Tampilkan postingan dengan label Saipul Jamil. Tampilkan semua postingan

Artis peran Jupiter Fortissimo (35) mengenang masa-masa susahnya bersama pedangdut Saipul Jamil.

Kala itu ia dan Saipul baru saja merintis karier di dunia hiburan melalui jalur pemilihan coverboy atau model sampul di sebuah majalah remaja pada era 1990-an.

"Zaman-zaman casting, pemotretan, dibayar Rp 20.000. Sama Ipul dekatnya pas sama-sama jadi coverboy, casting, foto-foto. Kan dulu majalah remaja juga dia," tutur pria yang akrab disapa Jos itu ketika akan menjenguk Saipul di tahanan Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2016).

Namun, setelah mulai sama-sama meraih sukses, ia dan Saipul memilih jalur karier berbeda. Jupiter berkecimpung di dunia akting, sedangkan Saipul menjadi penyanyi dangdut.

"Tapi sayang banget kariernya sekarang (semenjak menjadi tersangka kasus pencabulan). Awalnya gue enggak percaya. Tapi namanya teman dirundung kedukaan, gue atas nama teman datang (jenguk). Gue enggak peduli kesalahan apa itu, tidak merubah pertemanan kami," ucapnya.

Sayang, hari ini Jos gagal bertemu Saipul karena dirinya datang ketika jam besuk telah habis.

"Telat, jadi enggak bisa jenguk. Gue sempat ngasih makanan doang dan ngasih salam dari Ria Irawan dan teman lainnya. Minta lewat telepon aja penginnya, doain dia satu menit aja, tapi ternyata enggak boleh," ujar Jupiter.

JAKARTA, KOMPAS - Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Tifaona, menegaskan pihaknya mempersilakan jika benar kuasa hukum pedangdut Saipul Jamil ingin mencabut berita acara pemeriksaan (BAP).

Saipul sendiri saat ini berstatus sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan anak.

"Saya perintahkan Pak Kapolsek, apabila BAP dicabut, kami persilakan. Cabut BAP itu hak tersangka," tutur Kombes Daniel di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (22/2/2016).

Ia menjelaskan, polisi tak cuma berpatok pada pengakuan tersangka. Sebab, sudah ada empat alat bukti yang dipegang oleh penyidik berkait kasus Saipul Jamil ini.

"Pengakuan itu nilainya tidak terlalu besar. Karena pengalaman kami, banyak pelaku yang mengaku di penyidik, kemudian di pengadilan dicabut (pengakuannya)," tuturnya.

"Dan itu hak tersangka. Tapi hakim pasti akan bertanya, mengapa dicabut. Itu jadi penilaian hakim. Kalau tidak ada ancaman kemudian cabut, ya hakim akan menilai siapa yang bohong," tambah Daniel.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Nugraha menimpali bahwa hingga hari ini belum ada pengajuan pencabutan BAP dari pihak Saipul Jamil.

"Belum ada (cabut BAP)," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kuasa hukum Saipul Jamil, Roland Hutabarat dan Kasman Sangaji, menyatakan akan mencabut BAP Saipul.

"Kami menyatakan mencabut BAP awal, sejak kami ditunjuk jadi kuasa hukum hari Jumat siang. Namun, kami tetap tidak mau mengintervensi penyidikan," ujar Kasman, Minggu (21/2/2016).

[Baca: Kuasa Hukum Saipul Jamil Cabut BAP]

Roland beralasan, tidak adil jika pembuatan BAP dilakukan kala Saipul belum menunjuk kuasa hukum.

"Bang Ipul ditangkap, terus dengan cepat dinyatakan sebagai tersangka dan sudah di-BAP. Saya rasa, ini cacat hukum," kata Roland.



JAKARTA, KOMPAS — Penyanyi dangdut Saipul Jamil alias SJ, yang dilaporkan oleh remaja berinisial DS (17), telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Metro Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (18/2/2016).

Kapolsek Metro Kelapa Gading Kompol Ari Chahya Nugroho menjelaskan awal perkenalan Saipul dengan DS. Menurut Ari, tersangka dan korban berkenalan dalam sebuah acara stasiun televisi swasta pada 31 Januari 2016.

"Pada saat itu, SJ menanyakan ke DS, tinggal di mana? Pas DS bilang di daerah Jakarta Utara, kata SJ, 'Oh sama nih, mau diantar (pulang) enggak?' Akhirnya DS mau diantar dan pas turun, sampai rumah, dikasih uang Rp 50.000," ucap Ari.

Pada pertemuan pertama tersebut, DS didampingi oleh temannya. Lain dengan pertemuan kedua, Saipul dan DS berjumpa tanpa sengaja. Saat itu, Saipul meminta kepada DS untuk berkunjung ke rumahnya.

"SJ meminta DS untuk membantunya hingga larut malam. DS kemudian diminta bantuan untuk pijat," katanya.

Bermula dari meminta tolong itulah, Saipul melancarkan aksi tak senonohnya. Saat DS sedang memijat, Saipul meminta agar DS mau melakukan aktivitas seksual.

"SJ sempat dua kali minta, tetapi DS tidak berkenan. Nah, pas DS sedang tertidur sekitar pukul 04.00 WIB, SJ melakukan perlakuan tak senonoh itu," kata Ari.

Tidak terima dilecehkan, DS yang disuruh pulang oleh Saipul langsung melaporkan peristiwa tersebut bersama orangtuanya ke polisi.

Setelah shalat subuh atau kira-kira pukul 05.00 WIB, Saipul langsung diciduk oleh polisi tanpa perlawanan.

"Awalnya, SJ menanyakan maksud kedatangan rekan-rekan polsek. Namun, kami bawa DS ini untuk bertemu Saudara SJ," ucapnya.

Menurut Ari, tim penyidik terus mengembangkan keterangan empat saksi dalam kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain.

Atas perbuatannya, Saipul Jamil dijerat Pasal 76 huruf e dengan ketentuan pidana Pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Jakarta Saipul Jamil rupanya memang senang dekat dengan cowok remaja. Buktinya, Saipul Jamil punya asisten laki-laki berusia 18 tahun lebih dari satu.

Hal itu diungkapkan Nyar Priyanita, pesinetron yang sempat dekat dengan Saipul Jamil pada 2014 lalu. Nyar mengungkapkan, setiap jalan dengannya Saipul Jamil, pedangdut 35 tahun itu selalu membawa asisten laki-laki yang menemaninya kemanapun ia pergi.
"Dia (Saipul Jamil) kalau lagi jalan sama aku suka ajak asistennya. Bisa tiga atau dua orang cowok semua, yah umurnya sekitar 18 tahun," ungkap Nyar Priyanita, saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2015).

Nyar menjelaskan, setiap asisten yang ia ajak punya tugasnya masing-masing. Namun ia tak pernah melihat kalau Saipul Jamil punya asisten perempuan. Meski begitu, saat itu Nyar tak memiliki pemikiran negatif negatif.

Saipul Jamil (Liputan6.com/Faisal R Syam)

"Asistennya yang satu bawa mobilnya dan yang satu lagi bawa barangnya, sisanya nemenin. Karena dia (Saipul) jalannya sama asistennya, jadi aku nggak ada pikiran macam-macam," paparnya.

Selama jalan bareng dengan Saipul Jamil, Nyar tak pernah curiga Saipul Jamil cowok penyuka sesama jenis. "Tapi aku lihat dia (Saipul) normal. Pegangan tangan pernah juga aku sama bang Ipul," kata Nyar. (Pur/fei)

Jakarta Saipul Jamil lagi-lagi kesandung masalah. Seorang pria yang mengaku korban dugaan pencabulan mengadu ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/2/2016) untuk membuat laporan.

Saipul Jamil dilaporkan pria berinisial AW yang berusia 22 tahun. Kejadiannya sendiri diakui pelapor terjadi pada tahun 2014 lalu."Laporan ini kami buat atas dugaan kasus yang dilakukan SJ. Sama seperti kasus DS," ujar kuasa hukum korban, Fajar di Polda Metro Jaya, Rabu (24/2/2016).

Laporan sendiri sudah diterima Polda Metro Jaya. Saat ini, korban diperiksa di ruang Ditreskrimum Polda Metro Jaya. "Sudah diterima laporannya, sedang BAP," ujar Fajar.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Suparmo membenarkan pelaporan terhadap Saipul Jamil. Suparmo mengatakan, korban tersebut melapor ke SPK Polda Metro Jaya sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari data yang didapat Liputan6.com, korban mengaku bertemu dengan Saipul Jamil di sebuah acara. "Kenal tahun 2014. Saat itu SJ mengajak klien kami datang ke rumahnya, menginap di sana terjadi tindakan pencabulan," pungkas Fajar.

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.