Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan


Sepasang pengantin duduk bersanding dengan bahagia, Ahad (10/1/2016). Senyum mengembang di wajah mereka berdua.

Namun, kejadian tak terduga mengejutkan para undangan yang hadir di Desa Suka Ramai Batola, Kalimantan Selatan.

Sang pengantin wanita, Dina Ismaya Skom, tiba-tiba turun dari pelaminan begitu melihat satu sosok undangan pria yang datang.
Sambil mengangkat sedikit gaun pengantinnya, Dina langsung mengulurkan tangan untuk berselaman sambil berderai air mata.

“Terima kasih jauh-jauh sudah mau datang,” kata Dina, sambil mengusap air matanya.

Keterkejutan para undangan berubah menjadi suasana haru. Sebab pria yang datang itu adalah pemilik Istana Anak Yatim Darul Azhar Tanahbumbu yang telah merawat Dina sejak kecil.

“Ayah telah membesarkan saya hingga kini jadi sarjana,” lanjut Dina dengan air mata masih bercucuran.
Dokter H Zairullah, pria itu rupanya tak mampu menyembunyikan haru. Air matanya juga tumpah hingga membuat para undangan ikut menangis.

Di Istana Anak Yatim itu, Zairullah memperlakukan ratusan anak yatim yang dibinanya laksana anak sendiri.

“Saya sedih sekaligus bahagia. Sedih karena pasti akan jarang bersama Dina lagi di istana anak yatim namun bahagia karena dia sudah sarjana dan menemukan jodohnya, semoga bahagia anak-ku,” kata Mantan Bupati Tanahbumbu itu seperti dikutip Tribunnews.


Saya terima nikahnya…. binti…. dengan mas kawin……di bayar tunai….”.Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar” tersebut?Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat?

Yang tersirat ialah: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya.

Dosa apa saja yang telah dia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dgn si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung.

Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”. juga sadar, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab,maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam..

Dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku. Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapa isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala “.

Jika aku GAGAL (si Suami) ?”Maka aku adalah suami yang fasik,ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.  (HR. Muslim)

Duhai para istri… Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu. Karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjianyang dibuat olehnya di depan ALLAH, dengan disaksikan para malaikat dan manusia.

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu,maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu…

Semoga… ini untuk pengalaman yg sudah nikah maupun yg belum… Subhanallah..

Beratnya beban yang di tanggung suami.Bukankah untuk meringankan tanggung jawabnya itu berarti seorang istri harus patuh kepada suami,menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya? Juga mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.

Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah,mawaddah,dan warahmah.

Aamin Yaa Rabbal’alaminn…Sahabat semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan  kesehatan,  kebahagiaan, keselamatan dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya.

“Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabat Kami, Berikanlah Kami pasangan yang setia,mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Kelak masukkanlah Kami disurga yang terindah..”Aamiin Ya Robbal Alamin.

Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Subhanallah. Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari – hari. Aamiin.. [pedomanmuslim]


Dulu ana datang ke suami ana, justru ana yang menawarkan diri ke suami.
''Akhi maukah menikah dengan ana?'', tawarku padanya.

Waktu itu dia masih kuliah smester 8. Dia cuma bengooonggg seribu bahasa, serasa melayang di atas awan, seolah waktu terhenti. Beberapa saat setelah setengah kesadarannya kembali dan setengahnya lagi entah kemana, dia berucap;

''Afwan..ukhti... anti pengen mahar apa dari ana?'' ucapnya.
"Cukup antum bersedia menikah denganku saja itu sudah lebih dari cukup" jawabku.

Bak orang awam mendaki gunung yang tinggi lagi extreme, ehhh... dianya langsung lemesss... kayak pingsan! Besoknya datang nazhar, terus khitbah. Lalu untuk ngumpulin uang buat nikah, dia jual sepeda dan jual komputernya... untuk mahar dan biaya nikah.

Di awal pernikahan dia gak punya pendapatan apa-apa. Kita usaha bareng dan ana gak pernah nanya seberapa pendapatnya ataupun dia kerja apa. Selama ana nikah dengannya ana belum pernah minta uang. Hingga kinipun kalo gak dikasih ya diam. Saat beras habis... ana gak masak.

Saat dia nanya, "Koq gak masak beras, Dek?"
"Habis Mas", jawabku

"Koq gak minta uang?", lanjutnya.
Ana gak jawab, takut suami gak punya kalo ana minta. Jadi ana takut menyinggung perasaan kekasih hatiku.. weee..

Kalo kita menghormati suami, maka suami akan menyayangi kita lebih dari rasa sayang kita ke dia. Bahkan usaha sekarang dah maju pesat... Alhamdulillah. Ibarat kata uang 50jt dah hal biasa.

Lalu suatu hari ana tawarkan dia nikah lagi namun dia gak mau. Katanya ana itu tidak ada duanya... hehehe ngalem dewek. Walaupun ortunya dulu gak ridho dengan ana, karena Salafi... tapi sekarang sudah baikan.

Rezeki bisa dicari bersama. Bagi ana usaha yang dicari bersama suami susah-payah bersama, setelah sukses... maka banyak kenangan manis yang tak terlupa. Kita jadi saling memahami dan mengerti karakter masing-masing karena kita sering berinteraksi.

"Suamiku adalah temen curhatku..."
"Suamiku adalah patner bisnisku..."
"Suamiku adalah Ustadz tahsinku..."
"Suamiku adalah temen seperjuanganku..."
"Suamiku adalah sahabatku..."
"Suamiku adalah temen mainku..."
"Suamiku adalah temen berantemku..."

Itulah kiranya yang ana rasakan darinya, setelah 12 tahun menikah dan Insya Allah dikaruniai anak 7 semoga semakin menambah keberkahan dalam rumah tangga ana...

Dan bukan hal yang hina bagi ana kalo ada seorang akhawat datang menawarkan diri ke ikhwan. Ana dulu hanya melihat dari bacaan Al-Qur'annya yang bagus dan dia sangat menjaga Sholatnya itu aja gak lebih.

Jadi para akhawat yang belum menikah... apa yg menghalangi anda untuk menikah muda? Apa karena melihat pendapatan materi dari ikhwan yang menghalaginya?

*Seorang Ibu yang menceritakan kisah cintanya
*Dengan sedikit penyesuaian. [islamsejati]


Raabiatul Adawiyah, 22 tahun, telah resmi menjadi istri putra keenam Raja Brunei Darussalam, Pangeran Abdul Malik, 31 tahun. Kecantikan dan prestasi Raabiatul membuat sang pangeran kagum, hingga menuliskan kekagumannya di akun facebook pribadinya.

"Yang Mulia Dayangku (istriku) Raabi'atul 'Adawiyyah binti Pengiran Haji Bolkiah sudah terbiasa dengan didikan keagamaan dan sikap bersopan santun daripada kedua-dua ayahanda dan bonda dalam menjaga akhlak dan juga sikap hormat-menghormati di antara satu dengan yang lain, bahkan keupayaannya dalam menjaga adinda-adinda ketika keduanya sibuk dengan tugasan merupakan satu kelebihan yang dimilikinya," tulis Abdul, dikutip dari akun facebook Prince Abdul Malik.

Abdul menuliskan, istrinya memiliki banyak prestasi di bidang keagamaan dan aktivitas sosial sejak masih duduk di bangku sekolah. Ia menjadi juara sejumlah perlombaan membaca Alquran.

"Antaranya mewakili sekolah agama dan menyertai pertandingan tersebut yang diadakan di Jame' 'Asr Hassanil Bolkiah pada tahun 2005 dan mengikuti Skim Tilawah Al-Qur'an Remaja pada tahun 2008 serta menyertai Pertandingan Dikir Dabai'ie Di Antara Sekolah-Sekolah Menengah dan Maktab-Maktab Senegara," ungkap Abdul.

Kemampuan membaca Alquran yang begitu baik mengantarkan Raabiatul meraih gelar 'The Best Muslimah Alquran Recital'. Gelar itu diraih dalam ajang `Miss World Muslimah` di Indonesia pada tahun 2013.

"Dengan kejayaan ini turut membawanya berjaya mendapat gelaran Pembaca Alquran Terbaik Muslimah (Best Muslimah Al-Qur'an Recital) keseluruhan dari kesemua aspek pada tahun 2013 apabila berjaya mewakili negara dalam Pertandingan Wanita Muslimah di Republik Indonesia yang bersangkut-paut dengan aktiviti keagamaan," terangnya.

Tidak hanya itu, Abdul begitu memuji Raabiatul, lantaran kerap terlibat dalam kegiatan sosial. Menurut Abdul, Raabiyatul kerap terlibat dalam upaya perjuangan hak kaum wanita di negeri itu.

"Bahkan semangat yang dimiliki Yang Mulia terus diperjuangkan setelah kembali ke negara ini dengan berhasrat menyumbangkan aktiviti amal kebajikan terutama sekali kepada hal ihwal kesejahteraan kaum wanita, ibu-ibu dan remaja," katanya. (Ism)

sumber : dream.co.id


Pemuda bernama Dodi Hidayatullah ini, lantunkan dengan merdu Surat Ar-Rahman sebagai hadiah mahar pernikahannya dengan Auliya Rahmi Fadhillah. Kedua pasangan ini, sama-sama penghafal Al Qur’an.

Pemilik dua akun Facebook Dodi Hidayatullah dan Dodi.Hidayatullahi ini, suaranya tak kalah merdu dengan Fatih Seferagic, seorang pemuda asal Amerika yang juga merdu suaranya saat membaca Al Qur’an.

Dalam salah satu video lain di Youtube, dengan diiringi nasyid ciptaannya sendiri dan juga dinyanyikannya sendiri, “Ikrar Cinta’, ia menceritakan tentang pernikahannya sebagai berikut,

“1 Januari 2011, kubuktikan bahwa cinta suci itu dengan mengkhitbah. Tanggal suci pernikahan pun ditentukan. Tiba waktunya ikatan suci itu diikrarkan, 2 Juni 2011. Kuikrarkan kalimah suci ini. QS. Ar-rahman menjadi mahar berharga. Bisnis sambil kuliah dan Alhamdulillah istri hamil. Malaikat kecil kami Danish Ibadurrahman pun hadir menghiasi hari-hari indah kami.”

Dan inilah video Surat Ar-Rahman yang dilantunkannya saat pernikahan:


Sumber : Sumber: MuslimJuara.org


Siapa yang tidak ingin mendapatkan suami yang setia? Bahkan jika harus memilih, istri tentu rela tidak memiliki banyak harta namun suami setia, dibanding bergelimang kekayaan akan tetapi suami mendua.

Namun, tiada pernikahan yang berjalan mulus seperti yang diimpikan. Termasuk ujian saat suami mulai tergoda dengan wanita lain. Permasalahan ini menjadi pemicu utama keributan dalam rumah tangga. Bahkan tidak jarang berujung dengan perceraian.
Istri tentu wajib waspada dengan ujian yang satu ini. Ternyata ada cara yang bisa dilakukan oleh istri agar suaminya tidak tergoda dengan wanita. Doa apakah yang harus dibaca tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Memiliki suami yang gemar melakukan kebiasaan buruk atau maksiat seperti berjudi, mabuk dan bermain perempuan membuat banyak istri yang tidak betah dan lebih memilih untuk mengajukan cerai agar mendapatkan kehidupan dan pasangan yang lebih baik.

Menghadapi suami yang gemar berbuat maksiat dan gampang tergoda wanita lain memang bukan perkara mudah bagi seorang istri. Meskipun demikian, sebagai seorang istri perlu memiliki kesabaran ekstra dan konsistensi dalam memberikan nasihat kepada sang suami.

Padahal sebenarnya, ketika suami memiliki sifat demikian seharusnya istri bisa berperan sebagai penolong untuk menyadarkan pendamping hidupnya itu. Hal ini tentu saja bertujuan agar sang suami bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Pergunakanlah waktu yang ada bersama suami untuk saling mengenal lebih dekat, selalu terbuka dalam setiap kesempatan untuk mengemukakan perasaan masing-masing. Jika hal ini dapat dilakukan, maka sang istri mampu mengarahkan dan membangkitkan suami dari keterpurukan dosa dan membuatnya menjadi sosok suami yang lebih baik lagi.

Selain itu, jangan pernah melupakan untuk senantiasa mendoakan suami tercinta agar terhindar dari godaan wanita lain dan perbuatan maksiat. Jangan pernah bosan untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk kehidupan rumah tangga menjadi lebih baik lagi.

Oleh karena itu, bacalah doa ini setiap saat, terutama setelah melaksanakan shalat:

“Allahumma innaa nas-alukat taubata wa dawaamahaa wa na’uudzu bika minal ma’shiyyati wa asbaabihaa wa dzakkirnaa bil khaufi minka qabla hujuumi khatharaatihaa wahmilnaa ‘alan najaati minhaa wa minat tafakkuri fii tharaaiqihaa wamhu min quluubinaa halaawata majtanainaahu minhaa wastabdilhaa bil karaahati lahaa wath thama’i limaa huwa bidhiddihaa.”

Artinya: “Wahai Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk sehingga kami senantiasa bertaubat atas segala dosa dan kesalahan kami. Dan aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan maksiat dan sebab-sebabnya, dan jadikanlah kami selalu ingat kepada-Mu, sebelum datangnya hasrat untuk berbuat maksiat yang penuh bahaya. Selamatkanlah dengan adanya perasaan benci selalu terhadap perbuatan maksiat serta terbitkanlah dalam hati kami adanya rasa loba untuk berbuat sebaliknya.”

Demikianlah informasi terkait doa yang dibaca agar suami tidak tergoda wanita lain dan terhindar dari maksiat. Sebagai seorang istri, sudah selayaknya selalu mendoakan suaminya agar mendapatkan kebaikan di dalam rumah tangga. Selain itu, dengan senantiasa berdoa akan membuat hati menjadi lebih tenang karena selalu ingat kepada Allah SWT. (infoyunik)


Pernikahan merupakan peristiwa sakral yang didambakan oleh lelaki dan perempuan lajang. Sedemikian sakral peristiwa pernikahan, maka persiapan dan proses menuju pelaminan terasa demikian panjang dan memerlukan energi yang tidak sedikit.

Calon pengantin laki-laki dan calon pengantin perempuan menyiapkan diri, melalui tahap serta proses sesuai ketentuan agama dan negara, hingga akhirnya bertemu di pelaminan setelah ijab kabul secara sah.

Pada saat calon pengantin laki-laki dan perempuan telah mantap mengikat hati dan jiwa melalui pernikahan, maka mereka menempuh semua proses dan prosedurnya. Uniknya, semakin jauh melangkah menuju gerbang pernikahan, bukannya semakin sedikit godaan. Justru muncul berbagai godaan dalam bentuk yang lain.

Ada keraguan dan banyak pertanyaan dalam diri calon pengantin, “Jadi menikah dengan dia atau tidak ya?” Muncul bayangan kelam dan sejumlah ketakutan, apakah nanti akan bahagia dengan calon pilihannya? Apakah pilihannya sudah tepat dan tidak salah pilih calon pasangan?  Sementara ada banyak ‘tawaran’ lain yang sangat menggoda.


Godaan Pada Calon Pengantin Laki-laki

Pada beberapa kalangan laki-laki, ada godaan yang sangat mengganggu menjelang pernikahan. Salah satu bentuk godaan  tersebut adalah berupa perasaan akan banyaknya perempuan yang seolah-olah menyukai atau jatuh cinta padanya. Ia merasa banyak perempuan yang tertarik kepadanya di saat sudah mendekati gerbang pernikahan. Padahal sebelum memutuskan untuk menikah, ia merasa tidak banyak perempuan yang tertarik apalagi jatuh cinta kepadanya.

Namun anehnya godaan itu justru datang setelah keputusan menikah diambil. Tidak sedikit laki-laki yang terjebak dan menuruti godaan tersebut, hingga sampai menjalin hubungan hati dengan perempuan lain. Padahal ia tengah berada pada proses menunggu hari H pernikahan.

Ada testimoni dari seorang lelaki yang menuliskannya “Saya termasuk yang merasakan godaan tersebut. Justru ketika saya memutuskan untuk menetapkan hati untuk menikahi calon istri saya, maka entah mengapa ada banyak wanita yang semakin dekat dengan saya. Banyak diantara wanita tersebut yang membuka hati untuk menjalin hubungan cinta. Itu terbukti dengan semakin banyaknya perhatian dan kedekatan yang mereka lakukan kepada saya. Bahkan hingga detik proses saya mengucapkan ijab kabul, perhatian yang diberikan wanita lain tersebut masih saja dilakukan. Apalagi saya tidak memberikan informasi bahwa saya akan menikah. Ini pulalah yang saya yakin tentu dialami oleh pria-pria lain. Godaan untuk mencintai wanita lain selain calon istri kita”, tulisnya.

Saat godaan seperti ini datang, calon pengantin laki-laki merasa limbung. Ia mulai membandingkan antara perempuan lain yang mendekati dirinya, dengan calon istri yang akan segera dinikahinya. Celakanya, jika perempuan yang mendekat itu makin agresif karena merasa mendapat peluang dan kesempatan. Ditambah lagi, ia merasa perempuan ini lebih cantik dan menarik dibanding calon istrinya. Pada titik ini, bisa muncul sifat iseng dalam dirinya untuk semakin memberi harapan. Perempuan tersebut bisa menjadi ‘korban’ dari lelaki yang akan menikah ini.  Tiba-tiba
hubungannya diputus begitu saja oleh si lelaki, karena tidak mengetahui bahwa sudah memiliki calon istri dan sedang berproses menuju hari pernikahan. Si calon pengantin laki-laki harus memilih dan segera mengambil keputusan. Saat ia memilih meneruskan proses pernikahan, maka segera ia tinggalkan perempuan tersebut. Akhirnya perempuan itu menjadi ‘korban’ dari lelaki yang tidak kuat menghadapi godaan menjelang pernikahan.


Godaan Pada Calon Pengantin

Perempuan Bukan hanya pada laki-laki, pada calon pengantin perempuan pun terjadi hal yang sama. Tidak sedikit perempuan yang memutuskan tidak jadi menikah dengan calon yang sudah dipilihnya sendiri ketika menghadapi godaan seperti ini. Maka berhati-hatilah dengan godaan menjelang pernikahan yang sering dihadapi banyak calon pengantin. Konon, perempuan yang akan melangsungkan pernikahan memancarkan aura bahagia dari dalam jiwanya.

Hal inilah yang membuat perempuan tampak semakin cantik, karena terpancar dari hati yang bahagia. Hal ini membuat banyak laki-laki menjadi tertarik bahkan jatuh cinta kepadanya, padahal ia sudah tinggal menunggu waktu untuk melaksanakan pernikahan. Makin banyak kehadiran laki-laki lain yang tampak lebih hebat dibanding calon suami, makin besar ujian yang harus dihadapi oleh calon pengantin perempuan.

Bukan hanya laki-laki lain yang mendekat, bahkan mantan pun kembali mendekat. Pada beberapa contoh kasus, sang mantan bahkan menawarkan cinta yang lebih hebat dibanding saat masih bersama dulu. Godaan seperti ini semakin menggoyahkan hati. Ada yang memilih membatalkan pernikahan karena godaan seperti ini, demi mengikuti perasaan kasihan atau tidak tega terhadap mantan yang datang dengan memohon serta menghiba.

Pada saat godaan seperti ini mulai mengemuka, perempuan mulai membandingkan dengan calon suami. Kekurangan dan kelemahan calon suami makin terlihat, justru ketika semakin mendekati hari pernikahan. Padahal, setelah menikah nanti, akan semakin banyak kelemahan suami yang tampak dengan sendirinya. Ketika ia tidak menyiapkan diri untuk menerima calon suami dengan segala kelebihan dan kekurangan, biasanya akan memunculkan semacam rasa penyesalan karena membandingkan dengan sekian banyak laki-laki yang ‘antri’ untuk menjadi suaminya.


Melawan Godaan

Calon pengantin laki-laki dan perempuan harus semakin menguatkan tekad menuju gerbang pernikahan sebagaimana rencana yang sudah mereka tetapkan. Kedua belah pihak harus siap apabila godaan seperti itu benar-benar datang. Jangan tergoda untuk memberikan peluang apalagi sampai jatuh hati pada orang lain, sementara anda sedang menungguh hari H pernikahan. Bila anda tidak tahan godaan, dapat merusak proses dan suasana pernikahan bersama calon anda.

Hendaknya anda berterus terang kepada pihak lain yang memberikan perhatian istimewa dan melakukan pendekatan hati kepada anda, bahwa sesungguhnya anda sudah memiliki calon dan sedang berproses menuju gerbang pernikahan.

Dengan keterusterangan anda tersebut, jika ada orang yang tetap nekat untuk mendekat dan memberikan perhatian istimewa, maka anda telah menepisnya. Jangan pernah memberikan harapan kepada pihak lain yang agresif mendekati anda dengan berbagai cara. Mantapkan dan yakinkan hati bahwa keputusan untuk menikah dengan calon anda adalah keputusan yang terbaik. Dialah calon pasangan hidup terbaik yang Allah swt berikan kepada anda.

Jaga hati agar tidak tergoda apalagi sampai membuat keputusan yang keliru dengan meninggalkan calon dan mendekat kepada orang yang menggoda anda. Jadilah orang kuat yang tahan terhadap godaan. Kelak ketika hidup berumah tangga, godaan seperti itu akan tetap datang. Apalagi ketika kehidupan pernikahan anda tidak bahagia. [cariuntuktau]

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.