Tampilkan postingan dengan label Politikus. Tampilkan semua postingan

Biografi Matteo Renzi
Biografi Matteo Renzi Perdana Menteri Italia.

Nama Lengkap : Matteo Renzi
Tanggal Lahir : 11 Januari 1975
Tempat Lahir : Firenze, Italia
Agama : Katolik Roma
Pekerjaan : Sekretaris Partai Demokratik, Presiden Provinsi Firenze (14 Juni 2004 - 22 Juni 2009, Wali Kota Firenze (22 Juni 2009 - 22 Februari 2014), Perdana Menteri Italia Mulai menjabat pada tanggal 22 Februari 2014.

Partai Politik
Pertai politik Matteo Renzi antara lain Partai Rakyat mulai tahun 1996 sampai tahun 2002, La Margherita Dari tahun 2002 sampai 2007, dan Partai Demokratik pada tahun 2007 hingga sekarang.

Keluarga Matteo Renzi
Matteo Renzi mempunyai satu istri yang bernama Agnese Landini dan dikaruniai tiga anak yaitu Francesco anak yang pertama kemudian Emanuele anak yang kedua, dan yang terakhir bernama Ester.

Matteo Renzi lahir pada tangal 11 Januari pada tahun 1975 beliau adalah seorang Perdana Menteri Italia yang menjabat mulai tanggal 22 Februari 2014 dan Sekretaris Partai Demokratik mulai tahun 2013. Matteo Renzi juga pernah menjadi Wali Kota Firenze dari 2009 sampai 2014 dan juga Presiden Provinsi Firenze dari 2004 sampai tahun 2009. Pada tanggal 17 Februari 2014 Matteo Renzi ditunjuk Presiden Giorgio Napolitano untuk membentuk pemerintahan baru, yang disajikan pada tanggal 21 Februari. Pada usia 39 tahun dan satu bulan, Matteo Renzi adalah orang termuda yang pernah menjadi Perdana Menteri negara Italia sejak unifikasi tahun 1861.

Itulah Biografi Matteo Renzi yang sekarang menjadi perdana menteri Italia, beliau adalah seorang POLITISI yang sangat terkenal di Italia, semoga bermanfaat untk anda, terimakasih.

Francis Bacon
Biografi Francis Bacon. Mestinya dia ini sekandang dengan politikus. Bertahun dia dikenal selaku politikus Inggris terkemuka. Hampir sebagian terbesar masa hidup dan energi dia tumpahkan dalam urusan karier politik. Tetapi, di buku ini Francis Bacon dimasukkan semata-mata karena tulisan-tulisan filosofinya. Dalam tulisan-tulisan itu dia bagaikan "dukun"nya babak baru ilmu pengetahuan; dialah filosof besar pertama yang menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan falsafah dapat mengubah dunia, dan dengan sangat efektif menganjurkan penyelidikan ilmiah.

Bacon lahir di London tahun 1561, putera pegawai eselon tinggi masa Ratu Elizabeth. Tatkala menginjak usia dua belas tahun dia masuk belajar di Trinity College di Cambridge, tetapi baru tiga tahun keluar begitu saja tanpa menggondol gelar apa pun. Mulai umur enam belas dia kerja sebentar di staf Kedubes Inggris di Paris. Tetapi begitu umurnya masuk delapan belas sang ayah mendadak meninggal dengan hanya mewariskannya uang sedikit. Mungkin lantaran itu, dia belajar hukum dan di umur dua puluh satu dia jadi pengacara.

Karier politiknya segera mulai sesudah itu. Umur dua puluh tiga dia terpilih jadi anggota Majelis Rendah. Tetapi, kendati dia punya sanak famili dan kerabat tingkat atas, dan kendati kecerdasannya yang menonjol, Ratu Elizabeth senantiasa menolak pengangkatannya pada kedudukan yang penting dan menguntungkan. Salah satu alasan adalah karena keberaniannya menentang suatu rancangan pajak di parlemen yang dengan gigih disokong sang Ratu. Karena hidup Bacon boros, slebor, dan seenaknya, dia senantiasa dikepung oleh hutang sana hutang sini (satu kali pernah ditahan karena urusan hutang tidak bayar) dia bisa atasi hidup secara bebas begitu.

Bacon jadi sahabat dan penasihat Pangeran Essex, seorang bangsawan muda yang populer dan punya ambisi politik besar. Sebaliknya, Pangeran Essex punya teman Bacon yang jujur dan sekaligus bertindak sebagai pelindungnya. Tetapi, tatkala Pangeran Essex punya ambisi yang keterlaluan, minta pimpin dia susun rencana sebuah kup menggulingkan Ratu Elizabeth, Bacon menasihatinya supaya tetap setia kepada Ratu. Biar sudah dinasihati begitu, Pangeran Essex nekad meneruskan niat percobaan kupnya. Ternyata kup itu gagal dan Bacon pegang peranan aktif dalam proses penuntutan sang Pangeran atas tuduhan pengkhianatan. Pangeran Essex dipancung kepalanya, menggelinding bagai kelereng. Keseluruhan peristiwa itu menimbulkan kesan buruk pada publik terhadap Bacon.

Ratu Elizabeth tutup usia tahun 1603 dan Bacon menjadi penasihat penggantinya, Raja James I. Raja James I tak selalu mengindahkan nasihat Bacon, kendati dia menghormatinya. Dalam masa pemerintahan James I, Bacon maju pesat di kalangan pemerintahan. Tahun 1607 jadi konsultan umum bidang hukum dan tahun 1613 dia menjadi jaksa agung. Anak tangganya tidak sampai di situ, tahun 1618 dia ditunjuk jadi ketua Majelis Tinggi, satu kedudukan yang kasarnya setarap dengan hakim agung pada Mahkamah Agung di Amerika Serikat. Di tahun itu juga dia peroleh gelar "baron" dan tahun 1621 dinobatkan lagi jadi "viscount", satu gelar kebangsawanan di atas "baron" tetapi di bawah "earl."

Tetapi, datanglah pukulan. Selaku hakim, Bacon terima "hadiah" dari tertuduh. Meskipun macam begini agak umum juga terjadi saat itu, toh tetap merupakan perbuatan terlarang. Lawan-lawan politiknya di parlemen tak menyia-nyiakan kesempatan baik ini untuk mendepaknya dari kursinya. Bacon mengaku dan dijebloskan di penjara yang terletak di "Tower of London," menara kota London. Bukan cuma itu, dia pun mesti bayar denda yang besar jumlahnya. Dan bukan cuma itu, dia dilarang kerja di kantor pemerintahan selama-lamanya. Raja segera membebaskan Bacon dari penjara dan membebaskan pula beban dendanya. Tetapi, dengan kejadian ini tamatlah riwayat politik Bacon.

Sekarang, orang hanya bisa ingat sedikit sekali contoh-contoh politikus kelas kakap yang ditangkap karena memeras, atau tingkah laku semacamnya yang merusak kepercayaan umum. Biasanya, yang sering, jika orang-orang macam begituan tertangkap, mereka melolong-lolong dan pertahankan diri dengan umbar omong bahwa yang lain-lain pun sama brengseknya, sama penipunya, sama bangsatnya. Jika lolongan ini didengarkan dan diterima dengan serius, tak akan ada bajingan politik yang harus dihukum kecuali semua bajingan sejenis dihukum lebih dulu. Komentar Bacon dalam pengakuannya berbeda. Dia bilang, "Saya adalah hakim terjujur di Inggris selama lima puluh tahun, dan saya tukang ngomel dan tukang kritik yang terpolos di parlemen Inggris selama 200 tahun."

Karier politik yang begitu aktif dan begitu kreatif tampaknya cuma punya sedikit waktu tersisa buat kerjaan-kerjaan lain. Kendati begitu, kemasyhuran Bacon yang begitu tahan lama, dan tempatnya dalam daftar buku ini, adalah karena pertimbangan tulisan-tulisan filosofisnya ketimbang keaktifan politiknya. Karya penting pertamanya ialah bukunya yang berjudul Essays, pertama muncul tahun 1597 dan sedikit demi sedikit diperluas. Essays ini yang ditulis dengan padat dan gaya luar biasa bagus, mengandung kekayaan mendalam, bukan saja dalam masalah politik melainkan juga menyangkut hal ihwal pribadi pula. Beberapa contoh yang khas misalnya:

Orang muda lebih cocok mencipta ketimbang mengambil keputusan, lebih cocok bertindak ketimbang beri pertimbangan, lebih cocok untuk menggarap proyek baru ketimbang berbisnis yang sudah mapan ... Orang berumur terlalu sering menolak, berunding terlalu lama, berbuat terlalu sedikit ... Tentu bagus jika bisa menggabungkan kedua pekerjaan itu, karena nilai yang terkandung pada masing-masing usia bisa melempangkan kekurangan yang melekat pada tubuh keduanya ...

Tentang Orang Muda Dan usia

Dia yang punya istri dan anak-anak punya risiko yang tak mengenakkan di masa depan.

Tentang Perkawinan Dan Hidup Membujang

(Bacon sendiri kawin, tetapi tak punya anak).

Tetapi, tulisan Bacon terpenting adalah menyangkut falsafah ilmu pengetahuan. Dia merencanakan suatu kerja besar Instauratio Magna atau Great Renewal dalam enam bagian. Bagian pertama dimaksud untuk meninjau kembali keadaan ilmu pengetahuan kita. Bagian kedua menjabarkan sistem baru penelaahan ilmu. Bagian ketiga bersisikan kumpulan data empiris. Bagian keempat berisi ilustrasi sistem baru ilmiahnya dalam praktek. Bagian kelima menyuguhkan kesimpulan sementara. Dan bagian keenam suatu sintesa ilmu pengetahuan yang diperoleh dari metode barunya. Taklah mengherankan, skema raksasa ini --mungkin pekerjaan yang paling ambisius sejak Aristoteles--tak pernah terselesaikan. Tetapi, buku The Advancement of Learning (1605) dan Novum Organum (1620) dapat dianggap sebagai penyelesaian kedua bagian dari kerja raksasanya.

Novum Organum atau New Instrument mungkin buku Bacon terpenting. Buku ini dasarnya merupakan pernyataan pengukuhan untuk penerimaan metode empiris tentang penyelidikan. Praktek bertumpu sepenuhnya pada logika deduktifnya Aristoteles adalah tak ada guna, merosot, absurd. Karena itu diperlukan metode baru penelaahan, suatu metode induktif. Ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu titik tempat bertolak dan mengambil kesimpulan darinya; tetapi ilmu pengetahuan adalah sesuatu tempat sampai ke tujuan. Untuk memahami dunia ini, pertama orang mesti "mengamati"nya. Pertama, kumpulkan fakta-fakta. Kemudian, kata Bacon, ambil kesimpulan dari fakta-fakta itu dengan cara argumentasi induktif yang logis. Meskipun para ilmuwan tidak mengikuti metode induktif Bacon dalam semua segi, tetapi ide umumnya yang diutarakannya penelitian dan percobaan penting yang ruwet jadi gerak dorong dari metode yang digunakan oleh mereka sejak itu.

Buku terakhir Bacon adalah The New Atlantis, sebuah penjelasan tentang negeri utopis terletak di pulau khayalan di Pasifik. Meskipun pokok cerita diilhami oleh Utopia Sir Thomas More, keseluruhan pokok masalah yang terdapat dalam buku Bacon sepenuhnya berbeda. Dalam buku Bacon, kemakmuran dan keadilan dalam negara idealnya tergantung pada dan hasil langsung dari hasil pemusatan penyelidikan ilmiah. Dengan tersirat, tentu saja, Bacon memberitahu. pada pembacanya bahwa penggunaan intelegensia dalam penyelidikan ilmiah dapat membuat Eropa makmur dan bahagia seperti halnya penduduk yang hidup di pulau khayalan itu.

Orang selayaknya boleh bilang bahwa Francis Bacon merupakan filosof modern pertama. Pandangan keseluruhannya adalah sekuler dan bukannya religius (kendati dia percaya kepada Tuhan dengan keyakinan teguh). Dia seorang rasionalis dan bukan orang yang percaya kepada takhayul; seorang empiris dan bukannya seorang dogmatis yang logikanya mencla-mencle. Di bidang politik dia seorang realis dan bukan seorang teoritikus. Dengan pengetahuannya yang mendalam dalam pengetahuan klasik serta keahlian sastranya yang mantap, dia menaruh simpati terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meskipun dia seorang Inggris yang setia, Bacon punya pandangan berjangka jauh melampaui batas negerinya. Dia membedakan 3 jenis ambisi:

Pertama, mereka yang berselera meluaskan kekuasaannya di negerinya sendiri, suatu selera yang vulgar dan tak bermutu. Kedua, ialah mereka yang bekerja meluaskan kekuasaan atas negerinya sendiri dan penguasaannya atas penduduk. Ini tentu lebih bermutu meskipun kurang baik. Tetapi, jika orang mencoba mendirikan dan meluaskan kekuasaan dan dominasi terhadap umat manusia di seluruh jagad, ambisinya ini tak salah lagi lebih bijak dari kedua ambisi yang disebut duluan.

Biarpun Bacon seorang pengkhotbah ilmu pengetahuan, dia sendiri bukan seorang ilmuwan, ataupun setara dengan kemajuan-kemajuan yang diperbuat orang sejamannya. Bacon anggap sepi samasekali Napier (yang baru saja menemukan logaritma) dan Kepler, bahkan teman sejawat Inggrisnya William Harvey. Bacon dengan tepat mengganggap bahwa "panas merupakan bentuk dari gerak," suatu ide ilmiah yang penting. Tetapi, di bidang astronomi dia menolak pikiran-pikiran Copernicus. Haruslah diingat, Bacon tidak mencoba menyuguhkan hukum-hukum ilmiah secara komplit dan tepat. Dia sekadar hanya mencoba menyuguhkan hasil pengamatan apa-apa yang perlu dipelajari. Perkiraan-perkiraan ilmiahnya hanya bermaksud mendorong adanya diskusi lebih lanjut, dan bukannya suatu jawaban final.

Francis Bacon bukanlah orang pertama yang menemukan arti kegunaan penyimpulan akliah secara induktif, dan juga bukan dia orang pertama yang memahami keuntungan-keuntungan yang mungkin diraih oleh masyarakat pengembangan ilmu pengetahuan. Tetapi, tak ada orang sebelum Bacon yang pernah menerbitkan dan menyebarkan gagasan seluas itu dan sesemangat itu. Lebih dari itu, sebagian karena Bacon seorang penulis yang begitu bagus, dan sebagian karena kemasyhurannya selaku politikus terkemuka, sikap Bacon terhadap ilmu pengetahuan betul-betul punya makna penting yang besar. Tatkala "Royal Society of London" (kelompok elit orang pilihan) didirikan tahun 1662 untuk menggalakkan ilmu pengetahuan, para pendirinya menyebut Bacon sebagai sumber inspirasinya. Dan ketika Encyclopedie yang besar itu ditulis jaman "Pembaharuan Perancis," para penyumbang tulisan utama seperti Diderot dan d'Alembert, juga menyampaikan pujiannya kepada Bacon yang memberikan inspirasi terhadap kerjanya. Andaikata Novum Organum dan The New Atlantis agak kurang dibaca orang ketimbang dulu, ini disebabkan pesan-pesan yang disampaikan oleh buku itu sudah begitu luas diterima orang.

Bacon layak dibandingkan setara dengan filosof Perancis Rene Descartes, tokoh pendorong lain bagi masa depan ilmu pengetahuan mendatang. Bacon hidup lebih dulu segenerasi dari Descartes dan dia lebih gigih dari Descartes dalam hal mengumandangkan pentingnya penelitian dan percobaan-percobaan. Tetapi, arti penting orang Perancis ini dalam hal penemuan matematika membuat ia sedikit lebih tinggi dalam perbandingannya dengan Bacon.


Referensi :

•    http://www.luminarium.org/sevenlit/bacon/
•    http://www.iep.utm.edu/b/bacon.htm
•    http://www.blupete.com/Literature/Biographies/Philosophy/Bacon.htm
•    http://www.malaspina.org/home.asp?topic=./search/details&lastpage=./search/results&ID=117
•    http://www.boorberg.de/juristerei/juristen/bacon.htm
•    http://bacon.thefreelibrary.com/
•    http://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/bacon_francis.shtml
•    http://oregonstate.edu/instruct/phl302/philosophers/bacon.html

Nama Lengkap :  Juan Domingo Peron
Tempat Tanggal Lahir : 8 Oktober 1895 Lobos, Buenos Aires, Argentina
Meninggal : 1 Juli 1974 (umur 78) Olivos, Buenos Aires, Argentina
Profesi : Militer, Sekretaris Buruh
Partai politik: Justicialist
Masa jabatan : 12 Oktober 1973 – 1 Juli 1974

Juan Domingo Peron adalah jenderal dan politikus Argentina. Ia terpilih untuk tiga kali masa jabatan sebagai Presiden Argentina (1946-1955 dan 1973-1974. Perón dan istrinya, Eva begitu populer di kalangan rakyat Argentina. Ia adalah tokoh Amerika Latin yang terkemuka pada abad ke-20, dan telah membawa banyak perubahan penting dalam arena politik negaranya.


Sejarah Awal

Dilahirkan di Lobos, Buenos Aires, Perón melanjutkan pendidikannya di Colegio Militar, sebuah akademi tentara dari 1911 ke 1913 dan Escuela Superior de Guerra dari 1926 ke 1929. Pada tahun 1930 dia menyertai pemberontakan tentara menentang Presiden Hipólito Irigoyen dan menjadi sekretaris rahasia Menteri Pertahanan antara 1930 dan 1935. Kemudian, ia berpeluang mengajar di akademi lamanya di Escuela Superior de Guerra, bertugas sebagai atase tentara di Cili selama setahun, menulis 5 buah buku mengenai sejarah militer, dan mengunjungi Italia untuk mempelajari prosedur militer di pergunungan Alpen.

Baru saja pulang ke Argentina pada 1941, Perón bersama beberapa pegawai yang lain telah melancarkan perebutan kekuasaan atau kudeta pada Juni 1943. Ia kemudian mengambil alih kementerian buruh dan menukar gerakan buruh dengan cara melemahkan pengaruh partai sayap kiri di sana. Ia juga telah mensahkan UU Perburuhan yang baru serta melancarkan persatuan buruh yang baru. Perón telah dilantik sebagai deputi Presiden dan juga Menteri Pertahanan pada 1944.

Saat kekuasannya semakin meningkat, penentangan terhadapnya semakin lancar terutamanya dari pihak tentara. Pada 9 Oktober 1945, ia dipaksa meletakkan semua jabatannya dan telah dipenjarakan. Dalam waktu yang singkat, peletakan jabatan Perón telah meletuskan krisis dan diselesaikan pada 17 Oktober, saat penyokong dari golongan buruh telah berjaya melancarkan satu revolusi yang terancang dan membebaskannya dari penjara. 4 hari kemudian ia kawin dengan wanita simpanannya Mariá Eva Duarte, yang terkenal sebagai Evita Peron.

Bangkitnya kumpulan Perónistas

Pada 1945 telah bangkit suatu gerakan politik baru yang dipanggil Perónistas, yang mendapat dukungan dari pihak tertindas yaitu pekerja-pekerja dari sektor pertanian dan industri. Kumpulan tersebut menyokong Perón dicalonkan dan dipilih sebagai Presiden. Pihak Peronistas berkampanye bersama anggota kelas pekerja, yang dikenal sebagai descamisados (bahasa Spanyol untuk “mereka yang tak berbaju"), bermakna mereka tidak memakai baju kot seperti golongan kelas pertengahan. Perón juga mendirikan partai yang dikenal sebagai Partido Justicialista atau Partai Keadilan dan Sosial. Partai tersebut kemudian menjadi partai politik yang penting di Argentina dan anggotanya telah berkampanye untuknya. Hasilnya, Pemilu yang diadakan pada Februari 1946, telah memihak kepada Perón dan ia memperoleh 56% suara.

Era Perónisme

Sebagai presiden, ia telah berusaha kearah pro-buruh, pengindustrian negara, polisi pro- nasionalisme, dibantu oleh isteri keduanya Evita Peron, yang telah menjadi pengaruh informal dalam polisi kerajaannya. Dasar-dasar ini telah diberi nama Perónisme, yaitu satu paham yang telah digunakan oleh pemimpin-pemimpin lain di Argentina dan juga negara-negara membangun lain seperti Malaysia. Dalam melaksanakan program pro-nasionalismenya, beliau telah membeli balik serikat-serikat milik asing dari pihak-pihak seperti Inggris dan Amerika. Ia dianggap sebagai agen pembaharuan di negara ini kerana mengalihkan tumpuan ekonomi dari pertanian ke sektor perindustrian.

Perón juga terkenal karena memberikan hak pilih kepada golongan wanita. Namun, ia dikecam hebat karena beberapa tindakan yang tidak beretika. Antara lain, ia telah mengubah lembagaan negara supaya ia boleh dipilih semula sebagai Presiden dan membuang para hakim yang menentangnya. Oleh itu, pada awal 1950-an ia telah dipilih semula sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Di samping itu ia mengekalkan kuasanya dengan mengamalkan sistem otoriter di negara ini.

Kejatuhan rezim Perón

Kematian isterinya yang tercinta pada 1952 telah memberi akibat kepadanya. Evita merupakan penasihat serta pengaruh yang penting dalam kehidupannya. Ia mulai membuat beberapa kesalahan dalam kerjayanya. Satu kesalahan yang utama ialah memberi hak kepada Standard Oil (atau sekarang dikenali sebagai ESSO) sebuah perusahaan dari Amerika Serikat untuk mengekploitasikan minyak di Argentina.

Di samping itu, ia telah menjaga jarak antara dirinya dari penyokongnya yang paling setia, yaitu kumpulan buruh. Oleh karena itu pada 1955 suatu organisasi militan berhasil menjatuhkannya dan ia terpaksa melarikan diri ke Paraguay. Sewaktu di sana, beliau berjumpa dengan penari klub malam yang jelita bernama Isabel Martínez dan kawin dengannya pada 1961. Walaupun Perón berada dalam pembuangan, pahamnya masih hidup di Argentina. Pemerintah selepasnya gagal membawa perubahan apapun dan kumpulan Perónista masih berpengaruh di arena politik negara.

Mandat Ketiga 1973 - 1974

Pada 19 September 1955, Peron diberhentikan dan diasingkan setelah militer melakukan kudeta pemerintahannya. Pengasingan selama 18 tahun tidak melunturkan pengaruhnya di kalangan rakyat. Pada tahun 1973, yaitu pada usia lebih 70 tahun, Perón terpilih kembali sebagai Presiden Argentina untuk periode yang ketiga kalinya. Dalam satu strategi politik, ia menamakan isterinya, Isabel Martínez de Perón, sebagai deputi presiden. Ia meninggal di kantornya pada 1 Juni 1974 dan posisinya kemudian digantikan Isabel (istrinya).

Referensi : Buku 1000 Tokoh Penerbit NUANSA

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.