Tampilkan postingan dengan label Dunia Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Sebarkan 250 Koperasi di [Ngawi] Terancam Ditutup
NGAWI, suaramerdeka.com – Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Ngawi, Sofyan, kemarin mengatakan, pihaknya akan menutup sekitar 250 dari 500 koperasi di Kabupaten Ngawi. Pasalnya ratusan koperasi tersebut dinilai tidak aktif. Selain itu, kepengurusan dianggap tidak memadai dan tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT).

Sebelum dilakukan pembubaran, pihaknya akan melakukan inventarisasi dan identifikasi ulang pada masing-masing koperasi yang ada. Adapun indikator sehat atau tidaknya suatu koperasi, antara lain dilihat dari sisi kepengurusan, keuangan, kegiatan, serta sarana dan prasarana yang dimiliki. Koperasi yang aktif nantinya akan diberikan nomor induk untuk mempermudah pengawasan dari pemerintah.


Beberapa Ikan Tuna



1. TUNA SIRIP BIRU



NAMA LAIN: Bluefin Tuna, Giant Tuna, Horse Mackerel
JENIS: Thunnus Thynnus
UKURAN: Umumnya 100-300 kg, kadang mencapai 450 kg REKOR DUNIA: 1,496 pounds
KARAKTER: Petarung yang tangguh dilaut dalam. Diantara keluarga Tuna, Tuna Sirip Biru adalah yang terbesar dan petarung yang paling tangguh dikarenakan ukurannya yang sangat besar.

2. TUNA SIRIP KUNING



NAMA LAIN: Yellowfin Tuna, Allison Tuna, Ahi
JENIS: Thunnus Albacres
UKURAN: Umumnya lebih dari 100 kg, maximum bisa mencapai 200 kg
REKOR DUNIA: 388 pounds
KARAKTER: Petarung yang tangguh kedua setelah Tuna Sirip Biru, dan hanya dikarenakan oleh ukurannya yang lebih kecil dibandingkan dengan Tuna Sirip Biru.
3. TUNA MATA BESAR



NAMA LAIN: Bigeye Tuna
JENIS: Thunnus Obesus
UKURAN: Umumnya 25-500 kg, kadang mencapai 150 kg
REKOR DUNIA: 435 pounds
KARAKTER: Ukuran Tuna yang baik dan perlawanan yang setara dengan ukurannya.
 
4. TUNA GIGI ANJING



NAMA LAIN: Dogtooth Tuna, Scaleless Tuna, Peg tooth Tuna
JENIS: Gymnosarda Unicolor
UKURAN: Umumnya berkisar 150 kg
REKOR DUNIA: Tidak ada
KARAKTER: Petarung yang tangguh dikedalaman laut yang biasanya memanfaatkan struktur gugusan karang untuk membuat jengkel pemancing


5. TUNA SIRIP PANJANG



NAMA LAIN: Albacore, Longfin Tuna
JENIS: Thunnus Alalunga
UKURAN: Umum 5-25 kg, kadang mencapai 40 kg lebih
REKOR DUNIA: 88 pounds
KARAKTER: Dikenal karena kegigihannya, bahkan diantara keluarga Tuna yang tangguh sekalipun.


6. TUNA SIRIP HITAM



NAMA LAIN: Blackfin Tuna, Bermuda Tuna, Football
JENIS: Thunnus Altanticus
UKURAN: Umum 1-10 kg, kadang mencapai 20 kg lebih
REKOR DUNIA: 45 pounds
KARAKTER: Terbaik diantara jenis ikan yang dipancing dengan piranti yang sekelas dengan berat ikan.

7. TUNA SKIPJACK (jenis tongkol)



NAMA LAIN:Skipjack Tuna, Oceanic Bonito, Arctic Bonito, Striped Tuna, Watermelon
JENIS: Katsuwonus Pelamis
UKURAN: Umum 1-5 kg, sering mencapai 7,5 kg lebih
REKOR DUNIA: 45 pounds
KARAKTER: Petarung yang hebat untuk piranti ringan.

8. TUNA KECIL (jenis tongkol)



NAMA LAIN:Little Tunny, Blue Bonito, False Albacore, Little Tuna
JENIS: Euthynnus Alletteratus
UKURAN: Umum 1-7,5 kg, sering mencapai 15 kg lebih
REKOR DUNIA: 35 pounds
KARAKTER: Petarung yang hebat untuk piranti ringan.

9. BONITO ATLANTIC (jenis tongkol)



NAMA LAIN: Atlantic Bonito, Northern Bonito, Katonotel, Boston Mackerel
JENIS: Sarda Sarda
UKURAN: Umum 2-5 kg, maximum bisa mencapai 10 kg
REKOR DUNIA: 18 pounds
KARAKTER: Seperti Tuna lainnya, termasuk petarung yang hebat.

10. FRIGATE MACKEREL (jenis tongkol)



NAMA LAIN: Bonito, Tinker Mackerel
JENIS: Auxis thazard
UKURAN: Merupakan yang terkecil diantara keluarga Tuna
REKOR DUNIA: Tidak ada
KARAKTER: Jika bermaksud memancingnya (biasanya sebagai umpan untuk ikan yang lebih besar), peralatan yang paling baik adalah piranti jenis Spinning dengan umpan jigging kecil.
 


mungkin ada yang mau mencobannya gann!!!!

sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16322106


Cetuskan gagasan budidaya
Hagen Stehr yang dijuluki "raja ikan tuna Australia" sejak bebeberapa dasawarsa menjadi pemburu ikan tuna paling terkemuka di kawasan perairan "down under". Lapar akan ikan tuna di pasar global, menjadikan Stehr yang kelahiran Salzgitter Jerman, sebagai salah seorang nelayan multi-milioner di kota pelabuhan kecil Port Lincoln di kawasan pantai selatan Australia.
Akan tetapi di awal tahun 90-an, cadangan ikan tuna sirip biru di kawasan endemiknya perairan selatan Australia, merosot amat drastis. Pemerintah Australia mengambil langkah antisipasi untuk mencegah kepunahannya dengan menetapkan kuota penangkapan yang amat ketat.
Kebijakan ini memaksa Stehr banting setir, dari nelayan pemburu ikan tuna menjadi peternak budidaya tuna. Ia tidak lagi memburu ikan tuna dewasa yang memang semakin jarang, tapi membudidayakan anakan tuna di peternakan keramba lautnya. Dengan cerdik, lelaki keturunan Jerman yang sempat jadi anggota tentara legiun asing Perancis itu menyiasati aturan kuota penangkapan tuna.


Spoiler for Hagen Stehr:

Investasi mahal
Di keramba atau jaring terapung lautnya, Stehr membudiyakan lebih dari 3000 anakan tuna. Aquakultur atau budidaya perairan adalah bisnis yang investasinya amat mahal dengan risiko tinggi. Untuk menaikan bobot seekor ikan tuna sebanyak satu kiklogram, ikan ini harus memangsa sekitar 25 kilogram pakan berupa ikan kecil,


Spoiler for investasi mahal:
pemberian pakan tuna
Di peternakan ikan tuna milik Hagen Stehr setiap harinya diperlukan pakan berupa ikan herring atau sarden sebanyak 30 hingga 40 ton. Bagi Stehr ini ibaratnya permainan taruhan untung-untungan. "Ibaratnya, kita setiap hari memegang uang 30.000 hingga 40.000 Dolar, dan membuangnya ke laut. Setelah itu kita berdoa kepada Tuhan, agar di akhir musim, panenan memberikan keuntungan", papar Stehr dengan serius.
Setiap enam bulan sekali dilakukan panen ikan tuna dari keramba budidaya. Sebagian besar ikan yang dipanen diekspor dalam bentuk ikan beku utuh ke Jepang.


Revolusi budidaya ikan tuna
Hagen Stehr sebetulnya bisa dengan tenang melanjutkan bisnis dari budidaya ikan tuna di jaring terapung yang sudah tergolong sukses. Juga ia bisa pensiun dan menikmati kekayaan yang dikumpulkannya. Namun Stehr justru memulai proyek baru yang amat ambisius.
Di kawasan pantai terpencil Arno Bay, sekitar 200 kilometer dari Port Lincoln, ia melaksanakan sebuah proyek rahasia. Yakni merekayasa pemijahan ikan tuna sirip biru di dalam keramba. Sejauh ini, pemijahan ikan tuna tidak alami seperti itu nyaris mustahil terjadi.


Spoiler for jaring:

Spoiler for jaring:

jaring terapung budidaya tuna
Areal perusahaan pemijahan ikan tuna "Clean Seas" di Arno Bay mirip dengan kubu pertahanan yang dijaga amat ketat. Stehr memanggil para ilmuwan pakar perikanan dari Denmark, Jepang dan AS untuk bekerja di lembaga risetnya. Sejauh ini sudah ditanamkan modal sekitar 35 juta Dolar dalam proyek penelitian itu.
"Ikan tuna jauh lebih peka dibanding jenis ikan lainnya", kata pakar biologi Morton Deichmann. "Jika merasa stres, ikan ini mogok makan dan mati. Amat sulit memeliharanya dalam keramba tanpa membuatnya cedera. Kami mula-mula harus belajar bagaimana hal itu bisa dilakukan", tambahnya.


Perjalanan virtual
Masalah lainnya, ikan tuna sirip biru biasanya memijah, setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer pulang pergi di perairan bebas. Di Australia, biasanya ikan tuna menempuh rute perjalanan dari pantai selatan menuju pantai barat hingga ke Papua Nugini dan balik lagi ke tempat awal. Untuk menempuh jarak ini diperlukan waktu lima bulan.
Stehr melontarkan gagasan cemerlang yang kelihatannya sederhana. Yakni menipu ikan tuna, seolah-olah sdah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Pada kolam pemeliharaan sepanjang 40 meter dilakukan rekayasanya. Arus air, kandungan garam serta suhu air terus diubah dan disesuaikan dengan kondisi rute alami ikan tuna.
Rahasia lainnya yang memainkan peranan amat besar, adalah instlasai pencahayaan yang dikendalikan komputer, yang menipu ikan tuna dengan fase siklus bulan mati hingga bulan purnama, hingga gambaran rasi bintang tertentu. "Kami menciptakan perasaan pada ikan-ikan itu sudah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Dengan itu mereka kemudian akan memijah dan memproduksi banyak anakan", kata Stehr.


Sukses memijah
Experimen dimulai Oktober 2006. Helikopter menerbangkan induk ikan tuna seberat 200 kilogram ke instalasi riset "Clean Seas" di Arno Bay. Selama dua tahun terus dilakukan rekayasa perjalanan virtual. Terobosan sukses terjadi 12 Maret 2009, ketika pertama kalinya induk tuna memijah. Sebuah momen bersejarah bagi Stehr dan para ilmuwan penelitinya.
Namun hingga sukses budidayanya masih diperlukan waktu lama. Anakan ikan sepanjang 10 sentimeter dari pusat riset harus diternakan terlebih dahulu di keramba terapung di lautan. Baru pada tahun 2015 generasi pertama ikan tuna hasil pemijahan itu diperkirakan dapat dipasarkan.
Jika semua lancar, terbuka bisnis bernilai ratusan juta Dolar. Bagi Hagen Stehr itu bukan tujuan utama. "Cadangan ikan tuna sedunia semakin terancam. Apa yang kami lakukan di sini adalah jalan yang tepat, jika kita di masa depan masih ingin makan ikan tuna. Tidak ada alternatif lain", katanya.
Hagen Stehr yang dulu dengan armada penangkap ikan tunanya, ikut adil menguras cadangan alami, kini justru membudidayakannya, dan dengan itu sekaligus menjamin kelangsungan hidup ikan tuna serta bisnisnya.

Beberapa Ikan Tuna



1. TUNA SIRIP BIRU



NAMA LAIN: Bluefin Tuna, Giant Tuna, Horse Mackerel
JENIS: Thunnus Thynnus
UKURAN: Umumnya 100-300 kg, kadang mencapai 450 kg REKOR DUNIA: 1,496 pounds
KARAKTER: Petarung yang tangguh dilaut dalam. Diantara keluarga Tuna, Tuna Sirip Biru adalah yang terbesar dan petarung yang paling tangguh dikarenakan ukurannya yang sangat besar.

2. TUNA SIRIP KUNING



NAMA LAIN: Yellowfin Tuna, Allison Tuna, Ahi
JENIS: Thunnus Albacres
UKURAN: Umumnya lebih dari 100 kg, maximum bisa mencapai 200 kg
REKOR DUNIA: 388 pounds
KARAKTER: Petarung yang tangguh kedua setelah Tuna Sirip Biru, dan hanya dikarenakan oleh ukurannya yang lebih kecil dibandingkan dengan Tuna Sirip Biru.
3. TUNA MATA BESAR



NAMA LAIN: Bigeye Tuna
JENIS: Thunnus Obesus
UKURAN: Umumnya 25-500 kg, kadang mencapai 150 kg
REKOR DUNIA: 435 pounds
KARAKTER: Ukuran Tuna yang baik dan perlawanan yang setara dengan ukurannya.


sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16322106


Melestarikan Ikan Tuna Lewat Pemijahan Rekayasa


 
 
Di Australia berhasil direkayasa pemijahan ikan tuna sirip biru dalam instalasi penangkaran. Sukses riset itu, dapat menjamin kelestarian spesies ikan yang terancam punah tersebut.
Ikan tuna sirip biru merupakan jenis ikan yang paling digemari dan berharga paling mahal di pasar dunia. Permintaan utama datang dari Jepang. Lazimnya ikan tuna sirip biru dijadikan Sushi, makanan khas Jepang yng kini sudah mengglobal.



Spoiler for tuna sirip biru:

Spoiler for sushi:
Tidak mengherankan jika jenis ikan tuna itu merupakan yang paling terancam kelestariannya. Sejumlah negara terus berusaha mengerem perburuan ikan pemangsa yang kini jadi jadi makanan kegemaran manusia, dengan cara menetapkan kuota penangkapan yang amat ketat.
Tapi godaan amat menggiurkan dari pasar ikan global, menyebabkan kuota itu semakin sering dilanggar. Sebagai ilustrasi, di pasar pelelangan ikan ibukota Jepang, Tokyo, seekor ikan tuna sirip biru seberat 200 kilogram, mencatat rekor penawaran hingga 100.000 Euro.

Spoiler for pasar ikan tuna jepang:

Spoiler for pasar ikan tuna jepang:

Spoiler for pasar ikan tuna jepang:

Spoiler for pasar ikan tuna jepang:

Spoiler for pasar ikan tuna jepang:



sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=16322106


Bukan rahasia lagi bahwa China terkenal akan masalah polusi udaranya. Sementara pemerintah tampaknya tutup mata untuk menanganinya, miliarder Chen Guangbiao bertindak dengan caranya yang unik.

Pria yang akrab dipanggil 'Brother Biao' ini menjual udara segar dalam kemasan kalengan seharga USD 0,80. Udara kalengan ini kemudian diberi merek "Chen Guangbiao: Nice Guy" dan dipasarkan di beberapa area China seperti Jinggang Mountain, provinsi Jiangxi, dan beberapa daerah minoritas Taiwan. Udara segar yang dikemasnya berasal dari berbagai wilayah di China dan Taiwan.

"Orang hanya perlu membuka kemasan, mendekatkan hidungnya, dan menghirup udara segar yang ada dalam kemasan," jelas Chen, seperti dilansir oleh Odditycentral.com (25/09).





Biao menjelaskan bahwa di dalam kemasan terdapat chip yang akan langsung menutup ketika ion oksigen negatif mencapai jumlah maksimum. Menurutnya, udara di dalam kaleng juga tak akan mudah keluar karena telah dikompres.

Meski terdengar aneh dan tak masuk akal, namun Biao menyatakan bahwa dia yakin produk ini akan sukses di pasaran. Nyatanya 100.000 udara kemasan yang telah diproduksi memang langsung amblas dalam hitungan hari.

Biao mengatakan bahwa sebagian hasil penjualannya akan disumbangkan pada militer China yang saat ini sedang mempertahankan Diayou Island.

Biao bahkan berjanji jika pembeli tak puas dengan produknya, mereka boleh menyimpan kemasannya. Biao berjanji akan membeli kemasan itu kembali setelah 10 tahun dengan harga USD 7 per kemasan.
Penasaran dengan bentuk udara dalam kalengan itu? Ini dia produknya!


udara kalengan 1


sumber :http://www.merdeka.com/gaya/miliarder-china-jual-udara-segar-dalam-kaleng.html

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.