Tampilkan postingan dengan label Dunia Kita. Tampilkan semua postingan

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Bukan hanya pria yang bisa tergoda dengan lawan jenis saat sudah punya pacar. Bukan tidak mungkin, wanita bisa saja naksir dengan teman atau rekan kerjanya padahal sudah berstatus 'in relationship'.

Terkadang, perasaan suka sulit untuk dicegah, namun sebenarnya Anda masih sayang dengan kekasih dan hubungan selama ini baik-baik saja. Berikut ini cara mengontrol perasaan ketika naksir dengan pria lain saat sudah punya kekasih.

1. Jangan Bohongi Diri Sendiri
Pertama, jangan membohongi diri sendiri kalau Anda sedang tertarik pada seseorang. Realitanya, sebagian besar orang berpotensi memiliki rasa tertarik dan penasaran terhadap orang lain di luar hubungan asmara. Menyangkal perasaan suka kepada orang lain yang bukan kekasih, justru akan membuat situasi bertambah buruk. Menekan perasaan yang berhubungan dengan asmara dalam waktu yang lama bisa berdampak buruk pada kondisi psikologis seseorang.

"Menutupi perasaan atau ekspresi emosional memerlukan usaha yang keras," ujar psikolog Dr. Doug Mennin. Dengan kata lain, otak Anda akan bekerja lebih keras saat melawan perasaan daripada menerimanya.

2. Apakah Anda Rela Menghancurkan Hubungan?
Saat ada seseorang yang disukai, kita jadi sering memikirkan dan berfantasi tentang orang tersebut. Kita jadi ingin mencoba sesuatu yang baru, merasakan tantangan dan berusaha mencari cara untuk memuaskan kebutuhan batin. Tapi ingatlah, manusia memang tidak pernah puas, jika terus menuntut diri sendiri untuk mencari kepuasan, kita tidak akan bisa menghargai apa yang sudah dimiliki.

Keinginan untuk berselingkuh bisa saja muncul, tapi ketika itu mulai membayangi Anda, mundurlah selangkah dan pikirkan bagaimana hal itu akan memberi dampak pada hubungan asmara Anda. Apakah Anda rela menghancurkan cinta yang sudah terjalin lama demi mengejar pria lain yang Anda sukai? Belum tentu semuanya akan berjalan baik dan lancar-lancar saja.

3. Buatlah Batasan
Pria yang Anda suka bisa menjadi ancaman dalam hubungan, ketika Anda mulai hilang kepercayaan terhadap diri sendiri. Saat hal itu terjadi, buatlah batasan sendiri. Saat mulai sembunyi-sembunyi bertemu atau berkomunikasi dengan pria tersebut dan tidak mau kekasih mengetahui percakapan kalian, maka Anda tahu bahwa tindakan Anda itu sudah terlalu jauh. Anda jadi merasa takut karena merasa bersalah telah bermain mata dengan pria lain.

Jika sudah begitu, mulailah menjaga jarak dari pria lain tersebut. Kurangi frekuensi bertemu atau ber-SMS, dan ceritakan padanya tentang momen-momen romantis yang pernah Anda dan pasangan lalui. Dengan begitu, dia akan tahu seberapa besar komitmen cinta Anda terhadap kekasih dan mencegahnya untuk mendekati Anda lebih jauh, jika pria tersebut ternyata juga menyukai Anda. Hindari juga berduaan saja dengan sang pria, bergabunglah bersama teman-teman Anda saat hang-out.

4. Mengajak Bertemu Kekasih dan Pria Taksiran
Ajak kekasih Anda untuk bertemu dengan 'pria lain' itu, tapi tak perlu menyebutkan siapa dia dan bagaimana perasaan Anda padanya. Mungkin saran ini terdengar aneh, tapi jika sang kekasih dan pria idaman lain (PIL) sudah dipertemukan dan --mungkin-- mereka malah berteman baik, bisa mencegah Anda untuk bertindak lebih jauh. Semakin sering Anda melihat kekasih berkumpul dengan PIL, dan pria itu juga melihat kemesraan hubungan Anda bersama si dia, akan semakin berkurang hasrat Anda untuk berselingkuh atau flirting.


 Source 



Saat Tashi Sangmo berusia 17 tahun, ia menikahi tetangganya yang berusia 14 tahun di sebuah desa terpencil di Nepal. Dan sebagai bagian dari perjanjian, ia juga setuju untuk menikahi adik suaminya itu.

Pada zaman dahulu, anak laki-laki dari setiap keluarga di kawasan Dolpa Atas akan bersamaan menikahi satu perempuan, namun praktik poliandri ini kini sudah mulai menghilang seiring dengan modernisasi zaman.

"Semuanya akan lebih mudah seperti ini karena kami bersama-sama dalam satu keluarga. Tidak terbagi antara istri-istri yang berbeda, dan saya yang memegang kendali," kata Sangmo, yang menggunakan dialek Tibet dan berbicara melalui seorang penerjemah. "Dua bersaudara mencari penghasilan dan sayalah yang menentukan bagaimana uang itu akan digunakan."

Saat Sangmo menikahi Mingmar Lama 14 tahun lalu, adik laki-laki Mingmar, Pasang yang waktu itu berusia 11 tahun, akan terlibat juga dalam pernikahan ini. Praktik poliandri di beberapa desa terisolasi di Nepal sudah berlangsung ratusan tahun. Kini mereka bertiga memiliki tiga anak laki-laki usia delapan, enam, dan empat.

"Saya ingin berbagi ikatan ini dengan adik laki-laki saya karena hidup akan menjadi lebih mudah buat kami berdua," kata Pasang, 25, berbicara di rumah keluarga mereka di desa Simen, 4000 mdpl dan sekitar lima hari berjalan kaki dari kota terdekat.

Orang-orang Dolpa atas adalah bagian dari karavan yang melalui rute antara Nepal dan Tibet. Mereka masih berdagang di rute tersebut, termasuk menuntun yak yang membawa garam dari Tibet dan beras dari dataran selatan Terai.

Di ketinggian desa seperti itu, tanah subur sangat sedikit jumlahnya dan peternakan pun berukuran kecil.

Namun poliandri mencegah keluarga-keluarga membagi aset, dan persediaan makanan pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk lokal.

Pernikahan biasanya dilakukan melalui perjodohan, keluarga pun memilih istri buat anak laki-laki tertua mereka dan memberi kesempatan adik laki-laki untuk menikahi kakak iparnya kemudian.

Dalam beberapa kasus, para istri juga ikut membantu membesarkan calon suami mereka yang masih muda, dan memasuki hubungan seksual dengan mereka setelah cukup dewasa.

Tak seperti pria-pria lain dalam pernikahan Hindu Nepal yang konservatif, para suami di pernikahan poliandri biasanya membantu tugas-tugas domestik seperti membantu memasak dan merawat anak, sementara para istri mengurusi keuangan.

Poliandri juga menjadi sebuah bentuk pengendalian kelahiran karena ada batas maksimal kehamilan perempuan, terlepas dari berapa jumlah suami yang mereka miliki.

Rumah tangga poliandri juga biasanya tak mengenali suami mana yang menjadi orangtua biologis, anak-anak sama-sama memanggil ayah dan paman mereka sebagai "bapak".

Poliandri menghancurkan banyak tabu seksual barat dan sering membuat heran orang luar, namun penduduk lokal melihat peristiwa ini sebagai sesuatu yang biasa dan menguntungkan.

Shitar Dorje, 30, menikahi suaminya yang berusia 37 tahun Karma, sepuluh tahun lalu.

Adik laki-laki Karma, Pema, masuk dalam pernihan itu beberapa tahun kemudian setelah menyelesaikan sekolah filosofi Buddha.

"Jika kami berada di satu rumah dalam waktu yang sama, maka kakak laki-laki saya yang tidur dengan istri saya," kata Pema, 30.

"Dalam hal ini, tidak ada rasa cemburu. Saya tidak merasa cemburu bahwa saat kakak saya ada di rumah, maka istri kami akan bersama dia. Jika saya cemburu, maka saya akan pergi dan menikahi orang lain," kata Pema.

Hidup di Dolpa Atas sederhana, namun berat.

Sanitasi jarang, dan pelayanan kesehatan modern hampir tidak ada. Setiap hari kaum perempuan harus bekerja memecahkan batu di bukit yang tandus atau memanen tanaman di bawah matahari terik.

Poliandri memungkinkan terjadinya pembagian pekerjaan antara dua saudara laki-laki, satu untuk mengurus hewan ternak, satu untuk membantu istri di ladang, dan satu untuk bergabung dalam karavan dagang.

Banyak yang melihat praktik ini sebagai keberlangsungan hidup, ada faktor keamanan buat para perempuan sehingga ada yang akan menjaga mereka setelah satu suami meninggal.

Menurut badan amal asal Belanda SNV yang memiliki jaringan di daerah tersebut, usia harapan hidup di sana hanya 48 untuk pria dan 46 untuk wanita.

Thajom Gurung, 60, dari desa terpencil Saldang, kehilangan suaminya Choldung akibat kanker 30 tahun lalu. Namun ia menikahi dua kakak laki-laki Thajom dan kini tinggal dengan satu-satunya suami yang masih hidup, Choyocap, 67.

"Saat kami semua tinggal bersama, kami bergantian tidur dengan istri saya -- tidak ada yang khawatir soal itu," kata Choyocap.

Sampai baru-baru ini, isolasi di Dolpa Atas mempertahankan gaya hidup yang sudah menghilang di beberapa tempat lain namun turisme kini menyoroti kawasan yang sudah sempat terlupakan ini.

Di atap-atap rumah batu, di tempat yang dulunya berkibar bendera doa, kini bermunculan parabola satelit. Mereka pun melihat kilasan dari dunia modern dengan imaji romansa yang sangat kontras dengan kehidupan mereka.

Menurut SNV, meski 80 persen rumah tangga melakukan praktik poliandri satu generasi lalu, jumlahnya kini turun hanya 1 banding 5 atau 20 persen, dan akan hilang dalam dua generasi.

Untuk sementara, praktik ini kini terjaga oleh generasi yang pernikahannya adalah tentang pragmatisme dan bertahan hidup di salah satu lingkungan terkeras di dunia.

"Poliandri adalah tentang menjaga keluarga tetap bersatu saat kehidupan menjadi keras," kata Choyocap Gurung. "Dengan banyak saudara laki-laki, rumah tangga menjadi lebih kuat dan anak-anak akan punya kesempatan yang lebih baik di masa depan."
sumber :http://id.berita.yahoo.com/di-ketinggian-himalaya--kakak-beradik-berbagi-istri.html


Accor Asia-Pacific Business Traveler Research menyatakan Singapura, Thailand, dan Malaysia menjadi tiga negara tujuan yang paling diminati para pebisnis Indonesia. "Dari tiga negara itu, Singapura diminati 71 persen pebisnis dari Indonesia," kata Vice President Communications Accor Asia Pasifik, Evan Lewis, Rabu, 26 September 2012.

Dalam pemaparan hasil »Business Traveler Research 2012 di Kawasan Asia Pasifik” itu, ia mengatakan, Singapura paling diminati dalam perjalanan bisnis karena negara tersebut merupakan gerbang bisnis di kawasan Asia Pasifik. Sedangkan 20 persen pelancong bisnis asal Indonesia bepergian ke Thailand, dan 19 persen lainnya ke Malaysia.

Survei tersebut mewawancara 2.500 responden dari sembilan negara di Asia Pasifik yang melakukan perjalanan bisnis selama semester pertama 2012. Rata-rata pebisnis asal Indonesia melakukan sepuluh kali perjalanan dalam periode tersebut. Angka ini meningkat ketimbang tahun lalu yang rata-rata jumlah perjalanan hanya enam kali.





Frekuensi tersebut tidak jauh berbeda dibanding dengan frekuensi rata-rata perjalanan bisnis kawasan Asia Pasifik sebanyak sebelas kali. Para pebisnis asal Cina mendominasi perjalanan bisnis di Asia Pasifik dengan rata-rata 17 kali perjalanan. Sedangkan para pebisnis Singapura setidaknya melakukan perjalanan tujuh kali.

Para pebisnis Indonesia diperkirakan melakukan sembilan kali perjalanan pada semester kedua, lebih rendah dibanding semester pertama. Namun, angka prediksi tersebut masih lebih tinggi 50 persen dari hasil survei semester kedua tahun lalu. "Frekuensi meningkat karena faktor kenaikan aktivitas bisnis," kata Evan.

Ia menyebut aktivitas bisnis menjadi alasan 35 persen pebisnis yang melakukan perjalanan. Sedangkan faktor-faktor selanjutnya adalah perubahan jabatan yang mengharuskan pebisnis melakukan lebih banyak perjalanan dinas dan diharuskan menghadiri pertemuan internal.

Sedangkan di kalangan pebisnis Asia Pasifik, Indonesia disebut sebagai negara yang paling diminati oleh pebisnis Malaysia dan Singapura. Sebanyak 42 persen pebisnis Malaysia dan 40 persen pebisnis Singapura. Tren tersebut diprediksi berlanjut hingga semester dua tahun ini.
MARIA YUNIAR


sumber :http://id.berita.yahoo.com/singapura-tujuan-utama-pelancong-bisnis-indonesia-062839932--finance.html

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.