Tampilkan postingan dengan label Pendiri. Tampilkan semua postingan

Biografi Kevin Systrom - Pendiri Instagram. Di era saat ini dimana perkembangan smartphone yang semakin maju dimana salah satu yang paling digandrungi oleh tiap orang dalam smartphone adalah aplikasi jejaring sosial. salah satunya adalah Instagram, yang bisa dikatakan sebagai "Bintang Baru" karena sejak awal peluncurannya, penggunanya membludak dengan cepat dan membuatnya semakin populer dibanding jejaring sosial lain, karena kepopulerannya inilah yang kemudian menarik minat facebook sehingga mengakuisisi atau membeli Instagram ini dengan nilai atau harga yang sangat fantantis sehingga menjadikan pendiri instagram menjadi kaya raya dan menjadi milyarder baru di dunia. Pendiri Instagram adalah Kevin Systrom dan Mike Krieger. Kedua pria inilah yang merupakan sosok dibalik aplikasi berbagi foto Instagram. Namun yang akan Biografi Kevin Systrom yang merupakan salah satu pendiri Instagram.

Kevin Systrom lahir pada tanggal 30 Desember 1983 dan dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Holliston di HMassacahusetts, Amerika Serikat. Ia merupakan anak dari Douglas Systrom yang berkerja sebagai kepala sumber daya manusia dan Diane yang merupakan seorang marketing eksekutif. Kevin Systrom menamatkan sekolah menengah umumnya di Middlesex School di Concord, Massachusetts kemudian setelah lulus SMA, Kevin Systrom kemudian masuk ke Stanford University mengambil jurusan Management Science and Engineering dan kemudian lulus pada tahun 2006. Pada saat di Stanford, Kevin Systrom pernah bekerja paruh waktu di perusahaan startup, bernama Odeo. Di kemudian hari Odeo semakin berkembang dan dikenal sebagai penyedia layanan mikroblogging, Twitter. Setelah Lulus dari Stanford, Kevin Systrom kemudian bergabung dengan Google dengan posisi sebagai manajer pemasaran produk. Ia bekerja pada produk seperti Gmail, Google Calendar, Docs, dan Spreadsheets.

Tak lama kemudian ia meninggalkan Google untuk bergabung dengan Nextstop, sebuah startup yang didirikan oleh beberapa mantan karyawan Google. Walau kerjanya fokus pada pemasaran, tak jarang dia membantu membuat ide-ide dalam bentuk pemrograman. Setelah bekerja di Twitter dan Google dan beberapa startup lainnya, ia mulai membangun perusahaan sendiri yang menciptakan aplikasi disebut Burbn yang kemudian menjadi cikal bakal dari Instagram. Pada awalnya Burbn, Inc. sendiri memiliki fokus yang terlalu banyak di dalam HTML5 mobile, namun kedua CEO, Kevin Systrom dan juga Mike Krieger, memutuskan untuk lebih fokus pada satu hal saja. Setelah satu minggu mereka mencoba untuk membuat sebuah ide yang bagus, pada akhirnya mereka membuat sebuah versi pertama dari Burbn, namun di dalamnya masih ada beberapa hal yang belum sempurna. Versi Burbn yang sudah final, adalah aplikasi yang sudah dapat digunakan di dalam iPhone, yang dimana isinya terlalu banyak dengan fitur-fitur yang memungkinkan orang check-in lokasi, membuat rencana, mendapatkan poin untuk bergaul dengan teman-teman, dll. Namun ketika ingin merombak Burbn, mereka melihat bahwa Facebook membuat aplikasi check-in seperti Foursquare.

Sulit bagi Kevin Systrom dan Mike Krieger untuk mengurangi fitur-fitur yang ada, dan memulai lagi dari awal, namun akhirnya mereka hanya memfokuskan pada bagian foto, komentar, dan juga kemampuan untuk menyukai sebuah foto. Itulah yang akhirnya menjadi Instagram. Akhirnya agar tidak bentrok

dengan layanan Facebook, mereka menciptakan Instagram. Instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”, dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Jadi bisa di artikan bahwa Instagram adalah aplikasi berbagi foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena itulah Instagram berasal dari instan-telegram. Sebulan setelah peluncuran, Instagram mampu merangkul 1 juta pengguna. Setahun kemudian, Instagram mencapai lebih dari 10 juta pengguna. Dan pada tahun 2012, Instagram sukses memikat pesaingnya Facebook. Instagram akhirnya sepakat untuk menerima tawaran akuisisi dari Facebook dengan nilai USD 1 miliar. Pembelian terbesar dalam sejarah Facebook.



Dari pembelian tersebut kemudian menjadikan Kevin Systrom dan juga Mike Krieger yang merupakan pendiri instagram menjadi Milyarder baru secara mendadak. Instagram dari hari ke hari terus bertambah penggunanya. Instagram tidak hanya dapat digunakan untuk berbagi foto saja, melainkan dapat juga menyunting foto-foto yang memiliki 16 efek yang dapat digunakan untuk menyunting foto. Dengan aplikasi Instagram, foto-foto dapat diunggah melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, foursquare, flickr, dan juga posterous. Foto yang telah diambil melalui aplikasi Instagram dapat disimpan di dalam berbagai macam gadget seperti iPhone, android dan lain lain tersebut. Penggunaan kamera melalui Instagram juga dapat langsung menggunakan efek-efek yang ada, untuk mengatur pewarnaan dari foto yang dikehendaki oleh sang pengguna. Ada juga efek kamera tilt-shift yang fungsinya adalah untuk memfokuskan sebuah foto pada satu titik tertentu. Setelah foto diambil melalui kamera di dalam Instagram, foto tersebut pun juga dapat diputar arahnya sesuai dengan keinginan para pengguna.

Instagram buatan Kevin Systrom dan Mike Krieger dapat digunakan di iPhone, iPad atau iPod Touch versi apapun dengan sistem operasi iOS 3.1.2 atau yang terbaru dan Android apapun dengan sistem operasi 2.2 (Froyo) atau yang terbaru, dan juga sudah bisa digunakan oleh pengguna Windows Phone namun sayang untuk perangkat Blackberry belum support aplikasi ini. Meskipun begitu ada kelemahan pada Instagram yaitu memiliki keterbatasan ukuran untuk foto , tapi mungkin dengan berjalan nya waktu pasti kelemahan itu bisa di atasi.

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Kevin_Systrom
- http://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_Systrom
- http://teknologi-mu.blogspot.com/2012/08/apa-itu-instagram.html 

Biografi Mark Zuckerberg. Mark Zuckerberg yang bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg adalah seorang pendiri situs jejaring sosial yang sangat terkenal di muka bumi ini yaitu 'Facebook' Mark Elliot Zuckerberg juga seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet.

Biodata Mark Zuckerberg
Nama Lengkap : Mark Elliot Zuckerberg
Tempat, Tanggal/Lahir : White Plains, New York, AS 14 Mei 1984
Pekerjaan : CEO/Presiden Facebook (pemegang 24% saham tahun 2010)
Pasangan : Priscilla Chan
Kerabat : Randi (kakak), Donna dan Arielle (adik)

Penghargaan : TIME Person of the Year 2010

Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden. Facebook yang didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes saat menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Pada tahun 2010, Zuckerberg dipilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. Pada 2011, penghasilan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar.

Zuckerberg lahir pada tahun 1984 di White Plains, New York dari pasangan Karen, seorang psikiater, dan Edward Zuckerberg, seorang dokter gigi. Ia bersama tiga saudara perempuannya, Randi, Donna, dan Arielle, dibesarkan di Dobbs Ferry, New York. Zuckerberg dibesarkan sebagai seorang Yahudi dan menjalani bar mitzvah ketika menginjak usia 13 tahun, meski selama ini ia menetapkan dirinya sebagai seorang ateis.

Di Ardsley High School, Zuckerberg mendapat nilai tinggi pada mata pelajaran klasika sebelum pindah ke Phillips Exeter Academy pada tahun pertamanya, tempat ia mendapat banyak hadiah dalam bidang sains (matematika, astronomi, dan fisika) dan ilmu klasik (dalam formulir pendaftaran perguruan tingginya, Zuckerberg memasukkan bahasa Perancis, Ibrani, Latin, dan Yunani Kuno dalam kolom bahasa non-Inggris yang bisa ia baca dan tulis) swerta merupakan seorang bintang anggar dan kapten tim anggar. Di perguruan tinggi, ia dikenal karena mengutip beberapa kalimat dari puisi-puisi epik seperti The Iliad.

Pada tanggal 19 Mei 2012, Zuckerberg menikah dengan Priscilla Chan. Upacara dilangsungkan di halaman belakang Zuckerberg. Tamu-tamu khusus diundang dengan dalih merayakan lulusnya Chan sebagai dokter dari fakultas kedokteran di University of California, San Francisco.

Zuckerberg adalah anggota Alpha Epsilon Pi. Pada awalnya Mark Zuckerberg hanyalah seorang mahasiswa dari Universitas Harvard. Zuckerberg lalu membuat suatu sistem jejaring sosial untuk kelasnya. Tetapi setelah ia membuat sistem tersebut, ternyata semakin banyak saja orang yang tergabung didalamnya. Sistem itu lama-kelamaan telah menjaring universitas terdekat dari tempatnya kuliah, dan inilah awal dari Facebook yang kita kenal saat ini.

Dari situasi inilah, Zuckerberg berinisiatif untuk mengembangkan sistem jejaring tersebut. Mula-mula Zuckerberg mengembangkan sistem ini dan memberi nama Facebook. Zuckerberg dan kawan-kawannya lalu menyewa tempat di Palo Alto, California sebagai tempat untuk mengembangkan Facebook. Karena keasyikan untuk mengembangkan proyek Facebook, maka Zuckerberg lupa akan kuliahnya. Zuckerberg dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit antara memilih pendidikannya atau bisnis proyek yang sedang dia kembangkan. Dengan sikap yang optimis Zuckerberg dan kawan-kawannya memilih untuk meninggalkan kuliah mereka, dan memfokuskan diri pada proyek Facebook tersebut.

Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asrama Harvard pada tanggal 4 Februari 2004. Sebuah inspirasi awal Facebook mungkin berasal dari Phillips Exeter Academy, sekolah tinggi swasta dimana Zuckerberg lulus tahun 2002. Ini mempublikasikan direktori mahasiswa sendiri, buku angkatan yang oleh siswa disebut sebagai "The Facebook". Direktori foto semacam itu merupakan bagian penting pengalaman sosial bagi kebanyakan siswa di sekolah swasta. Dengan hal tersebut, siswa dapat mendaftar berbagai hal seperti tahun angkatan, kedekatan mereka dengan teman-teman, dan nomor telepon mereka.

Setelah kuliah, Facebook dimulai dari hanya sebagai "barang Harvard" sampai akhirnya Zuckerberg memutuskan untuk menyebarkan ke sekolah lain, mendaftar dengan bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka pertama kali dimulai dari Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan Yale, dan kemudian di sekolah lain yang memiliki kontak sosial dengan Harvard University.

Pada tanggal 21 Juli 2010, Zuckerberg melaporkan bahwa perusahaan mencapai angka 500 juta pengguna. Ketika ditanya apakah bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari iklan sebagai hasil dari pertumbuhan yang fenomenal, ia menjelaskan: Saya kira kami bisa ... Jika anda melihat berapa banyak halaman kami diambil untuk porsi iklan dibandingkan dengan rata-rata permintaan pencarian. Rata-rata bagi kita adalah sedikit kurang dari 10 persen dari halaman, dan rata-rata untuk pencarian adalah sekitar 20 persen yang diambil dengan iklan. Itu hal sederhana yang bisa kami lakukan. Tapi kami tidak seperti itu. Kami menghasilkan cukup uang. Benar, maksud saya, kita menjaga hal-hal berjalan, kita tumbuh pada tingkat yang kita inginkan.

Pada tanggal 24 Mei 2007, Zuckerberg meluncurkan Facebook Platform, sebuah platform pengembangan untuk para pemrogram untuk membuat aplikasi sosial dalam Facebook. Dalam beberapa minggu, banyak aplikasi yang telah dibangun dan beberapa sudah memiliki jutaan pengguna. Ini berkembang menjadi lebih dari 800.000 pengembang di seluruh dunia aplikasi Facebook Platform. Pada tanggal 23 Juli 2008, Zuckerberg mengumumkan Facebook Connect, sebuah versi dari Facebook Platform untuk para pengguna.

Pada tanggal 6 November 2007, Zuckerberg mengumumkan sistem periklanan baru sosial bernama Beacon, yang memungkinkan orang untuk berbagi informasi dengan teman-teman mereka berdasarkan kegiatan browsing mereka di situs lain. Misalnya, penjual eBay bisa memberitahu teman-teman tahu secara otomatis apa yang telah mereka untuk dijual melalui Facebook news feed daftar barang-barang mereka yang dijual. Program ini berada di bawah pengawasan karena masalah privasi dari kelompok-kelompok dan pengguna individu. Zuckerberg dan Facebook gagal untuk menanggapi keprihatinan dengan cepat, dan pada tanggal 5 Desember 2007, Zuckerberg menulis blog di Facebook yang isinya mengambil tanggung jawab atas keprihatinan tentang Beacon dan menawarkan cara yang lebih mudah bagi pengguna untuk memilih keluar dari layanan tersebut.

Itulah Biografi Mark Zuckerberg, semoga bermanfaat.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Mark_Zuckerberg

Tag : Biografi Mark Zuckerberg, Biografi Pendiri Facebook, Biografi Mark Zuckerberg Sang Pendiri Facebook, Pendiri Facebook, Biografi Mark Zuckerberg.

Biografi PK Ojong - Pendiri Surat Kabar Kompas. Petrus Kanisius Ojong atau Auwjong Peng Koen Lahir di Bukittinggi, 25 Juli 1920, dengan nama Auw Jong Peng Koen ia adalah salah satu pendiri surat kabar Kompas selain Jakob Oetama. Ayahnya, Auw Jong Pauw, sejak dini giat membisikkan kata hemat, disiplin, dan tekun kepadanya. Auw Jong Pauw awalnya petani di Pulau Quemoy (kini wilayah Taiwan) yang kemudian merantau ke Sumatra Barat. Ojong sudah dikaruniai anugerah tak terkira. Kelak, meski sudah menjadi juragan tembakau, trilogi hemat, disiplin, dan tekun tetap dipedomani keluarga besar (11 anak dari dua istri; istri pertama Jong Pauw meninggal setelah melahirkan anak ke-7. Peng Koen anak sulung dari istri kedua) yang menetap di Payakumbuh ini. Saat Peng Koen kecil, jumlah mobil di Payakumbuh tak sampai sepuluh, salah satunya milik ayahnya. Artinya, mereka hidup berkecukupan.

Tapi, Sang Ayah, Jong Pauw selalu berpesan, nasi di piring harus dihabiskan sampai butir terakhir. Sampai akhir hayat, Peng Koen tak pernah menyentong nasi lebih dari yang kira-kira dapat dihabiskan. Ojong mempunyai enam anak, empat di antaranya laki-laki. P.K. Ojong saat bersekolah di Hollandsch Chineesche School (HCS, sekolah dasar khusus warga Tionghoa) Payakumbuh. Di masa ini, ia berkenalan dengan ajaran agama Katolik. Beberapa waktu kemudian, dia masuk Katolik dan mendapat nama baptis Andreas. Ia gemar membaca koran dan majalah yang dilanggani perkumpulan penghuni asrama. Kalau murid lain cuma memperhatikan isi tajuk rencana, Auwjong menelaah juga cara penulisan dan penyajian gagasan. Sifat-sifat itu membentuk karakter Auwjong. Kebiasaan hemat membuatnya hati-hati dan teliti. Disiplin dan tekun membentuk dia jadi orang yang lurus dan serius.

Walau sejak di HCK Meester Cornelis dia sudah mulai menulis, pekerjaan pertama Auwjong adalah guru. Mudah dimengerti karena HCK memang sekolah calon guru. Dia memilih HCK karena biayanya murah. Kebetulan, kondisi keuangan keluarganya sepeninggal sang ayah tahun 1933 tidak terlalu baik.Selulus HCK pada Agustus 1940, ia mengajar di kelas I Hollandsch Chineesche Broederschool St. Johannes di kawasan Jakarta Kota. Saat Jepang menyerbu Hindia Belanda, sekolah-sekolah ditutup. Seperti guru-guru lain, Auwjong kehilangan mata pencaharian. Tamatlah kariernya di bidang pendidikan. Waktu bergulir, Auwjong makin lihai memainkan pena. Kepercayaan besar datang, menyusul pengangkatannya sebagai redaktur pelaksana Star Weekly. Di tengah kesibukan mencari berita, dia menyempatkan diri menimba ilmu di Rechts Hoge School (RHS), kini Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Dia juga aktif membantu kegiatan berbau sosial yang diadakan Sin Ming Hui (kini Candra Naya), perkumpulan sosial yang didirikan Khoe Woen Sioe dan Injo Beng Goat. Sin Ming Hui didirikan untuk menyalurkan ketidakpuasan mereka pada para pemuka Tionghoa yang tua-tua dan kaya-raya. Khoe dan Injo merasa para pemuka itu tidak membela orang-orang yang diwakilinya. Khoe dan Injo dikenal sebagai duo antikomunis. Injo Beng Goat bahkan pernah berpidato di corong RRI, menganjurkan golongan Tionghoa selalu mendukung RI. Kelak, Sin Ming Hui menjadi pencetus lahirnya sejumlah organisasi sosial, di antaranya RS Sumber Waras dan Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Tahun 1951, Auwjong lulus RHS. Ia segera diangkat menjadi pemimpin redaksi Star Weekly. Ia meminta para ahli menulis tentang masalah yang hangat. Saat Amerika meledakkan bom hidrogen, misalnya, Auwjong mencari orang yang bisa menjelaskan secara populer kepada pembaca. Agar ceritanya tidak terlalu ilmiah, dia menyiapkan dulu pertanyaan-pertanyaan yang lazim muncul di benak awam, kemudian menerjemahkan keterangan rumit si ahli tadi. Auwjong sangat ahli dalam soal seperti ini. Sebagai pengasuh rubrik tetap, dipilih mereka yang benar-benar ahli. Umpamanya, ruang pajak diasuh Mr. Sindian Djajadiningrat, Direktur Jenderal Iuran Negara saat itu. Sedangkan Prof. Poorwo Soedarmo, dokter ahli gizi yang memperkenalkan konsep "Empat Sehat Lima Sempurna", mengasuh ruang gizi.

Auwjong termasuk kutu buku. Buku hariannya penuh judul buku, tanggal, dan harga pembeliannya. Bahkan, selama perjalanan berangkat atau pulang kantor pun ia memelototi bacaan. Dari koleksi bukunya, tercermin luasnya minat Auwjong. Mulai yang berbau hukum, sejarah, kesenian, kesusasteraan, kebudayaan, sosiologi, sains, jurnalistik, filsafat, cerita kriminal, psikologi, tanaman, kesehatan, hingga buku masakan. Cerita tentang Perang Eropa dan Pasifik yang dimuat Star Weekly tahun 1950-an merupakan buah kesukaan Auwjong membaca. Sebagai pimpinan majalah yang cukup disegani, Auwjong tak bisa menutup mata dari aktivitas berbau politik. Akhir 1953, dia termasuk orang yang prihatin pada nasib golongan Tionghoa peranakan yang terancam kehilangan kewarganegaraan Indonesianya.
Waktu itu, pemerintah membuat RUU yang menganggap peranakan Tionghoa di Indonesia memiliki kewarganegaraan rangkap. Kalau mau menjadi WNI, mereka harus aktif menolak kewarganegaraan RRC. Aturan ini sangat tidak menguntungkan buat peranakan Tionghoa yang tinggal di pelosok dan tidak terpelajar. Puncaknya, dalam pertemuan di Gedung Sin Ming Hui, berkumpul sejumlah tokoh peranakan Tionghoa, di antaranya Siauw Giok Tjhan, Tan Po Goan, Tjoeng Tin Jan, Tjoa Sie Hwie (keempatnya angota parlemen), Yap Thiam Hien, Oei Tjoe Tat. Mereka membentuk panitia yang bertugas meneliti masalah kewarganegaraan Indonesia bagi keturunan Tionghoa dengan Siauw Giok Tjhan, (anggota parlemen) menjadi ketua. Panitia ini juga melahirkan Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia (Baperki). Bersama sembilan tokoh peranakan Tionghoa lainnya (di antaranya Injo Beng Goat dan Onghokham) dia menandatangani pernyataan berisi dukunganterhadap proses asimilasi, namun mengimbau agar prosesnya berjalan tanpa paksaan.

Pada saat bersamaan, isi Star Weekly makin menasional. Kalau tadinya edisi khusus hanya untuk menyambut Tahun Baru Imlek, maka kemudian ada edisi Idul Fitri, 17 Agustus, bahkan hari Kebangkitan Nasional. Sampai tahun 1958, tirasnya sudah 52.000; angka yang mengesankan. Itu berkebalikan dengan nasib Keng Po. Pada 1 Agustus 1957, surat kabar antikomunis itu diberangus pemerintah tanpa alasan jelas. Namun bisa diduga, pembredelan ini tak lepas dari peran PKI yang saat itu besar pengaruhnya di pemerintahan. PT Keng Po mengubah nama menjadi PT Kinta (kependekan dari kertas dan tinta).

Itu sebabnya, Auwjong jadi makin hati-hati. Rubrik "Gambang Kromong" yang berisi sentilan dihilangkan. Sedangkan "Timbangan" berganti nama menjadi "Intisari". Benar, Star Weekly tak luput dari peringatan. Rubrik "Tinjauan Luar Negeri", misalnya, kerap dianggap menyentil kebijakan luar negeri Indonesia. Puncaknya, Auwjong dipanggil pihak yang berwenang. Satu kalimat yang ia ucapkan sekembali dari sana ialah, "Wij zijn dood, "Kita semua mati". Seisi kantor terdiam. Pemerintah tak pernah menyebut dengan jelas alasan penutupan majalah bertiras 60.000 (hingga nomor terakhir, 7 Oktober 1961) itu.

Meski dibredel, Auwjong dan para karyawan tetap masuk seperti biasa. Khoe Woen Sioe, direktur Keng Po dan pimpinan Star Weekly berusaha menyalurkan mereka ke unit usaha lain. Khoe sadar, kepandaian sebagian besar anak buahnya cuma tulis-menulis dan cetak-mencetak. Maka, didirikanlah PT Saka Widya yang menerbitkan buku-buku. Sejak itu, Auwjong punya jabatan baru, direktur perusahaan penerbitan buku.

LAHIRNYA "INTISARI" DAN "KOMPAS"

Saat PT Kinta dilanda kemunduran tahun 1963, Auwjong dan Jakob Oetama menerbitkan majalah yang diniatkan untuk membebaskan masyarakat dari keterkucilan informasi. sejak awal 1960-an, Auwjong dan Jakob keduanya sama-sama menjadi pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia. Juga pernah sama-sama jadi guru dan punya minat besar pada sejarah. Seperti Star Weekly, Intisari melibatkan banyak ahli. Di antaranya ahli ekonomi Prof. Widjojo Nitisastro, penulis masalah-masalah ekonomi terkenal Drs. Sanjoto Sastromihardjo, atau sejarawan muda Nugroho Notosusanto. Saat itu, pergaulan Auwjong sudah sangat luas. Dia berteman baik dengan Goenawan Mohamad, Arief Budiman, Soe Hok Gie, dan Machfudi Mangkudilaga. Intisari terbit 17 Agustus 1963. Seperti Star Weekly, ia hitam-putih dan telanjang, tanpa kulit muka. Ukurannya 14 X 17,5 cm, dengan tebal 128 halaman. Logo "Intisari"-nya sama dengan logo rubrik senama yang diasuh Ojong di Star Weekly. Edisi perdana yang dicetak 10.000 eksemplar ternyata laris manis.
Kira-kira dua tahun umur Intisari, Ojong dan Jakob menerbitkan Harian Kompas. Saat itu, hubungan antara Intisari dan Kompas mirip-mirip Star Weekly dan Keng Po. Saling membantu, berkantor sama, bahkan wartawannya pun merangkap. Setelah beberapa pengurus Yayasan Bentara Rakyat bertemu Bung Karno, beliau mengusulkan nama "Kompas". Pengurus yayasan - I.J. Kasimo (Ketua), Frans Seda (Wakil Ketua), F.C. Palaunsuka (Penulis I), Jakob Oetama (Penulis II), dan Auwjong Peng Koen (bendahara) - setuju. Mereka juga menyepakati sifat harian yang independen, menggali sumber berita sendiri, serta mengimbangi secara aktif pengaruh komunis, dengan tetap berpegang pada kebenaran, kecermatan sesuai profesi, dan moral pemberitaan. Sesuai sifat Auwjong yang selalu merencanakan segala sesuatunya dengan cermat, kelahiran Kompas disiapkan sematang mungkin.

Soalnya, modal awal mereka cuma Rp 100.000,-, sebagian uang Intisari. Maka, 28 Juni 1965 terbit Kompas nomor percobaan yang pertama. Setelah tiga hari berturut-turut berlabel percobaan, barulah Kompas yang sesungguhnya beredar. Seperti di Intisari, karena alasan politis, nama Auwjong tak dicantumkan di jajaran redaksi. Intisari dan Kompas membuat Ojong bersemangat. Pagi-pagi, sebelum pukul 06.30, dia sudah menjemput para karyawan dengan Opel Caravan. Di perjalanan, Auwjong biasa mengajak mereka mengobrol. Pukul 07.00 Ojong sudah di kantor. "Jangan datang pukul sembilan, kalau ingin karyawan datang pukul tujuh," cetusnya. Tapi Kompas sendiri awalnya sering terlambat terbit hingga dijuluki komt pas morgen (besok baru datang). Ketika terjadi peristiwa G30S/PKI, Ojong dan Jakob harus mengambil keputusan di saat paling krusial. Pelaku kudeta baru mengeluarkan ketentuan, setiap koran yang terbit harus menyatakan kesetiaan. "Jakob, kita tidak akan melakukannya. Sama saja ditutup sekarang dan mungkin juga menderita sekarang atau beberapa hari lagi," tegas Ojong.

Pilihan ini terbukti benar karena upaya PKI gagal total. Tanggal 6 Oktober, semua koran yang tak pernah menyatakan setia pada upaya kup boleh terbit kembali. Keruan saja, dalam kondisi langka koran, Kompas mulai dilirik. Beberapa hari kemudian, saat koran-koran mapan terbit kembali, banyak pembaca tetap membeli Kompas, karena telanjur mencintai surat kabar yang baru mereka kenal ini. Ojong tidak pernah berambisi membuat korannya bertiras paling tinggi. "Biar orang lain saja yang oplahnya paling besar. Kita menjadi nomor dua terbesar saja," katanya. Menjelang akhir hayat, Ojong mulai sadar cara kerja orang lain tak harus sama dengannya. Tak semua orang bisa bekerja sepanjang hari tanpa berhenti sebentar pada saat-saat tertentu untuk beroleh kesegaran baru. Tak heran, kematiannya 31 Mei 1980 terasa begitu "mudah". Begitu mendadak, tanpa didahului sakit yang menyiksa. Barangkali memang cuma wartawan "lurus" yang bisa begini, meninggal dengan benda kesayangan (buku) di sampingnya.

Referensi :

- http://www.lppm.ac.id/article.php?p=top&id=801
- http://myquran.org/forum/index.php/topic,14914.0.html
- http://suprichusnul.multiply.com/journal/item/236?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
- http://kolom-biografi.blogspot.com/2012/05/biografi-pk-ojong-pendiri-surat-kabar.html

Biografi Jakob Oetama - Pendiri Surat Kabar Kompas. Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931, dia merupakan wartawan dan salah satu pendiri surat kabar Kompas. Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA (Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta. Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956. Pada April 1961, Ojong mengajak Jakob membuat majalah baru bernama Intisari, isinya sari pati perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Majalah bulanan Intisari terbit pertama kali Agustus 1963.

Untuk menjalani hidup sebagai wartawan, Jakob bergaul akrab dengan kalangan wartawan seperti Adinegoro, Parada Harahap, Kamis Pari, Mochtar Lubis, dan Rosihan Anwar. "Dalam soal-soal jurnalistik, Ojong itu guru saya, selain Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar," katanya. Di mata Jakob, Ojong kuat di bidang humaniora dan kuat dalam prinsip nilai-nilai kemajuan. Mochtar Lubis sosok yang berani dan memegang teguh prinsip, sedang Rosihan Anwar kuat dalam persoalan humaniora. Majalah Intisari kemudian diperkuat oleh teman-teman Jakob-Ojong dari Yogyakarta seperti Swantoro dan J Adisubrata. Menyusul kemudian Indra Gunawan dan Kurnia Munaba.

Bersama P.K OJONG ,Jacob oetama pada tahun 1963 mendirikan majalah intisari.majalah ini berkiblat pada majalah reader’sdigest yang berasal dari amerika. selanjutnya kisah sukses intisari dilanjutkan dengan mendirikan sebuah Koran harian yang di beri nama KOMPAS.hal ini terjadi pada tahun 1965,dimana pada masa itu Indonesia sedang di sibukan oleh ancaman pemberontakan PKI.

Sejak awal 1960-an, Auwjong dan Jakob keduanya sama-sama menjadi pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia. Juga pernah sama-sama jadi guru dan punya minat besar pada sejarah. Seperti Star Weekly, Intisari melibatkan banyak ahli. Di antaranya ahli ekonomi Prof. Widjojo Nitisastro, penulis masalah-masalah ekonomi terkenal Drs. Sanjoto Sastromihardjo, atau sejarawan muda Nugroho Notosusanto. Saat itu, pergaulan Auwjong sudah sangat luas. Dia berteman baik dengan Goenawan Mohamad, Arief Budiman, Soe Hok Gie, dan Machfudi Mangkudilaga. Intisari terbit 17 Agustus 1963. Seperti Star Weekly, ia hitam-putih dan telanjang, tanpa kulit muka. Ukurannya 14 X 17,5 cm, dengan tebal 128 halaman. Logo "Intisari"-nya sama dengan logo rubrik senama yang diasuh Ojong di Star Weekly. Edisi perdana yang dicetak 10.000 eksemplar ternyata laris manis.

Saling membantu, berkantor sama, bahkan wartawannya pun merangkap. Setelah beberapa pengurus Yayasan Bentara Rakyat bertemu Bung Karno, beliau mengusulkan nama "Kompas". Pengurus yayasan - I.J. Kasimo (Ketua), Frans Seda (Wakil Ketua), F.C. Palaunsuka (Penulis I), Jakob Oetama (Penulis II), dan Auwjong Peng Koen (bendahara) - setuju. Mereka juga menyepakati sifat harian yang independen, menggali sumber berita sendiri, serta mengimbangi secara aktif pengaruh komunis, dengan tetap berpegang pada kebenaran, kecermatan sesuai profesi, dan moral pemberitaan. Sesuai sifat Auwjong yang selalu merencanakan segala sesuatunya dengan cermat, kelahiran Kompas disiapkan sematang mungkin.
 Dari perkembangan kompas inilah,kemudian berdirilah kelompok usaha KOMPAS GRAMEDIA. gramedia adalah nama yang di gunakan untuk member label pada usaha toko buku.hingga kini kelompok kompas gramedia dibawah kendali Jacob oetama sudah melebarkan sayapnya di bebagai bidang usaha.termasuk diantaranya mengelola bisnis hotel serta sempat berkiprah didunia jurnalistik pertelevisian.

Dibawah kepemimpinan Jacob oetama telah terjadi metamorfosis pers dari pers yang sektarian menjadi media massa yang merefleksikan inclusive democracy. Pengalaman kerja di bidang jurnalisme dimulai dari editor majalah Penabur, Ketua Editor majalah bulanan Intisari, Ketua Editor harian Kompas, Pemimpin Umum/Redaksi Kompas, dan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia. Sejumlah karya tulis Jacob Oetama, antara lain, Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin, yang merupakan skripsi di Fisipol UGM tahun 1962, Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001), serta Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
 Jacob juga berkiprah dalam berbagai organisasi dalam maupun luar negeri. Beberapa diantaranya pernah menjadi Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Anggota DPR Utusan Golongan Pers, Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia, Anggota Dewan Penasihat PWI, Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ), Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai.

Jakob Oetama adalah penerima doktor honoris causa ke- 18-yang dianugerahkan UGM setelah sebelumnya gelar yang sama dianugerahkan UGM kepada Kepala Negara Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah. Promotor Prof Dr Moeljarto Tjokrowinoto dalam penilaiannya menyatakan, jasa dan karya Jakob Oetama dalam bidang jurnalisme pada hakikatnya merefleksikan jasa dan karyanya yang luar biasa dalam bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Ia juga telah memberikan pengaruh tertentu kepada kehidupan pers di Indonesia. Dalam pertimbangannya, UGM menilai Jacob Oetama sejak tahun 1965 berhasil mengembangkan wawasan dan karya jurnalisme bernuansa sejuk, yaitu "kultur jurnalisme yang khas", wawasan jurnalistik yang berlandaskan filsafat politik tertentu. Kultur jurnalisme itu telah menjadi referensi bagi kehidupan jurnalisme di Indonesia.

Referensi :

- http://www.tribunnews.com/2011/09/29/jakob-oetama-belajar-dari-ojong
- http://id.wikipedia.org/wiki/Jakob_Oetama
- http://www.ukafahrurosid.com/2009/02/kisah-sukses-jacob-oetama.html
- http://ais-zakiyudin.blogspot.com/2011/12/profil-wirausaha-sukses_15.html

Biografi Andrew Darwis - Pendiri Kaskus. Andrew Darwis lahir 20 Juli 1979 di jakarta merupakan pendiri (founder) komunitas online terbesar di Indonesia, Kaskus lewat situs Kaskus.us yang sekarang ini mempunyai lebih dari 3 juta member . Andrew sekarang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media Indonesia (Kaskus) sekaligus pemilik (owner) Kaskus Network lewat PT Darta Media Indonesia. Andrew memulai pendidikannya di SD Tarakanita Pluit Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Tarakanita Pluit Jakarta, setelah lulus SMP kemudian andrew memilih melanjutkan SMA Gandhi National School, Ancol '98 Jakarta, setelah lulus kemudian Andrew melajutkan studinya di Universitas Bina Nusantara, 1998 jurusan Sistem Informasi,


Setelah berkuliah di Binus, Andrew mencari universitas lain yang ‘mendukung’ hobi barunya. Ia kesulitan menemukan universitas yang cocok di Indonesia, karena kala itu multimedia belum menjadi lahan mata pencaharian umum di Indonesia. Namun akhirnya ia menemukannya melalui informasi seorang teman yang baru pulang dari Amerika. Sebuah universitas bernama Seattle University dinilainya dapat memfasilitasi hasratnya mendalami dunia web programming. Pada awalnya, kedua orang tua Andrew tidak setuju dengan keinginan anaknya. Mereka menganggap kuliahnya kelak akan terlalu menghamburkan uang, belum lagi biaya hidup disana. Namun setelah didesak oleh Andrew, akhirnya mereka luluh juga, dengan syarat biaya hidup selama kuliah di Amerika harus ditanggungnya sendiri. Andrew menyanggupinya.

Kemudian ia memilih melanjutkan studinya di luar negeri di Art Institute of Seattle, 1999 - 2003 jurusan Multimedia & Web Design, setelah itu ia melanjutkan masternya di universitas yang sama jurusan Master of Computer Science, Seattle University, tahun 2004 - 2006. Andrew mendirikan Kaskus pada 6 November 1999. Bermula dari pengalamannya saat menimba ilmu di salah satu universitas terkemuka di Negeri Paman Sam, Seattle University, Program Studi Multimedia & Web Design, Art Institute of Seattle Computer Science di tahun 1999, pria yang disapa Andrew ini terinspirasi membuat website forum komunitas yang bisa di bilang menjadi yang terbesar di Indonesia. "Saat itu saya ditugaskan oleh dosen untuk membuat program dari free software, dari situlah mulai muncul ide membuat website dengan nama Kaskus." Ujar Andrew yang bekerja di perusahaan lyrics.com saat kuliah di Amerika.

Kaskus berasal dari kata Kasak-Kusuk atau bermakna bergosip. Dengan modal awal sebesar US$ 3 (Rp 30.000,-) untuk membeli server, Andrew dan dua rekannya, Ronald dan Budi, memilih untuk membuat portal yang berisi mengenai berita maupun informasi tentang Indonesia. Portal tersebut sengaja di buat menjadi suatu media untuk memuaskan kerinduan bagi masyarakat Indonesia yang berada di Luar negeri. Manfaatnya adalah semakin membaiknya geliat bisnis online, serta banyaknya orang yang memulai bisnis online dilihat Andrew sebagai potensi besar yang mendukung perkembangan Kaskus. Berdasarkan survey, terdapat lebih dari 40 juta pengguna Internet di Indonesia. Dengan jumlah yang luar biasa tersebut, ia mengasumsikan bahwa masing-masing pengguna Internet adalah target pasar yang potensial.

Kendalanya Andrew mengaku bahwa kendala terberat dialaminya saat awal pembentukan Kaskus. Ia harus turun tangan langsung dan memperbaiki apabila ada server yang down, karena saat itu Andrew belum memiliki karyawan. Selain itu kendala terberat juga dialaminya ketika pindah ke Jakarta, karenai ia harus meyakinkan customer dan advertiser mengenai citra Kaskus.

Pemasarannya Andrew dan timnya di awal usaha harus bergeriliya door to door ke klien untuk memperkenalkan positioning Kaskus dan tidak sampai 1 tahun, Kaskus sudah banyak dipercaya oleh client-client besar yang sudah mendukung Kaskus sejak pertama kali Kaskus launching pada Desember 2008. Berselang 2 bulan kemudian Kaskus resmi menjadi perusahaan professional di bawah bendera PT. Darta Media Indonesia. Saat ini tercatat Kaskus memiliki 3.730.031 member(update pertanggal 3 Desember 2011 pada pukul 11.55) dan terus bertambah tiap detiknya. Kaskus memiliki target pasar dari usia 15-40 tahun baik kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, professional dan entrepreneur.

Berbagai penghargaan juga diterima oleh Andrew di antaranya The Best Indonesian Communities for 2005 and 2006 versi Alexa.com dan Wikipedia, dari Microsoft dengan nominasi Kaskus Indonesia Innovative Top Web Site di tahun 2008, dan dari Indosat dengan nominasi Kaskus The Online Inspiring Award di tahun 2009 Saat ini untuk me-manage Kaskus, Andrew dibantu 30 orang karyawan yang terbagi dalam tim pemasaran (marketing), sales, IT dan kreatif (creative).


Kini Andrew dibantu oleh sekitar 30 orang karyawan dalam mengatur kaskus.us, yang terbagi menjadi beberapa tim antara lain marketing, sales, IT dan creative. Pada tahun 2009, penghasilan Andrew dari kaskus adalah sekitar 600 juta rupiah per bulan. Andrew mengaku akan terus mengembangkan situsnya tersebut, dan mulai mengincar pengguna internet luar negeri dalam marketing content (isi) kaskus. Kini,Pria yang dikenal para kaskuser sebagai ‘Mimin’ (singkatan dari Admin) ini patut berbangga, kaskus telah menjadi sebuah situs fenomenal yang memiliki istilah tersendiri yang tidak dimiliki situs forum lainnya. Dirinya pun masuk ke dalam jajaran enterpreneur muda berbakat kebanggaan Indonesia

Dari sekian banyak konten dalam Kaskus.us, tanpa ragu Andrew menyebut konten Jual Beli (FJB) dan Lounge sebagai terfavorit dikunjungi kaskuser. Para kaskuser yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia itu bisa memanfaatkan konten ini untuk transaksi bisnis online. Dalam sehari saja, 80 ribu daftar barang, diikutkan dalam Forum Jual Beli (FJB).

Obsesi yang ingin diraih Andrew untuk pengembangan bisnis online-nya adalah terus mengembangkan content (fasilitas yang ada di dalam website) Di Indonesia, sehingga nantinya orang luar negerilah yang akan membeli content itu.

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Andrew_Darwis
- http://livebeta.kaskus.us/thread/000000000000000006327037/biografi-andrew-darwismimin-kaskus

Jimmy Donal "Jimbo" Wales atau Jimmy Wales lahir di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat, 7 Agustus 1966, Ayahnya adalah manajer toko kelontong, sementara ibunya, (Doris) dan neneknya (Erma) mengurus suatu sekolah swasta kecil yang berupa "sekolah tradisional dengan satu ruang kelas". tempat Wales bersekolah. Karena jumlah murid yang sekelas dengannya selalu hanya empat anak, pihak sekolah menyatukan murid-murid kelas satu hingga kelas empat, dan kelas lima hingga kelas delapan.


Setelah lulus kelas delapan, Wales masuk Randolph School, suatu sekolah persiapan untuk masuk perguruan tinggi, yang merupakan pendukung awal gerakan penggunaan laboratorium komputer dan fasilitas teknologi lainnya untuk digunakan oleh para siswa. Wales mengatakan bahwa biaya bersekolah di sana terlalu mahal untuk keluarganya, tetapi pendidikan dianggap penting. "Keluarga saya selalu mementingkan pendidikan … suatu pendekatan yang sangat tradisional terhadap pendidikan sebagai landasan kehidupan yang baik." Ia menerima gelar sarjana dalam bidang keuangan dari universias Auburn dan melanjutkan pendidikannya di bidang keuangan pada universitas Alabama dan memperoleh gelar master dalam bidang keuangan. Setelah itu, ia mengikuti pendidikan doktoral di Universitas Indiana. Selama menjadi mahasiswa pasca-sarjana, ia mengajar di kedua universitas itu, tetapi ia tidak mengerjakan disertasi yang dibutuhkan untuk memperoleh gelar Ph.D.

Sejak 1994 hingga 2000, Wales bekerja sebagai direktur riset di Chicago Options Associates, suatu perusahan pialang bursa berjangka dan option di Chicago. Menurut Daniel Pink dari majalah Wired, dengan melakukan "spekulasi tingkat bunga dan mata uang asing" ia segera bisa mengumpulkan cukup uang untuk "membiayai dirinya sendiri dan istri selama hidup". Pada 1996, ia mendirikan situs portal pencari yang bernama Bomis, yang juga menjual hal-hal yang bersifat erotis hingga pertengahan 2005. Pada September 2005 ia diwawancarai oleh stasiun televisi kabel C-SPAN tentang keterlibatannya di masa lalu terhadap hal itu, yang disebut oleh Brian Lamb, si pewawancara, sebagai "gambar-gambar porno". Wales menjawab dengan menggambarkan Bomis sebagai "situs mesin pencari untuk pria", dengan target pasar yang serupa dengan Majalah Maxim.

Dalam wawancara dengan website majalah online Wired News, ia juga menjelaskan bahwa ia menentang pengelompokkan Bomis ke dalam kelompok "pornografi soft-core": "Jika film-film dengan rating R dikelompokkan ke dalam pornografi softcore, film itu memang porno. Dengan kata lain, tidak, Bomis tidak porno." Wales sudah tidak lagi terlibat secara aktif pada perusahaan itu. Pada Maret 2000, ia mendirikan ensiklopedia yang bisa disunting oleh khalayak ramai namun di awasi oleh orang-orang terkemuka di bidangnya masing-masing, yaitu Nupedia.com ("ensiklopedia bebas"), dan mempekerjakan Larry Sanger sebagai editor-in-chief.

Larry Sanger mengajukan proposal untuk membuat ensiklopedia menggunakan piranti lunak wiki pada 10 Januari 2001, dan Wales berusaha untuk mewujudkannya, dan meluncurkannya pada 15 Januari 2001. ketika itu, Wikipedia adalah situs berbasis wiki sebagai fasilitas untuk membuat isi awal ensiklopedia yang dikerjakan oleh khalayak ramai untuk diperiksa oleh para ahli dan kemudian dimasukkan ke Nupedia, tetapi perkembangan Wikipedia yang begitu cepat menjadikannya sebagai proyek yang lebih berkembang dan Nupedia menjadi terbengkalai. Sanger mengundurkan diri dari proyek ini pada 2002.

Pada pertengahan 2003, Wales mendirikan Yayasan Wikimedia, perusahaan nirlaba yang berpusat di St. Petersburg, untuk mendukung Wikipedia dan proyek-proyek serupa lainnya. Ia menunjuk dirinya sendiri dan dua orang rekan bisnisnya yang bukan Wikipedian aktif menjadi anggota dewan direksi yang terdiri atas lima orang; dua orang anggota lainnya adalah wakil komunitas terpilih. Menurut Daniel H. Pink dari majalah Wired, hingga 2004 Wales telah menghabiskan lebih kurang US$500.000 untuk mendirikan dan mengoperasikan proyek-proyek Wiki-nya, hampir seluruhnya berasal dari sakunya sendiri. Pada akhir pengumpulan dana pada Februari 2005, Yayasan Wikimedia telah didukung sepenuhnya oleh sumbangan dan hadiah. Wales menjadi semakin terlibat dengan mempromosikan dan berbicara mengenai proyek-proyek Wikimedia, dan untuk melakukannya, ia mengunjungi konferensi-konferensi dan pertemuan-pertemuan, seperti "Wikimeets" dan Wikimania.

jimmy wales, penemu, wikipedia, biografi, pengusaha
Wales seringkali menjelaskan tujuan-tujuannya akan Wikipedia. Dalam wawancara dengan situs web Slashdot, Ia mengatakan, "Bayangkanlah suatu dunia yang setiap orangnya bisa memperoleh akses gratis ke seluruh ilmu pengetahuan yang ada. Itulah yang kami kerjakan." Pada akhir 2005, Wales dikritik karena menyunting biografinya sendiri dengan cara yang disebut oleh beberapa orang sebagai "sejarah revisionis." Secara khusus, Rogers Cadenhead menarik perhatian orang kepada file log yang menunjukkan bahwa Mr. Wales telah menghapus rujukan tentang Sanger sebagai co-founder Wikipedia. Ia juga diketahui telah mengubah rujukan Bomis dengan cara yang disebut sebagai mengurangi unsur seksualitas dari beberapa produk perusahaannya yang terdahulu. Pada kedua kasus itu, Wales berpendapat bahwa pengubahan yang dilakukannya semata-mata untuk membuat isinya menjadi lebih akurat. Wales menjelaskan bahwa Sanger adalah pegawainya, dan ia selalu menganggap dirinya sebagai satu-satunya pendiri Wikipedia.

Pada 2006, Wales mengatakan kepada surat kabar Boston Globe bahwa "tak masuk akal" untuk menyebut Sanger sebagai co-founder. Namun, Sanger menolak hal ini dengan keras. Ia sudah dikenal sebagai co-founder Wikipedia setidak-tidaknya semenjak September 2001 dan menyebut dirinya sendiri demikian setidak-tidaknya semenjak Januari 2002. Setelah peristiwa itu, Wales meminta maaf karena telah mengubah artikel tentang biografinya sendiri (tindakan yang kurang disukai di Wikipedia). Wales mengatakan pada wawancara di majalah Wired, "Seharusnya tidak dilakukan, saya sendiri pun seharusnya tidak. Saya menyesal telah melakukannya."Namun, ia tetap bersikeras bahwa ia adalah satu-satunya pendiri Wikipedia.

Menurut selebaran pers yang dikeluarkan oleh Wikia, Wikia (sebelumnya dikenal sebagai Wikicities) adalah wiki hosting service yang didirikan pada Oktober 2004 oleh Jimmy Wales dan Angela Beesley. Wikia adalah sekumpulan situs wiki yang berbasis piranti lunak MediaWiki dan dioperasikan oleh Wikia, Inc. yang ditujukan untuk berbagai komunitas. Situs wiki itu gratis bagi para pengunjung dan penyunting, dan penghasilannya berasal dari iklan. Setelah berganti nama, Wikia mengumumkan bahwa perusahaan itu telah menerima dana sebesar US$4 juta dalam bentuk modal gabungan dari sekelompok pemodal. "Para pemodal sangat tertarik terhadap perusahaan ini, dan masalahnya hanya memilih siapa pemodal yang akan diajak bekerjasama untuk memastikan bahwa orang-orang yang menjadi pemodaladalah orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama terhadap misi kami," kata Wales, yang mengoperasikan Wikipedia dan Wikia secara terpisah dari kantornya di St. Petersburg, demikian laporan Tempa Bay Business Journal.

jimmy wales, penemu, wikipedia, biografi, pengusaha
Wales ditunjuk menjadi anggota Berkman Center for Internet and Society di Harvard Law School pada 2005. Menurut selebaran pers yang dikeluarkan oleh SocialText, pada 31 Oktober 2005, Wales bergabung dengan dewan direksi Socialtext, suatu perusahaan pengembang teknologi wiki untuk bisnis. Pada 2006, ia bergabung dengan dewan direksi Creative Commons, suatu organisasi nirlaba. Wales menerima gelar kehormatan dari Knox College pada 3 Juni 2006. Yayasan Electronic Frontier memberikan penghargaan Pioneer Award kepadanya pada 3 Mei 2006. Wales adalah orang pertama yang dimasukkan dalam daftar "Scientists & Thinkers" pada majalah Time edisi khusus tanggal 8 Mei 2006 ("Riwayat hidup dan gagasan-gagasan orang-orang paling berpengaruh di dunia"), daftar pemilihan 100 orang terkemuka 2006 pada majalah Time.

Referensi ;

- http://id.wikipedia.org/wiki/Jimmy_Wales

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.