Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

Berhati-hatilah dalam membuat lelucon, apalagi sampai mengunggahnya ke sosial media. Apalagi jika lelucon yang dipakai adalah kegiatan yang berkaitan dengan ibadah agama.


Inilah yang tak dipikirkan lima orang pemuda di Malaysia. Mereka membuat lelucon tentang sholat jenazah di sebuah masjid. Entah apa maksudnya, mereka mengunggah video tersebut ke sosial media.
Sudah pasti orang yang melihatnya akan merasa jengkel. Dan perasaan kesal itulah yang melanda seorang pedagang di Pekan Jementah, Johor, Malaysia.
Dia sengaja datang ke sebuah kantor polisi untuk melaporkan sebuah klip video yang menghina dan mengolok-olok Islam.
Ada yang Marah
Sang pelapor, Mohd Nohor Kunchi Mohamed, mengatakan, dalam video berdurasi 36 detik itu, dia melihat lima pria sedang menunaikan sholat jenazah dengan di hadapan mereka ada seorang lagi pria berkain kafan yang berpura-pura menjadi jenazah." Saya menerima video itu sekitar pukul 05:45 petang melalui aplikasi WhatsApp. Saat itu saya sedang berada di sebuah kedai makan. Ketika melihat video tersebut, saya menjadi marah karena mereka secara terang-terangan mengejek Islam," kata pria 48 tahun itu.
Ketika melihat video itu, Mohd Nohor merasa terhina karena dia sendiri adalah seorang Muslim. Apalagi perbuatan mereka itu dilakukan di dalam masjid yang merupakan tempat beribadah," katanya kepada Sinar Harian.
Lelucon yang Tak Lucu
Kepada Sinar Harian, dia mengatakan, pada detik ke-24, salah seorang pria terlihat menggaruk kemaluannya. Kemudian diikuti oleh rekannya yang menggaruk lutut kirinya menggunakan kaki kanan.
Sementara seorang lagi teman mereka
menggerak-gerakkan kepala seperti orang mengantuk.
Kemudian pada detik ke-32, 'jenazah' tersebut bangun dan mereka semua melarikan diri. Salah seorang dari mereka mengangkat kainnya sehingga menampakkan celana dalam.
Meski Iseng tapi....
" Meskipun video tersebut direkam sebagai iseng atau hiburan, saya melihatnya sebagai suatu hal yang menyentuh sensitivitas umat Islam dan saya meminta agar semua pihak menghentikan penyebaran video ini.
" Saya juga meminta Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) agar menyelidiki oknum-oknum yang ada di dalam video tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal," katanya.
 
 
 
sumber : dream.co.id

Jokowi Jadi Imam Salat Asar Dikeraskan, Lihat apa yang terjadi dengan Makmum Yang duduk ini



Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi imam salat dengan makmum antara lain mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hal itu terjadi selepas salat Jumat di Masjid Al-Fattah, Ambon. 
"Beliau (Jokowi) mengimami salat asar jamak qasar selepas salat Jumat di Masjid Al-Fattah, Ambon, siang tadi," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika berbincang, Jumat (24/2/2017).
Jokowi Jadi Imam Salat Asar, Menag dan Din Syamsuddin Makmum
Presiden Jokowi hari ini melakukan kunjungan ke Ambon. Presiden dan rombongan kemudian menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Fattah, Ambon, Maluku. Selesai menunaikan salat Jumat, Presiden Jokowi bertanya kepada Menteri Agama apakah akan langsung salat asar.
"Beliau bertanya ke saya, 'Apakah kita akan sekalian ashar?'," cerita Lukman.
"Saya jawab, 'Iya Pak, dan Bapak yang jadi imamnya'," kata dia.
Setelah itu, kata Lukman, mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengumumkan melalui pengeras suara bahwa akan diadakan salat asar jamak qasar dengan imam Presiden Jokowi.
"Pak Din Syamsuddin langsung mengumumkan melalui pengeras suara bahwa akan diadakan salat asar jamak qashar yang diimami Pak Presiden. Setelah salat Jumat selesai, lalu dilanjutkan dengan salat asar tersebut," tutur Lukman.
Setelah menunaikan salat Jumat dan salat asar jamak qasar, Presiden dan rombongan melanjutkan kunjungan kerjanya.

Satu video yang mempertontonkan seseorang wanita
yang tengah +++"""+++  paksa di depan umum oleh sebagian orang wanita terlihat demikian mengambil alih perhatian.
 
Semoga Jadi Pelajaran : Inilah Akibatnya Apabila Suka Sel1ngkuh Dengan Suami Orang..!!! Wanita Ini Ditel4nj4ngi Didepan Umum..
 
Pasalnya tingkah sang wanita itu sangatlah bikinwanita-­wanita itu kesal serta naik pitam. Wanita itu

selalu saja menggoda +++"""+++ mereka serta
sering kali
didapati tengah berselingkuh dengan   V  mereka.
Karena telah teramat emosi mereka juga berkumpul serta membuat malu sang wanita di depan khalayak ramai.
Akibat mencintai suami orang,jangan pernah ambil resiko kalo tidak ingin seperti ini masih banyak hubungan yang lebih baik fari pada mencintai suami orang
saat itu aku ingin sekali memukuli seperti ibu itu,  tapi apa dayaku,  aku bukan orang yang mampu berbuat seperti itu,  aku hanya bisa ngomong baik2 saat bertemu selingkuhan suamiku,  dan hanya bisa menangis setelah itu,  andai saat itu aku bisa memukulinya dan meluapkan semua sakit ku.  mungkin aku takan menderita sampai saat ini.  aku hanya
Bagaimana menurut anda siapakah yang salah???
lucu sih liatnya.. soalnyaa ga ngerti ngomong apa.. INTINYA kalo priaa udh bersuami jgn gampang ngrespon cewe... shrusnya bersyukur udh ada istri yg ngrawat dan nemenin susah seneng bareng... cewe penggodanyaa juga bangkee wkwkwkw

Pemandangan seorang bocah bermain di dekat m4y4t bapak dan ibunya ini buat netizen menangis dan mengaharu birukan calon penumpang di stasiun ini.

 Devaraj (3) dari Gadag, India, senantiasa saja bermain di dekat jen4zah ke-2 orang tuanya. Ia tidak paham jika orang t uanya akan tidak pernah bangun lagi.

Awalannya petugas dan sebagian calon penumpang kereta api di stasiun Munirabad, Koppal Karantaka, India tak menduga saksikan apabila ke-2 orangtua bocah ini telah tidak ada.

Mereka juga, tidak kuasa menahan tangis lihat anak laki-laki berumur tiga th., yang bermain di dekat orangtuanya.

Bagaimana tidak, nyata-nyatanya ayah dan ibunya telah wafat dunia, tetapi bocah itu tidak sadar apa yang terjadi.

Bocah yang di kenali bernama Devaraj itu berasumsi apabila dua orang
tuanya masihlah tidur.

Saat penumpang lain curiga dan mendekat, rupanya orang-tua si bocah itu sudah tidak bernyawa.

Mereka lantas memanggil polisi stasiun untuk membantu mengevakuasi jen4zah orang-tua Devaraj.

Dengan muka polos, bocah itu mengakui datang dari Gadag menuju Munirabad untuk berkunjung ke kuil Huligema.
Ia akan bertandang ke sana setelah orangtuanya bangun.
Mendengar jawaban itu, orang-orang di sekitarnya menangis dan malas untuk memberi tahu kenyataan yang sebenarnya.

Ayah Devaraj diidentifikasi bernama Iranna Talawar (50) dan ibunya Manjula (40). Mereka pergi dari Gadag berbarengan anaknya memakai kereta api.
Iranna dan Manjula hingga di stasiun Munarabbad Minggu (21/8/2016) malam.

Mereka tidak segera menuju kuil, namun tidur di peron hingga akhirnya diketemukan tewas dengan cara misterius esok harinya.

Polisi telah menyerahkan jen4zah keduanya ke rumah sakit untuk dikerjakan p0stm0rtem, hingga di ketahui penyebab kem4ti4nnya.

 " Sepertinya masalah b-n-h d1r!, tetapi kami tidak meyakini apakah mereka konsumsi toksin atau suatu hal yang lain. Kami belum tahu apa alasan cocok untuk kematian mereka. Ini bisa terang sesudah kita mendapatkan laporan p0stm0rtem, " kata seseorang polisi seperti di ambil dari India Times, Selasa (30/8/2016). (*)

Sumber : jateng. tribunnews. com

Disuatu hari Saiyidina Umar Al-Khattab menghadap Rasulullah S. A. W
sambil menangis, jadi bertanyalah Rasulullah S. A. W " Wahai Umar, apakah yang membikinkan engkau menangis? " Jawab Umar " Ya Rasulullah, ada seseorang di muka pintu ini yang yang sudah membakar hatiku. " Berkata Rasulullah " Ya Umar, bawalah ia masuk. " Lalu Umar membawa pemuda yang tengah menangis itu masuk.




Bertanya Rasulullah S. A. W " Apakah yang sudah engkau lakukan hingga engkau menangis? " Pemuda itu menjawab " Wahai Rasulullah, saya sudah lakukan dosa yang besar! Saya begitu takut pada Allah S. W. T yang demikian murka kepadaku. " Bertanya Rasulullah S. A., W " Apakah anda mempersekutukan Allah? " Jawab pemuda itu " Tidak Ya Rasulullah. " Ajukan pertanyaan Rasulullah lagi " Apakah anda membunuh jiwa yang anda tidak ada hak membunuhnya? " Jawab pemuda itu " Tidak Ya Rasulullah. "

Sabda Rasulullah S. A. W " Jadi Allah S. W. T bakal mengampunkan dosa anda walaupun sebesar tujuh petala langit dan bumi dan bukit-bukit. " Berkata pemuda itu " Wahai Rasul Allah, Saya sudah kerjakan dosa yang semakin besar dari langit, bumi dan bukit-bukitnya. "

Rasulullah S. A. W bertanya lagi " Apakah dosamu itu semakin besar dari Al-Kursi? " Jawab pemuda itu " Dosaku lebih besar. "

Rasulullah S. A. W ajukan pertanyaan lagi " Apakah dosamu makin besar dari Arsy?  " Jawab pemuda itu " Dosaku makin besar. " Rasulullah S. A. W ajukan pertanyaan lagi " Apakah dosamu lebih besar dari dimaaf oleh Allah? " Jadi jawab, pemuda itu " Maafnya semakin besar? " Lalu Rasulullah S. A. W bersabda " Sesungguhnya tidak bisa mengampun dosa besar terkecuali Allah yang Maha Besar, yang besar pengampunan-Nya. "

Jadi bersabdalah Rasulullah S. A. W " Katakanlah wahai pemuda, dosa apakah yang sudah engkau lakukan? " Jawab pemuda itu " Saya malu akan memberitahumu, Ya Rasulullah. "
Rasulullah bertanya dengan kuat " Beritahu saya apakah dosamu itu? " Jawab pemuda itu " Begini Ya Rasulullah, kerjaku yaitu sebagai penggali pendam. Saya sudah kerjakan kerja menggali pendam selama
tujuh


th.. Disuatu hari, saya menggali pendam seseorang gadis dari kelompok Ansar. Sesudah saya menanggalkan kain kafannya, jadi saya tinggalkan ia. "
 " Tidak jauh saya meninggalkannya, jadi naiklah nafsuku. Oleh kerana tidak bisa menahan nafsu, saya kembali ke mayat itu lantas akupun meny3tvbvh! nya. Setelah saya memuaskan nafsu, jadi saya tinggalkan dia. Belum jauh saya mengedar dari situ, mendadak gadis itu bangun dan berkata, " Celaka benar anda wahai pemuda! Tidakkah anda berasa malu pada Tuhan yang bakal membalas pada hari pembalasan kelak! Bila tiba masanya masing-masing orang yang zalim akan dituntut oleh yang teraniaya! Kau biarlah saya t3l4njang dan kau hadapkan saya pada Allah S. W. T dalam kondisi junub! "

Apabila Rasulullah usai mendengar info dari pemuda itu, jadi dengan selekasnya Rasulullah bangun sembari bersabda " Hai orang yang fasik!, memang layak anda masuk neraka dan keluarlah anda dari sini. " Jadi keluarlah pemuda itu.

Sepanjang 40 hari pemuda itu memohon ampun pada Allah dan saat malam ke 44, ia saksikan ke langit sembari berdoa " Ya Allah, Tuhan pada Rasulullah, Nabi Adam dan Udara, jika Engkau sudah mengampunkannu, jadi beritahulah Rasulullah S. A. W dan sebagian sahabatnya. Jika tidak, jadi kirimkan pada saya api dari langit dan bakarlah saya di dunia ini dan selamatkan saya dari seksa akhirat. "

Tidak berapakah lama selepas momen itu, turunlah Malaikat Jibril A. S menjumpai Rasulullah. Selepas berikanlah salam Jibril A. S berkata " Wahai Muhammad, Tuhanmu berikanlah salam padamu. " Jawab Rasulullah S. A. W " Dialah Assalam dan daripada-Nya salam dan kepada-Nya semua keselamatan. "

Berkata Jibril A. S " Allah S. W. T bertanya, apakah anda yang jadikan makhluk? " Jawab Rasulullah S. A. W " Dialah Allah yang jadikan semua makhluk. "

Ajukan pertanyaan Jibril A. S lagi " Adakah anda yang berikan rejeki pada makhluk? " Jawab Rasulullah S. A. W " Dialah Allah yang berikanlah rejeki pada saya dan makhluk-makhluk yang lain. "

Berkata Jibril A. S lagi " Apakah anda berikanlah taubat pada mereka? " Jawab Rasulullah S. A. W " Dialah Allah yang terima taubat dariku dan mereka. "

Jadi berkata Jibril A. S " Allah berfirman, maafkanlah hamba-Ku itu kerana Saya telah memaafkannya. "

Jadi selekasnya baginda memanggil pemuda itu dan menjelaskan padanya bahawa Allah sudah terima taubatnya dan memaafkannya.

SUMBER ; http :// www. beritatrenmasakini. com/

Foto Siti Aisyah di Facebook miliknya
Foto Siti Aisyah di Facebook miliknya. (Istimewa)
Seorang WNI asal Serang, Banten bernama Siti Aisyah (25) ditangkap otoritas Malaysia atas dugaan pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, Kim Jong-Nam. Pihak keluarga menyebut Aisyah telah menelepon mereka bahwa ia ditangkap.

Keponakan Siti Aisyah, Iqbal, memberi tahu bahwa tantenya itu aktif di media sosial Facebook. Seperti dilaporkan Detikcom, dalam akunnya, Aisyah menuliskan pernah bersekolah di SMAN 1 Serang.

Ia juga menuliskan pekerjaannya sebagai pegawai di PT Nikomas Gemilang, Cikande, Serang, Banten. Aisyah memiliki 336 teman dan berstatus lajang. Aisyah juga menyebutkan bahwa ia tinggal di Jakarta. Aisyah terakhir kali meng-update akun Facebook pada 18 Desember 2016.

Saat itu ia mengganti foto header Facebook-nya dengan foto berkacamata dan bernuansa hitam-putih. Beberapa bulan sebelumnya, Aisyah mengganti foto profilnya. Tepatnya pada Mei 2016. Beberapa foto yang diunggah Aisyah tak jarang mendapat komentar dari teman-temannya.

Dalam foto-foto yang dia unggah, Aisyah memang tampak tampil dengan riasan make-up lengkap.

JK sebut Siti Aisyah korban
JK sebut Siti Aisyah korban. (Detikcom)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menduga Siti Aisyah sebagai korban penipuan hingga terseret dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam. Soal posisi Aisyah sebagai "korban", JK mengaitkannya dengan permainan reality show.

"Jadi suatu metode, cara baru. Ini kan mempermainkan ilmu lah atau teknologi bahwa racun dengan cara sederhana disemprotkan bisa kena orang. Jadi juga ini ditipu dengan cara seakan-akan permainan media kan. Iya reality show," ujar JK kepada wartawan di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (17/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Dugaan soal Siti sebagai korban dari penipuan diyakini JK berdasarkan informasi yang diterimanya termasuk dari sejumlah pemberitaan. JK menyebut Aisyah sebagai korban seperti orang tertipu pada reality show.

"Jadi kalau sementara itu, menurut saya seperti itu, korban dari korban ini. Berlapis korbannya ini," kata JK.

Pemerintah Indonesia memastikan akan memberikan pembelaan kepada Siti Aisyah yang ditahan kepolisian Malaysia setelah ditangkap dalam penggerebekan di Hotel Ampang, Kuala Lumpur.

"Walaupun dia pelaku tetapi menjadi korban juga kan, kalau kita liat sequence yang disampaikan. Begitu laporan yang disampaikan pada kita juga," ujar JK.

Secara terpisah, pihak Kemlu RI menyatakan, Siti berada di Malaysia bukan berstatus sebagai TKI. Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu M Iqbal mengatakan, Siti mengunjungi Malaysia menggunakan mekanisme bebas visa.

Kemlu akan tetap mengupayakan bantuan hukum terhadap Siti tanpa memandang statusnya. Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur juga telah menyampaikan nota diplomatik ke pemerintah Malaysia guna mendapatkan akses kekonsuleran.

Tujuh th. sudah interaksi tersambung. Pasangan ini lalu sepakat menikah. Ijab kabul juga kelar bahkan juga pesta akan selekasnya di gelar. Akan tetapi paling akhir tersingkap, nyatanya mempelai yang ngakunya pria, nyatanya wanita. Sontak, momen ini menghebohkan warga sekitaran Rengat, Riau.




Pernikahan semacam ini sebenarnya sudah jalan di KUA Rengat. Mujur, pihak mempelai wanita yang syak wasangka, cepat saksikan lagi jati diri pria yang ngakunya bernama Defrian Suriono. Kemudian dia di ketahui berjenis kelamin wanita dengan nama asli Desi.

Hingga saat ini, Desi (43) dan Re (26) merajut hubungan asmara melalui telephone. Sepintas, DS yang merubah nama jadi Desi, seperti pria. Mempunyai rambut pendek dengan stelan pakaian, sudah siap dinikahkan di KUA Rengat.

‘’Pihak wanita yaitu korban penipuan dari pria jadi-jadian itu. Desi yang di ketahui bertempat tinggal di Rohul, mengubah alamatnya di Desa Sei Beringin, Kecamatan Rengat, ” ucap Sutiar, Kepala Desa Pasir Kemilu.

Sebentar Ak, orangtua Re awalannya mengakui resah. Pasalnya,
large ; " sudah tujuh th. putrinya berkaitan, sekali juga mereka tidak pernah berjumpa. “Lalu saya minta kejelasan pada anak saya agar menyuruh pacarnya datang, ” tutur Ak.

Sejak dari awal warga Desa Pasir Kemilu ini sudah menyimpan syak wasangka. Terlebih Desi datangnya sendirian. Alasannya dia sudah tidak memiliki keluarga lagi. “Pengakuannya dari Duri dan tidak mempunyai orangtua, ” papar Ak.

Jati diri Desi terbongkar setelah pihak keluarga terima informasi setelah ijab kabul. Sama seperti berkas yang diterima KUA Rengat, Desi yakni warga Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat.

Sutiar berikanlah menambahkan, permulaannya pemerintah desa juga tidak paham jika mempelai lelaki itu nyatanya wanita. Baru tahu setelah masalah ini jadi pembicaraan warga.

Jadi diakukanlah penelusuran hingga lalu di buat surat pernyataan tentang tidak pernah jalan pernikahan pada ke dua irislah pilak. Hal itu menurut keinginan keluarga mempelai wanita.

Ijab kabul pasangan sejenis ini dikerjakan, Kamis (7/4) mendekati siang. Bahkan juga resepsi pernikahan rencananya dikerjakan, Sabtu (9/4). Mujur pihak KUA Rengat cepat tahu jika mempelai lelaki nyatanya berjenis kelamin wanita. Pernikahan yang sudah jalan lalu dibatalkan.

‘’Benar, pernah digerakkan ijab kabul. Namun pernikahan itu batal setelah kita ketahui calon mempelai lelaki ternyata wanita. Pernikahan itu automatic batal karena tidak penuhi rukun dan ketentuan, ’’ papar Kepala KUA Rengat Mistar Abdurraman SAg.

Banjir di Kawasan Bukit Duri
Banjir di Kawasan Bukit Duri. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Husein Murad menjelaskan wilayah yang saat ini terdampak banjir di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur adalah daerah di sisi Sungai Ciliwung yang belum dinormalisasi.

"Curah hujan cukup besar sehingga air dari hulu itu banyak jadi yang kami sebut Katulampa tinggi itu. Nah ini menyebabkan aliran Ciliwung meluap sehingga wilayah yang di Ciliwung yang belum dinormalisasi seperti ini," kata Husein di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017), dilansir Kompas.com.

Daerah di sisi Ciliwung yang belum dinormalisasi di antaranya sejumlah RW di Cawang, Cililitan, Bidara Cina, RW 08 Kampung Melayu, Bukit Duri dan Kampung Pulo.

Sebagian sisi Sungai Ciliwung di permukiman Kampung Pulo sudah dinormalisasi pada Agustus 2015. Setahun kemudian menyusul Bukit Duri mulai dinormalisasi pada September 2016.

"Jadi kalau Ciliwung selesai dinormalisasi, dipasang sheet pile, semua ini enggak kejadian begini," kata Husein.

Husein menuturkan kewenangan meminimalisasi kerawanan banjir ada pada Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliiwung Cisadane yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun BPBD fokus pada koordinasi penanganan bencana.

"Kami concern pada penanganan warga yang terdampak, kami pastikan mereka ada pengungsian, mereka tidur ada alasnya, ada selimutnya, mereka makan terjamin kemudian mereka dijamin juga kesehatannya," ujar Husein.

Gedung Garuda yang berlokasi di Bukit Duri saat menjadi lokasi mengungsi bagi 134 ibu dan anak yang terdampak banjir. Di sana, disiagakan seorang dokter untuk memeriksa kesehatan dan melayani keluhan warga.

Bantuan berupa barang dan makanan telah disalurkan dari berbagai instansi.

Saksi ahli bahasa kasus Ahok, Mahyuni (tengah)
Saksi ahli bahasa kasus Ahok, Mahyuni (tengah). (Kumparan.com)
ngawicybers.blogspot.com. Kejanggalan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi perkara Basuki Tjahaja Purnama mencuat di persidangan kesepuluh kasus dugaan penistaan agama. Setidaknya BAP dua saksi ahli bahasa memuat keterangan yang sama persis, bahkan kesalahan ketiknya--sering disebut typo--sama. Di persidangan, Basuki alias Ahok duduk sebagai terdakwa.

"Ini seperti ada orang yang mengarahkan pembuatan BAP," kata salah satu pengacara Ahok, Tommy Sihotang, di persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (13/2).

Tommy menyebut, BAP Mahyuni dan Husni Muadz serupa. Mahyuni dan Husni merupakan dosen linguistik Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang dipanggil untuk menjadi saksi sebagai ahli Bahasa Indonesia.

Mahyuni diperiksa penyidik polisi pada 23 November 2016, sedangkan Husni diperiksa enam hari sebelumnya.

Berdasarkan dokumen pemeriksaan seperti diberitakan Kumparan.com, poin ke-16 di BAP Mahyuni dan Husni adalah tentang permusuhan. Penyidik bertanya tentang arti kata permusuhan, dan meminta dijawab berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lalu, dijawab oleh Mahyuni dan Husni, permusuhan berarti 'perihal bermusuhan'; 'perseteruan'.

Pada poin selanjutnya, penyidik bertanya arti kata penyalahgunaan. Sama seperti sebelumnya, penyidik meminta jawaban berdasarkan kamus. Penyalahgunaan berarti 'proses, cara, perbuatan menyalahgunakan'; 'penyelewengan' atau 'melakukan sesuatu tidka sebagaimana mestinya'.

Pada poin ke-17 itu, terjadi kesalahan ketik. Kata 'tidak' menjadi 'tidka'. Inilah yang menurut Tommy janggal.

Pengacara Ahok yang lain, I Wayan Sudirta, menilai ahli di persidangan Ahok tidak kredibel. "Mereka tidak objektif dalam memberikan kesaksian," kata dia.

Mahyuni, yang bersaksi di persidangan, tak mempersoalkan kesamaan BAP itu. "Saya enggak paham kalau itu sama. Saya hanya menjawab apa yang ditanyakan oleh penyidik. Hal yang wajar (kesamaan) jika itu hanya terkait definisi," ujar Mahyuni.

Kepala Desi Fitriani Ditoyor anggota FPI
Kepala Desi Fitriani Ditoyor anggota FPI. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Tim pengacara Front Pembela Islam (FPI) ‎Habibburokhman‎ menganggap ada provokator dalam aksi kekrasan terhadap wartawan di Masjid Istiqlal, Jalkarta Sabtu (12/2/2017) kemarin. Menurutnya, provokator inilah yang sengaja ingin merusak citra aksi damai yang kebanyakan diikuti oleh massa Front Pembela Islam.

"Pertama harus jelas dulu siapa yang melakukan. Massa sebanyak itu bisa saja ada provokator. Kalau mengacu kepada kegiatan selanjutnya yang jumlah massanya lebih besar kan nggak pernah ada kegiatan seperti yang disebut kemarin. Kita curiga mungkin ada orang yang berniat merusak citra umat yang berdemo masuk ke dalam," kata Habibburokhman usai acara konfrensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (12/2/2017), seperti diberitakan Suara.com.

Kendati demikian ‎dia meminta penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus ini. Apalagi, wartawan yang menjadi korban ini sudah melaporkan kasus ini ke polisi.

"Polisi harus bertindak, kan ada teknologi, ada CCTV. Siapapun yang melakukan segera saja ditangkap," ujar Habibburokhman. ‎

Pascaaksi kekerasan terhadap wartawan itu beredar foto adanya orang yang menggunakan peci putih-hijau dengan tulisan FPI. Menurut Habiburokhman, hal itu belum bisa dipastikan sampai kasus ini diusut tuntas. ‎

"Kita nggak tahu, bagaimana kita memastikan dia anggota (kita) apa bukan. Karena pake peci siapapun bisa pake peci (FPI). Silakan saja diusut yang melakukan, apa motifnya, dan pidana itu kan pertangugnjawabannya personal, perorangan. Jadi silakan usut, nggak ada masalah," tambah Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya. ‎

Di sisi lain, Habibburokhman mengkritisi‎ masalah framing pemberitaan. Framing ini lah yang kadang ditafsirkan orang lain untuk memojokan kelompok tertentu. Sehingga, menurutnya, menjadi wajar ketika ada kelompok yang memprotes framing media tersebut.

"Di sisi lain kita mesti bijak dalam konteks melihat frame sebab akibat persoalan tersebut terjadi. Selama ini kita juga sulit yang namanya framing media itu sulit disentuh. Kita merasakan media itu memojokan keluompok tertentu, cenderung memberitakan tidak adil tapi perangkat hukum nggak bisa menyentuh itu. Itu kembali kepada kebijakan masing-masing pihak," kata dia.

"Jadi hukum memang ada untuk melindungi warga termasuk jurnalis, tapi jurnalis meski bijak dan salah satu prinsip jurnalisme modern adalah independensi. Dia tidak berpihak dalam memberitakan, itu yang mungkin disorot oleh teman-teman. Jadi kita sama-sama proses belajar berdemokrasi, saya pikir baiknya kita saling mengingatkan,"ujar dia.

‎Untuk diketahui, Reporter Metro TV, Desi Fitriani, beserta kamerawannya melaporkan tindakan penganiayaan kepadanya saat meliput aksi 112 di Masjid Istiqlal ke Polres Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017).

Laporan itu tertuang dalam surat LP Nomor: 230/K/II/2017 Restro Jakpus. Dalam surat itu dituliskan, terlapor dalam laporan ini adalah massa pengunjuk rasa yang masih dalam penyelidikan. Desi saat itu sedang meliput bersama kamerawan bernama Ucha Fernandez.

Dalam laporannya, Desi mengaku dipukul dengan menggunakan bambu atau kayu pada bagian kepala. Rekan Desi juga mendapat pukulan. Akibat kejadian ini, Desi mengalami luka memar pada bagian kepala dan sakit di sekujur badan.

CM ketika berada di Polsek Nusa Penida
CM ketika berada di Polsek Nusa Penida. (Tribun Bali)
ngawicybers.blogspot.com. Seorang mahasiswi cantik asal Swiss melaporkan tiga pemuda ke Polsek Nusa Penida, Bali, atas dugaan pemerkosaan. Tribun Bali melaporkan, peristiwa itu terjadi ketika korban bernama CM (21) pergi bersama sesama wisatawan asal Swiss, J (22).

Mereka bertemu dengan salah satu terlapor pemerkosaan, yakni GRS (27), di sebuah warung Desa Batununggul, Nusa Penida.

CM dan J diajak oleh GRS ke rumah GKK (24) di Desa Batununggul, Nusa Penida. Sesampainya di rumah itu, korban CM dan rekannya diajak pesta minuman keras berupa arak dicampur bir hitam bersama oleh MYU, GKK, GRS serta dua teman mereka yang lain, yakni KW dan WA.

Pasta miras tersebut berlangsung hingga Jumat (10/2/2017) dini hari. Sekitar pukul 01.00 Wita, korban CM dalam kondisi mabuk diajak masuk ke kamar oleh ketiga terlapor pelaku. Adapun J diajak ke parkiran oleh WA.

Di dalam kamar, MYU (21) berusaha melepas pakaian korban. Korban melawan, tetapi kondisinya yang lemah tidak memungkinkan untuk terus melawan.

Setelah itu, korban disetubuhi oleh MYU, GKK, dan GRS. Adapun KW dan WA hanya menyaksikannya.

CM terus berontak saat disetubuhi, mendorong, dan berteriak meminta keluar kamar.

GKK kemudian mengantarkan CM ke penginapannya di Mae-Mae Beach House di Desa Kutampi.

Keesokan harinya, CM dan rekannya J melaporkan ketiga pemuda tersebut ke Polsek Nusa Penida.

Perwira Urusan Humas Polres Klungkung Iptu I Nyoman Sarjana membenarkan adanya laporan tentang dugaan pemerkosaan tersebut. Menurutnya, kasus tersebut masih diselidiki dan ditangani oleh Polsek Nusa Penida.

"Kasusnya masih lidik dan ditangani Polsek Nusa Penida. Pelapor sudah divisum dan ketiga terlapor sudah diamankan," jelasnya

Kepala Polsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika, Sabtu (11/2/2017) mengatakan, ketiga pria tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan di markas Polsek untuk menjalani pemeriksaan.

"Ketiganya Sabtu sore ini (11/2/2017) sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Suastika.

Ketiga pemuda Nusa Penida tersebut diancam Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara

Desi Fitriani diamankan petugas keamanan dari pemukulan
Desi Fitriani diamankan petugas keamanan dari pemukulan. (Detikcom)
Anekainfounik.net. Wartawati Metro TV bernama Desi Fitriani melapor ke Polres Jakarta Pusat atas dugaan tindak pidana kekerasan. Desi mengaku menjadi korban kekerasan saat meliput aksi 112 di Masjid Istiqlal.

"Benar, ada laporan itu," kata Kasubag Humas Polres Jakpus Kompol Suyatno, Sabtu (11/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Berdasarkan salinan surat laporan polisi yang diterima detikcom, laporan itu tertuang dalam surat LP Nomor: 230/K/II/2017 Restro Jakpus. Dugaan kekerasan itu terjadi di halaman Masjid Istiqlal.

Dalam surat itu dituliskan, terlapor dalam laporan ini adalah massa unjuk rasa yang masih dalam penyelidikan. Desi saat itu sedang meliput bersama seorang kamerawan bernama Ucha Fernandez.

Desi mengaku dipukul menggunakan bambu atau kayu pada bagian kepala. Rekannya, Ucha, juga mendapat pukulan. Akibat kejadian ini, Desi mengalami luka memar pada bagian kepala dan sakit di sekujur badan.

Polisi menindaklanjuti laporan tersebut. "Kalau mengenai insiden itu tentu reserse kami akan melakukan penyelidikan adanya dugaan penganiayaan wartawan Metro TV," ujar Kapolda Metro Jaya M Iriawan di Masjid Istiqlal, Jakpus, Sabtu (11/2/2017).
Desi Fitriani melapor ke Polres Jakpus
Desi Fitriani melapor ke Polres Jakpus. (Istimewa)
Iriawan mengatakan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi. Dengan begitu kejadian serupa tidak terulang.

"Ini evaluasi bagi kami, dan kami meminta semua elemen untuk menahan diri, karena kerja jurnalistik itu dilindungi UU untuk meliput dan tidak boleh dilakukan tindakan kekerasan," ujar Iriawan.

Iriawan mengatakan tugas jurnalistik adalah meliput peristiwa, sehingga informasi dapat disampaikan kepada masyarakat.

"Karena tujuan adalah bagaimana menyiarkan berita-berita yang ada, yang diliput rekan jurnalistik agar disampaikan ke media. Tentu ini menjadi evaluasi kegiatan kami berikutnya. agar tidak terulang kembali," ujar Iriawan.

Tanggapan AJI

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Ahmad Nurhasim juga mengimbau para jurnalis untuk mengutamakan keselamatan saat meliput aksi massa yang berpotensi konflik dan tidak menghargai para jurnalis.

Dikatakan Ahmad, tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

Jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan informasi yang didapat kepada publik. Pasal 8 UU Pers dengan jelas menyatakan dalam melaksanakan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum. Pers mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial, seperti diatur Pasal 3.

"Tindakan kekerasan terhadap jurnalis jelas melawan hukum dan mengancam kebebasan pers," kata Ahmad. AJI Jakarta menegaskan, tekanan dan tindakan kekerasan terhadap jurnalis akan menghalangi hak publik untuk memperoleh berita yang akurat dan benar karena jurnalis tidak bisa bekerja dengan leluasa di lapangan.

"Padahal jurnalis bekerja untuk kepentingan publik," katanya, dalam rilis seperti diberitakan Detikcom.

Menurut Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung, selain bisa dijerat dengan pasal pidana KUHP, pelaku intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis bisa dijerat Pasal 18 UU karena mereka secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalang-halangi kemerdekaan pers dan kerja-kerja jurnalistik. Ancamannya hukuman dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta.

Ditambahkan Erick, masyarakat seharusnya tidak main hakim sendiri. Bila keberatan dengan pemberitaan di media, gunakan mekanisme protes secara beradab dengan cara melaporkan media ke Dewan Pers. AJI mengimbau jurnalis mentaati kode etik jurnalistik dan bekerja profesional.

Selain itu, AJI Jakarta mendorong pemimpin redaksi memperhatikan keselamatan dan keamanan jurnalisnya yang meliput aksi massa yang berpotensi konflik dan mengancam kerja-kerja jurnalistik. Perusahaan media harus bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan jurnalisnya yang sedang bertugas.



Pendukung basuki tjahaja purnama (ahok) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Cagub DKI Jakarta Nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Mereka yang juga relawan Jokowi saat Pilpres berasal dari organisasi Jokower, Jenggala Center, Projo, EP For Jokowi, Rumah Transisi, RKIH, Mutiara Jokowi, Jokojek, Kopi Jokja, dan KPPI.

Dalam deklarasi tersebut, pendukung ahok secara simbolis mencopot kemeja kotak-kotak mereka dan menggantinya dengan baju yang bertuliskan dukung Anies-Sandi.

Deklarasi dukungan disaksikan langsung oleh Ketua Relawan Anies-Sandiaga, Boy Bernadi Sadikin, di Rumah Perubahan Ali Sadikin, Jalan Borobudur, Pesangrahan, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir sindonews, Jumat (10/2/2017).

Saat ditanya alasan mendukung Anies-Sandi dikarenakan kondisi politik di ibu kota kian memanas. Hal tersebut dikatakan oleh perwakilan Komunitas Alumni PT/Anggota Pokja Taskin Perlindungan Perempuan dan Anak Rumah Transisi, Febby Lintang, saat membacakan pernyataan sikap Relawan Jokowi Cinta Persatuan Indonesia.

Menurut Feby, para relawan Jokowi Cinta Persatuan Indonesia saat ini merasa terpanggil untuk meluruskan dan memaknai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI kali ini dengan semangat mengawal nawacita dan revolusi mental yang menjadi program dan janji Presiden Joko Widodo bersama wakilnya Jusuf Kalla.

"Kami melihat sosok Anies-Sandi memiliki visi misi serta program kerja yang sejalan dengan nawacita dan semangat revolusi mental," kata Feby di lokasi.

Selain itu, lanjut Feby, pihaknya mengajak seluruh relawan dan masyarakat Jakarta untuk memberi dukungan dan membulatkan tekad untuk memenangkan pasangan Anies-Sandi.

Secara simbolis, Ketua Relawan anies-Sandi, Boy Sadikin memakaikan baju Anies-Sandi untuk menggantikan kemeja kotak-kotak yang sebelumnya dikenakan oleh para relawan.

"Beberapa bulan belakangan ini sudah terkotak-kotak, kita harus hilangkan. Ini murni kawan-kawan perjuangan dulu yang menghubungi," kata Boy Sadikin.

"Mereka merasakan apa yang terjadi. Kami berharap mereka memenangkan Anies-Sandi pada 15 Februari besok," tegas mantan Ketua DPD PDI Perjuangan itu. [islamedia]

Zikir yang dipimpin oleh Ustaz Arifin Ilham dalam pembukaan Aksi 112, Sabtu (11/2/2017) membuat suasana syahdu ribuan jamaah yang berkumpul di Masjid Istiqlal. Gema zikir pun memenuhi langit-langit Istiqlal.

Terlihat beberapa jamaah menitikkan air mata oleh lantunan zikir yang diucapkan bersama-sama. Arifin Ilham terus mengucapkan lantunan zikir hingga suaranya bergetar. "Ya Alllah, ya Allah, ya Allah," ucapnya.

Beberapa jamaah bahkan tak sanggup menahan air matanya hingga harus menutupi wajahnya dengan serban. Zikir terus dilantunkan. "Setiap helaian nafas, setiap detik akan kita pertanggungjawabkan kelak. Setiap nafas isi dengan zikir," pesan Arifin Ilham pada para jamaah.



Dalam doa penutupnya, Arifin Ilham memohon ampunan kepada Allah. "Di subuh mubarak ini, hujani kami dengan Rahmat ampunan-Mu Ya Allah," ujarnya.

Tangis jamaah makin pecah bersama dengan doa-doa dari Arifin Ilham. "Kau masih izinkan kami untuk bernafas, berarti Engkau masih izinkan kami bertaubat. Ampuni kami ya Allah," kata Ilham.

sumber : republika

[islamedia]

Pengantin yang akan menikah di Katedral dipayungi massa aksi 112
Pengantin yang akan menikah di Katedral dipayungi massa aksi 112. (Liputan6.com)
ngawicybers.blogspot.com. Ribuan umat Islam berkumpul di Masjid Istiqlal untuk mengikuti acara dzikiri dan tausiyah nasional yang digelar oleh Forum Umat Islam (FUI). Ribuan massa aksi 112 juga telah memenuhi jalan-jalan sekitar Masjid Istiqlal. Ada pemandangan yang sangat menyejukan hati, yakni saat pasangan pengantin ingin melangsungkan pernikahan di Gereja Katedral.

Pasangan pengantin bernama Asido dan Fellicia ini dikawal dan dipayungi oleh peserta aksi 112 hingga sampai di Gereja Khatedral untuk mengucap janji suci pernikahan.

Gereja Khatedral yang lokasinya bersebelahan dengan Masjid Istiqlal memang sangat krodit. Sebab, akses menuju ke rumah ibadah umat Kristen ini menjadi salah satu titik yang paling dipadati massa aksi 112.

Asido tampak berjalan santai. Ia menebar senyum bahagia. Di sampingnya, sang calon istri tampak menggenggam sekuntum bunga. Beberapa peserta aksi 112 mengawal dari belakang sambil membawa payung agar pasangan pengantin itu tidak kehujanan.

"Ayo buka jalan, kita tunjukkan umat Islam menjunjung toleransi," ucap salah seorang anggota FPI yang memayungi rombongan pengantin.

Sampai di halaman gereja, massa kemudian kembali ke jalan. Pengantin dan rombongannya langsung masuk ke dalam gereja untuk melangsungkan ritual pernikahan.

"Terima kasih bapak-bapak," ucap salah seorang rombongan pengantin," kata dia.
Sang pengantin menebar senyum bahagia
Sang pengantin menebar senyum bahagia. (Istimewa)
Diketahui sebelumnya, peserta Aksi Bela Islam 112 menggelar Salat Subuh berjamaah di Masjid Istiqlal. Ribuan muslim dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi sudut-sudut masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

Salat subuh dan zikir bersama ini dihadiri oleh calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, yakni nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno; Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab; Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid; dan mantan Ketua MPR, Amien Rais.

Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir di Polda Metro Jaya
Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir di Polda Metro Jaya. (Tribunnews.com)
ngawicybers.blogspot.com. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir, dipanggil Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau money laundrying dana aksi bela Islam.

Rupanya, Direktorat II Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri tengah melakukan penyidikan kasus dugaan pencucian uang terkait dana sumbangan-sumbangan masyarakat untuk Aksi Bela Islam yang ditampung di Yayasan Keadilan untuk Semua atau Yayasan Justice for All. Diduga ada pengalihan kekayaan atau aset yayasan tersebut yang menjadi tindak pidana pencucian uang.

"Nama yayasannya, Yayasan Keadilan untuk Semua," kata Direktur II Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, di kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta.

Bachtiar Nasir dijadwalkan menjalani pemeriksaan penyidik Subdit TPPU/money laundering Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 8 Februari 2017.

Sesuai surat panggilan, Bachtiar Nasir hendak diperiksa sebagai saksi kasus pengalihan kekayaan yayasan kepada pembina, pengurus dan pengawas baik dalam bentuk gaji, baik upah maupun honorarium atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang.

Namun, Bachtiar Nasir tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut karena merasa ada kesalahan pada surat tersebut. Surat panggilan pemeriksaan juga baru dikirimkan penyidik dua hari sebelum jadwal hari-H pemeriksaan.

Menurut Agung, Bachtiar Nasir dipanggil sebagai saksi karena keterangannya diperlukan untuk penyidikan kasus tersebut. Agung mengakui awal penyelidikan kasus ini bukan dari pelaporan masyarakat, melainkan dari temuan adanya bukti penyimpangan dugaan TPPU.

"Banyak data dari macam-macam. Dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) juga ada," ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah temuan penyidik terkait penyimpangan kekayaan atau aset yayasan tersebut akan menjadi pendalaman materi dalam pemeriksaan saksi, termasuk kepada Bachtiar Nasir.

Anggota tim advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera meyakinkan pihaknya, termasuk Bachtiar Nasir, bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana sumbangan dari umat tersebut.

"Kedua ini menyangkut dengan Yayasan Keadilan untuk Semua. Kebetulan dipakai untuk menampung sumbangan-sumbangan dari masyarakat dalam Aksi Bela Islam II dan III. Insya Allah, ini bisa dipertanggungjawabkan oleh pengurus GNPF," kata Kapitra Ampera.

Kapitra Ampera hadir di Kantor Bareskrim sebagai perwakilan Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir, yang dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Ia menduga Bachtiar Nasir selaku Ketua GNPF-MUI dipanggil Bareskrim Polri untuk diperiksa terkait kasus ini karena ingin menggali peran dia di Yayasan Keadilan untuk Semua.

Kapitra meyakinkan, Bachtiar Nasir tidak terlibat dalam struktur pengurus yayasan Keadilan untuk semua maupun dugaan pencucian uang yang tengah disidik Bareskrim Polri. Selain itu, ada atau tidaknya nama Bachtiar Nasir dalam pengurus Yayasan Keadilan untuk Semua bisa dilihat dari akta notaris pendirian yayasan jika yayasan tersebut terdaftar.

"Kami akan buktikan Bachtiar Nasir tak ada hubungannya dengan yayasan itu. Dia bukan pendiri, pembina, dan pengawas. Dan dia tidak masuk dalam struktur yayasan," kata dia.

Informasi yang diterima Kapitra dari penyidik, bahwa kasus ini tidak berasal dari laporan masyarakat, melainkan temuan internal Dittipideksus Bareskrim Polri.

Meski kasusnya sudah tahap penyidikan, penyidik belum menentukan tersangkanya.

"Kami menyambut hangat saja. Selagi sesuai dengan prosedur hukum, kami siap datang untuk memenuhi panggilan," kata Kapitra.

Ia pun berharap agar jadwal ulang pemeriksaan untuk Bachtiar Nasir tidak dilakukan dalam waktu dekat.

"Kalau bisa habis pemilu. Tapi, kapan waktunya itu hak penyidik," ujarnya.

Foto bugil Firza Husein dalam chat WA dengan Rizieq
Foto bugil Firza Husein dalam chat WA dengan Rizieq. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Polisi akan membongkar telepon seluler Firza Husein terkait dengan penyidikan kasus baladacintarizieq. Hal ini dilakukan untuk mencari bukti-bukti terkait dengan dugaan kasus pornografi.

"Iya nanti saya cek kembali apakah sudah (dibongkar). Yang terpenting HP sudah kita temukan ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/2/2017), dilansir Detikcom.

Upaya tersebut dilakukan, salah satunya, untuk mengetahui ada-tidaknya percakapan antara Firza dan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab, termasuk kapan percakapan itu terjadi.

"Ya makanya kita nanti mau melihat chatting antara berdua itu kapan, jam berapa, itu kan bisa kita lihat," imbuh Argo.

Sebelumnya, pengacara Firza, Dahlia Zein, menyebutkan HP Firza telah disita polisi saat kliennya ditangkap pada 2 Desember 2016 dan setelah itu Firza menggunakan HP yang lama. Hanya, Argo sendiri tidak menjelaskan handphone Firza yang mana yang sudah ditemukan oleh polisi.

"Handphone yang baru kan bisa, makanya handphone (yang) buat percakapan itu sedang kita cari, nanti kita akan buktikan toh percakapannya kapan," sambungnya.

Andai benar ada percakapan tersebut dan sudah dihapus, menurut Argo, hal itu tidak menjadi kendala bagi penyidik untuk mencari bukti-bukti tersebut.

"Wah itu nggak bisa kita sebutkan, itu polisi nanti bagian dari penyidikan kepolisian. Nanti ada upaya-upaya lain (jika chatting-an itu telah dihapus)," tutur Argo.

Siswi SD di Surabaya dipukul guru olahraga
Siswi SD di Surabaya dipukul guru olahraga. (Detikcom)
ngawicybers.blogspot.com. Surabaya - Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini oknum guru olahraga SDN Dr Sutomo 1 di Jalan Kupang Panjaan V, memukul Gladis seorang siswi kelas IV hingga kepalanya berdarah.

Ibu Gladis, Maria Goretti Yeti Rusdiana (41) menceritakan pemukulan yang menimpa anaknya, berawal saat pelajaran olahraga, Selasa (31/1) lalu.

"Saat itu, kegiatannya loncat-loncat. Anak saya berhenti karena kecapekan, kemudian didatangi gurunya dan dipukul kepalanya hingga berdarah," kata Yeti saat dihubungi wartawan, Rabu (8/2/2017), dilansir Detikcom.

Kata Yeti, penganiayaan tidak hanya dialami anaknya. Siswa lain juga mengalami sama tapi hanya dijewer. "Dulu juga pernah saat anak saya kelas II juga pernah ditendang," imbuh dia.

Janda yang ditinggal suaminya meninggal setahun lalu ini menyayangkan sikap tempramen seorang guru yang seharusnya memberikan kasih sayang pada murid.

"Guru yang bener. Guru kan digugu dan ditiru, masa seperti itu. Aku nglahirno Gladis totoan nyowo, lewat operasi. Lha kok dipukul kayak gitu," keluhnya dengan nada menahan tangis.

Ia berharap tindakan kekerasan yang dialami putrinya bisa segera ditindaklanjuti dan tidak terjadi sekolah lain. "Sekarang anak saya menjadi takut masuk sekolah," pungkas Yeti.

Hingga pukul 12.00 Wib, cerita kekerasan pada Gladis menarik perhatian Polrestabes Surabaya dan Pemkot Surabaya yang langsung mendatangi sekolah untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

Basarnas mencari prajurit Kopassus yang hilang
Basarnas mencari prajurit Kopassus yang hilang. (Tribun Jateng)
ngawicybers.blogspot.com. Semarang - Anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Sertu Danang, yang hilang saat latihan terjun bebas di Semarang, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Dari informasi yang diperoleh, Sertu Danang ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang saksi bernama Tarwo di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Lokasinya berada sekitar 300 meter dari lokasi awal jatuh.

"Dibantu personel dari anggota yang standby dengan mobil ambulans. Kemudian korban langsung dibawa ambulans," kata petugas Bagian Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Zulhawary Agustianto, Rabu (8/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Jenazah Sertu Danang yang dalam kondisi utuh kemudian dibawa ke RS Bhakti Wira Tamtama. Operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan dari TNI, Dit Polair Polda Jateng, dan Basarnas ditutup. Rencananya jenazah akan dipulangkan ke rumah duka, di wilayah Kulonprogo.

Sedikitnya 11 anggota Kopassus menjalani latihan terjun di Semarang pada Selasa, 7 Februari, pagi kemarin. Saat itu cuaca buruk karena angin berembus kencang dan dua anggota terempas. Salah satunya, atas nama Serda Beni, ditemukan selamat, namun Sertu Danang saat itu tidak diketahui keberadaannya. Helm dan parasut Sertu Danang sudah ditemukan terlebih dahulu pada Selasa kemarin.

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.