Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan


Raut wanita dalam foto itu serius. Tampak tekun. Kepala berbalut kerudung, tertunduk. Mata terkunci ke bawah. Khusyuk. Tangan kanan menggenggam mic. Disodorkan ke bibir yang terlihat tengah membaca.

Dia tak sendiri. Di samping kanan, duduk perempuan paruh baya. Juga berkerudung. Wanita berkaca mata itu memaku pandangan ke arah kiri. Mengamati wanita muda di samping dengan lekat.

“Khataman Qur'an dan pengajian sebelum akad..” Demikian bunyi kalimat yang tertulis di sebelah kanan foto kedua perempuan tersebut.


Dua perempuan dalam foto itu adalah Dian Sastrowardoyo dan sang bunda, Dewi Parwati Setyorini. Dian tengah membaca Alquran sebelum akad nikah. “Mama aku yang Katolik benar benar supportif dan mendukung aku untuk khatamin Qur'an sebelum menikah..”

Gambar itu diambil sebelum pernikahan Dian dengan Maulana Indraguna Sutowo pada 2010. Kemudian diunggah ke Instagram melalui akun @therealdisastr pertengahan tahun lalu.
Dian dan sang bunda memang beda agama. Pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini memutuskan masuk Islam. Mengucap Syahadat pada tahun 2006. Tepat pada malam peringatan Isra Mi’raj.

Kala itu, nama Dian sudah gemilang. Dikenal luas sebagai artis papan atas. Sukses menjadi pelakon film dan juga bintang iklan. Sehingga keputusan menjadi mualaf menjadi perhatian banyak orang. Diberitakan berbagai media.

Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982, ini mengaku keputusan masuk Islam datang dari jiwa. Tak ada yang membujuk. Apalagi memaksa. “Dari hatiku sendiri,” tutur Dian saat diwawancara sebuah media.

Namun, proses mualaf itu butuh perjalanan panjang. Mungkin inilah yang ditiru oleh Dian dari sang ayah, Ariawan Sastrowardoyo. Dulu, sang ayah juga mengembara mencari jati diri, sebelum akhirnya memeluk Buddha.

“Mungkin oleh proses yang sama sekarang aku memeluk Islam. Sementara mamaku tetap Katolik,” ujar Dian.

Tapi Dia yakin, menjadi mualaf bukanlah pilihan salah. Keputusan ini benar. Dan dengarlah kebahagiaan Dian setelah memeluk Islam.

“Perasaanku lega. Karena aku masuk Islam bukan karena popularitas. Yang membuat aku memilih Islam karena aku ingin berserah diri dan pasrah kepada Allah.”

Sebagai seorang mualaf, Dian terus belajar. Memperdalam ilmu Islam. Berbagai buku dia lahap. Termasuk tuntunan salat. Selain itu, dia juga bertanya pada orang yang lebih tahu tentang Islam.

“Ada guru juga yang ngajarin, tapi lebih banyak aku baca buku.”

Sumber : islamjuara.com


Ini merupakan Kisah Masuk Islamnya Pendeta sesudah Ikut Dzikir dgn KH Muhammad Arifin Ilham. Lelaki ini dulunya seorang Pendeta. Istrinya seorang Penginjil. Anak pertamanya menjadi pemain musik di gereja. Anak keduanya jadi vokalis gereja.

Pendeta ekstrem & radikalis, Penganut Kristen yg teramat fanatik. Oleh dikarenakan itu, tatkala Ustadz Arifin Ilham berniat mau mendakwahi laki laki yg didapati bernama Freud ini, ada salah satu kawan dia yg mencibir & bicara, “Mustahil, Gak Bisa Saja Tadz,. Mereka satu keluarga pemeluk Kristen fanatik”
Tapi, Ustadz Arifin tak lantas putus asa demikian saja.

“Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berkehendak, Tak Ada yg mustahil didunia ini” Ucap Ustadz Arifin bersama penuh keyakinan.

Ustadz Arifin ini memang lah bertetangga telah sejak lama bersama si pendeta, mereka juga tidak jarang berjumpa. Bahkan, nada musik saat mereka berlatih menyanyikan lagu-lagu gereja terdengar sampai hunian Ustadz Arifin di Depok. Nah, tiap-tiap kali berjumpa, Ustadz Arifin pula senantiasa menyapa apalagi dulu.

“Suatu hri, Arifin sedang pulang dari tausiyah. Dibawain buah-buahan oleh panitia pengajian. Nah, sesuai ketemu dgn Pak Freud, Arifin bilang ke sopir, biar berakhir sebentar. ketika mobil kami berakhir, Pak Freud ketakutan. Dikarenakan ada lima mobil yg mengikuti Arifin di belakang. Arifin ke luar, dulu dgn ramah menyapa Pak Freud & memberikan buah padanya”

“Setelah itu.. kami pula jadi akrab.” kata dai yg anak mula-mula & keduanya telah hafidz 30 juz Al-Qur’an ini,

Ketika terjadi. Hubungan makin tidak jarang. Sampai terhadap satu buah hri Diwaktu Paskah. “Waktu itu bertepatan bersama hri Jum’at,” lanjut Ustadz Arifin,

“Arifin hendak bertolak khutbah Jum’at. Hujan amat lebat. Seterusnya, Arifin juga mampir ke hunian ia. Arifin jemput, dulu Arifin antarkan ke gereja. Sebab Arifin tahu, dirinya pun ingin ngisi program di Hri Paskah.”
Dikala di dalam mobil, Tetap di tengah perjalanan, Ustadz Arifin memegang tangan Pak Freud bersama lembut.

“Arifin pegang tangannya. Telah berkeriput. Usianya 74 th. Sebab kasihan (cinta), Arifin serta menangis. Dalam tangis itu, di hri Jum’at, diwaktu hujan, Arifin mendoakan dalam hati supaya dia masuk Islam.”
Tidak sadar, Rupanya tangis Ustadz Arifin yg disembunyikan nampak oleh Pak Freud

“Ustadz Arifin, mengapa menangis?” tanyanya. “Tidak apa-apa, Pak.” jawab ustadz yg sekarang ini menetap di Sentul ja-bar ini.
Besoknya, Pak Freud datang ke hunian Ustadz Arifin. Dirinya memanfaatkan setelan batik & penutup kepala warna hitam.
“Ustadz, bolehkah aku mengikuti majlis dzikir ustadz besok pagi?” Tanyanya bersama penuh harap.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ustadz Arifin juga amat bahagia. Bersama dua tangan & hati yg terbuka lebar, Pak Freud diizinkan buat bergabung. “Waktu dzikir dirinya yg mula-mula di Tempat Ibadah Al-Amru bi At-Taqwa, Pak Freud duduk di pojok belakang sebelah kanan tempat ibadah.”

Di tengah-tengah majlis dzikir tersebut, Ustadz Arifin meminta jamaah buat berdoa masing-masing, pas dgn keinginannya. Padahal, maksud dirinya, “Itulah sejarahnya dzikir, dulu diminta doa masing-masing. Disaat itu, Arifin mau mendoakan Pak Freud. Kan sanggup tersinggung seandainya Arifin doa keras-keras biar dirinya masuk Islam.”

Qaddarallah, sehari sesudah program dzikir, “Tepat kepada hri Senin, Pak Freud kembali silaturrahim ke hunian aku. Ia menyebutkan diri siap masuk ke dalam Islam.” Pungkas Ustadz Arifin bersama wajah bahagia.

Subhaanallah.. Allahu Akbar walillahil hamd.. Tiada yg tidak barangkali seandainya Allah telah berkehendak. Hidayah Allah dapat turun kepada siapa saja & lewat karena apa saja. [kabarmakkah]


Dr Zakir Naik dikenal sebagai dai Muslim yang dikagumi jutaan orang. Forum-forumnya tidak hanya disukai oleh umat muslim namun juga menarik perhatian non muslim. Tidak sedikit non muslim yang menghadiri forum Dr Zakir Naik, bertanya dan dengan izin Allah, sebagiannya masuk Islam.

Tapi mengapa Syiah takut pada Dr Zakir Naik? Video ini menunjukkan salah satu fenomena ketakutan syiah pada Dr Zakir Naik. Seorang istri melarang suaminya menghadiri ceramah Dr Zakir Naik, padahal suaminya itu beragama Hindu.

“Anda tahu, ketika aku berkata kepadanya, ‘Aku ingin mengunjungi ceramah Dr Zakir Naik’, dia mengatakan, ‘Jangan kau kunjungi dia, dia akan mengatakan buruk tentang syiah dan kau pasti akan meninggalkan aku’” kata seorang pria India bernama Diba Musa.

Jawaban Dr Zakir Naik

“Istrimu berkata jangan mendatangi ceramahku karena aku menentang syiah. Dan kamu tidak menerimanya. Kamu tahu, kamu sangat mencintaiku, kuhargai itu.

Tapi perlu engkau ketahui kalimat “syiah” tidak ada di dalam Al Qur’an. Jadi apakah dia syiah ataupun sunni tidak ada disebutkan dalam Al Quran.

Quran mengatakan dalam surat Ali Imran ayat 103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai” (QS. Ali Imran: 103)

Kami muslim seharusnya berpegang teguh kepada tali (agama) Allah dan tidaklah bercerai berai.

Dan Allah berfirman dalam surat Al An’am ayat 159

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (QS. Al An’am: 159)

Jadi siapapun yang memecah belah dalam Islam dan menjadi bergolong-golongan, maka dia telah pergi jauh dari Al Qur’an dan Sunnah.

Jadi beritahu istrimu, Dr Zakir Naik bilang sesungguhnya tidak ada syiah dan sunni, Quran mengatakan, “Taatilah Allah SWT dan taatilah Rasulullah”

Apa yang harus kita lakukan adalah mengikuti Quran dan perkataan yang shahih dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan nama yang dapat kau berikan hanyalah “muslim”. Jadi aku tidak menyebut diriku syiah atau sunni, melainkan muslim.

Jadi hari ini kamu katakan pada istrimu, aku telah bertemu Dr Zakir Naik dan dia menyebut dirinya sebagai “muslim”

Dan aku juga tidak menentang sunni dan syiah. Aku katakan semuanya muslim. Apapun nama yang mereka sebutkan pada dirinya, marilah kembali kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sekarang ketika aku memberikan jawaban, mungkin ada beberapa muslim yang melakukan pengalaman yang bertentangan dengan Quran dan Sunnah, tersinggung pada pernyataanku.

Jadi tanyakan pada istrimu, apakah kamu mengikuti sesuatu yang bertentangan dengan Quran dan Sunnah?

Jika tidak, maka janganlah tersinggung dengan Dr Zakir Naik. Jika iya, maka hendaklah berubah dan kembali kepada Quran dan Sunnah.

Jangan ikuti perkataan yang Zakir katakan. Zakir adalah 0 di dalam Islam. Taatilah Allah SWT dan taatilah Rasulullah.

Jadi katakan pada istrimu, jika ia mengikuti sesuatu yang bertentangan dengan Quran dan hadits shahih, maka dia harus memperbaiki dirinya. Dia harus disebut muslim, karena kata syiah tidak ada dalam Quran.”

Simak Videonya :



Sumber: Tarbiyah.net


Alhamdulillah, sebanyak 800 penganut Hindu di Rampur, India mendapatkan hidayah dan resmi memeluk Islam pada Rabu lalu. Mereka berasal dari kaum dalit Valmiki, kelompok kasta terendah di India usai mereka tak lagi mendapatkan keadilan dari pemerintah.

Kaum dalit merupakan kelompok dalam kelas sosial paling rendah di India. Mereka biasa bekerja sebagai penyapu jalanan dan membersihkan kotoran manusia.

800 dalit Valmiki sebelumnya memberi ancaman kepada pemerintah Rampur, yang sewenang-wenang menggusur permukiman mereka untuk dijadikan pusat perbelanjaan. Menurutnya, memeluk Islam merupakan jawaban dari segala penindasan kasta sosial yang selama ini mereka dapatkan.

Hakim distrik di Rampur, Chandra Prakash Tripathi menolak memberi komentar terhadap 800 warganya yang akhirnya memilih memeluk Islam. Hanya saja, hakim menegaskan sesungguhnya langkah yang diambil oleh 800 dalit itu tidak akan bermanfaat sedikitpun.

"Mereka masuk Islam jelas harus memahami, bahwa ini tidak akan membantu mereka dengan cara apapun," kata Chandra, dilansir Times of India, Rabu.

Sementara itu, sentimen anti-Islam di India sendiri cenderung meningkat. Sebelumnya, Pertumbuhan penduduk muslim India dituding menjadi ancaman bagi kelangsungan masyarakat Hindu di sana. Salah satu pimpinan Hindu di India, Sadhi Deva Thakur, meminta pemerintah India untuk memberlakukan pemandulan terhadap Muslim India, termasuk penganut Kristen.

"Populasi Muslim dan Kristen berkembang dari hari ke hari," kata Thakur seperti dikutip Times of India, Ahad. Menurut wakil presiden All India Hindu Mahasabha itu, meningkatnya jumlah minoritas agama akan menjadi ancaman bagi umat Hindu. [populer6]

red: adhila
sumber: RoL


Dalam semua seminar seorang Wanita Bule bertanya mengapa wanita tidak duduk didepan atau dibagian samping atau bersebelahan dengan lelaki, Video Zakir Naik ini menjelaskan bahwa lelaki harus menahan pandangan dari wanita yang bukan muhrim, sesuai dengan Al-Qur’an Surah An-Nur Ayat 30:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (24:30)

Ayat ini dan ayat selanjutnya berpesan kepada pria dan wanita beriman untuk menjaga kehormatan dan rasa malu dalam hubungan sosial mereka demi mencegah meluasnya penyimpangan akhlak dalam masyarakat. Pada hakikatnya, mata manusia dapat menyaksikan banyak hal dari jarak jauh dan dengannya manusia dapat mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. Tapi pandangan manusia ini harus dikontrol, bukannya melihat apa saja yang dapat disaksikannya.

Dalam penjelasan yang lalu kita telah mengetahui hukum shalat berjama’ah bagi wanita dan beberapa perkara yang berkaitan dengan jama’ah wanita. Namun mungkin masih tersisa di benak kita yang belum kita dapatkan keterangannya. Salah satu masalah yang bisa kita sebutkan di sini adalah tentang shaf wanita dan keberadaan mereka ketika shalat bersama pria.

Mengapa kita perlu membahas masalah shaf ini? Karena banyak kita jumpai kesalahan di kalangan sebagian  wanita. Ketika mereka hadir dalam shalat berjama’ah di masjid bersama kaum pria, mereka bersegera menempati shaf yang awal, tepat di belakang shaf terakhir jama’ah pria. Mereka menduga, dengan itu mereka akan mendapatkan keutamaan. Padahal justru sebaliknya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا، خَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Sebaik-baik shaf pria adalah shaf yang awal dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang akhirnya. Sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang terakhir dan sejelek-jelek shaf wanita adalah yang paling awal.” (Shahih, HR. Muslim, no. 440)

Al-Imam Nawawi rahimahullahu berkata: “Adapun shaf-shaf pria maka secara umum selama-lamanya yang terbaik adalah shaf awal dan selama-lamanya yang paling jelek adalah shaf akhir. Berbeda halnya dengan shaf wanita. Yang dimaukan dalam hadits ini adalah shaf wanita yang shalat bersama kaum pria. Adapun bila mereka (kaum wanita) shalat terpisah dari jama’ah pria, tidak bersama dengan pria, maka shaf mereka sama dengan pria, yang terbaik shaf yang awal sementara yang paling jelek adalah shaf yang paling akhir. Yang dimaksud shaf yang jelek bagi pria dan wanita adalah yang paling sedikit pahalanya dan keutamaannya, dan paling jauh dari tuntunan syar’i. Sedangkan maksud shaf yang terbaik adalah sebaliknya. Shaf yang paling akhir bagi wanita yang hadir shalat berjama’ah bersama pria memiliki keutamaan karena wanita yang berdiri dalam shaf tersebut akan jauh dari bercampur baur dengan pria dan melihat mereka. Di samping jauhnya mereka dari interaksi dengan kaum pria ketika melihat gerakan mereka, mendengar ucapannya, dan semisalnya. Shaf yang awal dianggap jelek bagi wanita karena alasan yang sebaliknya dari apa yang telah disebutkan.” (Syarah Shahih Muslim, 4/159-160) [akhwat.web.id]

Simak Videonya :




Ulang tahun biasa dirayakan oleh orang Indonesia. Perayaannya selalu diidentikkan dengan kebahagiaan. Ada kue dan makanan enak-enak. Tradisi ini pun berkembang dengan sebuah ritual khas. Ada yang dilempar telur, ditaburi tepung dan bahkan ada yang diikat. Banyak lagi kreasi tradisi ala Indonesia saat ini. Ada pula yang paling ekstrim, rela menyerahkan tubuhnya untuk pacar dihari ulang tahunnya.

Sepertinya ritual perayaan milad atau ulang tahun ini harus diluruskan. Semuanya sudah menyimpang terlalu jauh. Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam belum pernah merayakan hari-hari semacam itu. Para sahabat yang mulia pun tidak pernah merayakan milad atau ulang tahunnya. Lantas dari mana tradisi buruk ini muncul. Tidak lain dan tidak bukan adalah dari yahudi dan bala tentaranya.

Simak penjabaran dari Ustadz Khalid Basalamah berikut ini:




DR. Keith L. Moore  MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :

“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”

Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”

“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor.

“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu’minuun: 13-14]

Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.

Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.

Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.

Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa.

Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar.

Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

***

“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik,” [QS. Al Mu’minuun: 13-14]

Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.

Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.

Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.
Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.

Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa. Jelas itu adalah pengetahuan dari Tuhan, itu wahyu dari Allah SWT, yang Maha Mengetahui segala Sesuatu.

Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar. Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang. [muslimterbaru]

***

Artikel Biografi Dr. Keith L. Moore >> http://goo.gl/OHjQW
Video Pernyataan Lengkap sang Profesor:
Embryology in the Qur’an by: Dr. Keith L. Moore >> http://goo.gl/8hS87 (Durasi 1 jam 12 Menit)
Video Biografi dan Wawancara Dr. Keith L. Moore >> http://goo.gl/CE1mW (Durasi 1 jam 8 Menit)
Sumber : http://yesmuslim.blogspot.com/2015/11/ini-tidak-mungkin-muhammad-pasti.html


Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah memberi penghargaan “Gubernur Paling Muda” kepada Muhammad Zainul Majdi, karena saat dilantik sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 17 September 2008, usianya 36 tahun tiga bulan 17 hari.

Bagi Tuan Guru H Muhammad Zainal Majdi MA yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), membaca dan berusaha menghafal Al-Qur’an penting sekali. Menurutnya, untuk memahami tuntunan Nabi Muhammad SAW terkait dengan Al-Qur’an, maka menghafal Al-Qur’an termasuk bagian dari pengkhidmatan (berkhidmat) kepada Al-Qur’an.

”Jadi, jangan sampai menghafal ayat-ayat Al-Qur’an hanyalah sekadar iseng-iseng saja,” paparnya. Tuan Guru yang hingga kini masih melanjutkan pendidikan program doktoral pada Universitas Al Azhar Mesir itu telah menghafal Al-Qur’an sejak nyantri di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan di Lombok Timur, kurang lebih selama enam tahun yakni selama menempuh pendidikan Tsanawiyah hingga Muallimin.

”Sesungguhnya tidak sulit menghafal Al-Qur’an itu. Kalau pun ada, itu terjadi pada muraja’ah (mengulang) atau istirja’ (mengembalikan memori),” jelasnya.
Tuan Guru telah meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ia berhasil melalui ujian di Universitas Al Azhar dalam bidang tahfiz Al-Qur’an sebanyak 12 juz.

Ia mengakui, yang paling sulit  adalah pada ujian lisan, karena harus langsung menjawab dan hampir tidak ada waktu untuk berpikir.

Lantas, kapan Tuan Guru memilih waktu tepat untuk menghafal Al-Qur’an di tengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di Nusa Tenggara Barat?

”Selain ba’da shalat, saya sering memilih waktu di kendaraan dalam perjalanan ke berbagai daerah untuk menghafal Al-Qur’an mengikuti tilawah dari beberapa qori seperti Hudzaifi dan Abdul Basith.”

Biografi & Profil

KH. M. ZAINUL Majdi, MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (lahir di Pancor,   Lombok Timur, 31 Mei 1972; umur 36 tahun) adalah gubernur Nusa Tenggara Barat terpilih. Beliau terpilih sebagai gubernur pada Pemilihan kepala daerah NTB 2008 dengan berpasangan dengan Ir. Badrul Munir MM sebagai wakil gubernur dan diusung oleh 2 partai Islam yaitu Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Zainul Majdi adalah anak dari pasangan HM Djalaluddin SH, seorang pensiunan birokrat Pemda NTB dan Hj. Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, putri TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid, pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW). Istri beliau adalah Hj. Robiatul Adawiyah, SE yang merupakan salah satu puteri KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, pemimpin Ponpes As Syafiiyah, Jakarta.

Sebagai cucu pendiri organisasi Nahdlatul Wathan (NW), Zainul Majdi tumbuh dewasa dalam suasana pendidikan pesantren. Setelah menempuh pendidikan di Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist NW Pancor, Majdi melanjutkan pendidikan di Jurusan Tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an, Fakultas Usuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir sampai memperoleh gelar master.

Sebelum terpilih sebagai Gubernur NTB, sejak 1999 Zainul Majdi telah aktif bergerak di bidang dakwah. Di tahun yang sama ia juga mulai menduduki jabatan Ro’is Am Dewan Tanfidziyah PBNW. Selain itu, ia juga merupakan Ketua YPH. PPD NW Pancor dan anggota DPR RI mewakili NTB periode 2004-2009 dari Fraksi PBB.

1. Nama : TGH M Zainul Majdi MA
2. Nama Populer : Tuan Guru Bajang
3. Lahir : Pancor, 31 Mei 1972
4. Istri : Hj. Rabiatul Adawiyah, SE
5. Anak :
* Muhammad Rifqi Farabi
* Zahwa Nadira
* Fatimah Azzahra
* Zaida Salima
6. Agama : Islam
7. Pendidikan :
* SDN. No.3 Mataram (lulus Thn. 1985)
* Madrasah Tsanawiyah NW dan Madrasah Aliyah Mu’allimin Pancor (dalam 5 tahun pendidikan lulus Thn.1990)
* Ma’had Darul Qur’an Wal-Hadist Pancor (lulus Thn.1991)
* Universitas Al-Azhar Cairo Fakultas Usuluddin Jurusan Tafsir & ilmu-ilmu Al-Qur’an (lulus Licenci (Lc) Thn. 1995 & lulus Master of Art (MA) Thn. 2000)
* Mahasiswa program Doktor S3 Fakultas Usluhuddin Jurusan Tafsir Ilmu-ilmu Al-Quran Universitas Al-Azhar Cairo Mesir (sejak 2003)
8. Karir :
* 1999 – sekarang : Da’i Islam
* 1999 – sekarang : Ro’is ‘Am Dewan Tanfidziyah PBNW
* 2000 – sekarang : Ketua YPH PPD NW Pancor
* 2004 – sekarang : Anggota DPR RI. (Nomor Anggota A.10)
9. Hobi : Membaca
10. Alamat : Jl. Raya Gelang Pancor Lombok Timur
11. Makanan Kesukaan : Pelecing

Sumber : muslim terbaru


Tidak sedikit umat Islam yang mengucapkan selamat natal. Fenomena itu ditangkap oleh Dr Zakir Naik. Ia menjelaskan mengapa mengucapkan selamat natal dilarang. Ia pun kemudian membuat sayembara, jika ada yang bisa menjawab pertanyaannya, ia siap masuk Kristen.

“Ketika Anda mengucapkan selamat natal, sebenarnya Anda telah melakukan pengakuan (na’udzubillah) bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember. Biarkan kami mengoreksi mereka ketika Anda mengucapkan selamat natal kepada teman kristiani. Anda memberikan pengakuan. Anda memberikan kesaksian bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember,” kata Dr Zakir Naik menjelaskan.

Lalu, apa sayembara dari Dr Zakir Naik?

“Jika natal tiba, tanyakan saja kenapa Anda merayakan natal, mereka akan menjawab bahwa ini adalah kelahiran Jesus. Siapa itu Jesus? Mereka menjawab, Jesus adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Langsung saja Anda memulai dakwah: tak ada satu pun pernyataan yang jelas di seluruh Alkitab bahwa Jesus sendiri berkata ‘aku adalah tuhan dan sembahlah aku’. Jika ada seorang Kristen yang bisa menunjukkan aku bagian manapun di alkitab, pernyataan yang jelas di seluruh alkitab, pernyataan yang jelas bahwa Jesus mengatakan bahwa aku adalah tuhan dan sembahlah aku, maka saya siap masuk Kristen.”

Berikut ini videonya:




Sepasang pengantin duduk bersanding dengan bahagia, Ahad (10/1/2016). Senyum mengembang di wajah mereka berdua.

Namun, kejadian tak terduga mengejutkan para undangan yang hadir di Desa Suka Ramai Batola, Kalimantan Selatan.

Sang pengantin wanita, Dina Ismaya Skom, tiba-tiba turun dari pelaminan begitu melihat satu sosok undangan pria yang datang.
Sambil mengangkat sedikit gaun pengantinnya, Dina langsung mengulurkan tangan untuk berselaman sambil berderai air mata.

“Terima kasih jauh-jauh sudah mau datang,” kata Dina, sambil mengusap air matanya.

Keterkejutan para undangan berubah menjadi suasana haru. Sebab pria yang datang itu adalah pemilik Istana Anak Yatim Darul Azhar Tanahbumbu yang telah merawat Dina sejak kecil.

“Ayah telah membesarkan saya hingga kini jadi sarjana,” lanjut Dina dengan air mata masih bercucuran.
Dokter H Zairullah, pria itu rupanya tak mampu menyembunyikan haru. Air matanya juga tumpah hingga membuat para undangan ikut menangis.

Di Istana Anak Yatim itu, Zairullah memperlakukan ratusan anak yatim yang dibinanya laksana anak sendiri.

“Saya sedih sekaligus bahagia. Sedih karena pasti akan jarang bersama Dina lagi di istana anak yatim namun bahagia karena dia sudah sarjana dan menemukan jodohnya, semoga bahagia anak-ku,” kata Mantan Bupati Tanahbumbu itu seperti dikutip Tribunnews.


Ada pengalaman berharga yang dirasakan seorang muslim ketika pergi ke tanah suci. Bimbim “Slank” misalnya, mengaku menyesal karena baru kali ini menginjakkan kaki di Mekah.

“Sangat indah. Menyesal banget kenapa baru sekarang ke sana. Seperti pulang kampung, jadi kepengin balik lagi,” ujarnya saat ditemui Markas Slank, di Gang Potlot, Pancoran beberapa waktu lalu.

“Pokoknya, selama masih muda dan mampu, jangan tunda-tunda pergi ke sana,” lanjut dia.

Bimbim dan Kaka memang baru saja pulang dari ibadah umrah. Saat menjalankan ibadah di Tanah Suci, Bimbim mengaku banyak mendapatkan makna dari ibadahnya.

“Sekarang jadi semakin tahu mana yang halal dan mana yang haram. Waktu masih muda kita masih mencari jawaban hidup, sekarang alhamdulillah sudah ketemu jawabannya,” jelasnya.

Bimbim pun kembali mengingat perjalanan para personel Slank dari dulu hingga saat ini. Menurut bapak dua anak ini, pengalaman tersebut berhasil mengantarkan Slank pada perjalanan rohani.

“Hati manusia pada akhirnya akan berjalan ke arah Tuhan. Tapi prosesnya enggak ada yang tahu. Kecepatannya beda-beda, ada yang jatuh bangunnya lama, ada yang singkat. Slank sendiri cukup berat, tapi kita menjalankannya dengan fun dan bismillah,” tambahnya.

Di tanah suci, tak lupa Bimbim dan para personil Slank lainnya meminta kesembuhan untuk Abdee. “Itu pasti (mendoakan Abdee),” pungkasnya.

sumber : islamsejati.com


Orang tua jelas menginginkan anaknya menjadi anak yang baik dan taat, demikian pula yang diinginkan Kamaluddin Marsus dan Laili Tri Lestari terhadap putra putrinya kelak. Sehingga segala upaya dilakukannya untuk menjadikan anaknya berbakti, terutama kepada Allah Swt. Salah satu jalannya dengan mengenalkan dan mengajarkan al Quran sejak dini.

Laili, sang Bunda menemukan cara tersendiri bagaimana ke Lima anaknya memiliki kecintaan dan daya tarik terhadap al-Quran sejak dini, yaitu dengan mendidiknya menghafalkan ayat-ayat Quran dengan kinestetik atau gerakan tubuh yang disesuaikan terjemahan Ayatnya.

Alhamdulillah, Lima anaknya dari enam bersaudara mampu menghafalkan beberapa juz al Quran beserta terjemahannya di usianya yang masih dini.

Mereka masing masing Muhammad Kholil al Kamaly: 9 tahun, Muhammad Dzaky al Kamaly: 8 Tahun, Aidh Habib al Kamaly: 7 Tahun, Kaisa Aulia Kamal: 6 Tahun, Zainul Fikri al Kamaly: 5 Tahun, dan si bungsu Ziyadul Ghoits al Kamaly: 1 tahun.

Kemudian metode ini mulai digagas oleh Laili sejak Tahun 2012 dan dinamainya metode ini secara resmi pada tahun 2014 menjadi Metode Kaisa, karena pada saat itu salah satu anaknya, Kaisa Aulia Kamal lolos di audisi Hafidz Quran yang tayang di stasiun tv Trans7 dan berhasil memboyong juara 3 dan juara favorit pada tahun 2014.

Dulunya, Laili hanya terapkan metode ini kepada Anak anaknya saja, dan sekarang metode ini sudah disebarluaskan diberbagai kota di Indonesia agar memotivasi anak anak bangsa untuk senantiasa mencintai dan mendekatkan diri terhadap Quran dengan pendekatan yang rileks nan menyenangkan. Sebagaimana yang diungkapakan Kamaluddin, Ayah dari para hafizh cilik ini.

“Metode Kaisa adalah salah satu dari sekian banyak metode menghafalkan al Quran, tapi kekuataan dari pada metode kaisa ini adalah dengan pendekatan agar anak anak menjadi rileks saat menghafal Quran, dan tetap berdasarkan tajwid” kata dia.

Sekarang, mereka sekeluarga kerap kali keluar kota memenuhi undangan seminar dan pelatihan untuk memotivasi lebih banyak anak lagi yang menjadi hafiz Quran di Indonesia. Untuk kota Makassar sendiri sudah lebih seribuan anak yang termotivasi dan belajar metode ini di Rumah Tadabbur Quran yang tersebar di berbagai titik di kota Makassar dibawah binaan lembaga Ar-rahman Quranic Learning Center (AQL) cabang Sulsel.(Ilham/man)

sumber : liputanlima.com


Jika Anda Melihat pemandangan ini, mungkin Anda akan kaget dan merasa salut. Puluhan santri penuhi KRL dengan khusuk membaca Al-Qur’an. KRL tersebut berute Parung Panjang-Tanah Abang. Pemandangan sejuk itu terjadi pada hari Kamis lalu.

Karena pada saat itu penumpang kereta tidak terlalu berjubel, mereka berkesempatan bisa duduk semua. Mereka nampak duduk rapi di bangku kereta sebelah kanan dan kiri. Santri-santri tersebut nampak memegang Al-Qur’an masing-masing.

Lantunan ayat Al-Qur’an yang merdu terdengar di salah satu gerbong kereta rel listrik (KRL) . suara merdu nan terdengar sayup-sayup indah dilantunkan para santri Pesantren Darus Qur’an Mulia Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mereka berada di gerbong kereta tersebut tidak untuk promosi kereta atau diperintah oleh pimpinan pondok pesantren. Namun mereka seperti halnya penumpang lainnya yang hendak bepergian. Kala itu Afifah (15) menjelaskan bahwa mereka akan ke bekasi silaturahmi ke teman sekaligus menghadiri acara khataman.

Afifah dan teman-temannya memenuhi salah satu gerbong KRL bagaikan menyulap kereta tersebut menjadi pondok pesantren dadakan. Ayat Al-Qur’an terus di lantunkan selama perjalanan. Sebagian santri ndaras biasa berlomba-lomba membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya. Ada pula santri yang tengah menghafal Al-Qur’an. [liputan6]


Menjadi kaya raya tak harus bekerja membabi-buta dengan meninggalkan ibadah. Doa hendaknya menjadi pengiring usaha untuk meraih keberhasilan. Dan itulah rahasia sukses miliader asal Malaysia, Datuk Seri Dr Hasmizah Othman.

"Saya amalkan salat hajat 10 kali sehari sebelum dan selepas salat fardu, selain menunaikan salat sunat Dhuha setiap hari agar perjalanan hidup saya dimudahkan dan dimurahkan rezeki,” kata perempuan yang karib disapa Datuk Vinda itu, dikutip Dream dari myMetro, Rabu 6 Januari 2016.

Perempuan berusia 44 tahun ini adalah pemilik wisma kecantikan, Wisma Vida Beauty, yang bernaung di bawah bendera Vida Beauty Sdn. Bhd. Produk paling fenomenal mereka adalah Qu Puteh.

Vida Beauty kini punya 400 gerai dengan ratusan pegawai. Tak hanya tersebar di Malaysia, melainkan juga di Singapura dan Brunei Darussalam. Tujuh tahun silam, Datuk Vida juga memperkenalkan produk minuman kesehatan, Pamoga.

Salah satu lambang kesuksesan Datuk Vida adalah keberanian memberikan dana sponsor sebesar RM 3 juta atau sekitar Rp 9,5 miliar untuk Anugerah Juara Lagu ke-29. Sebuah ajang penghargaan tahunan bagi karya musik di Malaysia.

Dan semua keberhasilan itu, menurut Datuk Vida, berkat doa kepada Tuhan. “Alhamdulillah sejak berdagang saya tak pernah gagal untuk melaksanakan kewajiban ini meskipun kehidupan saya sudah senang dan usaha semakin maju.”

Tapi kehidupan Datuk Vida tak melulu mulur. Lulusan Universiti Sains Malaysia ini harus merangkak dari bawah. Dia masih ingat harus menjual sebidang tanah untuk masuk kuliah.

Tanah itu dijual dengan harga Rp 41 juta. Dan kini harganya lebih dari sepuluh kali lipat. Tapi tak perlu menyesal. Sebab, pengorbanan itu pula yang mengantarkannya ke dalam tahap ini.

Semasa kuliah, dia harus membanting tulang. Pada masa libur semester, dia bekerja penuh untuk mengumpulkan biaya. Selain menjadi buruh paruh waktu pada gerai makanan cepat saji.

Dan pada 15 tahun silam, Datuk Vida melihat peluang. Dia paham pasar Malaysia kala itu tengah dibanjiriproduk kecantikan dari luar negeri. Maka dia memberanikan diri untuk membuat produk kecantikan.

“Saya sebenarnya khawatir jika kemitraan saya ini dianggap sebagai pamer sehingga menimbulkan riak tetapi saya memandang itu dari sudut positif dan berharap semua ini menjadi contoh,” tutur Datuk Vida. (Ism)


Salah satu keyakinan dalam Islam adalah orang kafir, meskipun suka berbuat baik, ia akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. Apalagi jika sudah kafir lantas memusuhi dan memerangi Islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6)

Dr Zakir Naik pernah ditanya tentang prinsip tersebut. Karena yang bertanya adalah non muslim, ahli perbandingan agama itu pun menggunakan analogi untuk menjelaskannya.
“Saudara, jika kita mengikuti ujian, misalnya aku ujian ke perguruan tinggi, ada enam ujian yang harus kuikuti: sains, matematika, bahasa Inggris, bahasa India, sejarah dan geografi, aku harus lulus semuanya. Jika aku mendapat nilai 100 dalam lima mata pelajaran tapi dalam satu pelajaran, sains, aku mendapat nilai 20, apakah aku akan lulus? Aku akan gagal,” kata Dr Zakir Naik.

“Jadi sama seperti itu, persyaratan untuk pergi ke surga yang pertama kau harus memiliki iman, kemudian amal saleh, mengajak orang lain kepada kebenaran dan menasehati orang lain agar bersabar.

Kau mungkin orang yang baik, kau mungkin bersedekah dan sebagainya, tapi jika kau tidak punya iman, jika kau tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, jika kau tidak menyembah Sang Pencipta yang sejati, kau gagal dalam ujiannya.

Jadi agar engkau lulus, kau harus lulus dalam keempat persyaratan ini: iman kepada Tuhan yang Maha Esa, jangan menyembah berhala, tidak beriman kepada tuhan yang salah. Yang kedua, melakukan amal kebaikan. Yang ketiga, mengajak orang lain dalam jalan kebenaran (dakwah). Yang keempat, menasehati orang lain agar bersabar.

Jika kau tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan kau menyekutukanNya, maka kau tidak lulus dalam ujian akhirat. Kau gagal.” [tarbiyah]


Sudah menjadi kebiasaan kalau hari kamis malam (atau malam Jumat), banyak tersebar kicauan atau status di social media yang isinya berkisar pada perkataan “Sunnah Rasul”. Begitu juga dalam pergaulan sehari-hari di dunia nyata, istilah tersebut juga sering terdengar. Menurut mereka, istilah “Sunnah Rasul” yang populer di malam Jum’at adalah penghalusan dari hubungan suami istri atau ML. Coba lihat sejenak hasil penelusuran super singkat ini, bagaimana ribuan kicauan serasa berlomba-lomba menyebut istilah “Sunnah Rasul”.

Bagi mereka yang muslim dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi karena ingin menutupi sesuatu yang dianggap vulgar / tabu baginya bila disampaikan dalam ruang publik. Tapi akibatnya fatal, karena telah menyempitkan arti dari sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an menjadi hanya sebuah aktifitas seks belaka.

Sedangkan bagi mereka yang berhati fasiq dijangkiti penyakit islamophobia dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi hanya ingin mengolok-olok, karena baginya ajaran Islam identik dengan urusan sex atau selangkangan. Sehingga tidak segan-segan menuduh dan melecehkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang katanya doyan kimpoi dan pedofilia. (Insya Allah, soal ini nanti akan saya bahas)

Dari mana asalnya muncul istilah “Sunnah Rasul” yang di-identikkan dengan aktivitas ML?

Semuanya berawal dari hadits ini:

Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”

Dalam hadits yang lain ada disebutkan sama dengan membunuh 1000, ada juga yang menyebut 7000 Yahudi.

Sebenarnya bagaimana derajat hadits tersebut, apakah shahih, dhaif atau palsu?

Hadits di atas tidak akan ditemukan dalam kitab manapun, baik kumpulan hadits dhaif apalagi shahih. Kalimat tersebut tidak mempunyai sanad / bersambung ke sahabat, apalagi ke Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang akhirnya pada satu kesimpulan bahwa hadits “Sunnah Rasul” di atas adalah sama sekali bukan hadits, itu hadits PALSU yang telah dikarang oleh orang iseng, orang tidak jelas, dan tidak bertanggung-jawab yang mengatasnamakan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan kita tidak akan menemukan satu-pun hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam tentang berhubungan suami istri pada malam-malam tertentu, termasuk malam Jum’at.

Kemudian lanjutan penelusuran singkat malam ini di “timeline pencarian”, pandangan mata saya tertarik pada sebuah kicauan yang berbunyi:

Kalau menikah itu harus,,kenapa namanya harus sunnah rasul,,bukannya fardu ain,,,kenapa??

Pertanyaan ini mungkin mewakili ke-awam-an dalam masyarakat kita. Hukum pernikahan dalam Islam itu bisa Wajib, bisa Sunnah, bahkan bisa Haram, bisa Makruh, atau bisa Mubah; yang semuanya itu tergantung kondisi / latar belakang dalam pernikahan tersebut. Sedangkan dalam soal berhubungan badan (jima’), yang SALAH adalah pasangan suami istri tersebut mengkhususkan malam Juma’t untuk berhubungan badan dengan niat untuk mengamalkan hadits Palsu di atas dan “bersemangat membunuhi ribuan Yahudi” . Saatnya Membunuh Yahudi Malam Ini jika ada yang masih mengatakan seperti, wajib dinasehati.

Kalau mau berhubungan badan dengan pasangan sahmu, jangan mengkhususkan hari-hari, kemudian lebih baik itu diniatkan sebagai ibadah sehingga diawali dan diakhiri dengan do’a. Berhubungan badan dengan pasangan sah adalah merupakan ibadah seperti sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” [HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah].

Di Indonesia sangat subur akan hadits-hadits palsu dan dhaif (lemah) yang beredar dan bermaksud untuk menyesatkan dan membodoh-bodohi umat. Oleh karena itu berhati-hatilah, kawan!

Mari STOP mengatakan “Sunnah Rasul” sebagai pengganti dari istilah berhubungan suami istri alias ML ! Karena itu dosa besar. Bahkan meskipun itu ucapan dalam bentuk “kode”, karena itu sama dengan menyuburkan kedustaan. Dikatakan berdusta karena mengatakan sebuah hadits padahal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan apa-apa terhadap yang dikatakan itu.

“Kode” itu misalnya begini:

Papa: “Mah, ntar malam kita berburu dan membunuhi Yahudi yuk!”
Mama: “Maaf, pah, Yahudi nya sudah habis” kode kalau si mama lagi datang bulan / pms

Pasutri (pasangan suami istri) terpaksa menggunakan bahasa sandi tersebut agar komunikasinya sulit dipahami anaknya di dalam rumah. Bercanda seperti ini hanya akan menumbuh-suburkan kedustaan hadits tersebut. Itupun akan dituntut di akherat kelak. Maka silakan cari kode atau bahan candaan yang lebih bermutu.

Lantas, apa sih sebenarnya Sunnah Rasul itu?

Definisi yang benar tentang Sunnah Rasul dalam Islam mengacu kepada sikap, perilaku / tindakan, ucapan dan cara Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam menjalani hidupnya. Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits. Sedangkan Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah.

Keseharian dan perilaku Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. Akhlak Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang yang harus diikuti dan diteladani. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu.” [QS Al Ahzab: 21].

Bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu “kebebasan memilih”. Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah KEWAJIBAN yang harus ditaati, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an:

Dan apa yang Rasul berikan untukmu, maka terimalah ia, dan apa yang ia larang bagimu, maka juhilah.” [Q.S. Al-Hasyr: 7]

Sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan Al-Qur’an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya. Al-Qur’an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup, sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya; jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’an:

Siapa yang taat kepada Rasul, maka ia taat kepada Allah.” [Q.S. An-Nisaa': 80]

Apakah ada Sunnah Rasul yang ada keterkaitannya dengan aktivitas pada hari Jumat (atau malam Jum’at)?

Ada. Hadits di bawah ini shahih.

Memperbanyak membaca shalawat. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Al Baihaqi)

Membaca Al-Qur’an khususnya surat Al Kahfi. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jum’at.” (HR. Al Hakim)

Memperbanyak do’a. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Hari Jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)

Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam Sholat Subuh. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)

Dan dianjurkan ketika di rakaat pertama sampai pada bacaan ayat ke 15, imam sujud diikuti oleh makmum. Setelah sujud, imam berdiri kembali membaca ayat selanjutanya sampai selesai.

Shalat Jum’at, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit.” (HR.Abu Daud dan Al Hakim)

Jadi, kalau bicara Sunnah Rasul di hari Jumat dan malam Jum’at, ya silakan kaitkan dengan LIMA aktivitas yang disebutkan di atas. Jangan dikaitkan dengan nge-seks atau ML. Bagi pasutri, kalau mau ML bisa kapan saja, tidak ada hari istimewa.

Mari menjaga, memelihara dan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang selama ini menjadi hukum syariat kedua setelah Al-Qur’an. [muslimjuara]


Kisah seorang anak ini bisa jadi inspirasi untuk kita. Suatu ketika, ketika si anak masih dalam kandungan ibunya, si anak diperiksakan kondisinya ke dokter. Ternyata, di otak kecil si anak, terdapat tumor. Si anak yang masih belum keluar dari rahim ibunya ini, sudah divonis ini-itu oleh dokter. Kurang lebih, dokter mengatakan bahwa si anak akan menjadi bocah idiot, yang tidak berguna, malah justru menyusahkan orang tuanya sepanjang hayatnya. Bahkan, parahnya lagi, dokter menawarkan satu jalan pintas: aborsi.

Namun, di saat-saat seperti itu, apakah si ibu menerima saja opsi yang ditawarkan dokter itu; mengingat kondisi si anak – menurut dokter – tidak baik bila sampai lahir? Ternyata, orang tua si jabang bayi mengambil keputusan yang cukup mencengangkan, yaitu tetap melanjutkan kehamilan hingga lahirnya.

Dan alhamdulillah, si anak lahir, dan sejak itu, orang tuanya merawat dengan penuh kesabaran. Bahkan, sang ibu sampai harus pensiun dini dari kerjanya demi mengasuh anaknya itu. Orang tuanya telah mendidik, merawat, dan mengajarkan banyak hal. Mulai dari berbicara, membaca cerita, hingga membaca Al-Qur’an.

Singkat cerita, di ulang tahun si anak yang ke-13, ia menyelesaikan hafalan Al-Qurannya. Apa yang menjadi motif si anak menyelesaikan hafalan Al-Qurannya? “Aku ingin memberi sebuah kebahagiaan besar untuk orang tuaku”, ujarnya.

Si anak yang dulu divonis ini-itu oleh dokter, kini sudah meraih banyak prestasi di bidang Al-Qur’an, baik nasional maupun internasional. Bermula dari keyakinan kuat orangtua si anak, bahwa dibalik ujian tersimpan berjuta karunia. Dan akhirnya, Allah lah yang menentukan nasib hamba-Nya, tergantung seberapa besar usaha hamba-Nya untuk mengubah nasibnya, dari yang nelangsa jadi bahagia. Dari yang sengsara jadi gembira. Dari pecundang menjadi pemenang. Dari tak bernilai menjadi tak ternilai. Benarlah firman Allah:

إن الله ﻻ يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada dalam suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri” (QS 13: 11).

Apa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata di atas? Banyak, di antaranya ketabahan dan kesabaran seorang ibu yang luar biasa, meski jabang bayinya sudah divonis idiot oleh dokter, ia tidak putus asa untuk tetap merawat dan mendidiknya hingga dewasa, hingga akhirnya berbuah manis, akhirnya bocah idiot tadi tumbuh menjadi anak yang cerdas bahkan telah menghafalkan Al-Qur’an secara sempurna di umur 13 tahun (umurnya kini 17 tahun). Hebatnya lagi ia telah memenangkan kejuaraan menghafal Al-Qur’an beserta tafsirnya dalam bahasa Arab di tingkat nasional dan internasional.

Inilah buah dari ketabahan, kesabaran dan usaha maksimal. Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. Jadi, jangan menyerah dan jangan pernah putus asa, sebelum bergerak maju. Doa, usaha, tawakkal! Semangat! [dakwatuna]


Rumah adalah tempat kita beristirahat dan berkumpul dengan sanak keluarga. Rumah juga adalah tempat kita mengharapkan datangnya rahmat dari Allah, SWT.

Tapi bagaimana jika seandainya tanpa kita sadari rumah yang kita bangun ternyata berisi hal-hal yang dimurkai Allah sehingga malaikat enggan masuk ke dalamnya. Dan bahkan mungkin saja menjadi tempat bersemayamnya para syetan dan jin yang dilaknat.

Rasulullah menjelaskan dalam banyak hadits tentang rumah-rumah tertentu yang tidak akan dimasuki Malaikat Rahmat. Di antaranya adalah hadits-hadits berikut ini:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةُ تَمَاثِيلَ

Aku (Abu Thalhah) mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan (atau) gambar patung” (HR. Bukhari)

عَنْ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ

Dari Abu Thalhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar”(HR. Muslim)

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَلَائِكَةُ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Malaikat (rahmat) tidak masuk rumah yang padanya terdapat gambar dan anjing serta orang yang junub” (HR. An Nasa’i, dishahihkan Al Albani)

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:“Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani)

Berdasarkan hadits-hadits tersebut, ada sejumlah rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat yaitu:

1. Rumah yang di dalamnya ada gambar/lukisan makhluk bernyawa

2. Rumah yang di dalamnya ada anjing.

3. Rumah yang penghuninya junub alias biasa tidak mandi/bersuci dari junub.

4. Rumah yang di dalamnya ada patung.

Selain 4 rumah tersebut, dalam buku Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat, Abu
Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad menambahkan rumah-rumah lainnya yang tidak dimasuki oleh Malaikat Rahmat yaitu:

1. Rumah orang yang memutuskan silaturahim

2. Rumah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya

3. Rumah orang yang memakan harta anak yatim

4. Rumah orang yang memakan riba

5. Rumah yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah

6. Rumah yang tidak ada shalawat di dalamnya dan lebih mementingkan hawa nafsu

7. Rumah yang di dalamnya banyak caci maki dan laknat

8. Rumah yang di dalamnya ada alunan lagu selain dzikir

9. Rumah yang di dalamnya ada lonceng

10. Rumah yang digunakan minum khamr

11. Rumah yang ditempati perjudian dan sajian berhala

12. Rumah yang di dalamnya ada syirik dan mantra-mantra

13. Rumah yang di dalamnya ada bau tidak sedap atau penghuni laki-lakinya melumuri tubuh dengan kunyit

14. Rumah yang penghuninya hidup boros

15. Rumah yang penghuninya terus menerus melakukan kedurhakaan

16. Rumah yang digunakan untuk kekejian, atau dosa besar

Wallahu a'lam bish shawab... Semoga artikel ini bermanfaat.. [redaksimuslim]


Namaku sebelum menjadi muslimah adalah Liza. Setelah bersyahadat, aku mengubahnya menjadi Aishah Caulfield. Aku lahir dan besar di Dublin, Irlandia. Sudah lama sebetulnya aku tertarik pada Islam. Gaya hidupku sedari awal sudah berbeda dari mayoritas orang barat umumnya dan Irlandia khususnya. Aku tidak suka minum-minuman keras dan tidak pergi ke nightclub. Bahkan aku bertanya-tanya, apakah ada di luar sana sekelompok orang yang menyukai pola hidup jauh dari hingar-bingar sepertiku ini ya?

Sebelum bertemu Islam, rasanya ada bagian dari diriku yang hilang. Aku terus berusaha mencarinya. Sedari awal aku cocok di semua segi dengan Islam, tapi saat itu aku masih belum menemukannya. Tugasku saat itu adalah menemukan agama atau way of life yang cocok denganku, itu saja. Melalui pencarian yang cukup intens, bertemulah aku dengan Islam. Awalnya, aku tidak begitu tertarik dengan agama ini. Apalagi ketika peristiwa 9/11 yaitu pemboman WTC di Amerika terjadi, aku pun berkata pada diriku sendiri.

“Baiklah, sepertinya tidak sekarang belajar Islam. Tapi satu ketika nanti, aku pasti akan berusaha mengenalmu lebih dalam.”

Benar saja, tidak butuh waktu lama aku semakin tertarik pada agama yang satu ini. Bukan itu saja, aku bahkan mantap untuk berpindah agama dari keluarga yang sangat kental Katolik dan memilih Islam. Ayahku, seorang Katolik taat yang selalu berdoa tiap pagi dan malam dengan cara Katolik, hadir ke misa gereja tiap Minggu dan melakukan pengakuan dosa satu bulan sekali, ikut mendukungku.

...Ayahku, seorang Katolik taat yang selalu berdoa tiap pagi dan malam dengan cara Katolik, hadir ke misa gereja tiap Minggu dan melakukan pengakuan dosa satu bulan sekali, ikut mendukungku...

“Ini semua tentang waktu, anakku,” katanya ketika aku mengucapkan syahadat secara resmi. Ayah seolah tahu bahwa satu ketika aku akan memilih jalan ini, jalan Islam. Oleh karena itu dia mengucapkan hal tersebut. Ayah bahkan membelikanku Al Quran sebagai hadiah keislamanku. Sungguh, dia benar-benar ayah yang luar biasa. Keluarga yang lain pun ikut mendukung. Mereka membelikan hijab untukku.

Saat ini, aku benar-benar merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Ditambah lagi aku menikah dengan seorang laki-laki Muslim dari Mauritius, lengkap sudah bahagia ini. Bagiku, Islam adalah agama yang tenang dibanding keyakinanku sebelumnya. Aku juga merasakan kedamaian di dalam Islam ini.

Ada satu rasa yang indah ketika aku tahu bahwa seluruh umat Islam di dunia melakukan salat yang sama, menghadap Mekkah ke arah Kakbah yang sama dan juga di waktu-waktu yang sama yang telah ditentukan lima kali dalam sehari. Apalagi ketika diri bersimpuh dalam sujud dan meletakkan wajah sejajar dengan lantai, benar-benar satu rasa yang luar biasa hebat dan suci dari semua hal yang pernah kurasakan. Ini adalah satu bentuk kepasrahan total dari manusia kepada penciptanya. Subhanallah, Alhamdulillah, Wala ilaha illallahu akbar! (riafariana/islamconverts/voa-islam.com)


Apakah..atau siapakah Dabbah? Mengapa banyak orang yang mewaspadai kemunculannya?

Di antara tanda Kiamat kubro – setelah pintu taubat ditutup dengan terbitnya matahari dari barat– adalah keluarnya binatang bumi yang lain dari biasanya, di mana ia bisa berbicara kepada manusia dan memilah-milah mana mukmin dan mana kafir untuk melengkapi maksud ditutupnya pintu taubat. Munculnya tanda ini sama dengan tanda-tanda yang lain berdasar kepada al-Qur’an dan sunnah.


Firman Allah, “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82).

Bisa saja ayat ini ditafsirkan bahwa binatang yang dikenal sebagai Dabbah mampu berbicara dengan manusia sebagaimana Allah maha menciptakan segala sesuatu. Kalaupun binatang ini tidak berbicara mungkin dia membawa pesan-pesan ilahiah sehingga manusia menyimpulkan dari pesan-pesan yang dibawanya bahwa orang-orang jaman dulu atau sebelumnya tidak beriman kepada Allah sehingga mereka telah diazab.  Pesan-pesan itu bisa saja berupa gen-gen tubuhnya yang luar biasa  kompleks tapi mampu dibaca oleh  analisis-analisis modern.  Kalau kita pernah saksikan  ada  binatang atau fenomena  alam yang bertulis  lafaz Allah mungkin juga si Dabbah  menunjukan hal serupa.

Pertanyaanya apakah Dabbah itu akan muncul begitu saja? Dan di negara atau daerah manakah dia akan muncul? Apakah di hutan Amazon atau di Lost World Papua atau di Timur Tengah? Lalu bagaimana bentuknya? Ibnu Katsir tidak begitu mempercayai berbagai keterangan yang ada. Sebaliknya dia meminta kita umat Islam mempercayai apa adanya yang tertera di Quran.

Terlepas dari kemunculan Dabbah adalah salah satu tanda kiamat, sangat menarik bila kita kaitkan kemunculan Dabbah dengan pesatnya perkembangan iptek dewasa ini.  Diketahui bahwa bumi yang kita pijak ini adalah kulit terluar dari lapisan bumi. Bumi memiliki lapisan-lapisan yang makin ke dalam makin panas dan berbentuk cairan. Menurut para ahli di lapisan-lapisan bumi mungkin saja terdapat kehidupan bagi mahluk-mahluk tertentu. Jangan-jangan si Dabbah ini belum keluar lantaran dia masih terkurung oleh jaman dan kemajuan iptek. sehingga bukan mustahil begitu iptek berkembang sangat cepat maka dia akan keluar dari habitatnya. Tanda-tanda seperti ini bisa disaksikan di Jepang. Ternyata, katanya lho…,  di Jepang kehidupan lebih ramai di bawah tanah dibanding di permukannya. .maap bukan berarti orang Jepang Dabbah.

Biasanya Allah memberitahukan sebuah peristiwa tidak secara eksplisit. Allah selalu memberitakan tanda-tandanya sehingga  hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memahaminya.  Dalam Quran seringkali Allah mengatakan hanya orang-orang pilihan yang mampu memahami ayat-ayatNya. Mungkin kalangan ilmuwan biology yang lebih dahulu tahu tentang  kemunculan si Dabbah ini.

Sifat Binatang Ini

Di antara sifat binatang yang dijadikan oleh Allah sebagai salah satu tanda Kiamat adalah bentuk dan perbuatannya yang lain dari biasanya, ia bisa berbicara dan berdialog dengan manusia dan dia memberi cap iman atau kufur kepada mereka.

Sebagaimana keterangan yang ada di dalam hadits Abu Umamah bahwa Rasulullah bersabda, “Binatang bumi itu keluar maka ia memberi cap kepada manusia di wajah mereka. Kemudian jumlah mereka meningkat sehingga seseorang membeli onta dia ditanya, ‘Dari siapa kamu membeli onta itu?’ Dia menjawab, ‘Dari salah seorang yang dicap wajahnya…’.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah nomor 322).

Keterangann lebih dari ini tentang sifat-sifat dan ciri-ciri binatang ini maka ia hanyalah perkakataan orang-orang tertentu yang perlu dibuktikan dengan hadits yang shahih dari Rasulullah saw, jika tidak maka cukuplah hadits shahih sebagai pemberi keterangan, selebihnya wallahu a'lam.

Binatang apakah ini? Banyak sekali pendapat tentangnya di mana satu sama lainnya saling berselisih. Para pengikut hawa nafsu berusaha membelokkan nash ke arah yang sesuai dengan akidah dan hawa nafsu mereka, maka ada yang mengatakan bahwa binatang ini adalah Ali bin Abu Thalib, bahwa dia akan kembali ke dunia dengan sifatnya. Ada yang mengatakan ia adalah ular yang berada di sumur Makkah. Ada yang mengatakan ia adalah Jassasah yang ada di laut Qalzam. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah anak onta Nabi Shalih, ketika induknya dibunuh ia kabur kemudian ada batu yang terbuka lalu dia masuk ke dalamnya, kemudian ia kembali tertutup maka anak onta ini berada di situ sampai akhirnya ia keluar dalam bentuk binatang ini. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah bibit penyakit. Dan masih banyak lagi pendapat-pendapat lain tetapi semua itu tidak berdasar kepada sandaran yang shahih bahkan tidak pula dhaif.

WALLAHU ALAM BISHAWAB

Ayo, tingkatkan keimanan kita dengan memohon agar diberi jaln untuk selalu dekat dengan Allah SWT.

(dari berbagai sumber)

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.