Tampilkan postingan dengan label SEDEKAH. Tampilkan semua postingan

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga terlimpah untuk baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga serta para sahabatnya. 


Sebentar lagi kita kedatangan tamu dari Allah yang mulia. Tentunya kita sebagai orang Islam begitu bergembira menyambutnya. Tetapi kita tetap mesti memperhatikan bebrapa ketentuan syariat tentangnya. Tidak bisa kita melampui batas hingga melakukan perbuatan yang bertentangan dengan subtansi Ramadhan serta menciptakan tuntutan-tuntunan baru yang tidak disyariatkan. 

Berikut ini lebih dari satu kekeliruan serta kesalahan dalam menyambut bln. Ramadhan yang banyak tersebar luas di tengah-tengah masyarakat. 

1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan 
Tidaklah tepat keyakinan kalau menjelang bln. Ramadhan yaitu saat paling utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat yang dikenal dengan “nyadran”. Kita bisa setiap saat lakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian ; serta untuk mendoakan mereka sewaktu-waktu. Namun masalahnya yaitu bila seorang mengkhususkan ziarah kubur pada saat tertentu seperti menjelang Ramadhan serta meyakini bahwa saat itu yaitu saat utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh satu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang mengajarkan hal ini. 

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah di tanya seputar masalah ini : " Apakah ziarah kubur pada hari-hari raya halal atau haram? " 

Beliau menjawab : Hal itu tidak kenapa. Setiap saat bisa. Namun mengkhususkannya pada hari raya tidak benar. Yaitu jika meyakini kalau ziarah pada hari raya lebih utama atau semacamnya. Mengenai jika pengkhususan karena saat yang luang, jadi tidak kenapa lantaran ziarah tidak ada saat yang spesial. Bisa berziarah di malam hari atau siangnya. Pada hari-hari raya atau selainnya. Tidak ada ketentuannya. Tidak ada saat yang spesial, lantaran Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam bersabda : " (ziarahilah kuburan, karenanya bisa mengingatkan pada kalian akhirat), " serta beliau tidak memastikan waktunya. Jadi tiap-tiap muslim bisa menziarahinya di setiap saat. Pada malam hari serta siangnya. Pada hari-hari raya serta lainnya. Tetapi tidak mengkhususkan hari spesifik dengan maksud kalau hari itu lebih utama dari yang lain. Mengenai bila mengkhususkannya lantaran tidak ada waktu selain itu jadi tidak mengapa. 

2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan 
Tidaklah pas amalan beberapa orang yang menyambut bln. Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sekalipun dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Lebih parahnya lagi mandi sejenis ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya dengan ikhtilath campur baur laki-laki serta wanita dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh adalah kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan ketentuan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan yang penuh berkah serta rahmat disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?! 

3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab 
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, 

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَك�'تُبُ وَلاَ نَح�'سِبُ, الشَّه�'رُ هَكَذَا وَهَكَذَا 

“Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf. Kami tidak menggunakan kitabah (tulis-menulis) serta tidak juga memakai hisab (dalam penetapan bln.). Bln. itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) serta seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30). ” (HR. Bukhari serta Muslim) 
Ibnu Bazizah mengatakan, ”Madzhab ini (yang menetapkan awal Ramadhan dengan hisab) yaitu madzhab batil. Syari’at sudah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini cuma perkiraan (dzon) serta bukanlah ilmu yang tentu (qoth’i) atau  persangkaan kuat. Jadi kalau satu perkara (misalnya penentuan awal Ramadhan, pen, -) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini jadi agama ini akan jadi sempit karena tidak ada yang kuasai ilmu hisab ini kecuali sedikit sekali. ” (Fathul Baari, 6/156).

4. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya 
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, 

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّه�'رَ بِيَو�'مٍ وَلاَ يَو�'مَي�'نِ إِلاَّ أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَب�'لَهُ فَل�'يَصُم�'هُ 

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali untuk seseorang yang terbiasa kerjakan puasa pada hari itu jadi puasalah. ” (HR. Tirmidzi serta dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Nasa’i) 

Pada hari itu juga dilarang untuk berpuasa karena hari itu adalah hari yang meragukan. Serta Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, 

مَن�' صَامَ ال�'يَو�'مَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَد�' عَصَى أَبَا ال�'قَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ 

“Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan jadi dia sudah mendurhakai Abul Qasim (yakni Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, pen). ” (HR. Abu Daud serta Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Tirmidzi) 

5. Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin…” 
Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazkan niat semacam ini. Bila hal itu dilakukan secara berjamaah dengan di pimpin oleh seorang dikarenakan tidak ada dasar dari perintah atau perbuatan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, begitu pula dari para sahabat. Letak kemauan sebenarnya yaitu dalam hati serta bukan dilisan. Imam Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan, 

لَا يَصِحُّ الصَّو�'مَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَل�'بُ وَلَا يُش�'تَرَطُ النُّط�'قُ بِلاَ خِلَافٍ 

“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat yaitu dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan tanpa ada perselisihan di antara beberapa ulama. ” (Rauwdhatuth Thalibin, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah) 

6. Berbelanja Besar-besaran Menjelang Ramadhan 
Kebiasaan ini kerap dilakukan kaum ummahat (ibu-ibu). Padahal sebenarnya hal ini jadi bertentangan dengan satu maksud serta maksud puasa yaitu supaya kita prihatin serta ikut merasakan penderitaan kaum fakir miskin. Bukan malah memindahkan saat makan atau jadi memberi porsi makan kita dari diluar Ramadhan. Apalagi hal seperti bisa mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok. 

Bila kita bercermin pada para ulama salaf, di mana untuk menyambut Ramadhan mereka lebih mempersiapkan fisik serta mental dengan lakukan pemanasan ibadah di bln. Sya’ban, kali saja untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. 

Bila kita lihat kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di bln. Sya’ban sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiallahu Anha kalau beliau banyak berpuasa dibulan itu. 
Begitu juga para salaf dahulu telah mulai memperbanyak bacaan Al-Qur’an sejak bln. Sya’ban. 
Salamah bin Kuhail berkata : Dulu kami menyebut bln. Sya’ban sebagai bln. para pembaca Al-Qur’an. 

‘Amru bin Qois saat masuk bulan Sya’ban beliau tutup tokonya serta menyibukkan dengan membaca Al-Qur’an. 

Diriwayatkan juga dari Imam Malik kalau beliau saat dibulan Ramadhan kurangi aktivitas dakwah serta memperbanyak ibadah serta khalwat dengan RaBbnya. Inilah cara beberapa salaf dulu menyambut bln. Ramadhan yang mulia ini. 

7. Menyambut Ramadhan Membakar Petasan 
Ini terang dilarang dalam Islam. Karenanya termasuk perbuatan menghamburkan harta untuk hal yang tidak berguna. Padahal setiap rupiah yang kita belanjakan bakal kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’alaa. Diluar itu, membakar serta membunyikan petasan dapat juga menganggu orang lain yang pasti juga diharamkan apalagi saat bulan Ramadhan saat kebanyakan manusia tengah khusyuk dalam beribadah. 

Penutup 
Semoga Allah menunjuki kita pada sikap terbaik dalam menyambut bln. berkah. Lalu memberi taufiq pada kita untuk dapat memakmurkan Ramadhan dengan semestinya sehingga saat keluar darinya terampuni semua dosa-dosa kita. Aamiin!! (PurWD/voa-islam. com) 
Disadur serta diringkas dari tulisan Ust. Abu Raidah, " Kekeliruan Dalam Menyambut Bln. Suci Ramadhan. " 
sumber : reportaseterkini.net



Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan : 

 كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ أَج�'وَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَج�'وَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَل�'قَاهُ جِب�'رِيلُ وَكَانَ جِب�'رِيلُ يَل�'قَاهُ فِي كُلِّ لَي�'لَةٍ مِن�' شَه�'رِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ ال�'قُر�'آنَ 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, serta beliau bertambah kedermawanannya di bln. Ramadlan saat bertemu dengan malaikat Jibril, serta Jibril menemui beliau di setiap malam bln. Ramadlan untuk mudarosah (mempelajari) Al Qur’an” (HR Al Bukhari). 

Hadits itu memberikan faidah pada kita kalau kedermawanan hendaknya lebih di tingkatkan lagi di bulan Ramadlan. Mengapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih meningkatkan kedemawanan di bulan Ramadlan secara khusus? Al Hafidz Ibnu Rajab mengatakan banyak faidah kenapa demikian. Beliau berkata, “Meningkatnya kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bulan Ramadlan secara khusus memberikan faidah yang banyak, diantaranya : 

Pertama : Bertepatan dengan waktu yang mulia dimana amalan dilipatkan gandakan pahalanya bila bertepatan dengan waktu yang mulia. 

Kedua : Membantu orang-orang yang berpuasa, sholat malam, serta berdzikir dalam ketaatan mereka, hingga orang yang membantu itu mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang dibantu. Seperti orang yang memberikan persiapan perang pada orang lain mendapat pahala seperti orang yang berperang. 

Ketiga : Allah amat dermawan kepada hamba-hamabNya di bulan Ramadlan dengan memberikan pada mereka rahmat, ampunan serta kemerdekaan dari api Neraka, terutama di malam lailatul qodar. Allah merahmati hamba-hambaNya yang kasih sayang, sebagaimana Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam : 

 إِنَّمَا يَر�'حَمُ اللَّهُ مِن�' عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ 

“Sesungguhnya Allah hanyalah menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang” (HR Bukhari serta Muslim). Barang siapa yang dermawan kepada hamba-hamba Allah, maka Allahpun akan dermawan kepadanya dengan karuniaNya, serta balasan itu sesuai dengan jenis amalan. 

Keempat : Menggabungkan puasa dan sedekah yaitu sebab yang memasukkan ke dalam surga, sebagaimana dalam hadits Ali Radliyallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

إِنَّ فِي ال�'جَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِن�' بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِن�' ظُهُورِهَا فَقَامَ أَع�'رَابِيٌّ فَقَالَ لِمَن�' هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَن�' أَطَابَ ال�'كَلَامَ وَأَط�'عَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّي�'لِ وَالنَّاسُ نِيَام 

“Sesungguhnya di dalam surga ada kamar-kamar yang luarnya terlihat dari dalamnya, serta dalamnya terlihat dari luarnya. ” Seorang arab badui berdiri dan berkata, “Untuk siapa wahai Rasulullah? ” Rasulullah bersabda, “Untuk orang yang membaguskan perkatannya, memberi makan, senantiasa berpuasa, serta shalat malam karena Allah sementara manusia sedang terlelap tidur” (HR At Tirmidzi). 

Amalan-amalan yang disebutkan dalam hadits ini semua ada dalam bulan Ramadlan, jadi terkumpul pada seorang mukmin puasa, qiyamullail, shodaqoh, serta berbicara baik karena orang yang sedaang berpuasa dilarang melakukan perbuatan sia-sia serta kotor. 

Kelima : Menggabungkan antara puasa serta sedekah lebih memberikan kekuatan yang lebih untuk menghapus dosa serta menjauhi api Neraka, terlebih bila ditambah sholat malam. Dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa puasa yaitu perisai. Beliau juga mengabarkan bahwa shodaqoh itu dapat memadamkan kesalahan seperti air bisa memadamkan api. 

Keenam : Orang yang berpuasa tentunya tidak lepas dari kekurangan serta kesalahan, jadi shodaqoh bisa menutupi kekurangan serta kesalahan itu, oleh karena itu diwajibkan zakat fithr diakhir Ramadlan sebagai pensuci untuk orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia serta kata-kata yang kotor. Faidah lainnya adalah yang disebutkan oleh Imam Asy Syafi’i, beliau berkata, “Aku suka bila seseorang meningkatkan kedermawanan di bulan Ramadlan karena ikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, juga karena kebutuhan manusia pada perkara yang memperbaiki kemashlatan mereka, serta karena banyak manusia yang disibukkan dengan berpuasa dari mencari nafkah”.
sumber : mediainformasiislam



Dalam sebuah majelis yang digelar serta ustaz Yusuf Mansur jadi penceramahnya, beliau mengutarakan kalau ada 10 dosa besar yang bisa menghambat rezeki. Dosa-dosa itu bisa dosa kepada Allah serta bisa juga dosa pada sesama manusia. Bila anda terasa rezeki anda seret, coba identifikasi diri anda apakah anda melakukan salah satu atau beberapa dosa besar yang akan kami kutip satu persatu dari ustaz Yusuf Mansur. 

Apa saja dosa-dosa besar itu hingga dapat jadi penghambat turunnya rezeki dari Allah? Silakan indetifikasi diri anda apakah anda pernah melakukan dosa besar yang pernah diuraikan oleh ustaz Yusuf Mansur berikut ini : 
10 Dosa Besar 

1. Syirik (Menyekutukan Allah) 

Syirik adalah dosa besar penghalang rezeki, syirik adalah dosa yang tidak diampuni. Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan masih syirik maka ia akan berada dalam neraka selamanya. 

2. Meninggalkan Sholat 

Sholat yaitu wajib, meninggalkan sholat yaitu dosa besar. Ada baiknya anda selalu menjaga sholat anda, sebisa mungkin ditunaikan. Sebaiknya ketika panggilan Allah (azan) berkumandang segeralah penuhi panggilannya, jangan di tunda. Tidak mau juga kan rezekinya ditunda oleh Allah. 

3. Durhaka Kepada Orang Tua 

Surga ditelapak kaki ibu, durhaka kepada kedua orang tua sama saja menjauhkan diri dari surga. Sekaligus menjauhkan dari rezeki yang halal. 

4. Zin4 

Bagaimanapun jangan pernah melakukan zin4. Hukuman orang yang berzin4 sangatlah berat serta juga termasuk dari dosa besar. 

5. Rizki Haram 

Perolehlah rizki dengan cara yang halal, dengan usaha yang halal. Rizki yang diperoleh secara haram dapat memutus rizki halal karena rizki haram adalah termasuk dosa besar penghalang rezeki halal. 

6. Minum Khamr 

Minuman keras atau khamr adalah minuman yang memabukkan. Terdapat banyak hal yang mudharat pada khamr ini. Jauhilah khamr karena Allah. 

7. Memutus Silaturahim 

Memutus silaturahim merupakan hal yang menghalangi rezeki, sebaliknya menyambung silaturahim yaitu hal yang mendatangkan rezeki. 

8. Menuduh dan Bersaksi Palsu 

Hati hati dengan ucapan anda, mulutmu harimaumu. Terkadang mulut susah untuk dikendalikan, tapi cobalah berkata yang baik atau diam. 

9. Kikir dan Pelit 

Kikir merupakan dosa penghalang rezeki, jauhilah kikir. Sebaliknya dermawan, suka menolong adalah sikap yang mendatangkan rezeki. 

10. Ghibah 

Ghibah atau gosip, membicarakan keburukan orang adalah dosa besar! Awas, ghibah juga bisa dalam acara televisi. (klikpintar-islampos) 
sumber : medi4post.com



Ada dua ayat didalam Al Qur’an yang jika dibaca setiap malam jadi orang yang membacanya akan diberikan kecukupan. Dua ayat saja? Iya, hanya dua ayat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

 مَن�' قَرَأَ بِالآيَتَي�'نِ مِن�' آخِرِ سُورَةِ ال�'بَقَرَةِ فِى لَي�'لَةٍ كَفَتَاهُ 
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscaya ia tercukupi. ” (HR. Bukhari serta Muslim) 

Dalam Nuzhatul Muttaqin syarh Riyadhush Shalihin, Syaikh DR Mustofa SaidAl Khin, Syaikh DR Mustofa Al Bugho, Syaikh Muhyidin Mistu, Syaikh AliAsy Syirbaji serta Syaikh Muhammad Amin Luthfi menerangkan kalau salah satu arti tercukupi dalam hadits ini yaitu tercukupi keperluan dunia serta akhiratnya dan terhindarkan dari semua keburukan. 

Hadits ini juga yang dicantumkan oleh Ibnu Katsir saat menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini dalam tafsirnya. Dua ayat terakhir dalam surat Al Baqarah itu tidak lain adalah firman-Nya : 

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُن�'زِلَ إِلَي�'هِ مِن�' رَبِّهِ وَال�'مُؤ�'مِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِا للَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَي�'نَ أَحَدٍ مِن�' رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِع�'نَا وَأَطَع�'نَا غُف�'رَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَي�'كَ ال�'مَصِيرُ 

 لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَف�'سًا إِلَّا وُس�'عَهَا لَهَا مَا كَسَبَت�' وَعَلَي�'هَا مَا اك�'تَسَبَت�' رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذ�'نَا إِن�' نَسِينَا أَو�' أَخ�'طَأ�'نَا رَبَّنَا وَلَا تَح�'مِل�' عَلَي�'نَا إِص�'رًا كَمَا حَمَل�'تَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن�' قَب�'لِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّل�'نَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاع�'فُ عَنَّا وَاغ�'فِر�' لَنَا وَار�'حَم�'نَا أَن�'تَ مَو�'لَانَا فَان�'صُر�'نَا عَلَى ال�'قَو�'مِ ال�'كَافِرِينَ 

“Rasul telah beriman pada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : “Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun diantara rasul-rasul-Nya”, serta mereka mengatakan : “Kami dengar dan kami taat. ” (Mereka berdoa) : “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. ” 

Allah tidak membebani seorang tetapi sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya serta ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang ditanganinya. (Mereka berdoa) : “Ya Rabb kami, jangan sampai Engkau hukum kami bila kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan pada kami beban yang berat seperti Engkau bebankan pada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan pada kami apa yang tidak mampu kami memikulnya. Maafkanlah kami ; ampunilah kami ; serta rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, jadi tolonglah kami pada kaum yang kafir. ” (QS. Al Baqarah : 285-286) 

Wallahu a’lam 

Subhanallah maha suci allah dengan semua firmannya, sebenarnya Ayat al-qur'an sangat banyak sekali manfaatnya, serta setiap kalimat ada beberpa keajaiban yang dimilikinya, Ada dua ayat didalam Al Qur’an yang bila dibaca setiap malam maka orang yang membacanya akan diberikan kecukupan. Dua ayat saja? Iya, hanya dua ayat. 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

مَن�' قَرَأَ بِالآيَتَي�'نِ مِن�' آخِرِ سُورَةِ ال�'بَقَرَةِ فِى لَي�'لَةٍ كَفَتَاهُ 

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, pasti ia tercukupi. ” (HR. Bukhari serta Muslim) Dalam Nuzhatul Muttaqin syarh Riyadhush Shalihin, Syaikh DR Mustofa SaidAl Khin, Syaikh DR Mustofa Al Bugho, Syaikh Muhyidin Mistu, Syaikh AliAsy Syirbaji serta Syaikh Muhammad Amin Luthfi menerangkan kalau salah satu arti tercukupi dalam hadits ini yaitu terpenuhi keperluan dunia serta akhiratnya dan terhindarkan dari semuanya keburukan. Hadits ini juga yang dicantumkan oleh Ibnu Katsir waktu menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini dalam tafsirnya. Dua ayat terakhir dalam surat Al Baqarah itu tidak lain adalah 

firman-Nya : 

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُن�'زِلَ إِلَي�'هِ مِن�' رَبِّهِ وَال�'مُؤ�'مِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِا للَّهِ 


وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَي�'نَ أَحَدٍ مِن�' رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِع�'نَا وَأَطَع�'نَا غُف�'رَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَي�'كَ ال�'مَصِيرُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَف�'سًا إِلَّا وُس�'عَهَا لَهَا مَا كَسَبَت�' وَعَلَي�'هَا مَا اك�'تَسَبَت�' رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذ�'نَا إِن�' نَسِينَا أَو�' أَخ�'طَأ�'نَا رَبَّنَا وَلَا تَح�'مِل�' عَلَي�'نَا إِص�'رًا كَمَا حَمَل�'تَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن�' قَب�'لِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّل�'نَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاع�'فُ عَنَّا وَاغ�'فِر�' لَنَا وَار�'حَم�'نَا أَن�'تَ مَو�'لَانَا فَان�'صُر�'نَا عَلَى ال�'قَو�'مِ ال�'كَافِرِينَ 

“Rasul sudah beriman pada apa yang diturunkan padanya (Al Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman pada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya serta rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : “Kami tidak membeda-bedakan seorang juga di antara rasul-rasul-Nya”, serta mereka mengatakan : “Kami dengar serta kami taat. ” (Mereka berdoa) : “Ampunilah kami ya Rabb kami serta kepada Engkaulah tempat kembali. ” 

Allah tidak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya serta ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang ditanganinya. (Mereka berdoa) : “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan pada kami beban yang berat seperti Engkau bebankan pada orang-orang sebelumnya kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan pada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami ; ampunilah kami ; serta rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, jadi tolonglah kami pada kaum yang kafir. ” 

 (QS. Al Baqarah : 285-286) 

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah  dengan  tujuan  hendak  membunuh  Nabi  Shalallahu  alaihi  wa  sallam.

Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah memasuki ke kota suci  tempat  Rasulullah tinggal  itu.

Dengan  semangat  meluap-luap  ia  mencari  majlis Rasulullah,  langsung  didatanginya untuk  melaksanakan maksud  tujuannya.

Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. segera menghadangnya yang melihat  gelagat buruk pada penampilan orang tersebut.


Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”

Dengan  terang-terangan  Tsumamah  menjawab,  “Aku  datang  ke  negeri  ini  hanya untuk membunuh Muhammad!”.

Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup  melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid  Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.

Rasulullah  segera  keluar  menemui  orang  yang  bermaksud  membunuhnya  itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya,  “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak  tadi  menunggu perintah  Rasulullah  untuk  membunuh  orang  ini  seakan  tidak percaya  dengan  apa  yang  didengarnya  dari  Rasulullah.

Maka  Umar  memberanikan  diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!”

Namun Rasulullah  tidak menghiraukan sanggahan Umar.  Beliau  berkata,  “Tolong  ambilkan  segelas  susu  dari  rumahku,  dan  buka  tali pengikat orang itu”.

Walaupun  merasa  heran,  Umar  mematuhi  perintah  Rasulullah.

Setelah  memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa- Llah (Tiada ilah selain  Allah).”

Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”.

Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.”

Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”

Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu  untung itu.

Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada  Rasulullah dengan wajah ramah berseri.

Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan engkau Muhammad..adalah Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?”

Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah  engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.”

Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada  yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

Salam ’alaika ya Rasulullah…

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan  keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikanrahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Dan  berikanlah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung”. HR. Ahmad, Nasa’I dan Abu Ya’la dengan sanad shahih.

Subhanallah...
Betapa mulia akhlak Rasulullah S.A.W.
Patut di jadikan teladan oleh kita semua..

Sumber : http://www.dokumenpemudatqn.com

Amnesty Internasional: Terjadi Pembersihan Etnis Muslim di Republik Afrika Tengah

NEW YORK - Sebuah kelompok hak asasi mengatakan kampanye "pembersihan etnis" sedang dilancarkan terhadap warga sipil Muslim di Republik Afrika Tengah (CAR), dengan pasukan penjaga perdamaian internasional tidak mampu mencegah hal itu.

Amnesty International mengeluarkan laporan pada hari Rabu (12/2/2014), mengatakan bahwa mereka telah mendokumentasikan sedikitnya 200 pembunuhan Muslim oleh milisi Kristen di bagian barat negara itu.
"'Pembersihan Etnis' Muslim telah dilakukan di bagian barat Republik Afrika Tengah, bagian yang paling padat penduduknya di negara itu, sejak awal Januari 2014," kata Amnesty.

"Seluruh komunitas Muslim telah dipaksa untuk melarikan diri, dan ratusan warga sipil Muslim yang belum berhasil melarikan diri, telah dibunuh oleh milisi yang terorganisir secara longgar yang dikenal sebagai anti-Balaka," tambahnya.


[Milisi Kristen Pembantai Umat Islam]
Kelompok hak asasi itu juga mengatakan bahwa serangan terhadap umat Islam itu dilakukan dengan pemerintah berniat untuk menggusur paksa Muslim dari negara tersebut.

Milisi Kristen menganggap Muslim sebagai "'orang asing' yang harus meninggalkan negara itu atau dibunuh," kata Amnesty, menambahkan "Mereka tampaknya mencapai tujuan mereka, dengan Muslim dipaksa ke luar negeri dalam jumlah yang semakin besar."

Negara miskin telah ditelan dalam kekerasan sektarian berdarah yang melibatkan orang-orang Kristen dan Muslim sejak tahun lalu.

Lebih dari 1.000 orang telah tewas di Republik Afrika Tengah sejak Desember lalu, ketika milisi Kristen melancarkan serangan-serangan terkoordinasi terhadap kelompok Seleka yang sebagian besar Muslim, yang menggulingkan pemerintah pada Maret 2013.

Milisi Kristen anti Balaka musuh perdamaian

Pada hari Senin (11/2/2014) komandan pasukan Prancis di Republik Afrika Tengah (CAR) Jenderal Francisco Soriano mengatakan bahwa milisi Kristen yang dikenal sebagai anti-Balaka menjadi "musuh utama perdamaian" di negara itu.

Para preman Kristen tersebut telah melakukan serangkaian serangan brutal terhadap umat Muslim setelah penggulingan Presiden Francois Bozize pada Maret tahun lalu oleh pemberontak mayoritas Muslim yang dipimpin oleh Michel Djotodia, yang dipaksa turun dari jabatan bulan lalu setelah gagal mengakhiri kekerasan sektarian di negara tersebut.


[Teroris Kristen Anti Balaka]
"Mereka yang menyebut diri mereka 'anti - Balaka' telah menjadi musuh utama perdamaian di Republik Afrika Tengah, mencap (seluruh) masyarakat dan menyerang pasukan Prancis," kata Jenderal Francisco Soriano dalam sebuah pertemuan di Bangui dengan para pemimpin agama di negara itu.

Gerombolan massa dan Milisi Kristen anti-Balaka mengambil keuntungan dari pembubaran dan pelucutan senjata dari beberapa kekuatan Seleka saat ini terus melakukan serangan terhadap mantan Seleka dan penduduk Muslim minoritas yang mereka tuduh bersekongkol dengan Seleka.

Milisi Kristen sendiri sebelumnya pernah mengancam untuk membunuhi semua Muslim di negara tersebut.(Amnesti Internasional).sumber:http://duniamuallaf.blogspot.co.id

Arnoud Van Doorn, siapa tak kenal ? Duet jahatnya dengan Greet Wilders membuat mendidih darat ummat Islam saat menggunakan ayat-ayat Al Qur'an dalam film FITNA untuk menyudutkan dan membuat persepsi bahwa ummat Islam adalah bar bar, penyuka kekerasan, pembunuh dan sederet tuduhan keji lainnya.

Tapi itu dulu. Setelah membuat film FITNA ia justru jadi penasaran dengan Islam.

Kini, mantan Politikus anti-Islam Belanda ini berencana mendirikan partai politik Islam pertama di Eropa. Partai ini akan fokus memperjuangkan hak Muslim di seluruh Eropa.

"Partai ini akan terdiri dari kalangan Muslim dan non-Muslim yang bersimpati terhadap Islam dan Muslim," kata dia seperti dilansir Saudi Gazzete, yang dikutip ROL.

Van Doorn mengatakan niatan ini merupakan janjinya sebagai penembusan dosanya di masa lalu. "Saya berharap Allah menerima tobat saya dan memaafkan saya," kata dia.

Hal ini menunjukkan satu hal pasti, saat membuat film FITNA yang menjelek-jelekkan Islam berarti memang ia hanya mempunyai "kesan sepihak" tentang Islam yang merupakan gambaran umum masyarakat Eropa yang dilanda Islamophobia.

Tapi itu dulu, kini hatinya jadi bagian orang orang yang merindukan kebenaran. Tahun 2013 ia menjadi mualaf dan langsung terbang ke Baitullah untuk berhaji.

Setelah ia menjadi muallaf, ia pun telah menjelaskan kepada ibu, istri dan ketiga anaknya tentang agama yang dipeluknya saat ini. "Seluruh hidupku sebelum Islam begitu kosong tanpa makna," kata dia.

Putra sulungnya, Iskander Amien De Vrie, mengikutinya masuk Islam pada 2014 setelah melihat ayahnya menjadi lebih damai dan membuat perubahan yang progresif sejak memeluk Islam

Menakjubkan bukan cara Allah "mengalahkan" kebencian ? Kini ia menjadi bagian dalam barisan pembela agama ini di negeri nya, ending story yang indah.

Allah yang Maha Menggenggam Hati dan membolak balikannya.

Anda benci Islam? Hati hati, bisa jadi suatu saat nanti anda berdiri dalam barisan ini dan berada di shaf paling depan meneriakan takbir! (Andy Windarto).
sumber:http://duniamuallaf.blogspot.co.id


http://kisahikmah.com/wp-content/uploads/2015/04/wanita-penghuni-neraka.jpg

Pada saat hari perhitungan amal kelak pada hari kiamat kelak, hal yang pertama kali bakal dihisab merupakan shalat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah yang satu ini. Di dalam Alquran, perintah yang paling tidak jarang Allah katakan merupakan perintah tentang shalat. Ada tidak sedikit ayat yang memerintahkan kita untuk rutin mendirikan shalat.

Dalam suatu  hadits, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak merupakan shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya." [HR. Tirmidzi]

Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk rutin mendirikan shalat. Namun, dizaman yang sudah modern semacam kini ini tampaknya tidak sedikit orang yang sudah mulai memandang remeh shalat. Bahkan hanya karena suatu argumen yang sepele saja, seseorang dapat dengan mudah meninggalkan shalat.

Bahkan kini tidak sedikit orang yang menganggap bahwa shalat itu hanya sebagai rutinitas ibadah semata. Ada juga seseorang yang melaksanakan shalat karena terpaksa dan lain sebagainya. Hal-hal semacam inilah penyebab seseorang yang rajin shalat namun masuk neraka, karena dalam melaksanakan ibadah tersebut mereka tidak dengan tutorial ikhlas meperbuatnya.

Dan berikut ini ada beberapa golongan orang yang rajin shalat namun masuk neraka.

1. Shalat Namun Suka Berdusta

Berdusta merupakan salah satu dosa besar dan diancam siksa yang pedih di akhirat kelak. Dizaman semacam ini, kebohongan tampaknya sudah menjadi suatu kebiasaan di kalangan masyarakat. Padahal, sekecil apapun suatu  kebohongan akan tetap dianggap sebagai dosa besar.

Meskipun ada seseorang yang rajin shalat dan beribadah, namun jika lisannya suka berbohong maka shalat dan ibadahnya akan sia-sia semata. Karena kebohongannya itu akan menghapus amal-amalnya. Dan jika ia mati dalam keadaan tidak bertaubat kepada Allah, maka dia akan dimasukkan kedalam neraka.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta." [QS. An-Nahl ayat 105]

Berbohong menunjukkan salah satu ciri dari golongan orang-orang yang munafik. Untuk itulah mengapa kita sebagai umat Islam wajib menjauhi yang namanya tindakan dusta, karena itu dapat menyengsarakan kita baik di dunia dan di akhirat.\

2. Shalat Namun Minum Minuman Keras

Hal ini tidak jarang kita jumpai dikalangan masyarakat, tidak sedikit sekali orang yang meperbuat shalat namun suka meminum minuman keras. Inilah akibatnya jika menganggap shalat hanya sebagai suatu  rutinitas semata, sehingga dalam melaksanakannya tidak dibarengi dengan hati yang ikhlas. Minuman keras merupakan segala jenis minuman yang memabukkan. Dan minuman semacam ini sangat dilarang oleh agama Islam. Tidak sedikit, orang yang shalat belum tentu dapat terhindar dari minuman keras (khamr).

Rasulullah sendiri berkata bahwa setiap minuman keras itu merupakan induk dari segala macam kejahatan, bahkan Rasulullah juga melarang setiap muslim untuk mendekati khamr, apalagi meminumnya. Baik sedikit atau tidak


sedikit, khamr merupakan barang haram yang tidak boleh diminum oleh orang yang beragama
Islam.

Rasulullah juga melaknat orang-orang yang berhubungan dengan minuman keras (khamr), untuk itu sebagai umat Islam wajib hukumnya untuk menghindari khamr dan menjauhinya. Dan segeralah bertaubat jika pernah meminumnya, karena meskipun shalatnya rajin, tapi jika suka meminum khamr maka neraka akan menjadi tempat kembalinya.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa minum khamr, tentu Allah memberi minum kepadanya dari air panas neraka Jahannam" [HR. Al Bazzar]

3. Shalat Namun Percaya Dukun

Orang yang shalat namun ia percaya dengan dukun atau tukang ramal merupakan salah satu orang yang dapat dikatakan shalat namun ia masuk neraka. Semacam kita ketahui, dukun merupakan orang yang mengaku bahwa dia mengetahui perkara-perkara ghaib dan tersembunyi.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, orang yang percaya kepada dukun makan shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Selain itu, percaya dengan dukun merupakan termasuk dalam kategori dosa besar.

Karena hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Percaya kepada dukun juga dapat dikategorikan sebagai tindakan musyrik, karena dukun itu merupakan orang yang bersekutu dengan bangsa jin. Dan jika kita mempercayainya, maka kita akan terkena dosa syirik.

Untuk itu, jika ada orang yang shalat namun mempercayai dukun, benda pusaka, dan sejenisnya, maka ia akan terancam dosa yang sangat besar.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian ia membenarkan apa yang dikatakannya itu, maka sesungguhnya ia sudah inhkar kepada apa yang sudah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW" [HR. Abu Dawud, at Turmudhi dan Ibnu Majah]

4. Shalat Tapi Suka Menggunjing Orang Lain

Allah SWT berfirman:

"Apakah yang memasukkan anda ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kita tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan merupakan kita membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan merupakan kita mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kita kematian". Maka tidak bertujuan lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang membagikan syafa'at." [QS. Al-Muddaththir ayat 42-48]

Dalam ayat diatas, salah satu penyebab orang masuk neraka merupakan karena suka membicarakan ketidak lebih baikan orang lain. Orang yang mendirikan shalat, namun suka membicarakan kejelekan orang lain maka ia akan ditempatkan didalam neraka Saqar.
Allah melarang kita untuk membicarakan aib orang lain, Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah tidak sedikit purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari ketidak lebih baikan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara anda yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah anda merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." [QS. Al-Hujarat ayat 12]

5. Shalat Namun Mengabaikan Anak Yatim

Orang-orang yang shalat namun mengabaikan anak yatim merupakan termasuk dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama. Hal ini sudah jelas diterangkan dalam Alquran surat Al-Ma'un.

Maka, orang yang shalat namun tidak mau menolong orang miskin, mengabaikan anak yatim, dan enggan menolong sesama merupakan termasuk dalam orang-orang yang celaka. Sehingga, sekalipun ia ahli ibadah maka ia juga dapat masuk ke neraka karena ia menyia-nyiakan anak yatim.

Naudzubillahi min zalik.. Semoga kita tidak termasuk golongan tersebut. Aamiin..

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.