh, pengindustrian negara, polisi pro- nasionalisme, dibantu oleh isteri keduanya Evita Peron, yang telah menjadi pengaruh informal dalam polisi kerajaannya. Dasar-dasar ini telah diberi nama Perónisme, yaitu satu paham yang telah digunakan oleh pemimpin-pemimpin lain di Argentina dan juga negara-negara membangun lain seperti Malaysia. Dalam melaksanakan program pro-nasionalismenya, beliau telah membeli balik serikat-serikat milik asing dari pihak-pihak seperti Inggris dan Amerika. Ia dianggap sebagai agen pembaharuan di negara ini kerana mengalihkan tumpuan ekonomi dari pertanian ke sektor perindustrian.

Perón juga terkenal karena memberikan hak pilih kepada golongan wanita. Namun, ia dikecam hebat karena beberapa tindakan yang tidak beretika. Antara lain, ia telah mengubah lembagaan negara supaya ia boleh dipilih semula sebagai Presiden dan membuang para hakim yang menentangnya. Oleh itu, pada awal 1950-an ia telah dipilih semula sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Di samping itu ia mengekalkan kuasanya dengan mengamalkan sistem otoriter di negara ini.

Kejatuhan rezim Perón

Kematian isterinya yang tercinta pada 1952 telah memberi akibat kepadanya. Evita merupakan penasihat serta pengaruh yang penting dalam kehidupannya. Ia mulai membuat beberapa kesalahan dalam kerjayanya. Satu kesalahan yang utama ialah memberi hak kepada Standard Oil (atau sekarang dikenali sebagai ESSO) sebuah perusahaan dari Amerika Serikat untuk mengekploitasikan minyak di Argentina.

Di samping itu, ia telah menjaga jarak antara dirinya dari penyokongnya yang paling setia, yaitu kumpulan buruh. Oleh karena itu pada 1955 suatu organisasi militan berhasil menjatuhkannya dan ia terpaksa melarikan diri ke Paraguay. Sewaktu di sana, beliau berjumpa dengan penari klub malam yang jelita bernama Isabel Martínez dan kawin dengannya pada 1961. Walaupun Perón berada dalam pembuangan, pahamnya masih hidup di Argentina. Pemerintah selepasnya gagal membawa perubahan apapun dan kumpulan Perónista masih berpengaruh di arena politik negara.

Mandat Ketiga 1973 - 1974

Pada 19 September 1955, Peron diberhentikan dan diasingkan setelah militer melakukan kudeta pemerintahannya. Pengasingan selama 18 tahun tidak melunturkan pengaruhnya di kalangan rakyat. Pada tahun 1973, yaitu pada usia lebih 70 tahun, Perón terpilih kembali sebagai Presiden Argentina untuk periode yang ketiga kalinya. Dalam satu strategi politik, ia menamakan isterinya, Isabel Martínez de Perón, sebagai deputi presiden. Ia meninggal di kantornya pada 1 Juni 1974 dan posisinya kemudian digantikan Isabel (istrinya).

Referensi : Buku 1000 Tokoh Penerbit NUANSA

Biografi Raja Abdullah - Raja Arab Saudi.
Nama Lengkap :  Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud, dilahirkan pada tanggal 1 Agustus 1924, Ia adalah salah satu dari 37 putra Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al-Saud (pendiri Arab Saudi modern) yang lahir dari rahim Fahada binti Asi-al Syuraim yang adalah istri kedelapan Abdul Aziz dari keluarga Rasyid. Ia menerima pendidikan di Sekolah Kerajaan Prince's School dari pejabat-pejabat dan tokoh-tokoh intelektual keagamaan dan dibesarkan di bawah pengawasan ketat Raja Abdul Aziz yang adalah ayahnya. Pangeran Abdullah dikenal sangat kuat memegang ajaran agama dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap rakyat dan Tanah Air. Ia langsung mendapat pendidikan dari para ulama senior Arab Saudi di bidang agama, sejarah, politik, dan sosiologi.



Abdullah juga pernah menjabat Perdana Menteri dan Komandan Dewan Garda Nasional. Ia juga pimpinan Supreme Economic Council, Wakil Presiden High Council for Petroleum and Minerals, Presiden King Abdulaziz Centre for National Dialogue, Wakil Pimpinan Council of Civil Service, dan anggota Military Service Council. Pada tahun 1962, ia ditunjuk sebagai komandan satuan elit Pengawal Nasional karena pengalamannya yang luas dalam urusan Badui dan kabilah di padang pasir semenanjung Jazirah Arab. Sejak menjabat komandan dan Pengawal Nasional, sosoknya sudah tak bisa dipisahkan dari kesatuan elite tersebut. Pada anggota Pengawal Nasional berasal khusus dari anak cucu Mujahidin yang pernah berjuang bersama Raja Abdul Aziz dalam menyatukan Jazirah Arab dan kemudian mendirikan negara Arab Saudi.

Pangeran Abdullah berhasil memimpin Pengawal Nasional bukan semata sebagai lembaga militer tetapi juga wadah sosial dan budaya anggotanya. Semenjak ia dipercaya sebagai komandan pengawal nasional telah dilakukan restrukturisasi dan resionalisasi sesuai dengan manajemen militer modern. Sebagai bentuknya, ia mendirikan akademi militer untuk mendidik dan menempa kandidat anggota dan perwira pengawal nasional. Akademi militer tersebut dinamakan Institut Militer Raja Khalid bin Abdul Aziz. Institut ini diresmikan olehnya pada 18 Desember 1982.



Ia menangani sendiri mega-proyek pengembangan pengawal nasional. Karena, lembaga itu merupakan titik balik sejarah lembaga satuan elite pengawal nasional. Di antara mega-proyek itu seperti pembentukan divisi gabungan dalam jajaran pengawal nasional yang terdiri dari satuan logistik, intelijen, dan infanteri. Pangeran Abdullah juga mendirikan kompleks militer dan tempat latihan khusus untuk satuan elite pengawal nasional.

Pada 29 Maret 1975, ia ditunjuk sebagai Deputi Kedua Dewan Kabinet Arab Saudi. Selain ditunjuk oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz sebagai putra mahkota pada 13 Juni 1982. Pada hari itu juga, Pangeran Abdullah dipromosikan sebagai Deputi Utama Dewan Kabinet Arab Saudi. Sejak kesehatan Raja Fahd bin Abdul Aziz menurun, praktis secara de facto mengendalikan kekuasaan dan kebijakan dalam dan luar negeri. Ia diangkat sebagai bupate de facto regent pada tahun 1996. Ia amat menaruh perhatian pada upaya pelestarian budaya dan khazanah yang melibatkan para ulama daridunia Arab dan Islam.

Sejak 1997, dia telah meluncurkan program privatisasi dengan menghapus daftar larangan berusaha dan membiarkan perusahaan publik tumbuh secara bebas. Kebijakan luar negerinya lebih pro-Arab daripada Barat. Pada 1980, ia berhasil sebagai mediator perundingan dalam konflik Suriah-Yordania. Ia juga menjadi arsitek Perjanjian Taif 1989 yang mengakhiri perang sipil di Lebanon pada periode 1975-1990. Selain, meningkatkan kembali hubungan bilateral dengan Mesir, Suriah, dan Iran. Pada April 2001, Pangeran Abdullah menyelenggarakan seminar tentang sejarah hubungan Arab Saudi dan Palestina. Seminar itu mendatangkan tokoh-tokoh Arab. Dalam seminar itu dibahas isu dukungan Arab Saudi terhadap perjuangan rakyat Palestina sepanjang sejarahnya dan dalam berbagai aspek. Dari seminar tersebut disimpulkan bahwa Arab Saudi telah memberi dukungan besar perjuangan rakyat Palestina meskipun Arab Saudi tidak termasuk negara Arab garis depan yang berbatasan langsung dengan Israel.

Dengan bobot kapasitasnya di dunia Arab dan Islam, Arab Saudi senantiasa hadir secara kuat dalam kancah konflik Arab-Israel. Pemerintah Arab Saudi ikut menjadi mediator konflik militer Palestina-Yordania pada September 1970. Konflik ini dikenal dengan Black September. Konflik itu berakhir dengan keluarnya Yasser Arafat (1929-2005) dari Yordania menuju Lebanon. Arab Saudi juga tampil sebagai mediator dalam upaya menengahi perbedaan pendapat antara Suriah dan Palestina dengan Mesir. Di pihak lain menyusul meletusnya perang saudara di Lebanon tahun 1975. Upaya damai tersebut dimaksudkan untuk memelihara kesatuan potensi kekuatan Arab dalam menghadapi Israel, sehingga menjadi kekuatan tawar-menawar dalam perundingan damai dengan Israel. Upaya damai Arab Saudi yang terkenal adalah inisiatif damai yang ditawarkan Raja Fahd bin Abdul Aziz pada forum KTT Arab tahun 1982 di Fez (Maroko).

Ia semakin leluasa menjalankan pemerintahan setelah dinyatakan secara resmi sebagai raja Arab Saudi sejak wafatnya Raja Fahd bin Abdul Aziz pada 1 Agustus 2005. Sementera, Menteri Pertahanan Sultan bin Abdul Aziz dinyatakan sebagai putra mahkota. Raja Abdullah bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin Arab yang nasionalis juga modernis. Di bidang sosial-politik, Abdullah menyelenggarakan dialog nasional yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat dan menggelar pemilihan langsung anggota kota praja(Dewan Konsultatif) secara nasional awal tahun 2005. Ia juga membuka kesempatan kepada para pemodal asing untuk menanamkan investasi di bidang eksplorasi dan produksi gas.

Ia diresmikan menjadi Raja pada 3 Agustus 2005. Abdullah juga menjabat sebagai Perdana Menteri dan Komandan Garda Nasional Saudi. Dia diberikan jabatan Komandan Garda Nasional Saudi pada tahun 1963 dan jabatan Wakil Perdana Menteri pada Juni 1982. Dari empat istrinya lahir sepuluh putra dan 10 putri. Sebelum menjadi komandan Garda Nasional, ia menjabat Wali Kota Mekkah. Ia dikenal alim dan sederhana. Ia tidak pernah diterpa masalah korupsi atau pun terlibat gaya hidup para pangeran negeri Arab yang biasanya lekat dengan banyak wanita dan kehidupan gemerlap.

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_dari_Arab_Saudi

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.