Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan


Dalam semua seminar seorang Wanita Bule bertanya mengapa wanita tidak duduk didepan atau dibagian samping atau bersebelahan dengan lelaki, Video Zakir Naik ini menjelaskan bahwa lelaki harus menahan pandangan dari wanita yang bukan muhrim, sesuai dengan Al-Qur’an Surah An-Nur Ayat 30:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (24:30)

Ayat ini dan ayat selanjutnya berpesan kepada pria dan wanita beriman untuk menjaga kehormatan dan rasa malu dalam hubungan sosial mereka demi mencegah meluasnya penyimpangan akhlak dalam masyarakat. Pada hakikatnya, mata manusia dapat menyaksikan banyak hal dari jarak jauh dan dengannya manusia dapat mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. Tapi pandangan manusia ini harus dikontrol, bukannya melihat apa saja yang dapat disaksikannya.

Dalam penjelasan yang lalu kita telah mengetahui hukum shalat berjama’ah bagi wanita dan beberapa perkara yang berkaitan dengan jama’ah wanita. Namun mungkin masih tersisa di benak kita yang belum kita dapatkan keterangannya. Salah satu masalah yang bisa kita sebutkan di sini adalah tentang shaf wanita dan keberadaan mereka ketika shalat bersama pria.

Mengapa kita perlu membahas masalah shaf ini? Karena banyak kita jumpai kesalahan di kalangan sebagian  wanita. Ketika mereka hadir dalam shalat berjama’ah di masjid bersama kaum pria, mereka bersegera menempati shaf yang awal, tepat di belakang shaf terakhir jama’ah pria. Mereka menduga, dengan itu mereka akan mendapatkan keutamaan. Padahal justru sebaliknya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا، خَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Sebaik-baik shaf pria adalah shaf yang awal dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang akhirnya. Sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang terakhir dan sejelek-jelek shaf wanita adalah yang paling awal.” (Shahih, HR. Muslim, no. 440)

Al-Imam Nawawi rahimahullahu berkata: “Adapun shaf-shaf pria maka secara umum selama-lamanya yang terbaik adalah shaf awal dan selama-lamanya yang paling jelek adalah shaf akhir. Berbeda halnya dengan shaf wanita. Yang dimaukan dalam hadits ini adalah shaf wanita yang shalat bersama kaum pria. Adapun bila mereka (kaum wanita) shalat terpisah dari jama’ah pria, tidak bersama dengan pria, maka shaf mereka sama dengan pria, yang terbaik shaf yang awal sementara yang paling jelek adalah shaf yang paling akhir. Yang dimaksud shaf yang jelek bagi pria dan wanita adalah yang paling sedikit pahalanya dan keutamaannya, dan paling jauh dari tuntunan syar’i. Sedangkan maksud shaf yang terbaik adalah sebaliknya. Shaf yang paling akhir bagi wanita yang hadir shalat berjama’ah bersama pria memiliki keutamaan karena wanita yang berdiri dalam shaf tersebut akan jauh dari bercampur baur dengan pria dan melihat mereka. Di samping jauhnya mereka dari interaksi dengan kaum pria ketika melihat gerakan mereka, mendengar ucapannya, dan semisalnya. Shaf yang awal dianggap jelek bagi wanita karena alasan yang sebaliknya dari apa yang telah disebutkan.” (Syarah Shahih Muslim, 4/159-160) [akhwat.web.id]

Simak Videonya :




Sepasang pengantin duduk bersanding dengan bahagia, Ahad (10/1/2016). Senyum mengembang di wajah mereka berdua.

Namun, kejadian tak terduga mengejutkan para undangan yang hadir di Desa Suka Ramai Batola, Kalimantan Selatan.

Sang pengantin wanita, Dina Ismaya Skom, tiba-tiba turun dari pelaminan begitu melihat satu sosok undangan pria yang datang.
Sambil mengangkat sedikit gaun pengantinnya, Dina langsung mengulurkan tangan untuk berselaman sambil berderai air mata.

“Terima kasih jauh-jauh sudah mau datang,” kata Dina, sambil mengusap air matanya.

Keterkejutan para undangan berubah menjadi suasana haru. Sebab pria yang datang itu adalah pemilik Istana Anak Yatim Darul Azhar Tanahbumbu yang telah merawat Dina sejak kecil.

“Ayah telah membesarkan saya hingga kini jadi sarjana,” lanjut Dina dengan air mata masih bercucuran.
Dokter H Zairullah, pria itu rupanya tak mampu menyembunyikan haru. Air matanya juga tumpah hingga membuat para undangan ikut menangis.

Di Istana Anak Yatim itu, Zairullah memperlakukan ratusan anak yatim yang dibinanya laksana anak sendiri.

“Saya sedih sekaligus bahagia. Sedih karena pasti akan jarang bersama Dina lagi di istana anak yatim namun bahagia karena dia sudah sarjana dan menemukan jodohnya, semoga bahagia anak-ku,” kata Mantan Bupati Tanahbumbu itu seperti dikutip Tribunnews.


10 Sifat Wanita yang Mendatangkan Rezeki Bagi Suami . Banyak suami yang mungkin tidak tahu bahwa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun bisa dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki bagi suaminya.

1. Istri yang pandai bersyukur

Istri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

2. Istri yang tawakal kepada Allah

Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).

Jika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut. Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.

3. Istri yang baik agamanya

Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.
“Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Beruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.

Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan. Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada istrinya.

4. Istri yang banyak beristighfar

Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu”(QS. Nuh : 10-12).

5. Istri yang gemar silaturahim

Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

6. Istri yang suka bersedekah

Istri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.

Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).

7. Istri yang bertaqwa

Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq: 2-3).

8. Istri yang selalu mendoakan suaminya

Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.

Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.

“DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60).

9. Istri yang gemar shalat dhuha

Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rezekinya sepanjang hari.

“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”(HR. Ahmad).

10. Istri yang taat dan melayani suaminya

Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.

Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun menggebu. Ibadah juga lebih tenang, rizki mengalir lancar. (reportaseterkini)


Namaku sebelum menjadi muslimah adalah Liza. Setelah bersyahadat, aku mengubahnya menjadi Aishah Caulfield. Aku lahir dan besar di Dublin, Irlandia. Sudah lama sebetulnya aku tertarik pada Islam. Gaya hidupku sedari awal sudah berbeda dari mayoritas orang barat umumnya dan Irlandia khususnya. Aku tidak suka minum-minuman keras dan tidak pergi ke nightclub. Bahkan aku bertanya-tanya, apakah ada di luar sana sekelompok orang yang menyukai pola hidup jauh dari hingar-bingar sepertiku ini ya?

Sebelum bertemu Islam, rasanya ada bagian dari diriku yang hilang. Aku terus berusaha mencarinya. Sedari awal aku cocok di semua segi dengan Islam, tapi saat itu aku masih belum menemukannya. Tugasku saat itu adalah menemukan agama atau way of life yang cocok denganku, itu saja. Melalui pencarian yang cukup intens, bertemulah aku dengan Islam. Awalnya, aku tidak begitu tertarik dengan agama ini. Apalagi ketika peristiwa 9/11 yaitu pemboman WTC di Amerika terjadi, aku pun berkata pada diriku sendiri.

“Baiklah, sepertinya tidak sekarang belajar Islam. Tapi satu ketika nanti, aku pasti akan berusaha mengenalmu lebih dalam.”

Benar saja, tidak butuh waktu lama aku semakin tertarik pada agama yang satu ini. Bukan itu saja, aku bahkan mantap untuk berpindah agama dari keluarga yang sangat kental Katolik dan memilih Islam. Ayahku, seorang Katolik taat yang selalu berdoa tiap pagi dan malam dengan cara Katolik, hadir ke misa gereja tiap Minggu dan melakukan pengakuan dosa satu bulan sekali, ikut mendukungku.

...Ayahku, seorang Katolik taat yang selalu berdoa tiap pagi dan malam dengan cara Katolik, hadir ke misa gereja tiap Minggu dan melakukan pengakuan dosa satu bulan sekali, ikut mendukungku...

“Ini semua tentang waktu, anakku,” katanya ketika aku mengucapkan syahadat secara resmi. Ayah seolah tahu bahwa satu ketika aku akan memilih jalan ini, jalan Islam. Oleh karena itu dia mengucapkan hal tersebut. Ayah bahkan membelikanku Al Quran sebagai hadiah keislamanku. Sungguh, dia benar-benar ayah yang luar biasa. Keluarga yang lain pun ikut mendukung. Mereka membelikan hijab untukku.

Saat ini, aku benar-benar merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Ditambah lagi aku menikah dengan seorang laki-laki Muslim dari Mauritius, lengkap sudah bahagia ini. Bagiku, Islam adalah agama yang tenang dibanding keyakinanku sebelumnya. Aku juga merasakan kedamaian di dalam Islam ini.

Ada satu rasa yang indah ketika aku tahu bahwa seluruh umat Islam di dunia melakukan salat yang sama, menghadap Mekkah ke arah Kakbah yang sama dan juga di waktu-waktu yang sama yang telah ditentukan lima kali dalam sehari. Apalagi ketika diri bersimpuh dalam sujud dan meletakkan wajah sejajar dengan lantai, benar-benar satu rasa yang luar biasa hebat dan suci dari semua hal yang pernah kurasakan. Ini adalah satu bentuk kepasrahan total dari manusia kepada penciptanya. Subhanallah, Alhamdulillah, Wala ilaha illallahu akbar! (riafariana/islamconverts/voa-islam.com)


Aku tertegun saat suamiku berucap akan mengenalkan istri barunya. Antara percaya dan tidak percaya. Ternyata suamiku telah menikah lagi beberapa pekan yang lalu. Seorang madu telah suamiku hadirkan. Seorang wanita yang usianya lebih tua sedikit di atasku.

Jujur, awalnya aku merasa biasa. Taqdir telah bicara. Tak ada luka apalagi sakit. Perasaanku tak berubah sedikitpun. Secara kok beda banget dengan kebanyakan wanita, yang biasanya langsung berlinang air mata. Aku hanya ingin sangat berhati-hati menyikapi semua ini. Agar tidak sampai terpeleset dalam ujian sensitif bagi wanita seshalih apapun ia.

Namun perlahan tapi pasti, ada sesuatu yang menyeruak dalam dadaku. Inikah rasa yang begitu sulit untuk digambarkan dalam kata. Entahlah, yang aku tahu suami yang amat aku cintai telah membagi cinta dan segalanya.

Terkesima, untuk sesaat aku terkenang kisah istri-istri nabi saat sang rasul menghadirkan madu baru dalam biduk rumah tangga beliau. Adalah Aisyah yang cemburu saat Juwairiyah menemui sang kekasih dan kemudian rasulullah nikahi. Pun saat Aisyah cemburu ketika selepas safar rasul membawa istri baru Shafiyah yang jelita. Juga cemburunya Hafsyah terhadap Mariatul Al-Qibtiyah yang cantik rupawan. Namun mereka tetap mengucapkan selamat dan menyampaikan doa atas pernikahan suami, sang rasul pilihan.

Ya Robb, istri rasulullah saja cemburu saat hadir madu baru, bagaimana mungkin aku tidak? Sementara aku adalah wanita yang amat biasa. Tak seujung kuku dibandingkan istri nabi. Namun hingga detik ini, cemburuku memang bukan cemburu biasa. Apalagi pada seseorang yang aku pun sama sekali tak mengenalnya. Karena sampai saat ini, aku belum bisa cemburu dengan madu, siapa pun ia. Hanya bidadari yang betul-betul membuatku cemburu, makhluk langit yang akan mengejekku saat aku marah dengan suami.

Tiba-tiba semua memori tentang poligami mereka yang biasa curhat denganku berloncatan keluar. Aah, hampir semua meneteskan airmata dan luka. Hampir semua merasakan kekecewaan yang mendalam terhadap sang suami. Tak banyak yang mau bertahan dan justru memilih jalan kesendirian dalam menyikapinya. Teringat pula aku dengan kisah istri Aa Gym yang kemudian pernah minta cerai saat sang Ustadz menikah lagi. Baru aku tahu, mungkin inilah rasanya. Sakit dan kemudian serasa ada yang hilang.

Aku hampa dalam rasa. Entahlah, semua terjadi begitu cepat dan tiba-tiba. Poligami ternyata punya rasa yang amat berbeda dari sisi mana posisiku berada. Sebagai yang terlebih dahulu dinikahi atau yang kemudian. Di awal-awal poligami, tak ada sejarahnya bila yang tidak suka atau cemburu adalah yang terkemudian dinikahi. Gak wajar malah. Pasti yang terdahulu yang cemburu. Aisyah yang cemburu saat rasul menikahi Shafiyah, bukan sebaliknya.

Kini setelah suamiku menikah lagi, ini menjadi ujianku. Terngiang kembali bayangan saat aku mengisi sebuah kajian. Kala aku bercerita tentang pemuda miskin, yang atas perintah rasul disuruh menikah. Menikah membuka pintu rezeki, begitu sabda beliau. Maka menikahlah sang pemuda, namun bukannya jadi kaya tapi justru tambah miskin. Lalu datanglah sang pemuda menghadap rasul untuk minta solusi. Rasul pun menyuruh untuk menikah lagi. Meski bingung, sang pemuda tetap mematuhi perintah nabi junjungan. Namun setelah itu, kemiskinan sang pemuda semakin bertambah. Menghadap lagi ia pada baginda rasul. Dan lagi-lagi rasul menyuruh sang pemuda menikah lagi. Saat kemiskinan semakin membelit dengan tiga orang istri, sang pemuda komplain kepada nabinya. Lagi-lagi rasul memberi solusi untuk menikah lagi, hingga genaplah istrinya empat orang, memenuhi quota maksimal yang diberikan. Setelah itu perubahan besar terjadi, istri keempat ternyata memiliki ilmu ketrampilan baru yang bisa ditularkan ke semua istri. Jadilah si pemuda orang kaya yang sukses berbisnis dan berpoligami.

Ya Allah, Sesungguhnya bibir ini pernah berucap ridha dan menerima poligami sebagai syariat-Mu. Namun mendadak semua lupa, seolah tak pernah ada. Sesungguhnya pelajaran tentang poligami telah begitu nyata di hadapan mata. Tentang sahabat, saudara yang juga hidup berpoligami. Dan mereka yang memilih jalan itu baik-baik saja, selama berpijak pada aturan-Nya, tak ada masalah yang tak mampu untuk diselesaikan. Namun goresan luka, telah melepas sendi kesadaran saat berpijak. Duhai hati, kemana engkau membalik? Kemana jiwa yang tenang pergi?

Malam itu, aku terlelap dengan tanpa sadar berucap segala dzikir dan doa. Entah apa saja yang aku ucapkan. Aku hanya ingin selamat dari pusaran rasa yang tak kunjung bertepi. Ingin rasanya menangis, tapi tetap tak bisa. Padahal airmata lah yang biasa melapangkan hati, membersihkan pikiran dan penyakit kotor.

Esoknya…

Aku benar-benar kecewa dengan suamiku. Bisikan setan mulai menyelinap di telingaku. Benar-benar kacau. Tak boleh aku biarkan. Tapi sebal dan dongkol malah mulai bermunculan dan tak mau pergi, rasanya masih begitu sulit untuk berbagi suami dengan pendatang baru.

Ini yang akhirnya membuatku amat geregetan. Di satu sisi aku dongkol dengan suami, tapi di sisi lain aku gak mau diejek, sama bidadari pula. Oh my God, masa’ hamba tega dengan seorang imam yang amat aku kasihi? Seorang suami yang hadirnya pun sangat aku rindukan, saat giliranku tiba. Seorang pria yang telah menjadi ayah anak-anakku. Duuh, sampai kapan ikhlas hadir, menghilangkan dongkol mikio. Sakitnya tuh di sini, di dalam hatiku (nah loh malah latah ikutan lagu yang setiap hari terdengar di telingaku saat di jalanan). Sakit saat harus sebal dengan suami belahan jiwa. Saat dua rasa beraduk jadi satu antara benci dan cinta. Tubuhku jadi ikut-ikutan sakit, lemes dan menjadi lemah.

Ya Robb, begini amat rasanya saat pujaan hati memiliki istri lagi. Kemana menguapnya kajian ilmu yang sering aku ikuti. Yang antara lain juga tentang poligami. Kemana menjauhnya kalimat-kalimat nasihat, saat beberapa orang sahabatku terluka mendapati suaminya telah poligami. Kemana? Aku hanya ingin segundah apapun hatiku, semua masih dalam rel-Nya. Sungguh aku tak lagi mampu berpikir apa-apa, aku hanya ingin mengandalkan-Mu saja untuk menyelesaikan kegalauan hati. Hatiku pun hanya Engkau yang memiliki dan berkuasa membolak-balikkan ke arah yang mungkin tak terduga.
Dalam doa di sepertiga malam aku hanya bisa pasrah. Apapun itu segala yang telah terjadi adalah yang terbaik dan atas seizin Allah. Semua peristiwa pasti ada hikmahnya. Demikian juga dalam pernikahanku. Ucapan lembut dan mesra suamiku pun masih menghujani hatiku. Tak ada yang berubah. Sejak menikah lagi, suamiku pun masih tetap romantis. Tak ada yang berubah dengan cinta dan rindunya untukku. Stabilitas politik di antara kami masih pula terjaga. Lalu mengapa aku mesti dongkol? Tak ada alasan.

Kalau memang cinta, seharusnya kebahagiaan suamiku adalah yang utama. Jika memiliki banyak istri akan membawa kebaikan untuk suami, ketenangan dan kebahagiaan, serta lebih bisa menjaganya dari fitnah wanita, kenapa harus aku permasalahkan? Kasihannya suamiku, kala dalam safarnya harus sering bertemu wanita-wanita cantik nan seksi mempesona. Wanita yang memang Allah ciptakan penuh keindahan, bertebaran di jalanan tanpa menutup aurat dan menggoda iman pria. Wanita-wanita yang sebagai sesama wanita aku pun kadang mengakui kecantikan dan keindahannya yang luar biasa.

Kalau sudah seperti ini masa iya aku masih tak mengerti. Lagipula kuota suami untuk menambah istri lagi memang masih ada. Siapalah aku, Aisyah yang amat rasul sayangi pun punya madu. Madu-madu shalihah yang dinikahi rasul setelah beliau ada delapan orang.

Bukankah madu juga hadiah terindah? Allah menjanjikan syurga bagi istri yang ridha suaminya menikah lagi. Madu shalihah juga bisa menjadi sahabat dan saudara seiman. Punya ikatan dan tujuan yang sama, untuk membahagiakan pria yang sama-sama dicintai. Astaghfirullah, mengapa aku mesti larut dalam lautan rasa yang begitu luasnya? Mengapa mesti terpengaruh dengan sebagian besar wanita yang memang alergi dengan poligami?

Wuih, aku bisa tidur tenang setelah ini. Suami hanyalah manusia biasa yang penuh kekurangan, kelemahan dan keterbatasan. Hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa Allah ambil kembali. Egepe aja daah. Sepertiga malam sudah menungguku. Di sana aku bisa mengadukan segala isi hati. Bisa menangis kala teringat segala dosa. Bisa kuadukan pula suamiku pada Rabbnya.

Sebelum tidur, aku menelpon maduku. Komunikasi keduaku, setelah sebelumnya saling menelpon untuk sedikit berkenalan. Aku tidak tau apa-apa tentangnya kecuali sebuah nama panggilan dan status sebelum menikah dengan suamiku. My lovely handsome husband juga gak cerita apa pun tentangnya. Ternyata, sesuai usianya yang di atasku sedikit ia wanita yang memang dewasa dan InsyaAllah shalihah. Setidaknya dari beberapa pertanyaan yang aku ajukan, aku dapati jawaban yang melegakan. Gaya bicaranya sama persis dengan sahabatku yang telah lama tak jumpa. Menggugah kerinduanku pada sebuah masa ketika kuliah dulu.

Meski sama sekali gak mengenalnya, kenalan pun hanya lewat udara, aku merasa ada kecocokan dengannya. Merasa dekat seperti bicara dengan seorang kakak. Rasanya aku juga mulai menyayanginya. What? Entahlah. Gak tahu juga kenapa. Kok berbeda kali ya dengan cerita pengalaman teman-teman yang pada “panas” saat komunikasi pertama dengan sang madu via telpon. Apalagi komunikasi selanjutnya, kalau gak diam penuh kesinisan ya sewot-sewotan.

Esoknya lagi…..

Di sepertiga malam tepat jam 3 pagi aku terbangun. Tidur yang sekejap sudah menyegarkanku. Setelah berwudhu, aku bergegas tahajud. Benar juga, saat ingat mati, segala dosa dan kedzaliman yang pernah aku lakukan, air mataku tak terbendung lagi. Aku jadi lupa kalau mau mengadu badai hati kala suami membagi cintanya.

Subhanallah, tiba-tiba hatiku terasa enteng. Nyaman, dan aku merasa biasa lagi, gak kepikiran lagi dengan pernikahan suami. Kok bisa? Mene ketehe… hehehe… Hatiku plong. Wuih, aku bisa membagi pengalaman dikasih madu tuk teman-teman. Gak sesulit dan sepahit yang mereka kira. Apalagi saat kita yakin, ada kekuatan Allah yang Maha di balik setiap ujian hamba. Ternyata aku gak kalah sama para istrinya eyang subur. Yess!

Selepas subuh, aku baca Alquran. Kitab suci yang sedari kecil sangat menenangkanku saat aku baca. Apa pun masalah yang aku hadapi, setelah membaca Alquran hatiku menjadi tenang. Kadang langsung saat itu juga, kadang beberapa saat kemudian.

Mendadak, tiba-tiba ada angin segar menerpaku. Ada debaran aneh menyelimuti di dadaku. Aku teringat suami dan semua tentangnya. Tatapan matanya yang menggetarkan, ucapannya yang meneduhkan, candaannya yang sering membuatku terpingkal, keromantisannya yang selalu mendatangkan debaran, dekapannya yang menyejukkan dan semuamua tentang suamiku. Memoriku berputar tak terkendali. Semua waktu saat bersama suami terasa begitu indah. Oh my God, aku jadi amat merindukannya. Jiwaku melayang dengan segala rasa yang berloncatan, membuncah tak karuan. Aku baru seperti mengenal suamiku, kala cinta menggoda di pandangan pertama. Help me… rasa ini semakin tak bisa aku kuasai. Aku merasa seperti orang yang sedang jatuh cinta. Seperti awal-awal dulu saat bertemu suami. Hanya ada rindu dan cinta yang menggebu-gebu. Melayang-melayang terbang tinggi rasaku dibuatnya. (akhwatmuslimahindonesia)


Saya terima nikahnya…. binti…. dengan mas kawin……di bayar tunai….”.Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna “perjanjian atau ikrar” tersebut?Itu tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat?

Yang tersirat ialah: ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya.

Dosa apa saja yang telah dia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dgn si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung.

Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”. juga sadar, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab,maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam..

Dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku. Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapa isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala “.

Jika aku GAGAL (si Suami) ?”Maka aku adalah suami yang fasik,ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.  (HR. Muslim)

Duhai para istri… Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu. Karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjianyang dibuat olehnya di depan ALLAH, dengan disaksikan para malaikat dan manusia.

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu,maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu…

Semoga… ini untuk pengalaman yg sudah nikah maupun yg belum… Subhanallah..

Beratnya beban yang di tanggung suami.Bukankah untuk meringankan tanggung jawabnya itu berarti seorang istri harus patuh kepada suami,menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya? Juga mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.

Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah,mawaddah,dan warahmah.

Aamin Yaa Rabbal’alaminn…Sahabat semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan  kesehatan,  kebahagiaan, keselamatan dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya.

“Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabat Kami, Berikanlah Kami pasangan yang setia,mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Kelak masukkanlah Kami disurga yang terindah..”Aamiin Ya Robbal Alamin.

Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Subhanallah. Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari – hari. Aamiin.. [pedomanmuslim]


Dulu ana datang ke suami ana, justru ana yang menawarkan diri ke suami.
''Akhi maukah menikah dengan ana?'', tawarku padanya.

Waktu itu dia masih kuliah smester 8. Dia cuma bengooonggg seribu bahasa, serasa melayang di atas awan, seolah waktu terhenti. Beberapa saat setelah setengah kesadarannya kembali dan setengahnya lagi entah kemana, dia berucap;

''Afwan..ukhti... anti pengen mahar apa dari ana?'' ucapnya.
"Cukup antum bersedia menikah denganku saja itu sudah lebih dari cukup" jawabku.

Bak orang awam mendaki gunung yang tinggi lagi extreme, ehhh... dianya langsung lemesss... kayak pingsan! Besoknya datang nazhar, terus khitbah. Lalu untuk ngumpulin uang buat nikah, dia jual sepeda dan jual komputernya... untuk mahar dan biaya nikah.

Di awal pernikahan dia gak punya pendapatan apa-apa. Kita usaha bareng dan ana gak pernah nanya seberapa pendapatnya ataupun dia kerja apa. Selama ana nikah dengannya ana belum pernah minta uang. Hingga kinipun kalo gak dikasih ya diam. Saat beras habis... ana gak masak.

Saat dia nanya, "Koq gak masak beras, Dek?"
"Habis Mas", jawabku

"Koq gak minta uang?", lanjutnya.
Ana gak jawab, takut suami gak punya kalo ana minta. Jadi ana takut menyinggung perasaan kekasih hatiku.. weee..

Kalo kita menghormati suami, maka suami akan menyayangi kita lebih dari rasa sayang kita ke dia. Bahkan usaha sekarang dah maju pesat... Alhamdulillah. Ibarat kata uang 50jt dah hal biasa.

Lalu suatu hari ana tawarkan dia nikah lagi namun dia gak mau. Katanya ana itu tidak ada duanya... hehehe ngalem dewek. Walaupun ortunya dulu gak ridho dengan ana, karena Salafi... tapi sekarang sudah baikan.

Rezeki bisa dicari bersama. Bagi ana usaha yang dicari bersama suami susah-payah bersama, setelah sukses... maka banyak kenangan manis yang tak terlupa. Kita jadi saling memahami dan mengerti karakter masing-masing karena kita sering berinteraksi.

"Suamiku adalah temen curhatku..."
"Suamiku adalah patner bisnisku..."
"Suamiku adalah Ustadz tahsinku..."
"Suamiku adalah temen seperjuanganku..."
"Suamiku adalah sahabatku..."
"Suamiku adalah temen mainku..."
"Suamiku adalah temen berantemku..."

Itulah kiranya yang ana rasakan darinya, setelah 12 tahun menikah dan Insya Allah dikaruniai anak 7 semoga semakin menambah keberkahan dalam rumah tangga ana...

Dan bukan hal yang hina bagi ana kalo ada seorang akhawat datang menawarkan diri ke ikhwan. Ana dulu hanya melihat dari bacaan Al-Qur'annya yang bagus dan dia sangat menjaga Sholatnya itu aja gak lebih.

Jadi para akhawat yang belum menikah... apa yg menghalangi anda untuk menikah muda? Apa karena melihat pendapatan materi dari ikhwan yang menghalaginya?

*Seorang Ibu yang menceritakan kisah cintanya
*Dengan sedikit penyesuaian. [islamsejati]


Tak banyak orang yang sejak kecilnya sudah dibiasakan dekat dengan Alquran dan bercita cita sebagai penghapalnya. Namun tak sedikit juga kini para penghapal Alquran hebat ternyata adalah muslim dan muslimah dari Indonesia.

Contoh saja Nabilah Abdul Rahim Bayan, muslimah cantik ini ternyata seorang penghapal Alquran. Sudah sejak kecil dibawah bimbingan kedua orang tuanya, Nabilah tekun menjalani proses penghapalan Alquran.

Pada umurnya yang ke 17, Nabila sudah hafal 30 juz  secara lengkap. Dan kini Ia mulai berdakwah sebagai pembimbing program intensif menghafal Alquran di Arab Saudi. Di lembaga tersebut, Ia menjadi satu-satunya pengajar dari Indonesia.

Yang mengejutkan ialah Nabilah ternyata menjadi pengajar putri seorang imam Masjidil Haram Syekh Mahir al-Muaqly. Pada awalnya Ia tidak menyadari bahwa salah satu anak didiknya adalah seorang anak Imam Masjidil Haram. Hal inilah yang membuat kebanggaan tersendiri bagi Nabilah.

Nabilah melihat ada perkembangan luar biasa yang dilakukan umat Islam dalam menghafal Alquran khususnya msayarakat Indonesia. Ia hanya berharap ilmu yang dimilikinya bisa mendidik anak anak Indonesia untuk jadi penghapal Alquran hebat dan masayarakat Indonesia bisa lebih dekat lagi dengan Alquran.

sumber : dream.co.id


Kulit putih dan bersih memang akan membuat wajah terlihat semakin cantik dan juga menarik. Standar kecantikan di negeri kita rupanya masih didominasi oleh warna kulit yang cerah. Karena itulah para produsen kosmetik selalu berlomba-lomba dalam membuat produk pemutih yang bisa membuat kulit wanita semakin cerah. Banyak sekali produk kecantikan yang beredar yang menjanjikan kulit tampak lebih cerah dalam hitungan hari namun nyatanya tak semuanya berhasil. Para kaum hawa pun sering tertipu dengan iklan dan mencoba berbagai produk untuk mendapatkan wajah yang putih, tak jarang harga yang mahal pun harus mereka bayar untuk membuat penampilan semakin cantik. Padahal ada cara natural yang bisa kamu coba. Tak cuma alami cara ini juga super murah lho.

Dilansir oleh boldsky.com, kamu bisa mencoba wortel sebagai bahan masker yang mujarab untuk memutihkan kulit. Wortel mengandung banyak vitamin yang akan mengenyahkan sel kulit mati dan melancarkan peredaran darah. Ini akan melancarkan oksigen dan nutrisi dalam kulit dan membuatnya tampak lebih awet muda dan cerah. Caranya pun cukup mudah.

Siapkan:

  • 1 sdm wortel parut
  • 1 sdt tepung besan (tepung kacang)
  • 1 sdt air mawar
  • 1 sdt timun halus

Tutorial:

  1. Aduk semua bahan sampai membentuk pasta kental.
  2. Oleskan pada wajah sampai rata.
  3. Diamkan selama 15 menit.
  4. Bilas dengan air dingin.

Lakukan treatment ini secara teratur untuk dapatkan kulit yang lebih cerah dalam waktu singkat. Semoga bermanfaat ya. Selamat mencoba! (vemale)


DAHULU saya seorang yang tak mengenal agama Islam. Meski saya orang Islam tetapi saya tidak mengenal apa yang seharusnya saya ketahui tentang islam. Saya sering kali tidak memikirkan apa yang seharusnya saya ketahui. Saya juga dari keluarga yang biyasa sajah tidak begitu mendidik saya untuk urusan berpakaian.

Saya sering kali berpakain apa adanya tidak memikirkan bahwa wanita harus menutupi auratnya. Ketika saya melanjutkan sekolah yang lebih tinggi di universitas, mulailah sedikit demi sedikit saya mengubah penampilan, saya mengubah penampilan karena saya melihat teman yang begitu cantiknya memakai hijab. Saya mulai tertarik seketika itu dan merenung apakah saya bisa seperti itu.

Hari demi hari saya pun mengubah penampilan dengan hijab syar’i. Hari-hari itu saya mulai banyak cobaan, dari mulai dimarahi keluarga, teman-teman SD sering menyebut saya dengat sebutan “Katro”. Bahkan sering kali tetangga menanyakan, “Kamu sebenarnya agamanya apa sih, penampilan yang sangat aneh?”

Ketika itu saya hanya bisa diam terhadap tetangga yang sering bicara seperti itu.

Bahkan pernah kakak yang awalnya diam akan pakaian yang saya pakai, suatu pagi hari melontarkan kata-kata yang membuat hati ini semakin sedih.

Kakak : “Kamu berpakaian seperti itu disuruh siapa dan apa bagusnya kamu menggunakan hijab?”

Saya jawab karena ingin mengubah diri.

Kakak : “Apa pantas ingin mengubah diri, kamu harus berpakaian seperti itu?”

Saya mulai menjawab dengan perlahan untuk meyakinkan kakak. “Saya dengan berpakaian syar’i ini atas dasar keinginan dan saya mulai memahami bahwa dalam agama Islam itu berpakaian seorang wanita haruslah menutup aurat dan tidak boleh menampakkan aurat kita ke lawan jenis.”

Saya berpakaian syar’i penuh dengan cobaan dan halangan. Halangan itu terus menerus datang. Ketika saya sedang bermain dengan teman di daerah saya, saya sering diejek bahkan pakaian dan hijab saya sering ditarik-tarik biar lepas dan biar saya melepaskan hijabnya. Tetapi Saya menghadapi itu dengan senyuman dan dengan sabar. Kemudin kakak yang selalu bicara bahwa saya ikut aliran sesat.

Hingga pada akhirnya saya mulai lelah dengan semua itu. Saya merenung dan mengadu kepada Allah dan meminta yang terbaik untuk jalan hidup yang saya pilih ini. Saya sering mengadu dan menangis karena saya tidak kuat menahan cercaan yang setiap hari pasti datang.

Tetapi saya sudah bertekad sekali pun ada cercaan dan ejekan, saya tetap pada pendirian saya. Walau saya tidak mempunyai uang yang begitu banyak, setiap hari saya menyisihkan uang untuk membeli hijab karena dahulu pakaian saya yang pendek-pendek membuat Saya semakin harus menyisihkan uang untuk membeli pakaian hijab.

Setelah itu datang lagi cobaan yang begitu menyakitkan hati. Tetangga yang menjauhi keluarga saya karena menganggap ada aliran sesat dalam keluarga saya. Saya pun terus dimarahi keluraga dan pernah sempat dijauhi keluarga karena penampilan saya. Saya hanya bisa diam dengan semua ini.

Hari demi hari saya lewati. Suatu hari di daerah saya ada pengajian anak-anak dan ada penceramahnya juga tentu saja. Setelah penceramah bercerita, kemudian penceramah memberi kesempatan para ibu-ibu untuk bertanya. Ada seorang ibu yang bertanya: “Berpakaian seorang wanita itu seperti apa sebenarnya, Ust?”

Ustad menjawab: “Sebenarnya berpakaian seorang wanita itu haruslah menutupi semua kecuali telapak tangan dan muka. Kenapa kita harus berhijab? Untuk menjaga aurat kita.”

Di situlah para warga perlahan mulai memahami dan mulai mengerti. Hari pun terus berganti. Pada waktu saya berpapasan dengan tetangga, ia tersenyum pada saya dan saya pun tersenyum balik.

Sekarang ini alhamdulillah keadaan mulai membaik. Bahkan ibu pun sudah mengenakan hijab meski terkadang dibuka sesaat. [islampos]

Oleh: Sri Yulianti (Mahasiswi Upi Purwakarta)Oleh: Sri Yulianti (Mahasiswi Upi Purwakarta)


Mengaplikasikan riasan yang sempurna dan membuat wajah terlihat semakin cantik memang tidak mudah. Terlebih lagi bagi wanita yang baru memulai belajar make-up. Tapi bukan berarti riasan wajah bak hasil karya make-up artist tidak bisa Anda dapatkan. Dian Ardhini Avianti, salah seorang training manajer di Indonesia memberikan beberapa trik mudah merias wajah,

1. Samarkan Wajah Berjerawat
Untuk wajah berjerawat, pilihlah foundation dengan warna setingkat lebih gelap atau minimal satu warna dengan tone kulit. Cara ini akan membuat jerawat lebih tersamar dan hasilnya menjadi natural. Sedangkan bedak, bisa memakai yang satu tingkat lebih terang dari warna kulit.

2. Mata Sipit Lebih ‘Terbuka’
Pemilik mata kecil atau sipit, tampilan mata akan lebih ‘terbuka’ dan berkarakter dengan pemakaian eyeliner dan eye shadow warna gelap. Tarik garis eyeliner sedikit melebihi sudut luar mata, lalu buat bentuk wing atau cat eyes ke atas. Aplikasikan juga eyeliner pada sudut luar bawah mata, namun hanya di ujungnya saja. Untuk eye shadow, Anda bisa gunakan warna-warna gelap yang diaplikasikan pada sepanjang garis mata dan dibaurkan hingga kelopak mata. Bisa juga dengan menerapkan shading di sudut mata menggunakan eye shadow warna gelap untuk menonjolkan bentuk mata.

3. Blush-on Lebih Merata
Bagi pemula, disarankan untuk memakai blush-on jenis bubuk karena lebih mudah pengaplikasiannya. Menggunakan kuas besar, aplikasikan blush-on dari tulang pipi mengarah ke dalam, menuju apple of the cheek (bagian pipi yang menonjol saat terenyum). Membubuhkan blush-on dari luar ke dalam akan membuat warnanya lebih merata dan menghasilkan pipi yang tampak merona alami. Sebaliknya, menerapkan blush dari dalam ke luar akan membuat blush-on menumpuk pada apple of the cheek dan membuatnya terlihat seperti topeng.

4. Alis Tampak Alami
Gunakan pensil alis untuk membentuk dan mempertegas alis. Dian menyebutkan, gambar alis yang benar panjangnya tidak melewati sudut mata sebelah luar. Untuk bagian dalam alis, ukur menggunakan ujung kuas atau pensil lalu tarik dari tulang hidung menuju sudut mata dalam. Nah, dari situlah Anda mulai menggambar alis. Untuk mendapatkan alis tebal yang tampak natural, disarankan mengombinasikan pemakaian pensil alis dengan yang berbentuk bubuk. Pensil berfungsi untuk membentuk lekukan alis, sementara powder eye brow untuk mengarsir bagian dalam. Baurkan menggunakan sikat khusus alis atau jari tangan.

5. Eyeliner Tampak Halus
Sebagian wanita kesulitan menggunakan eyeliner cair karena saat diaplikasikan, garisnya terlihat tidak rata atau bergerigi. Anda bisa menyiasatinya dengan menarik sudut dengan jari tangan, lalu terapkan eyeliner di sepanjang garis mata. Trik ini akan menghasilkan tampilan eyeliner yang lebih halus. Aplikasi eyeliner juga lebih mudah dan tidak berantakan. [muslimahcorner]


Pekerjaan seorang istri tak hanya mengurus rumah dan anak saja, tapi juga mengatur keuangan keluarga. Berapapun nafkah yang diberikan suami, istri harus dapat mengatur dan menggunakannya secara bijak. Semua istri tentu menginginkan ekonomi keluarganya selalu cukup dan tidak pernah merasa kekurangan sedikitpun. Untuk itu, suami harus bekerja keras untuk bisa memenuhi semua kebutuhan rumah tangganya agar selalu dalam keadaan cukup. Sebagai seorang istri, ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk menambah barokah rezeki keluarga yang diperoleh dari usaha suami. Apa saja itu?

Berikut amalan-amalan yang dapat dilakukan istri untuk menambah barokah rezeki yang didapatkan suami agar rezeki keluarga berlimpah dikutip dari The Vocket :

1. Berikan sebagian nafkah dari suami untuk orangtua dan mertua

Sekecil apapun atau sedikit apapun, sisihkan sebagian nafkah dari suami untuk orangtua dan mertua. Walaupun hanya dengan membelikan beras atau keperluan pokok yang lain, sadari bahwa faktor ini sanggup menambah keberkahan rezeki yang diperoleh. Tutup telinga rapat-rapat dan jangan hiraukan bila menerima cibiran atau dibanding-bandingkan dengan jumlah yang didapat dari menantu lain yang lebih besar, jangan sampai menjadikan hal itu merusak niat baik yang kita punya. Hindari pula berpikiran seperti ini, “Jangankan untuk orangtua, buat keluarga sendiri saja tetap kurang” atau “Orangtua dan mertua bukankah telah mapan?”

Kemungkinan ada yang berpikir begitu, tetapi percayalah seandainya menafkahkan sebagian rezeki buat keluarga dekat, tak cuma akan menambah barokah bagi kita tetapi dapat mempererat silaturahmi.

2. Senantiasa mengingatkan suami untuk memberikan nafkah keluarga dengan rezeki halal

Kewajiban istri yang lain adalah selalu mendoakan dan mengatkan suami untuk selalu menafkahi istri dan anaknya dengan rezeki yang halal.Elemen ini demikian mutlak mengingat sejumlah istri yang merongrong suami dengan banyak tuntutan dan membuat suami menempuh jalan tidak baik dalam mencari nafkah.

3. Mengubah gaya hidup boros

Masak sendiri di rumah akan lebih menghemat biaya daripada makan diluar atau membeli makanan dari luar. Untuk itu istri perlu belajar memakasak untuk mengubah gaya hidup yang boros.Melakukan perawatan tubuh di salon akan menambah pengeluaran. Jika hal ini bisa dilakukan di rumah, sehingga bisa menghemat pengeluaran, mengapa tidak?

Bawakan bekal untuk suami supaya tidak perlu makan siang di luar kantor, juga untuk anak supaya tidak jajan sembarangan.Jalan-jalan ke mal tiap minggu dapat ditukar dengan ke lokasi lain yang lebih hemat dan tidak mengeluarkan banyak biaya, seperti ke taman, alun-alun kota dan tempat wisata gratis lainnya. Mudah-mudahan ikhtiar berhemat dan mengubah gaya hidup ini mampu menambah keberkahan rezeki keluarga.

4. Jalankan ibadah bersama

Ibadah dan ketakwaan yang kita laksanakan sangat erat hubungannya dengan keberkahan rezeki keluarga.Selain melakukan shalat berjamaah setiap harinya, coba rencanakan sekian banyak ibadah yang mampu dilakukan bersama dengan keluarga. Mulai dari puasa sunnah Senin dan Kamis, salat tengah malam, membaca Al Quran dan lainnya.

5. Hindari pertengkaran dalam rumah tangga

Pertengkaran hanya akan menyulut kebencian dan menghilangkan keberkahan rumah tangga.Istri harus bisa menjadi air pendingin apabila suami dalam keadaan stres, bukan malah menyulut pertengkaran yang lebih besar. Mudah-mudahan informasi ini dapat berguna dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar membuat pendapatan suami lebih berkah, melimpah dan mengalir deras. [mozaikinilah]


Cantik bisa punya berbagai macam definisi dan arti. Tak sekadar kecantikan yang tampak dari fisik semata. Lebih dari itu, kecantikanmu bisa makin terpancar karena sikap, kebiasaan, juga perilakumu. Dan hal itulah yang kemudian bisa jadi daya tarikmu dan membuatmu terlihat istimewa.
Tanpa riasan wajah atau make up tebal, kamu tetap bisa terlihat cantik. Memang merawat kulit dan kecantikan itu penting. Hanya saja ada juga hal-hal lain yang juga sama pentingnya dan perlu kamu miliki kalau kamu ingin terlihat lebih istimewa di mata orang lain.

Rasa Percaya Diri Bisa Pancarkan Auramu

Aura wanita yang percaya diri itu sangat berbeda. Bahkan jadi daya tarik tersendiri yang bisa membuatmu terlihat lebih istimewa. Tampil jadi dirimu sendiri, tanpa harus disibukkan dengan memikirkan omongan dan pendapat orang lain. Berani menunjukkan kalau kamu bisa menjadi sosok yang berbeda dengan gaya dan karaktermu sendiri.

“There is nothing more attractive than confidence, once she sees her own beauty, everyone else will.”
― Habeeb Akande

Tebar Senyuman Tanpa Perlu Memaksakan Diri

Wanita akan terlihat paling cantik kalau lagi tersenyum. Bahkan pria bisa mudah jatuh hati padamu saat ada lengkung senyuman di wajahmu. Tapi bukan berarti harus memaksakan diri dan membuat senyumanmu jadi kaku dan tak tulus. Berikan senyuman yang benar-benar datang dari hati dan membuat orang lain jadi ikut bahagia melihatnya.

Tunjukkan Prinsip Tanpa Perlu Melukai Orang Lain

Tak salah punya prinsip atau meyakini sesuatu yang jadi pegangan dalam hidupmu. Hanya saja tetaplah berpikiran terbuka tanpa melukai atau menyinggung perasaan orang lain. Bagaimana pun masing-masing individu punya prinsip dan nilai-nilai yang ia anut sendiri. Kita pun tak bisa begitu saja menghakimi orang yang berbeda dari kita. Dengan begitu, kita bisa diterima dengan mudah dan bisa membaur dengan yang lain.

“When virtue and modesty enlighten her charms, the lustre of a beautiful woman is brighter than the stars of heaven, and the influence of her power it is in vain to resist.”
– Akhenaton

Selalu Punya Cara Mencairkan Suasana

Kamu akan terlihat lebih menarik dan atraktif saat kamu selalu punya cara untuk mencairkan suasana. Bahkan kamu bisa langsung jadi pusat perhatian ketika berhasil membuat suasana jadi lebih nyaman tanpa rasa canggung satu sama lain. Sisi humoris dan kemampuanmu membuat orang lain nyaman pun jadi membuatmu terlihat lebih cantik dan memikat.

Secara garis besarnya, kamu hanya perlu jadi dirimu sendiri tapi dirimu yang terbaik setiap saatnya. Tak perlu ragu atau takut jadi berbeda. Pun tak usah merasa malu atau canggung untuk menampilkan kelebihan dan keistimewaanmu. More than anything else, every woman is born special. (vemale)


Andai suami tahu betapa SAKITnya melahirkan anak, pasti tidak akan sanggup MENYAKITI hati istrinya.

Diantara jasa-jasa Isteri anda;
1. Mau menikah denan anda.
2. Menyelamatkan anda dari perbuatan terlarang.
3. Setia menemani dan membantu anda dalam suka dan duka.
4. Mengandung, melahirkan dan menyusui anak-anak anda.
5. Menjadi madrasah bagi anak-anak anda, mengajari bicara, mendidik, dll
6. Sabar merawat anak-anak anda dalam segala keadaan, ketika mereka sehat atau sakit.
7. Menjadi pelengkap hidup anda…
dan lain-lain

Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik sikapnya kepada istrinya.

Nasehat untuk para Suami
pula yang lebih tlaten merawat anak anakmu sampai usia dewasa..Ia pula yang melayani biologismu dg halal dan tulus..
Ia pula yang merawat isi rumahmu dan menjaganya..
Masakan yang nikmat adalah masakan istrimu..
Ia mendampingimu dikala suka maupun duka..
Ia merawatmu dengan tulus dikala sakitmu..
Ia akan tetap mendampingimu walau engkau sudah tua renta..dan sakit sakitan..
Mungkin terkadang keta'atan istrimu kepadamu lebih besar dari pada ta'atnya anak anakmu kepadamu..

Wahai suami yang sholeh..
Jangan sampai engkau tidak penuhi hak dia sebagai istri..
Jangan engkau sia-siakan dia..
Jika Ada waktu senggang yang sebenarnya dapat digunakan untuk ikut membantu pekerjaan rumah tangga atau ikut merawat anak anakmu.. Maka lakukakanlah..
Ajak dia berseda gurau dengan mesra atas kebaikannya padamu agar terpupuk kasihsayangnya padamu...
Jangan engkau buang waktumu hanya untuk bbm ria, ngenet, nonton film,atau malah keluyuran malam gak jelas tujuan.. Innalillah..
Jangan sekali kali engkau cela masakannya.. Jangan pula engkau pukul dia sesuka hatimu..
Berbuatlah baik kpd mereka sebagaiman junjungan kita

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ (رواه الترمذي)
“Sebaik-baik kalian, (adalah) yang sikapnya terbaik terhadap perempuan-perempuan mereka (sendiri).” (HR. Tirmidzi).

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda :


خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي (رواه ابن حبان)
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarga.” (HR. Ibnu Hibban)

Semoga kita bisa berbuat baik kepada kaum hawa.. Dg ini إِنْ شَاءَ اللّهُ akan mudah bagi kita mengarahkan, dan mendidiknya kpd jalan yg baik dan benar...

Barokallhu fikum.. [salamdakwah.com]


“Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkannya saat dia melihat, menaatinya saat ia memerintah dan tidak menyelisihinya dengan hal yang dibencinya pada dir-inya dan hartanya.”
(HR. Ahmad, An Nasai dan Al Hakim, dihasankan oleh Al Albani)

Beginilah potret wanita yang akan membawa ketenangan, kasih dan sayang:

1. Bertanggung jawab dan mampu mengatur rumah dan anak
2. Menyenangkan jika dipandang
3. Taat suami
4. Menjaga dirinya dan harta suami, saat suami tidak ada
5. Tidak melakukan hal yang tidak disukai suami walau pada harta sang istri sendiri
6. Melaksanakan shalat lima waktu
7. Menjalankan Puasa Ramadhan
8. Menjaga kemaluan
9. Mampu membuat suami ridho, hingga wafat
10. Karena hartanya (kekayaannya)
11. Karena kemuliaan keluarga besarnya
12. Karena kecantikannya
13. Karena agamanya

Sumber : Islampos


ADA beberapa hadits yang mencakup poin-poin kriteria istri idaman. Inilah hadits-haditsnya: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Dan wanita adalah pengurus rumah suami dan anaknya. Dia ber-tanggung jawab terhadap mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sebaik-baik wanita (istri) adalah jika kamu memandangnya, dia menyenangkanmu. Jika kamu memerintahnya, dia menaatimu. Dan jika kamu sedang tidak ada, dia menjagamu pada dirinya dan har-tamu.

Kemudian beliau membaca ayat ini: (Kaum laki-laki itu adalah pemim-pin bagi kaum wanita) sampai akhir ayat.” (HR. Ath Thayalisy dalam musnadnya no. 2325)

“Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkannya saat dia melihat, menaatinya saat ia memerintah dan tidak menyelisihinya dengan hal yang dibencinya pada dir-inya dan hartanya.” (HR. Ahmad, An Nasai dan Al Hakim, dihasankan oleh Al Albani)

“Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, puasa bulan Ramad-hannya, menjaga kemaluannya, menaati suaminya, akan dikatakan kepadanya: ma-suklah kepada Surga dari pintu manapun yang kamu mau.” (HR. Ibnu Hibban, Disha-hihkan oleh Al Albani dalam shahih al Jami’)

“Siapa saja wanita (istri) yang meninggal dan suaminya ridho kepadanya, dia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, Tirmidzi berkata: Hadits Hasan)
“Wanita dinikahi karena empat hal: Hartanya, kemuliaan keluarganya, kecanti-kannya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber : Islampos


Istri yang Tidak Dilihat oleh Allah Swt. Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (tidak berterimakasih) kepada suaminya, padahal dia membutuhkannya.” (HR. Nasa’i)

Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tidak pantas untuk dibesar-besarkan.

Jika demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.

Cukup kiranya istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya, agar mereka tergolong kedalam orang orang yang mensyukuri Allah Ta’ala, sebagaimana yang di jelaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dalam sabda beliau:

“Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia” [reportaseterkini]


Perempuan atau Istri Tidak Boleh Menyakiti Suaminya. “Al-Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, ismail bin Ayyas memberitahukan kepada kami dari bahir bin Sa’ad, dari Khalid bin Mad;an, dari Katsir bin Murrah al-Hadhrami, dari Mu’adz bin Jabal, dari nabi Saw. Beliau bersabda, ‘Tidaklah seorang perempuan menyakiti suaminya di dunia melainkan istri bidadarinya (di surga nanti) akan berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah membalasmu, karena sesungguhnya, dia disampingmu sebagi tamu yang sebentar lagi akan berpisah darimu akan datang kepadaku.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Hadits tersebut merupakan peringatan keras bagi kaum perempuan, khususnya para istri agar tidak menyakiti perasaan suaminya, terlebih bila si suami sudah menunjukan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga.

Menyakiti hati atau fisik suami merupakan perbuatan terlarang karena hal itu termasuk perbuatan dosa. Bila ada sikap suami yang kurang berkenan di hati istrinya, maka cara terbaik untuk menyikapi hal itu adalah dengan tidak menyakiti perasaan si suami secara langsung dan ingatkanlah dengan perkataan lemah lembut.

Islam mengajarkan cara terindah dalam menyelesaikan persoalan rumah tangganya, yaitu dengan melaksanakan musyawarah atau berdiskusi dengan baik dan santun. Tidak elok rasanya bila seorang istri menhardik, memarahi, atau bahkan mengeluarkan kata-kata kasar yang dapat membuat hati suaminya terluka, padahal masalah tersebut dapat dimusyawarahkan terlebih dahulu. Maka seharusnya, pergunakanlah jalan musyawarah tersebut dan jangan mengutamakan emosi.

Begitu pula sebaliknya, seorang suami tidak boleh berlakukasar kepada istrinya selama si istri masih menunjukan ketaatan kepada suaminya. Apabila seorang istri melakukan kesalahan, maka seorang suami harus membimbing dan menasehatinya secara lemah lembut. Perlakukanlah istri dengan penuh kasih sayang sebagaimana perintah Rasulullah Saw. Beliau menganjurkan agar para suami berbuat baik kepada istri mereka, karena beliau sendiri telah berlaku baik kepada istri-istrinya. [reportaseterkini]


Istri Mukminat Jadi Penolong Suami. “Dari Tsauban, ia berkata, ‘Tatkala turun (hukum) mengenai emas dan perak, mereka(para sahabat) berkata, ‘Harta apa yang harus kita bawa?’ Umar berkata, ‘Aku akan mengetahui hal itu untuk kalian.’ Ia mempercepat tunggangannya dan menemui Nabi Saw. dan saat itu aku berada dibelakang beliau. Maka, Umar berkata, ‘wahai Rasulullah, harta apa yang harus kita bawa?’ Beliau bersabda, ‘hendaklah setiap kalian membawa hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, dan istri mukminat yang dapat menolong setiap orang dari kalian untuk kepentingan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).

Istri yang beriman dan taat kepada suami merupakan anugerah yang paling berharga bagi seorang suami. Tidak mudah mendapat istri seperti itu. Seorang laki-laki bisa memperistri perempuan yang ia inginkan, tetapi hanya sedikit orang yang mendapat istri shalihah, serta taat kepada Allah Swt., Rasulullah Saw., dan suami dengan sepenuh hati.

Berdasarkan hadits tersebut, seorang isri mukminat laksana harta yang pantas dijadikan bekal dalam menempuh kehidupan guna menggapai kebahagiaan. Selama ia mendampingi suami dengan setulus hati, maka apapun kehidupan yang mereka hadapi---baik dalam keadaan kekurangan maupun kelebihan atau sulit maupun senang akan berjalan dengan baik dan bahagia.

Secara tidak langsung, hadits tersebut menjadi peringatan bagi kaum perempuan agar berusaha menjadi istri shalihah yang mencerminkan kepribadian yang taat kepada Allah Swt., dan rasul-Nya, serta menunjukan pengabdian kepada suami. [reportaseterkini]


Motivasi terbesar bagi para wanita untuk berdandan adalah untuk mempercantik diri. Namun, tidak semua upaya mempercantik wajah, dibolehkan secara syariat. Bisa jadi tujuannya untuk memikat hati suami akan tetapi, meskipun tujuannya mulia, bukan berarti bisa menghalalkan segala cara. Mari kita tinjau rambu-rambu dalam islam terkait hal ini.

Inilah 8 cara berdandan yang terlarang bagi muslimah:

1. Dandanan yang mengundang syahwat

Dandanan yang mengundang syahwat akan mengundang bahaya gangguan yang justru dapat membahayakan kehormatan bahkan keselamatan diri.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”[al-Ahzaab: 59]

“Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya” (HR Tirmidzi, dinilai shahih oleh al-Albani).

2. Berhias seperti wanita jahiliyah jaman dahulu

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33]

Yang termasuk diantara tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah adalah memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya.

3. Berdandan menyerupai Laki-laki

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Jami ash-Shaghir)

4. Memakai parfum atau wewangian

Bau parfum memiliki potensi mengundang syahwat, karenanya mengenakan wewangian di hadapan orang selain suaminya dilarang bagi wanita.

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i no. 5129, Abu Daud no. 4173, Tirmidzi no. 2786 dan Ahmad 4: 414. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

5. Menghabiskan banyak waktu untuk berdandan

Demi berkahnya waktu, perbanyak amal dan ibadah serta menuntut ilmu. Hindari berlama-lama berdandan yang menyebabkan banyak waktu terbuang sia-sia.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila telah datang batas waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) dapat memajukannya” (Q.S. Al A’raaf : 34).

6. Berlebih-lebihan dalam berdandan

Menguras keuangan untuk membeli kosmetik secara berlebihan tidaklah bijaksana.
“… Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A‘raaf, 7: 31).

7. Mencabut alis, membuat tato dan merenggangkan gigi

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang membuat tato dan meminta ditato, yang mencabut bulu alis dan meminta dicabut, yang merenggangkan gigi dan memperindahnya, serta wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Al-Jami ash-Shaghir)

8. Menyambung rambut

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta disambungkan rambutnya.” (HR. Al-Jami’ ash-Shaghir)

Demikianlah 8 cara berdandan yang terlarang bagi muslimah. Cara yang benar dalam berdandan adalah tidak berlebihan dan menghindari fitnah karena dandanan yang mengundang syahwat. Cukuplah kita berdandan yang terbaik hanya untuk suami. Dan jangan lupakan untuk selalu mendandani akhlak kita untuk meraih ridlo Allah SWT.

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.