Tampilkan postingan dengan label HIKMAH. Tampilkan semua postingan

Tak adalagi yang lebih sempurna selain Al-Quran, semua signal ilmu pengetahuan, tata cara berprilaku serta bernegara semua tertuang dengan begitu baik didalamnya. Sekalipun tidak pernah Al-Quran itu bisa dirubah oleh manusia karena memang Al-Quran yaitu bukti otentik akan kebesaran Allah SWT. Penciptaan manusia dan penciptaan alam raya semua di kupas habis oleh Al-Quran padahal secara logika saat Al-Quran turun ke bumi ini pada dahulu kala tidak ada namanya penelitian ataupun ilmu pengetahuan yang dapat menandinginya. 

Termasuk diturunkannya surat Al Mulk didalam Al Quran yang dapat memberi info jelas dan sangat dahsyat manfaat dan keutamaan dari surat itu. 


Tentang Surat Al-Mulk 

Surah Al Mulk (bahasa Arab : الملك) yaitu surah ke 67 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong surah ‘makkiyah’ yang terdiri daripada 30 ayat. Dinamakan Al Mulk kerana kata Al Mulk yang ada pada ayat pertama surah ini. yang bererti ‘Kerajaan’. Surat ini disebut juga dengan ‘At Tabaarak’ yang bererti Maha Suci. 

Secara biasanya, surah ini banyak mengisahkan mengenai kekuasaan Allah pada makhluk ciptaan-Nya. Ini jelas digambarkan daripada tajuk surah ini, al-Mulk, yang punya maksud ‘kerajaan’. Pada awal surah, ayat ini diceritakan kesempurnaan ciptaan alam ini, yang tidak ada cacat-celanya. Allah sudah membuat alam ini daripada awal yang tiada apa-apa pada yang ada dan sebagainya menjaga alam ini dengan penuh kesempurnaan. Allah berkuasa menciptakan serta mematikan sesuatu menurut kehendak-Nya. 

Keistimewaan Serta Keutamaan Surat Al-Mulk 

Keistimewaan Serta Keutamaannya itu di ketahui karena Baginda Rasulullah SAW menyebutkan tentang khasiat surat al-Mulk ini diantaranya : 

Dalam salah satu sabdanya. Rasulullah mengatakan kalau Surat al-Mulk itu menjaga serta memelihara pembacanya dari azab kubur. Ibnu Abbas berkata : “Pada satu hari ada seseorang menghampar jubahnya di atas kuburan serta ia tidak tahu kalau tempat itu yaitu kuburan, ia membaca surat Al-Mulk, lalu ia mendengar nada teriakan dari kuburan itu : Inilah yang menyelamatkan saya. Lalu kejadian itu diceriterakan pada Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda : Surat Al-Mulk bisa menyelamatkan penghuni pendam dari azab pendam. ” (Ad-Da’awat Ar-Rawandi, hlm 279/817 ; Al-Bihar 82/64, 92/313/2, 102/269/ 

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata : “Surat Al-Mulk yaitu penghalang dari siksa pendam, surat ini termaktub didalam Taurat, barangsiapa yang membacanya di malam hari ia akan memperoleh banyak manfaat serta kebaikan, …Sungguh saya membacanya dalam shalat sunnah setelah Isya’ dalam keadaan duduk. Ayahku (sa) membacanya pada siang serta malam. Barangsiapa yang membacanya, jadi saat malaikat Munkar serta Nakir akan masuk ke kuburnya dari arah ke-2 kakinya, ke-2 kakinya berkata pada mereka : kalian tidak ada jalan ke arahku, karena hamba ini berpijak padaku lalu ia membaca surat Al-Mulk setiap siang serta malam ; saat mereka datang kepadanya dari rongganya, rongganya berkata kepada mereka : kalian tidak ada jalan ke arahku, karena hamba ini sudah menjagaku dengan surat Al-Mulk ; saat mereka datang kepadanya dari arah lisannya, lisannya berkata pada mereka : kalian tidak ada jalan ke arahku, karena hamba ini sudah membaca surat Al-Mulk setiap siang serta malam denganku. ” (Al-Kafi 2/233/hadis 2) 

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) : “Bacalah surat Al-Mulk, karena surat ini menjadi penyelamat dari siksa kubur. ” 

Karena fadhilahnya yang luar biasa ini, jadi membaca surat al-Mulk dengan teratur istiqomah setiap hari pastilah begitu dianjurkan. Para ulama banyak menyampaikan supaya membiasakan membaca surat ini pada habis sholat subuh serta habis sholat maghrib. 

Oleh sebab itu www. akhlakmuslim. com mencoba untuk mencari aplikasi android yang sangat ringan supaya kita dapat membaca surat Al Mulk dimana saja karena tinggal menggunakannya lewat handphone kita, dimana aplikasi ini dilengkapi surat Al Mulk lengkap beserta MP3 nya supaya menyenangkan karena dapat membaca Al-Quran surat Al Mulk sekaligus mendengarkan MP3 surat Al Mulk itu. 

berikut aplikasi terbaik yang kami temukan terkait surat Al Mulk yang dilengkapi text arab serta latin dan ada Mp3 surat Al Mulk yang sangat merdu, silahkan download di bawah ini : 



Masyaallah, mari kita istiqomahkan membaca surat al-Mulk ini, mudah-mudahan Allah Swt, meridhoi kita semuanya, Aamiin 

Rasulullah SAW bersabda : 

“Barangsiapa yang menunjukkan pada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. HR Muslim, 3509. 

Like dan Share postingan ini supaya bermanfaat untuk semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin
sumber : akhlakmuslim

Banyak orang yang tidak menyadari kalau Al-Qur’an membahas tentang umur 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda kalau ada hal yang butuh diperhatikan dengan serius pada pembahasan umur 40 th. ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia sudah dewasa serta usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang sudah Engkau berikan kepadaku serta pada kedua orangtuaku serta agar aku bisa berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (berikan kebaikan) pada anak cucuku. Sesungguhnya saya bertaubat pada Engkau serta sesungguhnya saya termasuk orang-orang muslim. ” (QS. Al-Ahqaf : 15) 


Umur 40 tahun disebutkan dengan terang dalam ayat ini. Pada umur berikut manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari sisi fisik, intelektual, emosi, ataupun spiritualnya. Ia benar-benar sudah meninggalkan umur mudanya serta melangkah ke umur dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang ada dalam ayat itu dianjurkan untuk di baca oleh mereka yang berusia 40 th. atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas kalau mereka sudah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang serasi, kecenderungan untuk bertaubat serta kembali pada Allah Ta’ala. 

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman : “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam saat yang cukup untuk berfikir untuk orang-orang yang ingin berfikir, serta (apakah tidak) datang padamu pemberi peringatan? ” (QS. Fathir : 37) 

Para ulama salaf menjelaskan kalau yang dimaksud dengan “umur panjang dalam saat yang cukup untuk berfikir” dalam ayat itu yaitu ketika berusia 40 tahun. 

Imam Ibnu Katsir menjelaskan kalau ayat itu memberi petunjuk kalau manusia jika menjelang umur 40 th. hendaklah memperbarui taubat serta kembali pada Allah dengan bersungguh-sungguh. Jika hal itu berlaku menjelang umur 40 th., jadi Allah memberi janji-Nya dalam ayat setelahnya, yakni kematangan. Umur 40 th. yaitu usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah serta kebijaksanaan, buang kejahilan saat usia muda, lebih berhati-hati, lihat sesuatu dengan hikmah serta penuh penelitian. Jadi tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara masak pada umur ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW juga demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yakni) pada umur 40 tahun. ” (HR. Al-Bukhari). 

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 th.. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS serta Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan untuk calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus sudah berusia 40 th.. Masyarakat juga mengakui kalau mantabnya prestasi seseorang tatkala orang itu sudah berusia 40 th.. 

Mengapa usia 40 th. begitu penting? 
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah umur manusia diklasifikasikan jadi 4 (empat) periode, yaitu : (1) Anak-anak (aulad) ; sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab) ; sejak akil baligh sampai 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul) ; 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh) ; 60 tahun ke atas. 

Usia 40 th. yaitu usia saat manusia benar-benar meninggalkan saat mudanya serta beralih pada saat dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada umur 40 th. ini yaitu meningkatnya minat seorang pada agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah serta tepat saat, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan ikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di umur ini adalah momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Tetapi bila ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat pada agamanya, jadi hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya didunia. Wal iyaadzu billaah. 

Salah satu keistimewaan umur 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim jika usianya meraih 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). ” (HR. Ahmad) 

Hadits ini menyebutkan kalau usia 40 tahun adalah titik awal seorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten pada Islam, sehingga Allah Ta’ala juga akan meringankan hisabnya. Berikut keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan waktu di mana orang mesti berhati-hati juga. Seperti saat, orang yang berumur 40 tahun mungkin telah masuk saat senja. 

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 th. serta amal kebajikannya tidak mantab serta tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, jadi hendaklah ia bersiap-siap ke neraka. ” 

Imam Asy-Syafi’i ketika mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jadi beliau menjawab, “Agar saya ingat kalau aku yaitu musafir. Untuk Allah, saya lihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di hawa, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki bebrapa bekas syahwat untuk menetap tinggal didunia. Aku tidak sudi sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at umum bagiku. ” 

Kematian Bisa Datang Kapan Saja 

Satu perkara yang kita mesti selalu kita sadari kalau kematian dapat memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat serta tanpa mengira umur. Bila kita beranggapan mesti menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, jadi rugi serta sia-sia lah hidup kita bila ternyata usia kita tidak panjang. 

Maka dari itu, di bebrapa sisa umur kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan maksud hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan serta tidur, dan menjaga keistiqamahan serta berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah. 

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia serta isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap jadi insan yang berjaya di dunia serta di akhirat kelak. Janganlah menunggu sampai esok untuk membuat persediaan hadapi kematian, karena mati bisa datang kapan saja. 

Akhirnya, semoga kita dapat memaksimalkan bebrapa bekas usia kita ini untuk memperbanyak amal shaleh.
sumber : islamberdakwah

Amalan Agar Orang Yang Membenci Anda Berbalik Jadi Mencintai Anda 


Apakah anda pernah mencintai seseorang tetapi ada ganjalan yang menyakitkan, lebih-lebih bila orangnya hingga menghina anda? 
Bisa saja hal ini terjadi kepada siapapun, akan tetapi jangan sampai dibalas dengan kejelekan, terlebih dengan hal­hal yang dapat menyebabkan kerugian untuk diri anda sendiri, 
sebab seandainya anda membalas dengan kejelekan hanya akan menimbulkan permusuhan yang lama. 

Di dalam islam ada syariat yang harus kita lakukan bila kita alami permasalahan yang sedang kita hadapi, bila anda mempunyai permasalahan seperti di atas cobalah berikhtiar dengan amalan berikut ini. 

Amalan ini ada didalam Surah Yusuf Ayat 4, 

Artinya : 
 " Ingatlah saat Yusuf berkata pada ayahnya : 
 " Wahai Ayahku, sesungguhnya aku bermimpi lihat sebelas bintang, matahari dan bulan, semuanya sujud kepadaku. " 

Ayat itu dibaca setelah sholat isya sebanyak 3X, serta tujukan pada orang yang anda maksud, Insya Allah orang yang tadinya membenci anda akan berbalik mencintai anda. 

Penting : 
Jangan menggunakan amalan ini untuk kepentingan yang tidak baik, apalagi bila ada niat yang melanggar larangan Allah, karena amalan ini yaitu ayat dari Al­Quran, jangan sampai disalah gunakan!
SUMBER : detakmuslim

Yusuf Mansur adalah seorang ustadz sekaligus tokoh muslim yang sangat terkenal di Seluruh Indonesia melalui dakwah yang paling terkenal acara TV Wisata Hati di salah satu TV Swasta. Selain seorang ustadz Yusuf Mansur atau di singkat dengan YM juga seorang penulis buku serta pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang serta pengajian Wisata Hati. 


 Yusuf Mansur : Ini Waktu Berdoa Paling Mustajab Berikut Caranya, SEBARKAN!!! 

Baru-baru ini YM berceramah dengan tema saat berdoa yang paling mustajab yang dilakukan pada hari Jum’at yaitu pada habis Ashar hingga sebelum Magrib, hanya terjadi seminggu sekali, sehingga saat ini bisa Anda manfaatkan sebagai saat berdoa yang sangat afdol agar semua hajat Anda dapat terkabul, terampuni dosa-dosa serta Sembuh dari penyakit dan sebagainya. 

Buat temen-temen yang punya masalah apapun masalahnya, buat temen-teman yang mempunyai hajat apapun hajatnya, buat temen-temen yang punya dosa kek apapun dosanya, coba minta sama Allah untuk setiap hajatnya, minta diampuni setiap dosanya bila bisa kita doain yang lain, kita doakan sebanyak-banyaknya. Kemudian kita minta manfaat untuk akhirat kita, minta surga, minta ridha Allah, serta lain sebagainya. 

Cara Berdoanya : 
  • Usahakan dalam kondisi berwudhu 
  • Sholawat dulu, sekali, tiga kali, tujuh kali, makin banyak makin bagus. Karena pengantar doa itu yaitu Sholatwat, makin bagus sholawat kita makin keren doanya. 
  • Istighfar, sekali, tigakali atau seratus kali, atau sebanyak-banyaknya. 
  • Baca Qur’an dulu setidaknya baca Alfatihah sebagai pengantar. 
  • Lalu Bertasbih, minimal baca Subhanallah… atau Subhanallahi wa bihamdi 
  • Lalu Membaca La haula walaquata illa billahil aliyil ‘azim 
  • Lalu Niatin sedekah, walaupun kelak setelah berdoa baru di sedekahin yang utama niatin dahulu atau bila mungkin sedekah dulu, sisihkan duit kita di salah satu tempat spesial untuk nanti di serahkan pada yang berhak terima sedekah. 
  • Lalu Berdoa 
  • Penutupnya dapat dengan istigfar lagi, alfatihah lagi, sedekah lagi. 


Beberapa hadist Pendukung tentang saat yang paling mustajab disebutkan dalam beberapa hadits. Di antaranya, 

عَن�' أَبِي هُرَي�'رَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ : «إِنَّ فِي ال�'جُمُعَةِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا مُس�'لِمٌ، يَس�'أَلُ اللهَ فِيهَا خَي�'رًا، إِلَّا أَع�'طَاهُ إِيَّاهُ»، قَالَ : وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيفَةٌ. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu jam (saat) spesifik, tidaklah seorang muslim mendapati saat tersebut serta berdoa pada Allah memohon kebaikan, melainkan Allah akan memenuhi permohonannya. ” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu bersabda, “Waktu itu hanya sebentar. ” (HR. Bukhari no. 6400 serta Muslim no. 852, dengan lafal Muslim). 

Ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa saat paling mustajab itu yaitu pada satu jam terakhir sehabis sebelum magrib, atau pada ashar dengan magrib. Berikut hadistnya : 

عَن�' عَب�'دِ اللَّهِ ب�'نِ سَلَامٍ، قَالَ : قُل�'تُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ : إِنَّا لَنَجِدُ فِي كِتَابِ اللَّهِ : «فِي يَو�'مِ ال�'جُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَب�'دٌ مُؤ�'مِنٌ يُصَلِّي يَس�'أَلُ اللَّهَ فِيهَا شَي�'ئًا إِلَّا قَضَى لَهُ حَاجَتَهُ». قَالَ عَب�'دُ اللَّهِ : فَأَشَارَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ : «أَو�' بَع�'ضُ سَاعَةٍ» ، فَقُل�'تُ : صَدَق�'تَ، أَو�' بَع�'ضُ سَاعَةٍ. قُل�'تُ : أَيُّ سَاعَةٍ هِيَ؟ قَالَ : «هِيَ آخِرُ سَاعَاتِ النَّهَارِ». قُل�'تُ : إِنَّهَا لَي�'سَت�' سَاعَةَ صَلَاةٍ، قَالَ : «بَلَى. إِنَّ ال�'عَب�'دَ ال�'مُؤ�'مِنَ إِذَا صَلَّى ثُمَّ جَلَسَ، لَا يَح�'بِسُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ، فَهُوَ فِي الصَّلَاةِ» 

Dari Abdullah bin Salam Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sedang duduk, jadi saya mengatakan, “Sesungguhnya kami (kaum Yahudi, sebelum ia masuk Islam, pent) mendapati dalam kitab Allah (Taurat, pent) bahwa pada hari Jum’at ada satu jam (saat) tertentu, tidaklah seorang mukmin mendapati saat itu saat ia melaksanakan shalat serta berdoa pada Allah memohon satu keperluan, tetapi Allah akan memenuhi keperluannya. ” 

عَن�' جَابِرِ ب�'نِ عَب�'دِ اللَّهِ، عَن�' رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : «يَو�'مُ ال�'جُمُعَةِ ثِن�'تَا عَش�'رَةَ – يُرِيدُ – سَاعَةً، لَا يُوجَدُ مُس�'لِمٌ يَس�'أَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَي�'ئًا، إِلَّا أَتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَال�'تَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَع�'دَ ال�'عَص�'رِ» 

Dari Jabir bin Abdullah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda, “Hari Jum’at terdiri dari dua belas jam. Tidak ada seorang muslim juga yang memohon sesuatu kepada Allah (pada suatu jam tertentu), melainkan Allah akan mengabulkannya. Maka cari jam terkabulnya doa itu pada satu jam terakhir setelah shalat Ashar! ” (HR. Abu Daud no. 1048 serta An-Nasai no. 1389, sanadnya baik, dinyatakan shahih oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, An-Nawawi, serta Al-Albani, serta dinyatakan hasan oleh Ibnu Hajar al-Aasqalani). 

عَن�' أَنَسِ ب�'نِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ قَالَ : التَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُر�'جَى فِي يَو�'مِ الجُمُعَةِ بَع�'دَ العَص�'رِ إِلَى غَي�'بُوبَةِ الشَّم�'سِ. 

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Carilah satu jam yang diharapkan pada hari Jum’at pada waktu setelah shalat Ashar sampai waktu terbenamnya matahari! ” (HR. Tirmidzi no. 489, di dalamnya ada seorang perawi yang lemah bernama Muhammad bin Abi Humaid az-Zuraqi. Namun hadits ini diriwayatkan dari jalur lain oleh Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Awsath serta dikuatkan oleh hadits Jabir bin Abdullah dan Abdullah bin Salam di atas). 

Demikianlah Waktu Berdoa Paling Mustajab Beserta Caranya Ala Yusuf Mansur, Tolong Di Sebarkan..
sumber : portalislami



Surah Al-Ikhlas (Arab : الإخلاص, " Memurnikan Keesaan Allah ") yaitu surah ke-112 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat serta pokok isinya yaitu menegaskan keesaan Allah sambil menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, " Allahu ahad, Allahus shamad "  (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), kerap terlihat dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu. Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat. 

Berikut ini adalah keDAHSYATan SURAT AL- IKHLAS 
{ Sempatkanlah sebentar untuk membaca tulisan ini } 

Rasulullah Muhammad SAW pada suatu saat bersabda : 
”Demi Allah yang jiwaku di GenggamanNYA, sesungguhnya : 

♥ QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis di sayap Malaikat Jibril. 
♥ ALLAHHUS SOMAD itu tertulis disayap Malaikat Mikail. 
♥ LAMYALID WALAM YUULAD tertulis pada, sayap Malaikat Izra'il, 
♥ WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap Malaikat Israfil " 

Berkata Ibnu Abbas r. a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : Ketika saya {Rasulullah SAW} Isra’ ke langit, saya melihat Arasy di atas 360, 000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yang lain adalah 300, 000 tahun perjalanan. 
Pada tiap-tiap pilar itu ada padang pasir yang jumlahnya 12, 000 serta luasnya setiap satu padang itu seluas dari Timur sampai ke Barat. 

Pada setiap padang itu ada 80, 000 Malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas. 

Setelah mereka selesai membaca Surah itu jadi berkata mereka : 
”Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan. ”. 

Riwayat Anas bin Malik juga merekam cerita berkaitan surat Al-Ikhlas. 
Suatu ketika 70. 000 Malaikat diutus datang pada seorang sahabat di Madinah yang meninggal. Kedatangan para Malaikat itu sampai meredupkan cahaya matahari. 70. 000 Malaikat itu diutus hanya karena almarhum kerap membaca surat ini. Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya serta Malaikat Jibril datang pada Nabi untuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.  


Rasulullah S. A. W bersabda : 
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit hingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya serta banyak Malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi Titian Siratul Mustaqim lalu menuju ke Surga. (HR Qurthuby). 

SUBHANALLAH.......... 

Ya Allah, jadikanlah kami yang mengucapkan " SUBHANALLAH " menjadi manusia sehat, bermanfaat serta wafat dalam keadaan HUSNUL KHATIMAH Aamiin ya Rabbal 'alamiin.
sumber : detakmuslim.com


Sebelumnya kami telah berbagi lafadz ayat kursi lengkap arab, latin serta artinya. Dimana ayat kursi ini ternyata banyak sekali memiliki manfaat dan keutamaan untuk siapa saja yang mengamalkan atau membacanya. 

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas lebih rinci tentang keutamaan serta manfaat dan hikmah ayat kursi yang patut kita kenali, agar supaya kita semua lebih sering mengamalkan serta/atau membaca salah satu ayat Al-Qur’an yang paling Agung ini, yaitu Ayat Kursi. 

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan langit serta bumi melebihi agungnya Ayat Kursi (karena di dalam ayat itu telah mencakup Nama serta Sifat Allah) ”. Dari sabda Nabi itu, bisa kita ambil kesimpulan kalau Keagungan Ayat Kursi itu melebihi langit serta bumi. Subhanallah…. sungguh sangat luar biasa ayat kursi ini. 

Untuk lebih komplitnyanya mengenai keutamaan, fadhilah, hikmah dan manfaat membaca doa ayat kursi akan kami paparkan dibawah. Dan berikut adalah beberapa diantaranya : 

Hikmah, Manfaat serta Keutamaan Membaca Ayat Kursi 

1. Ayat Kursi yaitu Ayat yang Paling Agung dalam Al-Quran 

Sebagaimana yang ada pada pertanyaan yang diajukan oleh Rasulullah pada Ubay bin Ka’ab, “Ayat mana yang paling agung dalam kitabullah? ” Ubay mehknjawab, “Ayat kursi. ” Jadi beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menepuk dada Ubay lalu berkata, “Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki. ” (HR. Muslim). 

Ayat Kursi dikategorikan sebagai ayat yang paling agung karena di dalamnya ada nama Allah yang paling agung, yakni Al Hayyu serta Al Qayyum. Namun ulama berselisih pendapat manakah nama Allah yang paling agung. 

2.Ayat Kursi Keagungannya Melebihi Langit serta Bumi 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan langit serta bumi melebihi agungnya Ayat Kursi (karena di dalam ayat itu sudah mencakup Nama dan Sifat Allah) ” 
Sufyan ats-Tsauri berkata, “Sebab ayat kursi merupakan (salah satu) kalamullah (perkataan Allah), sedang kalamullah itu lebih agung dari ciptaan Allah yang berwujud langit serta bumi” (HR. At-Tirmidzi) 


" Salah Satu Bacaan Dzikir Sebelum Tidur 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, pasti Allah akan senantiasa menjagamu serta setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi” (HR. Al-Bukhari). 

Jadikanlah ayat kursi sebagai dzikir teratur yang di baca ketika akan tidur. Diluar itu, ayat kursi juga termasuk bacaan dzikir pagi serta petang. 

  • Ayat Kursi yaitu Salah Satu Sebab Masuk Surga 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai shalat, jadi tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian” (HR. An Nasa-i, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani). 

Sebagian hadits diatas menunjukkan keutamaan Ayat Kursi yang begitu luar biasa. Selain keutamaan di atas, ayat kursi juga memiliki banyak fadhilah/hikmah/manfaat untuk siapa saja yang mengamalkannya, diantaranya : 

  • Siapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali usai Sholat fardhu, setiap pagi serta petang, setiap kali masuk kerumah atau kepasar, setiap kali masuk ke tempat tidur serta musafir, insyaallah bakal diamankan dari godaan syaitan serta kejahatan para raja yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia serta kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dianya serta keluarganya, anak-anak nya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran serta kekaraman. 
  • Siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, inyaallah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rejekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah SWT 
  • Siapa yang mengamalkan membaca ayat Kursi sejumlah anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulullah SAW. 
  • Siapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan lalu diminumnya, jadi insyaallah Allah SWT akan mencerdaskan akalnya serta memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari. 
  • Siapa yang membaca ayat Kursi selepas Sholat fardhu 5 saat, Tuhan bakal mengampunkan dosanya. Sesiapa yang membacanya saat hendak tidur, terpelihara dari gangguan syaitan, serta sesiapa yang membacanya saat ia marah, jadi bakal hilang rasa marahnya. 
  • Siapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), jadi insyaallah, Allah SWT akan berikan pertolongan dalam segala hal serta menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikirannya, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya serta diberikan apa yang dituntutnya. 
  • Barang siapa membaca ayat Kursi saat akan tidur, jadi Tuhan mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi. 
  • Siapa yang masuk kerumahnya serta membaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya serta mengharapkan dengan itu jadi penjaga serta pelindung syaitan. 
  • Siapa yang takut pada serangan musuh hendaklah ia bikin garis lingkaran dengan isyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Lalu ia masuk bersama jamaahnya dalam garis lingkaran itu menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanayk 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya serta tidak akan memudharatkannya. 
  • Siapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, jadi untuk Allah, untuk Rasul, untuk alQuran yang mulia, Tuhan bakal membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud serta di beri pengaruh pada manusia. 


Itulah beberapa keutamaan serta hikmah dari ayat kursi yang begitu agung serta luar biasa, seperti kami rangkum dari berbagai sumber. Ayat Kursi sendiri bukanlah ayat yang panjang serta sulit untuk dihapal. Maka dari itu, pastikan bila kita telah menghafal ayat kursi.
sumber : harianmuslim.net



Segala puji untuk Allah, shalawat dan salam semoga tercurah untuk junjungan kita Nabi Muhammad, pada keluarganya, banyak sahabatnya serta yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du : 

Para pembaca yang dirahmati Allah Ta’alaa : 
Setelah mengerjakan setiap ketaatan serta beribadah baik itu umrah, haji, puasa, sholat, sedekah, atau amal shalih apapun kita mengulang-ulang bisikan Ali radhiallahu anhu waktu berkata : (kalau saya tahu, apakah amalanku termasuk yang diterima jadi aku mengucapkan selamat untuknya, atau yang ditolak jadi saya mengucapkan belasungkawa untuknya). 

Setelah mengerjakan setiap ketaatan kita juga mengulang perkataan Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu : (wahai yang diterima, selamat untukmu, wahai yang ditolak semoga Allah ganti musibahmu). 
Sungguh Ali radhiallahu anhu sudah berkata : (jangan kalian pedulikan amal yang sedikit, namun pedulikan diterimanya amal itu), bukankah kalian mendengar firman Allah Azza wa Jalla saat berfirman : (Sesungguhnya Allah mengkabulkannya dari orang-orang yang bertakwa) QS Al-Maidah : 27. 

Janganlah seperti sebagian kaum muslimin yang tidak perduli diterimanya ketaatan mereka, karena sesungguhnya diberikan taufik serta kemudahan untuk beramal shalih adalah karunia besar, akan tetapi itu tidak akan terwujud kecuali dengan karunia lain yang lebih besar, yaitu nikmat diterimanya amalan. 

Jika seorang hamba mengetahui bahwa beberapa dari amalan dapat ditolak dari pelakunya karena banyak sebab, jadi yang terpenting yaitu tahu sebab-sebab diterimanya amalan, bila dia menemukannya dalam dianya jadi hendaklah dia memuji Allah Ta’alaa, serta beramal dengan teguh serta konsisten diatasnya, namun bila tidak menemukannya jadi hendaklah hal pertama yang diperhatikannya dari sekarang yaitu : mengamalkannya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah Ta’ala semata. 

Maka apakah sebab-sebab serta tanda-tanda diterimanya amalan? 

1- Tidak kembali berbuat dosa sehabis melakukan ketaatan : 
Karena kembali pada dosa merupakan tanda kebinasaan serta kerugian, 
Yahya bin Muadz berkata : ”barangsiapa yang beristighfar dengan lisannya sedangkan hatinya bertekad untuk bermaksiat, serta azamnya kembali pada maksiat setelah sebulan serta kembali, jadi puasanya tertolak darinya, serta pintu diterimanya amalan tertutup didepannya”. 

Kebanyakan manusia bertaubat sedang dia selalu mengatakan : sesungguhnya saya tahu kalau saya bakal kembali... janganlah katakan seperti itu... namun katakan : Insya Allah saya tidak akan kembali. Serta memohon pertolongan pada Allah serta berazam untuk tidak kembali lagi. 

2-Takut jika amalannya tidak diterima : 

Allah Subhanahu wa Ta’alaa Maha Kaya dari ketaatan serta ibadah kita, Allah Azza wa Jalla berfirman : (Barangsiapa yang bersyukur jadi sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, serta siapa yang kufur jadi sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia) QS Luqman : 12. 
Serta Allah Ta’alaa berfirman : 

إن تَك�'فُرُوا فَإنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُم�' وَلا يَر�'ضَى لِعِبَادِهِ ال�'كُف�'رَ وَإن تَش�'كُرُوا يَر�'ضَهُ لَكُم�') الزمر : 7) 

Artinya : (Jika anda kafir jadi sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu, serta Dia tak meridloi kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika anda bersyukur, Dia meridloi kesyukuranmu itu) QS Az-Zumar : 7. 

Dan seorang mukmin walaupun bersungguh-sungguh melakukan ketaatan, serta mendekatkan diri pada Allah dengan bermacam taqarrub, tetapi dia terasa begitu kasihan pada dianya, dia takut amalannya tidak diterima, dari Aisyah radhiallahu anha berkata : (Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang ayat ini : 

 (وَالَّذِينَ يُؤ�'تُونَ مَا آتَو�'ا وَّقُلُوبُهُم�' وَجِلَةٌ) المؤمنون : 60 

Artinya : (Serta mereka yang memberikan apa yang mereka berikan dari sedekah dengan hati penuh rasa takut) QS Al-Mukminun : 60. 

 " Apakah mereka yang minum khamr atau mencuri? " Beliau berkata : (Bukan yang binti As-Shidiq! akan tetapi mereka yang berpuasa, sholat, serta bersedekah, sedang mereka takut tidak diterima dari mereka, merekalah orang yang bersegera dalam kebaikan). 

Meskipun dia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan bebrapa ibadah mulia ini tetapi dia tidak mengandalkan usahanya ataupun menunjukkannya pada Rabbnya, tapi dia meremehkan amalannya, serta menampakkan kefakirannya yang sempurna pada ampunan Allah serta rahmat-Nya, serta hatinya penuh dengan rasa takut bila amalannya ditolak, Waliyadhu billah, dia memohon kepada-Nya agar amalannya diterima. 

3- Diberikan taufik melaksanakan amal shalih sesudahnya : 

Sesungguhnya tanda diterimanya ketaatan seorang hamba kalau dia diberikan taufik untuk ketaatan sesudahnya, serta diantara tanda diterimanya kebaikan : mengerjakan kebaikan sesudahnya, karena kebaikan itu berkata : kebaikan lagi... kebaikan lagi. Serta ini termasuk rahmat Allah Ta’alaa serta karunia-Nya, kalau Dia memuliakan hamba-Nya bila sudah berbuat kebaikan, serta mengikhlaskannya pada Allah jadi Allah membukakan untuknya pintu kebaikan lain, agar lebih dekat kepada-Nya. 

Jadi amal shalih seperti pohon yang baik, butuh disiram serta dipelihara, agar tumbuh serta kuat, serta memberi buahnya, serta hal terutama yang kita perlukan yaitu selalu menjaga amalan-amalan baik yang sudah kita lakukan, serta memeliharanya, serta menambahnya sedikit untuk sedikit, berikut arti istiqamah yang sebenarnya. 

4- Menganggap sepele amalannya dan tidak ujub serta tertipu dengannya : 

Sesungguhnya hamba yang beriman berapakah banyakpun dia beramal shalih, tetapi semua amalnya tidak menjadikannya bersyukur atas kesenangan itu seperti kenikmatan pada jasadnya pendengaran, penglihatan, atau lisan serta lainnya, serta tidak merasa sudah menunaikan hak Allah Ta’alaa, karena hak Allah diluar gambaran kita, oleh karena itu termasuk sifat orang-orang yang ikhlas mereka menganggap kecil amalan mereka, hingga mereka tidak takjub dengannya, serta tidak terkena penyakit ghurur yang bakal menghapus pahalanya serta membuatnya merasa cukup serta malas untuk beramal shalih lagi.  

Diantara hal yang dapat membantu kita menganggap kecil amalan kita yaitu : mengenal Allah Ta’alaa, lihat nikmat-nikmat-Nya, serta mengingat dosa-dosa serta kelalaiannya. 
Marilah kita merenungkan bagaimana Allah Ta’alaa berwasiat pada Nabi-Nya dengan hal itu sesudah memerintahkan kepadanya dengan perkara-perkara besar : 

يا أيها المدثر. قم فأنذر. وربك فكبر. وثيابك فطهر. والرجز فاهجر. ولاتمنن تستكثر). المدثر : 1-6 

Artinya : (Wahai orang yang berselimut. Bangunlah lalu berilah peringatan! serta agungkanlah Tuhanmu. Serta bersihkanlah pakaianmu. Serta tinggalkan segala perbuatan yang keji. Dan janganlah engkau memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak) QS Al-Mudatsir : 1-6. 

Diantara makna ayat ini yaitu seperti yang dikatakan oleh Hasan Al-Basri rahimahullah : jangan engkau ungkit amalanmu didepan Rabbmu untuk memperoleh pahala yang lebih banyak. 

Imam Ibnu Qayyim : (Setiap engkau menyaksikan hakikat Rububiyah serta inti Ubudiyah, serta mengenal Allah, serta tahu dirimu sendiri, dan menjadi jelas bagimu kalau barang dagangan yang engkau bawa tidak layak untuk Raja yang Haq, walau engkau datang dengan amalan seluruh jin dan manusia, engkau takut akibatnya, serta Dia hanya menerimanya karena kemuliaan, kedermawaan, dan karunia-Nya, dan memberikan ganjaran atasnya juga karena kemuliaan, kedermawaan, serta karunia-Nya) Madarijul Salikin (2/439). 

5- Mencintai ketaatan serta membenci kemaksiatan : 

Termasuk tanda diterimanya amalan, Allah memberikan kecintaan dalam hatimu pada ketaatan, hingga engkau mencintainya, tenang serta tenteram kepadanya. Allah Ta’alaa berfirman : 

 (الَّذِينَ آمَنُوا�' وَتَط�'مَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِك�'رِ اللّهِ أَلاَ بِذِك�'رِ اللّهِ تَط�'مَئِنُّ ال�'قُلُوبُ) (الرعد28) 

Artinya : (orang-orang yang beriman hati mereka tentram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, kalau dengan mengingat Allah hati jadi tentram) QS Ar-Ra’d : 28. 
Serta termsuk tanda diterimanya amalan yaitu engkau membenci maksiat serta mendekatinya dan berdoa pada Allah supaya menjauhkanmu darinya. 

6- Berharap serta banyak berdoa : 

Sesungguhnya takut pada Allah saja tidak cukup, karena mesti dengan pasangannya yakni berharap, karena takut tanpa berharap menyebabkan putus harapan dari rahmat Allah, sedangkan berharap saja tanpa takut menyebabkan rasa aman dari siksa Allah serta semua perkara yang tercela yang merusak akidah seseorang serta ibadahnya. 

Dan berharap diterimanya amalan disertai rasa takut bila amalannya ditolak jadikan manusia tawadhu serta khusyu pada Allah Ta’alaa, hingga jadi tambah imannya. 

Dan jika rasa berharap sudah terwujud jadi manusia mengangkat ke-2 tangannya ke langit memohon pada Allah agar amalannya diterima, karena cuma Dia saja yang Kuasa melakukannya, serta inilah yang dilakukan oleh ayah kita Ibrahim kekasih Allah serta putranya Ismail alaihima salam seperti diceritakan oleh Allah Ta’alaa saat keduanya membangun Kabah seraya berfirman : 

 (وإذ يرفع إبراهيم القواعد من البيت وإسماعيل ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم) (البقرة : 127) 

Artinya : (Serta ingatlah saat Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail seraya berkata : Ya Rabb kami terimalah amalan kami. Sungguh Engkaulah Maha Mendengar, Maha Tahu) QS Al-Baqarah : 127. 

7- Diberi kemudahan lakukan ketaatan serta menjauhi maksiat : 

Subhanallah, bila Allah terima ketaatanmu Dia memudahkanmu untuk melakukan amalan lain yang sebelumnya tidak dalam persangkaanmu, bahkan Dia menjauhkanmu dari maksiat walau engkau dekat dengannya. Allah Ta’alaa berfirman : 

 (فَأَمَّا مَن أَع�'طَى وَاتَّقَى{5} وَصَدَّقَ بِال�'حُس�'نَى{6} فَسَنُيَسِّرُهُ لِل�'يُس�'رَى{7} وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاس�'تَغ�'نَى{8} وَكَذَّبَ بِال�'حُس�'نَى{9} فَسَنُيَسِّرُهُ لِل�'عُس�'رَى{10}) الليل : 5-10). 

Berarti : (Jadi barangsiapa memberi hartanya serta bertakwa, serta membetulkan pahala yang terbaik, jadi kami mudahkan dia pada jalan menuju kemudahan. Serta adapun orang yang kikir serta terasa dianya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, jadi Kami akan memudahkannya jalan menuju kesukaran) QS Al-Lail : 5-10. 

8- Menyintai orang-orang shalih serta membenci pelaku maksiat : 

Termasuk sinyal diterimanya ketaatan, Allah memberikan hatimu rasa cinta pada orang-orang shalih beberapa pelaku ketaatan serta memberikan hatimu kebencian pada para pelaku kerusakan serta kemasiatan. 

روى الإمام أحمد عن البراء بن عازب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ((إن أوثق عرى الإيمان أن تحب في الله وتبغض في الله)). 

Imam Ahmad rahimahullah sudah meriwayatkan dari Barra bin ‘Azib radhiallhu anhu kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : (sebenarnya ikatan buhul keimanan yang paling kuat yaitu engkau menyukai karena Allah serta membenci lantaran Allah). 

9- Banyak beristighfar : 

Bila kita merenungkan kebanyakan ibadah serta ketaatan jadi hendaklah menutupnya dengan istighfar karena sejauh manapun manusia bersungguh-sungguh menyempurnakan amalannya tentu ada kekurangan serta kelalaian, sebagaimana setelah kita melakukan manasik haji Allah berfirman : 

 (ثُمَّ أَفِيضُوا�' مِن�' حَي�'ثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاس�'تَغ�'فِرُوا�' اللّهَ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ) (البقرة : 199). 

Artinya : (Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) serta beristighfarlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang) QS Al-Baqarah : 199. 
Dan sesudah sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita untuk beristighfar sebanyak tiga kali. Serta orang yang melakukan qiyamulail mengakhirinya dengan istighfar di saat sahur. 

قال تعالى : (وَبِال�'أَس�'حَارِ هُم�' يَس�'تَغ�'فِرُونَ) (الذاريات18) 

Firman Allah Ta’alaa : (dan pada akhir malam mereka memohon ampunan pada Allah) QS Adz-Dzariyat : 18. 

Dan Allah Ta’alaa mewasiatkan pada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dalam firman-Nya : 

 (فَاع�'لَم�' أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاس�'تَغ�'فِر�' لِذَنبِكَ وَلِل�'مُؤ�'مِنِينَ وَال�'مُؤ�'مِنَاتِ) (محمد : 19) 

Artinya : (Ketahuilah, bahwasanya Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah serta mohon ampunlah atas dosamu serta kaum mukminin serta mukminat) QS Muhammad : 19. 

Serta Allah memerintahkan juga pada Nabi-Nya untuk mengakhiri hidupnya dengan ibadah kepada Allah, jihad dijalan-Nya dengan istighfar seraya berfirman : 

 (إِذَا جَاء نَص�'رُ اللَّهِ وَال�'فَت�'حُ{1} وَرَأَي�'تَ النَّاسَ يَد�'خُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَف�'وَاجاً{2} فَسَبِّح�' بِحَم�'دِ رَبِّكَ وَاس�'تَغ�'فِر�'هُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّاباً{3}) النصر 

Artinya : (apabila telah datang pertolongan Allah serta kemenangan. Serta kamu lihat manusia berbondong-bondong masuk kedalam agama Allah. Jadi bertasbihlah dengan memuji Rabbmu serta beristighfarlah, sesungguhnya Dia Maha Pengampun) QS An-Nashr. 

Dan beliau umum mengucapkan dalam ruku serta sujudnya 

 (سبحانك اللهم ربنا وبحمدك، اللهم اغفر لي) رواه البخاري. 

Berarti : (Maha Suci Engkau Ya Allah Rabb kami serta dengan memujimu, Ya Allah ampunilah aku) HR Imam Bukhari. 

10- Konsisten dalam kerjakan amal shalih : 

Diantara petunjuk Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam yaitu konsisten dalam amal shalih sebagaimana dalam hadits : 

فعن عائشة- رضي الله عنها - قالت : (كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا عمل عملاً أثبته) رواه مسلم. 

Dari Aisyah radhiallahu anha berkata : (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika mengerjakan satu amalan beliau menetapkannya) HR Imam Muslim. 

Serta amalan yang paling di cintai oleh Allah serta Rasul-Nya yaitu yang paling konsisten meskipun sedikit. 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل). متفق عليه. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : (amal yang paling dicintai Allah yaitu yang paling konsisten walau sedikit). Muttafaqun ‘alaihi. 

Mudah-mudahan Allah Ta’alaa menerima semua amalan kita terutama puasa, qiyamul lail, tilawah, sadaqah kita di bulan Ramadhan. 

 (Disarikan dari makalah Sheikh Amir bin Muhammad Al-Mudri imam dan khatib masjid Al-Iman di Yaman) 
sumber : muslimterkini



Bismillah, Sholat memiliki banyak keutamaan dan hikmah, di antaranya : 

1. Sholat adalah rukun Islam yang kedua dan merupakan rukun Islam yang terpenting setelah dua kalimat syahadat 

Sama seperti sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : 

بُنِيَ ا�'لإِس�'لاَمُ عَلَى خَم�'سَةٍ : عَلَى أَن�' يُوَحِّدَ اللهَ (وَ فِي�' رِوَايَةٍ عَلَى خَم�'سٍ) شَهَادَةِ أَن�' لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُو�'لُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِي�'تَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَال�'حَجِّ 

“Islam dibangun atas lima perkara yaitu mentauhidkan Allah, dalam riwayat lain : bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah serta Muhammad yaitu utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji. ” (HR. Bukhari I/12 no. 8, dan Muslim I/45 no. 19, dari Abdullah bin Umar rodhiyallahu anhuma) 

2. Sholat merupakan media penghubung pada seorang hamba dengan Tuhannya 

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : 

إِنَّ أَحَدَكُم�' إِذَا صَلَّى يُنَاجِي رَبَّهُ 

“Sesungguhnya seorang dari kamu jika sedang sholat, berarti ia sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Tuhannya”. (HR. Bukhari I/198 no. 508, dari Anas bin Malik rodhiyallahu anhu) 

3. Sholat adalah penolong dalam segala urusan penting 

Hal tersebut sebagaimana firman Allah ta’ala : 

وَاس�'تَعِينُوا بِالصَّب�'رِ وَالصَّلاَةِ 

“Jadikanlah sabar serta sholat sebagai penolongmu”. (QS. Al Baqarah : 45) 

4. Sholat yaitu pencegah dari perbuatan maksiat serta kemungkaran 

Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala : 

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَن�'هَى عَنِ ا�'لفَح�'شَاءِ وَال�'مُن�'كَرِ 

“Dan dirikanlah sholat karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”. (QS. Al Ankabut : 45) 

5. Sholat yaitu cahaya untuk orang-orang yang beriman yang memancar dari dalam hatinya serta menyinari saat di padang Mahsyar pada hari kiamat. 

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : 

الصَّلاَةُ نُو�'رٌ 

“Sholat adalah cahaya ”. (HR. Muslim I/203 no. 223, dari Abu Malik Al-Asy’ari rodhiyallahu anhu) 

مَن�' حَافَظَ عَلَي�'هَا كَانَت�' لَهُ نُو�'رًا وَبُر�'هَانًا وََنجَاةً يَو�'مَ ا�'لقِيَامَةِ 

“Barangsiapa yang menjaga sholatnya niscaya ia kan jadi cahaya, bukti serta penyelamat (baginya) pada hari kiamat. ” (HR. Ahmad II/169 no. 6576, serta Ibnu Hibban IV/329 no. 1467, dari Abdullah bin ‘Amr rodhiyallahu anhu) 

6. Sholat adalah kebahagiaan jiwa orang-orang yang beriman dan penyejuk hatinya 

Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam : 

جُعِلَت�' قُرَّةُ أَع�'يُنِي�' فِي الصَّلاَةِ 

“Dijadikan penyejuk hatiku di dalam sholat”. (HR. Ahmad III/128 no. 12315, 12316, dan III/199 no. 13079, dan Nasa’i VII/74 no. 3950, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu) 

7. Sholat adalah penghapus dosa-dosa serta pelebur segala kesalahan 

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : 

أَرَأَي�'تُم�' لَو�' أَنَّ نَه�'رًا بِبَابِ أَحَدِكُم�' يَغ�'تَسِلُ فِي�'هِ كُلَّ يَو�'مٍ خَم�'سَ مَرَّاتٍ هَل�' يَب�'قَى مِن�' دَرَنِهِ شَي�'ءٌ ؟ قَالُو�'ا : لاَ يَب�'قَى مِن�' دَرَنِهِ شَ�'ءٌ. قَالَ : كَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ ال�'خَم�'سِ يَم�'حُو اللهُ بِهِنَّ ا�'لخَطَايَا 

“Apa pendapat kalian jika di depan pintu seseorang di antara kalian terdapat sungai, di dalamnya ia mandi lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran (di badannya) walau sedikit? ” Para shahabat menjawab : “Tentu tidak tersisa sedikit juga kotoran (di badannya) ” Beliau berkata : “Demikian pula dengan sholat lima saat, dengan sholat itu Allah menghapus dosa-dosa”. (HR. Bukhari I/197 no. 505, dan Muslim I/462 no. 667, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu) 

الصَّلَوَاتُ ال�'خَم�'سُ وَال�'جُمُعَةُ إِلَى ال�'جُمُعَةِ وَ رَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَي�'نَهُمَا إِذَا اج�'تُنِبَتِ ا�'لكَبَائِرُ 

“Sholat lima saat dan dari Jum’at ke Jum’at serta dari Romadhon ke Romadhon, merupakan pelebur (dosa kecil yang dilakukan) di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa-dosa besar”. (HR. Muslim I/209 no. 233, dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu) 

8. Sholat merupakan tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya jadi ia sudah menegakkan agama 

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : 

رَأ�'سُ ا�'لأَم�'رِ الإِس�'لاَمُ وَعَمُو�'دُهَ الصَّلاَةُ وَذَر�'وَةُ سَنَامِهَ الجِهَادُ فِي�' سَبِي�'لِ اللهِ 

“Pokok dari perkara-perkara adalah Islam, tiangnya adalah sholat dan puncak tertingginya adalah jihad di jalan Allah”. (HR. AT-Tirmidzi no. 2616, Ibnu Majah II/1314 no. 3973, dan Ahmad V/231 no. 22069, dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu) 

9. Sholat merupakan pembeda pada orang yang beriman dengan orang yang kafir serta musyrik 

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : 

بَي�'نَ الرَّجُلِ وَ بَي�'نَ ا�'لكُف�'رِ وَالشِّر�'كِ تَر�'كُ الصَّلاَةِ 

“Batas pemisah pada seseorang dengan kekafiran serta kesyirikan yaitu meninggalkan sholat”. (HR. Muslim I/88 no. 82, dari Jabir bin Abdullah rodhiyallahu anhu) 

10. Sholat adalah sebaik-baik amalan 

Hal ini seperti sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : 

عِن�'دَمَا سُئِلَ عَن�' أَيِّ ا�'لأَع�'مَالِ أَف�'ضَلُ ؟ فَقَالَ : الصَّلاَةُ عَلَى وَق�'تِهاَ 

Saat beliau ditanya tentang amalan apa yang paling utama, jadi beliau menjawab : “Sholat pada waktunya”. (HR. Bukhari I/197 no. 504, dan Muslim I/89 no. 85, dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu anhu) 

11. Sholat yaitu perkara pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) pada setiap hamba 

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : 

إنََّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَو�'مَ ا�'لقِيَامَةِ مِن�' أَع�'مَالِهِم�' الصَّلاَةُ 

“Sesungguhnya perkara pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat yaitu masalah sholat ”. (HR. Ahmad serta Abu Dawud I/290 no. 864, dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu). 

Demikian beberapa hikmah serta keutamaan sholat berdasarkan al-Qur'an serta as-Sunnah yang shohih. Silakan di share. Semoga jadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua, aamiin.
sumber : muslimterkini.com

Uztadz Yusuf Mansur mengatakan kalau tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita mengupayakan. Demikian juga keinginan jadi orang kaya, banyak uang serta rezeki berlimpah, bukankah Muslim itu harus kaya? Karena itu berikut ini diajarkan riyadhah atau amalan yang bila rutin dikerjakan selama terus menerus, Insya Allah bakal mendapatkan rezeki berlimpah. Untuk tahap pembelajaran dimulai selama 40 hari terlebih dahulu. Diinginkan sesudah 40 hari masih selalu melaksanakan amalan itu bahkan juga lebih ditingkatkan intensitasnya. Seperti Allah melatih kita melakukan ibadah di bln. Ramadhan selama 30 hari dengan harapan kita tetaplah dapat melanjutkan di hari-hari selanjutnya. Intinya sebenarnya merutinkan ibadah sehingga jadi kebiasaan. Apa sajakah itu yang harus dilakukan selama 40 hari menuju kaya serta rezeki melimpah? 


# 1. Rutinkan shalat berjamaah di masjid serta tepat waktu 
Sedapat mungkin kerjakan shalat fardhu di masjid berjamaah dibarengi dengan shalat sunat qabliyah serta ba'diyahnya. Qabliyah yaitu shalat sunat sebelum shalat wajib yakni 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Dhuhur, sebelum ashar, 2 rakaat sebelum magrib, sebelum Isya serta sebelum subuh. Sesaat Ba'diyah yaitu shalat sunat setelah shalat fardhu, yakni 2 rakaat setelah dhuhur, sesudah magrib serta sehabis isya. Jangan lupa shalat tahiyatul masjid sebagai penghormatan pada masjid. Jangan pernah tunda melakukan shalat. Begitu azan berbunyi segeralah ke masjid terdekat. 

# 2. Rutinkan shalat tahajud 8 rakaat serta shalat witir 3 rakaat 
Shalat tahajud yaitu salah satu shalat sunat yang paling utama, dikerjakan pada sepertiga malam, minimal 2 rakaat, namun Uztadz Yusuf Mansur memberi anjuran 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Sepertiga malam itu juga yaitu saat mustajab (saat terkabulnya doa). 

# 3. Baca Surah Al Waqiah 
Berikut surah yang dapat memperlancar rezeki " Barangsiapa membaca Surah Al Waqiah setiap malam, jadi ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya (H. R. Ibn Sunni). 
Jangan lupa membaca surah ini sesudah shalat subuh atau sesudah shalat isya. 

# 4. Rutinkan shalat dhuha 
Mengapa dhuha dapat melancarkan rejeki? Alasannya telah saya catat disini. Shalat sunat dhuha yaitu shalat sunat 2 rakaat yang dilaksanakan saat matahari beranjak naik sampai sebelum dhuhur. Rutinlah melaksanakan dhuha 6 rakaat, untuk yang kuat bisa sampai 12 rakaat itu lebih baik. (2 rakaat salam, begitu seterusnya). 

# 5. Baca zikir sesudah shalat 
Setelah shalat jangan langsung berdiri tetapi bacalah zikir yang biasa anda baca ditambah dengan membaca asmaul husnah Ya Fattah ya Razaak 11 kali, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi 1 kali serta Surah Al Ikhlas 3 kali. Rutinkan tiap-tiap usai shalat. Khusus usai shalat subuh dan ashar ditambah dengan membaca 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr. 


# 6. Rutin membaca zikir ini 
Rutinkan membaca Laa hawla wala quwwata illaa billah sebanyak 300 kali, dapat juga 100 kali setiap hari dan bisa dibagi membacanya setelah shalat fardhu (100/5 = 20 kali di setiap selesai shalat fardhu). 

# 7. Rutin mohon ampun 
Bacalah istighfar sebanyak 100 kali setiap hari. Karena bisa saja setiap hari kita berbuat dosa yang kita sadari maupun tidak. 

# 8. Rutin membaca zikir pagi serta petang 
Jangan lupa setiap hari membaca subhanallahi wabihamdihii subhanallahil adzhiem 100 kali di saat pagi serta 100 kali di saat petang (sore hari). Bisa dilakukan habis shalat dhuha serta sorenya dapat setelah melakukan ibadah shalat ashar atau menjelang magrib 

# 9. Teratur baca yasin 
Rutinkan membaca surah ke 36 dari Al Quran ini, waktunya bebas, lakukan kapan saja serta baca sejumlah 1 kali setiap hari. 

# 10. Tutup malam dengan shalat sunat 2 rakaat 
Begitu kantuk menyerang jangan segera tidur namun kerjakan shalat sunat 2 rakaat sebelum tidur, baca Surah Al Kafiruun di rakaat pertama serta Al Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu jangan lupa membaca Surah As Sajdah, Al Mulk atau Ar Rahman (pilih salah satu). 

Jalankan 10 amalan ini teratur selama 40 hari. Upayakan jangan bolong. Dapat di buat check daftar untuk membantu mengecek apakah salah satu amalan telah dikerjakan atau belum. Untuk wanita yang lagi haid dapat berhenti sesaat serta melanjutkan setelah suci. Niatkan serta mohonkan rejeki yang banyak serta bermanfaat untuk diri serta orang lain. Bila setelah 40 hari masihlah ingin dilanjutkan silakan. Bila sudah jadi kebiasaan bisa jadi ladang pahala buat kita. Wallahu alam.
sumber : islamberdakwah.com



Tidak bisa dipungkiri, sebagian orang muslim meyakini bahwa Surat Al-Waqiah memiliki hikmah serta keberkahan dan keutamaan yang mampu mengatasi masalah ekonomi. Barang siapa yang mengamalkan dan/atau membaca Surat Al-Waqiah secara rutin (istiqomah), Insya Allah akan dipermudah jalan rezekinya, sehingga perekonomiannya jadi lebih baik dari sebelumnya. 

Banyak hadits yang meriwayatkan tentang Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah dan Hikmahnya. Dan yang paling populer di masyarakat kita yaitu kalau Surat Al-Waqiah bisa jadi perantara seseorang digampangkan rezekinya, sehingga bisa terhindar dari kemiskinan. Beberapa diantara Hikmah selengkapnya antara lain sebagai berikut : 

Hikmah serta Keutamaan Surat Al-Waqiah Lengkap 
Ilustrasi : Membaca Al-Qur'an Surat Al-Waqiah 

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata : “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak lihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, serta penyakit dunia ; surat ini yaitu bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yg tidak tertandingi oleh yang lain. ” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). 

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata : “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, jadi bacalah surat Al-Waqi’ah ; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah. ” (Tsawabul A’mal, hlm 117). 

Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai. ” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). 

Abdullah bin Mas’ud berkata kalau Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya. ” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). 
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata : “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bln. purnama. ” (Tsawabul A’mal, halaman 117). 

Berkata Masruq : “Siapa ingin tahu cerita orang-orang terdahulu serta orang-orang terkemudian, dan cerita ahli surga serta ahli neraka, penduduk dunia serta akhirat, jadi bacalah surat Al-Waqi’ah”. (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269) Dengan mewiridkan surat Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, jadi Allah menjauhkan kefakiran selamanya. Sa’d Al Mufti mengatakan, bahwa hadist ini shahih. 

Ibn Mardawaih daripada Anas : Kasyf al-Khafa, bahwa Rasulullah saw bersabda “Surah al-Waqiah yaitu surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu. ” 
Riwayat daripada Ibn Mas‘ud : al-Azkar, al-Jami al-Soghir, bahwa Rasulullah saw bersabda “Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiap malam ia tidak akan ditimpa kefakiran. ” 

“Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia yaitu surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady) 

Itulah beberapa Keutamaan, Hikmah atau Fadhilah Membaca Surat Al-Waqiah. Seperti diketahui, Surat Al-Waqiah yaitu surat ke 56 yang terdiri dari 96 ayat, dan termasuk bebrapa golongan surat-surat makkiyah. Adapun isi pokok Surat Al-Waqiah yaitu tentang keimanan, gambaran peristiwa kiamat, gambaran tentang surga serta neraka.

sumber : harianmuslim.net



SURAT Al Ikhlas, seperti halnya surat-surat yang lain juga memiliki banyak rahasia yang terkandung di dalamnya. Dinamakan surat Al Ikhlas, karena dia menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan dunia akherat, dari kesulitan sakarotul maut, dari kesulitan kegelapan malam dan dari segala kesulitan resiko di hari kiamat.
Ternyata ada waktu tertentu yang dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas. Berikut sembilan waktu yang dianjurkan untuk mengamalkan surat Al-Ikhlas:

Pertama: waktu pagi dan sore hari
Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) 

QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL FALAQ 
ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kedua: sebelum tidur
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QULHUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas)dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen).”  (HR. Bukhari


Keempat: wirid seusai shalat (sesudah salam) “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat  di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

Kelima: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh)
“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point berikut.
Laporkan iklan?

Keenam: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah ba’diyah maghrib
“Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga raka’at
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)

Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib (shalat wajib) pada malam jum’at
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Kesembilan: ketika shalat dua rak’at di belakang maqom Ibrahim setelah thowaf
“Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)

Tempat tinggal yaitu tempat kita beristirahat dan berkumpul dengan sanak keluarga. Rumah juga yaitu tempat kita menginginkan datangnya rahmat dari Allah, SWT. 

Tetapi bagaimana apabila bila tanpa ada kita sadari rumah yang kita bangun nyatanya diisi beberapa hal yang dimurkai Allah hingga malaikat malas masuk ke dalamnya. Dan bahkan juga mungkin saja jadi tempat bersemayamnya beberapa syetan dan jin yang dilaknat. 


Rasulullah menjelaskan dalam banyak hadits tentang beberapa rumah spesifik yang tidak akan dimasuki Malaikat Rahmat. Salah satunya yaitu hadits-hadits di bawah ini : 

سَمِع�’تُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�’هِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَد�’خُلُ ال�’مَلَائِكَةُ بَي�’تًا فِيهِ كَل�’بٌ وَلَا صُورَةُ تَمَاثِيلَ 


Saya (Abu Thalhah) mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Malaikat (rahmat) akan tidak masuk dalam tempat tinggal yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung” (HR. Bukhari) 

عَن�’ أَبِي طَل�’حَةَ عَن�’ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�’هِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَد�’خُلُ ال�’مَلَائِكَةُ بَي�’تًا فِيهِ كَل�’بٌ وَلَا صُورَةٌ 

Dari Abu Thalhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “Sesungguhnya malaikat (rahmat) akan tidak masuk tempat tinggal yang di dalamnya ada anjing dan gambar” (HR. Muslim) 

عَن�’ عَلِيِّ ب�’نِ أَبِي طَالِبٍ عَن�’ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�’هِ وَسَلَّمَ قَالَ ال�’مَلَائِكَةُ لَا تَد�’خُلُ بَي�’تًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَل�’بٌ وَلَا جُنُبٌ 

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “Malaikat (rahmat) tidak masuk tempat tinggal yang kepadanya ada gambar dan anjing serta orang yang junub” (HR. An Nasa’i, dishahihkan Al Albani) 

عَن�’ عَلِيِّ ب�’نِ أَبِي طَالِبٍ عَن�’ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�’هِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ ال�’مَلَائِكَةَ لَا تَد�’خُلُ بَي�’تًا فِيهِ كَل�’بٌ وَلَا 

صُورَةٌ 

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani) 

Berdasarkan hadits-hadits itu, ada beberapa tempat tinggal yg tidak dimasuki oleh malaikat yaitu : 

  • Tempat tinggal yang di dalamnya ada gambar/lukisan makhluk bernyawa 
  • Tempat tinggal yang penghuninya junub dengan kata lain umum tidak mandi/bersuci dari junub. 
  • Tempat tinggal yang di dalamnya ada patung. 
  • Tempat tinggal yang durhaka pada kedu orang tua nya 


Terkecuali 3 tempat tinggal itu, dalam buku Tempat tinggal yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat, Abu Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad memberikan beberapa tempat tinggal yang lain yg tidak dimasuki oleh Malaikat Rahmat yaitu : 

  • Tempat tinggal orang yang memutuskan silaturahim 
  • Tempat tinggal orang yang durhaka pada ke-2 orang tuanya 
  • Tempat tinggal orang yang memakan harta anak yatim 
  • Tempat tinggal orang yang memakan riba 
  • Tempat tinggal yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah 
  • Tempat tinggal yang tidak ada shalawat di dalamnya dan lebih mementingkan hawa n4fsu 
  • Tempat tinggal yang di dalamnya banyak caci maki dan laknat 
  • Tempat tinggal yang di dalamnya ada alunan lagu selain dzikir 
  • Tempat tinggal yang di dalamnya ada lonceng 
  • Tempat tinggal yang dipakai minum khamr 
  • Tempat tinggal yang ditempati perjudian dan sajian berhala 
  • Tempat tinggal yang di dalamnya ada syirik dan mantra-mantra 
  • Tempat tinggal yang di dalamnya ada bau tidak enak atau penghuni laki-lakinya melumuri tubuh dengan kunyit 
  • Tempat tinggal yang penghuninya hidup boros 
  • Tempat tinggal yang penghuninya terus menerus lakukan kedurhakaan 
  • Tempat tinggal yang dipakai untuk kekejian, atau dosa besar 


Wallahu a’lam bish shawab.

semoga artikel ini mendpat manfaat untuk kita semua amin inilah cerita mengharukan serta bakalan menangis seperti cerita nya, Syaidina Ali ra satu saat lihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu dia bertanya kenapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab ; “Pada malam saya di-isra’- kan, saya lihat bebrapa wanita sedang disiksa dengan berbagai siksaan di dalam neraka. Itulah sebabnya mengapa saya menangis. Karena melihat mereka disiksa dengan begitu berat serta mengerikan. Putri Rasulullah saw lalu menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada wanita digantung rambutnya, otaknya mendidih. 


Saya lihat wanita digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang serta timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. 

Saya lihat perempuan yang tubuhnya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Saya lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk lewat mulut serta keluar dari duburnya sesaat malaikat memukulnya dengan gada dari api neraka, ” kata Nabi saw. 


Fatimah Az-Zahra lalu menanyakan kenapa mereka disiksa seperti itu? 

Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya sampai otaknya mendidih yaitu wanita yang tidak tutup rambutnya hingga terlihat oleh lelaki yang bukan muhrimnya. ” 
Wanita yang digantung susunya yaitu istri yang menyusui anak orang lain tanpa ada seizin suaminya. 
Wanita yang tergantung ke-2 kakinya adalah perempuan yang tidak taat pada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, serta wanita yang tidak mau mandi suci dari haid serta nifas. 

Perempuan yang memakan tubuhnya sendiri adalah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya serta suka mengumpat orang lain. 
Perempuan yang memotong tubuhnya sendiri dengan gunting api neraka lantaran ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukanlah muhrim serta dia bersolek agar kecantikannya diliat laki-laki yang bukan muhrimnya. 

Mendengar itu, Sayidina Ali serta Fatimah Az-Zahra juga ikut menangis. Begitu wanita itu digambarkan sebagai tiang negara, rusak tiang, jadi rusak juga negara, akhlak serta moral. 
Walau demikian, laki-laki yang bermaksiat pada Allah juga banyak yang masuk neraka. Ayah-ayah yang membiarkan anak perempuanya tidak memakai kerudung serta mengumbar aurat didepan orang lain. 

Surga serta Neraka yaitu masalah pilihan. Tergantung bagaimana manusia menjalani hidupnya dialam jagad raya. bila mau selamat, jadi patuhlah pada Al-Qur’an serta hadist, balasanya yaitu surga dengan semua kenikmatan didalamnya.  


Bila mau celaka dengan mendurhakai Al Qur’an serta hadist, jadi Allah telah sediakan penjara yang sangat mengerikan, yakni neraka dengan api serta siksaan yang begitu pedih serta tidak terbayangkan oleh manusia sebelumnya. 

(Hadist – Hadist) 
Dalam satu hadist yang diwirayatkan oleh Abu Hurairah r. a., Rasulullah saw. bersabda : 
“Neraka diperlihatkan kepadaku. Saya melihat kebanyakan penghuninya yaitu kaum wanita.. ” (HR Ahmad) 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya wanita yaitu aurat, jadi bila dia keluar (rumah) Syaithan bakal mengikutinya (menghiasainya agar jadi fitnah untuk laki-laki), serta keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah Azza wa Jalla) yaitu saat dia ada di dalam rumahnya”. HR Ibnu Khuzaimah (no. 1685), Ibnu Hibban (no. 5599) serta at-Thabrani dalam “al-Mu’jamul ausath” (no. 2890), dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban Tabarruj bakal membawa laknat serta dijauhkan dari rahmat Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Akan ada di akhir umatku (kelak) wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, di atas kepala mereka (ada perhiasan) seperti punuk unta, laknatlah mereka karena (memang) mereka itu terlaknat (dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala) ” HR ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamush shagiir” (hal. 232) dinyatakan shahih sanadnya dalam kitab “ilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 125). 

 (Ayat Al – Quran) 
Allah Azza wa Jalla berfirman : 

وَلَا تَبَرَّج�'نَ تَبَرُّجَ ال�'جَاهِلِيَّةِ ال�'أُولَى 

“Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias serta bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” (QS. al-Ahzaab : 33) 

Allah Jalaa Jalaaluh berfirman : 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل�' لأز�'وَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ ال�'مُؤ�'مِنِينَ يُد�'نِينَ عَلَي�'هِنَّ مِن�' جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَد�'نَى أَن�' يُع�'رَف�'نَ فَلا يُؤ�'ذَي�'نَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا 

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, serta istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke semua tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah yaitu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. al-Ahzaab : 59) 

Allah Jalaa Jalaaluh berfirman : 

يَا بَنِي آدَمَ لا يَف�'تِنَنَّكُمُ الشَّي�'طَانُ كَمَا أَخ�'رَجَ أَبَوَي�'كُم�' مِنَ ال�'جَنَّةِ يَنزعُ عَن�'هُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَو�'آتِهِمَا 

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali anda dapat ditipu oleh Syaitan sebagaimana dia sudah mengeluarkan kedua ibu bapakmu (Adam serta Hawa) dari Surga, dia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya” (QS. al a’raf : 27) 

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.