Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan



Salah seorang jamaah Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham menyampaikan pertanyaan yang kemudian dicetak dalam buku Mutiara Hikmah Facebook 1 halaman 78. “Bang, mengapa aku selalu sial, dari masalah rezeki sampa jodoh? Apa yang salah, ya Bang? Padahal, aku selalu shalat? ” bertanya jamaah itu. 

Sebelum membaca nasihat yang beliau berikan, ada baiknya kita lakukan muhasabah, lihat ke dalam diri sendiri. Agar nasihat ini tidak segera dipantulkan ke orang lain, tetapi kita manfaatkan untuk diri sendiri, keluarga, serta orang-orang yang kita cintai. 

Dai populer asal Banjarmasin ini menyampaikan jawaban dengan mengatakan, “Karena belum sungguh-sungguh bertaubat. Orang yang banyak berdosa yaitu yang paling banyak kesialan di dalam hidupnya. Shalatnya masih dengan maksiat. ” 

Wajib Baca!! Rajin Shalat, Namun Rezeki Seret serta Sulit Jodoh? Ini Nasihat Ustadz Arifin Ilham untuk Anda 

Astaghfirullah! Sholat 40 Malam Tidak Diterima Karena Datang ke Dukun, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Setiap orang mempunyai masalah hidup... 
Setelah menyampaikan sebab utama atas persoalan yang dihadapi, pendiri sekaligus pemimpin Majlis az-Zikra ini menyampaikan nasihat yang amat menyejukkan serta membuat hati terenyuh. “Setelah taubat, perhebat istighfar. Sungguh, semua kemudahan urusan (didapat) dengannya (memperbanyak istighfar). ” 

Beliau juga mengutip firman Allah Ta’ala surat Nuh 71 ayat 10-12. 

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, serta membanyakkan harta serta anak-anakmu, serta mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. ’” 

Beliau melanjutkan dengan mengatakan, “Sungguh-sungguh taat. Jangan bermaksiat atau berbuat zalim lagi. ” 

Di akhir nasihatnya, dai yang kerap mengenakan busana sunnah serbaputih ini mengutip firman Allah Ta’ala surat ath-Thalaq 65 ayat 2 serta 3 mengenai keutamaan yang tentu Allah Ta’ala berikan pada orang yang bertaqwa. 

“Barang siapa bertakwa pada Allah, pasti Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, serta memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Serta barang siapa yang bertawakkal pada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan untuk tiap-tiap sesuatu. ” 

Bertaqwalah, jadi keajaiban! Bertawakkallah, maka keberhasilan. Jika masih ada yang belum terwujud, mungkin ikhtiar kita yang kurang. Kalau janji Allah Ta’ala benar-benar tentu, sedang ikhtiar kita selalu apa adanya. Pahamilah, selalu ada banyak hikmah di balik taqdir-Nya. 

Wallahu a’lam.

Pasangan suami istri di Indonesia yang telah dikaruniai anak biasanya tidak lagi memanggil pasangannya dengan nama semasing. Suami bakal memanggil istrinya dengan mamah, ibu, umi, atau bunda. Saat juga sebaliknya, istri akan memanggil suaminya dengan papah, ayah, abi, atau bapak. Tujuannya tidak lain untuk mendidik anak sejak dini agar memanggil orangtuanya dengan panggilan sopan seperti di atas, bukan memanggil orangtua dengan namanya saja. 


Bila terjadi demikian, pasti anak yang memanggil orangtuanya dengan nama sangat tidak sopan, tidak sesuai dengan konteks budaya Indonesia. Bukankah panggilan suami pada istri dengan panggilan mamah, ibu, umi, bunda itu sama dengan talak zhihar? Pasti jawabannya adalah tidak. Saya akan mengetengahkan tiga penjelasan untuk menjawab pertanyaan tersebut . 

Pertama, kasus zhihar terjadi sejak masa Jahiliyah. Orang Jahiliyah ketika marah pada istrinya selalu mengucapkan anti ‘alayya ka zhari ummi, bagiku, dirimu itu sama seperti punggung ibuku. Pada waktu itu, perkataan ini ditujukan untuk memposisikan istri sama seperti ibu kandung. Artinya, saat seorang lelaki mengatakan perkataan diatas tidak lagi boleh mengg4ul! istrinya untuk selama-lamanya. 

Hal ini sebagaimana seorang anak dilarang mengg4ul! ibu kandungnya sendiri. Selain itu, suami juga tidak lagi bertanggung jawab menafkahi istri serta anak-anaknya. Tradisi buruk yang merugikan wanita ini juga terjadi pada masa Nabi yang kemudian menyebabkan turunya surah al-Mujadalah ayat pertama. 


Waktu itu istri sahabat Aus bin Shamit, Khaulah, mengadu pada Rasul atas perbuatan suaminya yang semena-mena men-zhihar-nya, sementara Khaulah memiliki anak banyak, dan dia juga masih cinta pada suaminya. Bila kebiasaan zhihar yang berlaku pada masa Jahiliyah masih berlaku pada masa Islam pasti hal tersebut merugikan banyak sekali perempuan. Konon, Aus bin Shamit marah hingga men-zhihar istrinya gara-gara tidak mau diajak berhubungan tubuh. Padahal saat itu Khaulah baru selesai dari salat. 

Kedua, kata zhihar masihlah satu akar kata dengan kata zhar (punggung). Pada saat itu, punggung wanita adalah simbol akan keindahan tubuh wanita yang membuat libido lelaki memuncak. Seperti disebutkan di atas, kalau tujuan penyamaan diri istri dengan punggung ibu itu sama saja dengan mengharamkan dirinya sendiri untuk berhubungan tubuh dengan istrinya itu, lantaran ibu pada masa Jahiliyah juga tidak bisa dinikah apalagi berhubungan tubuh dengannya. Apakah konteks ini berlaku di Indonesia? Saya sangka tidak ada. 

Ketiga, tradisi zhihar pada masa Jahiliyah seperti yang disebutkan diatas telah tergerus dengan sendirinya sejak surah al-Mujadalah itu turun untuk merespon sharing Khaulah pada Nabi saat suaminya men-zhihar dianya. Sejak waktu itu, suami yang lakukan zhihar pada istrinya hanya diwajibkan membayar kafarat. Tetapi men-zhihar istri itu termasuk dosa besar. Sementara itu, pembayaran kafarat bisa dilakukan sesuai kemampuan suami, dapat membebaskan budak mukmin perempuan, puasa dua bulan berturut-turut, memberi makan pada enam puluh fakir miskin. 

Saya sangka tradisi talak zhihar ini tidak berlaku di Indonesia, karena tidak dikenal dalam kebudayaan Indonesia. Bahkan Ibnu Asyur menyebutkan kalau tradisi zhihar itu hanya dikenal oleh masyarakat Madinah (Yatsrib) saja, tidak dikenal di Mekah.
sumber : perindusurga

Seorang seringkali bermimpi waktu mereka tengah tertidur pulas, namun ada beberapa dari orang-orang sudah bermimpi bertemu dengan beberapa orang paling dekat mereka yang telah wafat dunia dan ternyata ada makna mimpi bersua orang yang sudah meninggal dunia. Mengapa kita bisa punya mimpi bersua dengan orang yang sudah meninggal? dan apa sajakah makna dibalik mimpi itu? 


 " Arti Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal, Apa Sajakah Itu? 

Beberapa orang yang berasumsi mimpi hanya bunga tidur semata hingga tidak ada arti didalamnya, namun ada beberapa orang yang yakin bila tiap-tiap mimpi memiliki arti dan bahkan juga sebagai tandanya ada hal baik atau jelek. Satu diantara mimpi yang diakui mempunyai arti yaitu mimpi berjumpa dengan orang yang telah meninggal dunia. 

Berikut adalah maknanya : 

1. Sebagai menandakan kerinduan 

Arti mimpi bersua orang yang sudah meninggal yakni sebagai tandanya bila orang itu begitu merindukan sosok yang telah meninggal itu seperti orangtua, saudara, dan rekan. Setelah miliki mimpi jadi tidak perlu diambil pusing dan baiknya selekasnya mendoakan orang yang telah wafat dalam mimpi itu agar memperoleh ketenangan dan jangan lupa sekali-kali berkunjung ke makam mereka. 

2. Menandakan ada pesan dari almarhum 

Ada beberapa orang yang berpendapat bila bermimpi berjumpa dengan orang yang sudah wafat berarti bila almarhum inginkan mengemukakan pesan padanya karena semasa hidupnya masihlah ada masalah yang belum teratasi. 

3. Pertanda akan mendapatkan pertolongan 

Pendapat yang lain menyampaikan bila punya mimpi berjumpa dengan orang telah wafat dunia yakni tandanya akan memperoleh pertolongan dari seorang yang bakal membereskan permasalahan yang dihadapi orang itu. 

Namun, ketiga makna itu belum dapat dibuktikan kebenarannya dan hanya berkembang sebagai mitos yang diakui oleh banyak orang. Kecuali mimpi bersua dengan orang yang telah meninggal dunia, bahkan ada juga juga mimpi bicara dengan orang wafat. Menurut Primbon Jawa, mimpi itu juga mempunyai arti yang tersembunyi didalamnya yaitu sebagai tandanya apabila semua yang diusahakan oleh orang itu akan sia-sia serta gagal. 

Tetapi sebagai makhluk yang beriman, sebaiknya tidak segera yakini dengan tandanya itu karena arti yang ada dalam mimpi itu yakni penafsiran dari manusia saja serta belum dapat dibuktikan kebenarannya. Mimpi itu bisa mendekati nilai kebenaran jika orang yang bermimpi berperilaku baik serta jujur dalam kehidupannya serta sebelumnya tidur selalu bersihkan diri terlebih dulu serta mengambil air wudlu. 

Selanjutnya yaitu mimpi mengenai anggota keluarga yang sudah meninggal dunia seperti kakek-nenek, ayah-ibu, serta adik-kakak. Menurut riset spiritual yang sudah dilakukan, nyatanya banyak orang yang memimpikan anggota keluarganya yang sudah wafat karena oleh alasan psikologis seperti kecemasan pada kehidupan almarhum di akhirat serta rasa bersalah yang diakibatkan oleh kurangnya saat kebersamaan dengan almarhum saat masih hidup. 

Ada banyak arti tentang mimpi berjumpa dengan anggota keluarga yang telah meninggal dunia, salah satunya yaitu : 

1. Merindukan almarhum 

Anggota keluarga seperti kakek-nenek, ayah-ibu, serta adik-kakak yakni sebagian orang yang demikian dekat dengan kehidupan seseorang, sampai lumrah jika orang yang sudah ditinggal mati oleh keluarganya masih tetap demikian merindukan sosok itu. Rasa rindu yang besar bisa menyebabkan seorang untuk mengimpikan beberapa orang yang sudah meninggal itu sebagai obat kerinduan mereka. 

2. Almarhum mengharapkan kiriman do’a 

Arti yang lain yaitu almarhum kirim pesan pada anggota keluarganya yang masihlah hidup untuk mengirimi mereka do’a supaya memperoleh ketenangan di akhirat. Hingga baiknya setelah punya mimpi hal itu segera mendo’akan almarhum yang telah dikehendaki. 

Itu sebagian arti mimpi bersua orang yang sudah meninggal yang sudah diakui oleh sebagian besar orang serta telah berkembang di orang-orang luas.



Untuk umat muslim, waktu dihadapkan dengan berbagai keadaan, hal ini sering kali membuat mereka mengucapkan istighfar (Astagfirullah), tahmid (Alhamdulillah) serta kalimat Masyaallah atau tasbih (Subhanallah). Tetapi sayang, nampaknya sebagian kata ini sering kali diucapkan dalam kondisi yang kurang pas atau salah. 

Banyak orang yang terbalik mengucapkan kata Astagfirullah, Subhanallah serta Masyaallah waktu menghadapi satu keadaan atau kondisi tertentu. Lalu, dalam kondisi seperti apakah baiknya kita mengucapkan kata-kata itu? 

 " Jadi selama ini kan kita tahunya bila subhanallah buat yang bagus-bagus serta masyaallah buat sesuatu yang mengerikan atau yang kita khawatirkan. Itu sebenarnya malah terbalik. Kata Subhanallah itu sebaiknya diucapkan waktu kita tengah dihadapkan dalam kondisi yang mengerikan atau lihat sesuatu yang menakutkan serta memohon perlindungan dari Allah. Bila kata Masyaallah, sebaiknya kata ini diucapkan saat kita dihadapkan pada kondisi yang menyenangkan atau kita lihat sesuatu yang buat kagum sebagai ucapkan syukur kepada Allah. " 


Ungkap Rita YWS, yang merupakan Penggiat Agama saat ditemui Vemale dalam acara Peace & Love buka bersama dengan 2000 anak yatim di salah satu lokasi di Jakarta pada hari Selasa tanggal 14 Juni 2016. 

Lebih lanjut Rita juga menjelaskan, jadi Masyaallah itu untuk memuji Allah karena kebaikannya, sesuatu yang masyaallah atau mengagumkan. Sedang kata Subhanallah itu saat lihat musibah. " Bila kita berbuat sombong ucapkan Astagfirullahalazim, karena itu godaan dari setan serta bacalah Alhadulillah saat mendapatkan rezeki dari Allah. " Lebih Rita. 

 " Bila Masyaallah itu bila kita lihat orang cantik atau lihat anak-anak yang pandai membaca Al Quran, anak yang hafidz Al Quran itu juga Masyaallah, " Jelasnya. Menurut Rita, tidak hukumnya apabila kita mengucapkan ketiga kata diatas dalam kondisi yang salah. Hanya saja, hal ini butuh diperbaiki agar kesalahan itu tidak berlanjut. 

 " Bila kita nggak tahu sih tidak apa-apa, namun bila sudah ketahui ya sebaiknya diperbaiki saja. Apabila kita mendengar rekan atau siapa saja yang salah, alangkah baiknya bila kita beritahu saja. Karena memberitahu bila ada yang salah itu kan kebaikan serta mendapatkan pahala. Karena itu, diperbaiki saja supaya tidak terbalik mengucapkan kata-kata itu saat dihadapkan di satu keadaan tertentu. " tutup Rita. 

Nah Ladies, jadi saat ini makin tahu kan bagaimana semestinya mengucapkan kata Astagfirullah, Subhanallah serta Masyaallah. Ya, walau salah mengucapkan kalimat itu dalam satu kondisi tidak apa-apa atau tidak berdosa, alangkah baiknya bila kita sebagai umat muslim mengucapkan kata-kata itu dalam kondisi yang tepat serta benar. Semoga, info ini berguna serta kita semakin bijak dalam menjalankan perintah serta menjauhi larangan Allah SWT.
sumber : vemale.com


Foto : hanya ilustrasi saja tidak menggambarkan kejadian sesungguhnya 

Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan’a’ yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan ada pemeriksaan mendadak untuk semua siswi didalam kelas. Seperti yang ditegaskan oleh salah seseorang pegawai sekolah kalau tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, bebrapa foto, surat-surat, alat-alat kecantikan serta lain sebagainya. Yang mana semestinya memang satu lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik.. 
Lalu pihak sekolah juga melakukan sweeping di semua kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. 

Sesaat tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas itu tidak berisi apapun tetapi beberapa buku, pulpen, serta peralatan sekolah lainnya.. 

Seluruhnya kelas telah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Di mana kelas itu ada seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi?! 

Seperti umum, dengan penuh yakin diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lalu meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi disana. Pemeriksaan juga di mulai.. 

Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal begitu tertutup serta pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan serta santun. Ia tidak sukai berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia sukai menyendiri, padahal ia begitu pintar dan menonjol dalam belajar.. 

Ia melihat tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sesaat tangannya ada di dalam tas miliknya! Makin dekat gilirannya untuk di periksa, jadi tambah terlihat raut takut pada wajahnya. 

Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi itu dalam tasnya?! 
Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa.. 

Dia memegangi tasnya dengan kuat, seakan mengatakan untuk Allah kalian tidak bisa membukanya! 
Saat ini giliran di periksa, serta dari sinilah diawali kisahnya… 

“Buka tasmu wahai putriku.. ” 
Siswi itu memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia juga kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan.. 


“Berikan tasmu.. ” 
Ia menoleh serta menjerit, “Tidak…tidak…tidak.. ” 
Perdebatan juga terjadi sangat tajam.. 
“Berikan tasmu.. ” … 
“Tidak.. ” 
“Berikan.. ” 
“Tidak.. ” 
Apakah sebenarnya yang membuat siswi itu menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya?! 
Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya serta takut dipergoki oleh tim pemeriksa?! 
Keributan juga terjadi serta tangan mereka saling berebut. Sementara tas itu masihlah di pegang erat serta para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi itu karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan! 

Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Beberapa guru yang mengenalnya sebagai seseorang siswi yang pintar serta disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut lihat kejadian itu.. 
Tempat itu juga berubah menjadi hening.. 
Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi serta apa kiranya yang ada didalam tas siswi itu. Apakah mungkin siswi tersebut…. ?? 
Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi itu ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi itu agar ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya hingga dapat terbebas begitu saja.. 

Mereka juga membawa siswi itu dengan penjagaan yang ketat dari tim serta para guru dan sebagian siswi lainnya. Siswi itu kini masuk ke ruang kantor sekolah, sesaat air matanya mengalir seperti hujan.. 
Siswi itu memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka bakal mempermalukannya di depan umum! 
Karena perilakunya selama setahun ini baik serta tidak pernah lakukan kesalahan serta pelanggaran, jadi kepala sekolah menenangkan hadirin serta memerintahkan beberapa siswi yang lain agar membubarkan diri. Serta dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon supaya beberapa guru meninggalkan ruangnya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja.. 

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang itu. Lalu bertanya kepadanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..? ” 
Di sini, dalam sekejap siswi itu simpati dengan kepala sekolah serta buka tasnya! 
Detik-detik yang menegangkan.. 
Ya Allah, apa sebenarnya benda itu? 

Di dalam tas itu tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau bebrapa foto, untuk Allah, itu semua tidak ada! 

Tidak ada dalam tas itu tetapi bebrapa sisa roti.. 
Yah, tersebut yang ada dalam tas itu! 
Setelah mengorek info dari siswi itu sekitar roti itu.. 

Setelah terasa tenang, siswi itu berkata, “Sisa-sisa roti ini yaitu beberapa sisa dari beberapa siswi yang mereka buang di tanah, lalu saya kumpulkan untuk lalu saya sarapan dengan sebagiannya serta membawa sisanya pada keluargaku. Ibu serta saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang serta malam hari apabila aku tidak membawakan untuk mereka beberapa bekas roti ini.. 
Kami yaitu keluarga fakir yang tidak mempunyai apa-apa. Kami tidak miliki kerabat serta tidak ada yang peduli pada kami.. 

Inilah yang membuat saya menolak untuk membuka tas, supaya saya tidak dipermalukan di hadapan sebagian rekanku di kelas, yang mana mereka selalu mencelaku di sekolah, hingga kemungkinan hal itu menyebabkan saya tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Jadi saya mohon maaf sekali pada Anda semuanya atas perilaku saya yang tidak sopan.. ” 

Saat itu juga semua yang ada menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berjalan lama di hadapan siswi yang mulia itu.. 
Jadi tirai juga di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan itu, serta kita berharap untuk tidak menyaksikannya.. 
Karenanya wahai saudara serta saudariku, ini yaitu satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitaran kita, baik itu di lingkungan serta desa kita sesaat kita tidak tahu atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka.. 
Wajib untuk seluruh sekolah serta pesantren untuk mendata kondisi ekonomi beberapa santri-santrinya supaya orang yang ingin menopang keluarga fakir miskin bisa mengenalinya dengan baik.. 

Kita memohon pada Allah agar tidak mengejekkan orang yang mulia serta memohon pada-Nya supaya Dia selalu menjaga kaum Muslimin di tiap-tiap tempat.. 


| Sumber : Majalah Islam Internasional Qiblati 
| Kutip : dari Group WA An-Nashihah..


Rasulullah menjelaskan dalam banyak hadits tentang rumahrumah tertentu yang tidak akan dimasuki Malaikat Rahmat. Di antaranya yaitu hadits­hadits berikut ini : 

َسِم�'عُتَرُسوَلَِّاللهَصلَّىَّاللهَُعَل�'يِهَوَسلََّمَيقُوُلَلاَت�'دُخُل ا�'لَمَلاِئَكُةَب�'يًتاِفيِهَك�'لٌبَوَلاُصوَرةُ 
َتَماِثيَل 

Saya (Abu Thalhah) mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Malaikat (rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing serta (atau) gambar patung” (HR. Bukhari) 


َع�'ن أَِبيَط�'لَحَةَع�'ن الَّنِبِّيَصلَّىَّاللهَُعَل�'يِهَوَسلََّمَقاَلَلاَت�'دُخُل ا�'لَمَلاِئَكُةَب�'يًتاِفيِهَك�'لٌبَوَلاُصوَرةٌ 


Dari Abu Thalhah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “Sesungguhnya malaikat (rahmat) tak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar” (HR. Muslim) 

َع�'نَعلِِّي�'بِن أَِبيَطالٍِبَع�'ن الَّنِبِّيَصلَّىَّاللهَُعَل�'يِهَوَسلََّمَقاَل ا�'لَمَلاِئَكُةَلاَت�'دُخُلَب�'يًتاِفيِهُصوَرةٌ 
َوَلاَك�'لٌبَوَلاُجُنٌب 

Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “Malaikat (rahmat) tidak masuk rumah yang padanya ada gambar serta anjing sertta orang yang junub” (HR. An Nasa’i, dishahihkan Al Albani) 

ع�'نَعلِِّي�'بِن أَِبيَطالٍِبَع�'ن الَّنِبِّيَصلَّىَّاللهَُعَل�'يِهَوَسلََّمَقاَل إَِّن ا�'لَمَلاِئَكَةَلاَت�'دُخُلَب�'يًتاِفيِهَك�'لٌبوَلاُصوَرة 


Dari Ali bin Abu Thalib dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : “Sesungguhnya Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani) Berdasarkan hadits­hadits itu, ada beberapa rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat yaitu : 

1. Rumah yang di dalamnya ada gambar/lukisan makhluk bernyawa 
2. Rumah yang di dalamnya ada anjing. 
3. Rumah yang penghuninya junub dengan kata lain umum tidak mandi/bersuci dari junub. 
4. Rumah yang di dalamnya ada patung. 

Selain 4 rumah itu, dalam buku Rumah yang Tidak Dimasuki oleh Malaikat, Abu Hudzaifah Ibrahim bin Muhammad menambahkan rumah­rumah lainnya yang tidak dimasuki oleh Malaikat Rahmat yaitu: 
1. Rumah orang yang memutuskan silaturahim 
2. Rumah orang yang durhaka pada ke-2 orang tuanya 
3. Rumah orang yang memakan harta anak yatim 
4. Rumah orang yang memakan riba 
5. Rumah yang di dalamnya tidak disebutkan Asma Allah 
6. Rumah yang tidak ada shalawat di dalamnya serta lebih mementingkan udara nafsu 
7. Rumah yang di dalamnya banyak caci maki serta laknat 
8. Rumah yang di dalamnya ada alunan lagu selain dzikir 
9. Rumah yang di dalamnya ada lonceng 
10. Rumah yang digunakan minum khamr 
11. Rumah yang ditempati p3rjud!4n serta sajian berhala 
12. Rumah yang di dalamnya ada syirik serta mantra­mantra 
13. Rumah yang di dalamnya ada bau tidak enak atau penghuni laki­lakinya melumuri tubuh dengan kunyit 
14. Rumah yang penghuninya hidup boros 
15. Rumah yang penghuninya terus menerus melakukan kedurhakaan 
16. Rumah yang digunakan untuk kekejian, atau dosa besar 

Wallahu a’lam bish shawab. Silahkan Like serta Bagikan Artikel ini ke teman yang lain.
sumber : mediainformasiislam

Kedudukan wudhu juga begitu krusial dalam Islam. Ibadah ini 
adalah syarat harus yang harus dikerjakan sebelum melaksanakan salat. Bila tidak benar wudhunya, jadi akan berpengaruh pada kesempurnaan salat. 


Namun, sebagai umat Islam masih sering melakukan sebagian kesalahan saat berwudhu. Padahal dalam satu kisah dijelaskan kalau aktivitas bersuci ini jadi salah satu penentu apakah salat seseorang diterima atau tidak. Lalu bagaimana jadinya salat seseorang bila pada saat berwudhu saja telah melakukan kesalahan? 

Berikut ini 10 kesalahan umum saat berwudhu yang harus anda tahu. Terkadang seseorang terasa wudhunya telah benar, namun ternyata masih ada kesalahan yang harus diperbaiki. Apa saja 10 kesalahan itu? Tersebut ringkasannya. 

Pertama, tidak membaca Bismillah. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sempurna wudhu’ sesorang yang tidak membaca basmallah”, (HR. Ahmad). Ke-2, tidak sempurna membasuh anggota wudhu. Hal ini mengakibatkan ada sebagian anggota wudhu yang tidak terbasuh oleh air. 

Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam kitab Shahihnya. Dari Muhammad bin Ziyad, dia berkata : “Aku mendengar Abu Hurairah—saat itu beliau melewati kami, serta orang-orang sedang berwudhu : ”Sempurnakanlah wudhu kalian, sesungguhnya Abul Qosim (Rasulullah) bersabda : 

”Celakalah tumit-tumit (yang tidak terbasuh air saat berwudhu) dari api neraka. ” Serta dari Khalid bin Mi’dan dari sebagian istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

”Sesungguhnya Rasulullah melihat seorang laki-laki yang shalat sedang di punggung kakinya ada sisi mengkilap karena tidak terbasuh oleh air wudhu seukuran uang dirham (uang logam), jadi Nabi menyuruhnya untuk mengulang wudhunya. ” (HR. Imam Ahmad serta Abu Dawud menambahkan : serta (mengulang) shalat). 

Ketiga, membasuh anggota wudhu lebih dari 3 kali. Ini yaitu was-was dari setan, karena Rasulullah tidak pernah menambah cucian dalam wudhu lebih dari tiga kali, sebagaimana yang tsabit dalam Shohih Al-Bukhary kalau (Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- berwudhu tiga kali-tiga kali). 

Maka yang wajib atas seorang muslim yaitu membuang semua was-was serta keragu-raguan (yang muncul) sesudah selesainya wudhu serta jangan dia menambah lebih dari tiga kali cucian untuk menolak was-was yang merupakan salah satu dari tipuan setan. 

Keempat, boros dalam penggunaan air. Ini yaitu terlarang berdasarkan firman Allah Ta’ala : “Dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al-An’am : 141 serta Al-A’raf : 31). 

Rasulullah pun bersabda tentang hal ini : “Janganlah kalian boros dalam (penggunaan) air”, jadi beliau (Sa’ad) berkata, “Apakah dalam (masalah) air ada pemborosan? ”, beliau bersabda, “Iya, walaupun anda ada di sungai yang banyak airnya” (Kisah Ahmad). 

Kelima, menyebut nama Allah di dalam WC atau masuk ke dalamnya dengan membawa sesuatu yang di dalamnya ada dzikir kepada Allah. Ini yaitu hal yang makruh jadi sepantasnya untuk seorang muslim untuk menjauhinya. Dari Ibnu ‘Umar -radhiallahu ‘anhuma- beliau berkata : 

“Ada seorang lelaki yang berlalu sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sedang kencing. Maka orang itu juga mengucapkan salam namun Nabi tidak membalas salamnya”. (Kisah Muslim). Hal ini karena menjawab salam yaitu termasuk dzikir. 

Keenam, beristinja’ (mencuci dubur) setelah buang angin (kentut). Tidak ada istinja’ saat buang angin (kentut). Istinja hanya pada buang air kecil serta buang air besar, jadi tidak disyari’atkan untuk orang yang kentut untuk beristinja sebelum berwudhu. 

Hal ini dikarenakan dalil-dalil syari’at tidak ada yang menjelaskan akan istinja’ dari kentut, yang ada hanya penjelasan kalau kentut yaitu hadats yang mengharuskan wudhu, serta semua puji hanya punya Allah atas kemudahan dari-Nya. 

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Tidak ada dalam Al-Kitab, tidak juga dalam sunnah Rasul-Nya ada istinja dalam kentut, yang ada hanyalah wudhu”. (Al-Minzhar fi Bayan Al-Akhtha` Asy-Syai’ah karya Asy-Syaikh Saleh bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh). 

Ketujuh, tertidur lalu tidak mengulang wudhu. Sebagian orang tertidur di masjid, lalu apabila iqamat dikumandangkan dibangunkan oleh orang di sebelahnya lalu langsung bangkit shalat tanpa berwudhu lagi. 

Orang yang seperti ini harus baginya untuk berwudhu, karena dia lelap dalam tidurnya. Adapun bila dia sebatas mengantuk serta tidur ringan sehingga masih tahu siapa yang ada di sekitarnya, jadi tidak harus baginya untuk berwudhu lagi. 

Kedelapan, meninggalkan Istinsyaq serta Istintsar. Istinsyaq yaitu menghirup air melalui hidung hingga ke pangkal hidung, serta Istintsar yaitu mengeluarkannya (air yang dihirup tadi) dari hidung. Sebagian kaum muslimin saat bewudhu hanya memasukan jarinya yang basah dalam hidung. 

Dalil mengenai Istinsyaq dan istintsar yaitu hadits yang terdapat dalam Shahih al-Bukhari : Dari Humran, (beliau menyifati wudhu Utsman radhiyallahu ‘anhu). Lalu ia memasukkan tangan kanannya di bejana, lalu ia berkumur, hirup air ke hidung (serta mengeluarkannya, l/49). 

Serta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Barangsiapa berwudhu, hendaklah ia menghirup air ke hidung (serta mengembuskannya kembali) ; serta barangsiapa yang melakukan istijmar (bersuci dari buang air besar dengan batu), hendaklah melakukannya dengan ganjil (tak genap). ” 

Kesembilan, menganggap menyeka leher dianjurkan. Padahal sebenarnya tidak sekian, ia tidak dianjurkan serta tidak termasuk ibadah wudhu. Terakhir, doa pada saat membasuh anggota wudhu. Imam an-Nawawi berkata, “doa ketika membasuh anggota wudhu tidak memiliki dasar. ” 

Dalam fatwa Lajnah Daimah Nomor. 2588 dikatakan, “Tidak ada doa dari Nabi saw ketika membasuh serta mengusap anggota wudhu serta doa yang disebutkan dalam hal ini yaitu bikinan orang tidak berdasar. 

Hal yang dikatahui secara syar’i adalah basmalah di awal wudhu, mengucap dua kalimat syahadat di akhir wudhu, serta ditambah dengan : “Ya Allah jadikanlah saya termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci. ” 

Wallahu’alam. Semoga Allah memperkenankan segala upaya kita dalam menyempurnakan ibadah serta menerima segala amalan yang kita lakukan semata-mata hanya untuk mengharap keridhoanNya.
sumber : islamberdakwah



Tidak perlu kaya untuk sebuah kesetiaan Tidak perlu mewah untuk kebahagian,, silahkan di share/bagikan inspirasi ini, mudah-mudahan bermamfaat

Tidak perlu kaya untuk sebuah kesetiaan
Tidak perlu mewah untuk kebahagian
Tidak perlu jabatan dan pangkat untuk mahligai cinta

Yg di butuhkan pasangan adalah komitmen
Yg di butuhkan pasangan adalah perhatian
Yg di butuhkan pasangan adalah kejujuran

Gagal dalam ber - pekerjaan itu lebih baik dari pada gagal dalam membina rumah tangga...
Dari Abu Hurairah, dia berkata : Rasulullah bersabda : Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, serta orang yang paling baik (ahlak) di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya

Apa seandainya Ibu Bapak kita meninggal, turunlah dalam liang kubur serta sambutlah mayat beliau, buka papan penutup keranda (tempat usungan mayat), angkat mayat Ibu Bapak kita. 


Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Bapak kita menghadap ke kiblat. Kita yang melakukan!!! Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan. 

Allahu Robbi... " Ibu.. Terakhir kali ini aku melihat Ibu ". Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala serta di tubuh beliau.. Pegang perlahan-lahan badan Ibu kita, arahkan beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah serta letakanlah di belakang tengkok Ibu kita. 

 " Ibu, terakhir kali inilah aku melihat engkau ". Terlintas dalam hati kita sambil memegang Ibu kita... Ingat sejak kita bayi, tangan Ibu kita ini yang mensuapi makanan ke mulut kita. 

Ingat hari pertama kita bisa jalan, muntah, berak, beliau lah orang yang tidak pernah sedikit pun untuk menolak. Sebagaimana juga jahatnya anak pada beliau, kita tetaplah anak beliau serta selamanya terima sebagai anak beliau. 


Naiklah ke atas serta duduklah di tepi makam beliau dan dengarkanlah " Talqin " yang di sampaikan teruntuk Ibu kita. Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang dapat kita berikan untuk bekal beliau kecuali hanya Doa : 

 " Ya Allah.. Saya angkat tanganku Ya Allah.. Saya ridho Kau ambil Ibu ku Ya Allah.. 
Dia yang melahirkan saya.. Ya Allah hari ini saya tinggal dia Ya Allah, saya serahkan dia atas urusan Mu belaka Ya Allah. Saya tadahkan tanganku Ya Allah.. Saya memohon dengan bebrapa sangat Kau ampunkan dosa-dosa Ibu ku, tolong Ya Allah.. Kasihani Ibu ku Ya Allah.. Saya yaitu hasil didikan dari dia. Ya Allah sayangi dia Ya Allah. 

Jadi akan beruntunglah Ibu kita, apakah Allah akan menolak doa itu? Allah tidak akan menolak doa ikhlas yang datang dari seorang anak. 

Pesan ini untuk bebrapa sahabat yang selagi Ibu Ayah masih hidup. Serta Untuk bebrapa sahabat yang Ibu Ayah telah tiada, mari kita bersama-sama sedekahkan Al-Fatihah buat mereka.
sumber : perindusurga.com

Alhamdulillah… admin masih diberi kesempatan untuk ber postingan di blog ini. Untuk kali ini rencananya admin akan posting artikel tentang “Jenazah yang di sholawati 70 ribu malaikat ” langsung ajah di baca yah teman akrab!! dan jangan lupa di bagikan........ 


Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r. a. 
Disuatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r. a. lihat suatu keanehan. Bagaimana tak, matahari terlihat begitu redup serta kurang bersinar seperti biasanya. 
Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril. 
Lantas Rasulullah SAW bertanya pada Malaikat Jibril : “Wahai Jibril, mengapa Matahari pagi ini terbit dalam kondisi redup? Padahal tidak mendung? ” 

“Ya Rasulullah, Matahari ini terlihat redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya. ” jawab Malaikat Jibril. 
Rasulullah SAW bertanya lagi : 
“Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini? ” 
“Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat. ” jawab Malaikat  Jibril. 

Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari? ” 

Selanjutnya Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat pada salah satu umatmu. ” 

“Siapakah dia, wahai Jibril? ” tanya Rasulullah SAW. 

“Dialah Muawiyah…!!! ”jawab Malaikat Jibril. 

Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa yang sudah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang begitu mengagumkan ini? ” 

Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di saat malam, siang, pagi, saat duduk, saat berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas. ” 

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : “Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat pada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut . ” 

SubhanAllah.. 
Walhamdulillah.. 
Wala ilaha illallah.. 
Wallahu akbar. 

Rasulullah SAW bersabda : ”Apakah seorang di antara kalian tidak dapat untuk membaca sepertiga Al-Qur’an dalam semalam? ” Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin kami dapat membaca sepertigai Al-Qur’an? ” Lalu Nabi SAW bersabda, “Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an. ” (H. R. Muslim no. 1922) 



Jangan Usir Anak-Anak Dari Masjid, Inilah yang Diajarkan Rasulullah

Banyak pengurus masjid tak sabar hadapi anak-anak kecil yang lalu-lalang keberadaannya di masjid. Banyak di antara mereka malah mengusir mereka keluar masjid, atau meletakkan di shaf paling belakang supaya tak mengganggu jamaah yang lain.

Walau sebenarnya, nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam malah berhubungan dengan anak-anak di masjid waktu shalat. Perlakuan Rasulullah ini begitu tidak sama jauh dengan fakta yang dikerjakan oleh sebahagian oknum Muslim pada anak-anak yang sukai bermain di masjid.

Tersebut sebagian masalah perlakuan yang dikerjakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pada anak-anak di masjid. Tulisan ini di ambil dari Judul Asli طرد الأطفال من المسجد بحجة التشويش على المصلين dari laman https :// ar. islamway. net yang ditranslate Kivlein Muhammad.

Tulisan ini diinginkan sebagai pelajaran, supaya kita bisa meneladani baginda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Janganlah Usir Anak-Anak Dari Masjid, Berikut yang Di ajarkan RasulullahPertama
Teman dekat Nabi yang bernama Syaddad ra meriwayatkan, kalau Rasulullah datang – ke masjid- ingin shalat Isya atau Zuhur atau Asar sembari membawa -salah satu cucunya- Hasan atau Husein, lantas Nabi maju kedepan untuk mengimami shalat serta menempatkan cucunya di sebelahnya, lalu nabi mengangkat takbiratul ihram mengawali shalat.

Ketika sujud, Nabi sujudnya begitu lama serta tak umumnya, jadi saya diam-diam mengangkat kepala saya untuk lihat apa kiranya yang berlangsung, serta benar saja, saya lihat cucu nabi tengah menunggangi belakang nabi yang tengah bersujud, sesudah lihat peristiwa itu saya kembali sujud berbarengan makmum yang lain. Saat usai shalat, beberapa orang repot ajukan pertanyaan, “wahai Rasulullah, baginda sujud begitu lama sekali tadi, hingga kami pernah menduga sudah berlangsung apa-apa atau baginda tengah terima wahyu”. Rasulullah menjawab, “tidak,  berlangsung apa-apa, hanya tadi cucuku mengendaraiku, serta saya tidak ingin memburu-burunya hingga dia merampungkan mainnya dengan sendirinya. ” (HR : Nasa’i serta Hakim)

عن شداد رضي الله عنه قال : خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم في إحدى صلاتي العشي الظهر أو العصر وهو حامل حسناً أو حسيناً، فتقدم النبي صلى الله عليه وسلم فوضعه عند قدمه ثم كبر للصلاة، فصلى، فسجد سجدة أطالها!! قال : فرفعت رأسي من بين الناس، فإذا الصبي على ظهر رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو ساجد! فرجعت إلى سجودي، فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصلاة، قال الناس : يا رسول الله إنك سجدت سجدة أطلتها حتى ظننا أنه قد حدث أمر أو أنه يوحى إليك؟ قال : “كل ذلك لم يكن، ولكن ابني ارتحلني، فكرهت أن أعجله حتى يقضي حاجته” (رواه النسائي والحاكم وصححه ووافقه الذهبي)

Kedua
Abdullah Bin Buraidah meriwayatkan dari ayahandanya : Rasulullah tengah berkhutbah -di mimbar masjid- lantas -kedua cucunya- Hasan serta Husein datang -bermain-main ke masjid- dengan memakai baju kembar merah serta jalan dengan sempoyongan jatuh bangun- lantaran memanglah masihlah bayi-, lantas


Rasulullah turun dari mimbar masjid serta mengambil ke-2 cucunya itu serta membawanya naik ke mimbar kembali, lantas Rasulullah berkata, “Maha Benar Allah, kalau harta serta anak-anak itu yaitu fitnah, bila telah lihat ke-2 cucuku ini saya tak dapat sabar. ” Lantas Rasulullah kembali meneruskan khutbahnya. (HR : Abu Daud)

وعن عبد الله بن بريدة عن أبيه رضي الله عنه قال : خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم، فأقبل الحسن والحسين رضي الله عنهما عليهما قميصان أحمران يعثران ويقومان، فنزل فأخذهما فصعد بهما المنبر، ثم قال : “صدق الله، إنما أموالكم وأولادكم فتنة، رأيت هذين فلم أصبر”، ثم أخذ في الخطبة (رواه أبو داود).

Ketiga
Dalam Hadis lain dikisahkan, kalau Rasulullah shalat, apabila beliau sujud jadi Hasan serta Husein bermain menaiki belakang Rasulullah. Lantas, bila ada bebrapa teman dekat yang menginginkan melarang Hasan-Husein jadi Rasulullah berikan isyarat untuk biarkan, serta jika sesudah usai shalat rasulullah memangku ke-2 cucunya itu. (HR : Ibnu Khuzaimah)

وفي حديث آخر : كان الرسول صلى الله عليه وسلم يصلي، فإذا سجد وثب الحسن والحسين على ظهره، فإذا منعوهما أشار إليهم أن دعوهما، فلما قضى الصلاة وضعهما في حجره (رواه ابن خزيمة في صحيحه).

Ke empat
Abu Qatadah ra menyampaikan : “Saya lihat Rasulullah saw menanggung cucu perempuannya yang bernama Umamah putrinya Zainab di pundaknya, jika beliau shalat jadi ketika rukuk Rasulullah menempatkan Umamah di lantai serta jika telah kembali berdiri dari sujud jadi Rasulullah kembali menanggung Umamah. ” (HR. Bukhari & Muslim)

وقال أبو قتادة رضي الله عنه : رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلم- على عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها (رواه البخاري ومسلم).

Kelima
pada Kisah Lain Dari Abu Qatadah, menyampaikan “……… ketika rukuk Rasulullah menempatkan Umamah di lantai serta jika telah kembali berdiri dari sujud jadi Rasulullah kembali menanggung Umamah. Serta Rasulullah selalu lakukan hal semacam itu pada tiap-tiap rakaatnya hingga beliu usai shalat. ” (HR : Nasa’i)

وفي رواية أخرى عن أبي قتادة رضي الله عنه قال : بينما نحن جلوس في المسجد إذ خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم يحمل أمامة بنت أبي العاص بن الربيع -وأمها زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم- وهي صبية يحملها، فصلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي على عاتقه يضعها إذا ركع ويعيدها إذا قام، حتى قضى صلاته يفعل ذلك بها (رواه النسائي).

Keenam
dalam hadis yang lain Rasulullah berkata, “Kalau tengah shalat, kadang-kadang saya menginginkan shalatnya agak panjang, namun bila telah dengarkan tangis anak kecil -yang dibawa ibunya ke masjid- jadi sayapun menyingkat shalat saya, lantaran saya tau begitu ibunya tak enak hati dengan tangisan anaknya itu. ” (HR : Bukhari Serta Muslim)

وفي حديث آخر : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “إني لأدخل في الصلاة وأنا أريد إطالتها فأسمع بكاء الصبي فأتجوّز في صلاتي مما أعلم من شدة وجد أمه من بكائه” (رواه البخاري ومسلم).

Ketujuh
Anas meriwayatkan, “Pernah Rasulullah shalat, lantas beliau mendengar tangis bayi yang dibawa dan ibunya shalat ke masjid, jadi Rasulullah juga mempersingkat shalatnya dengan cuma membaca

Banyak suami yang mungkin tidak tahu kalau rejekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak bisa diliat secara kasat mata, tetapi dapat dijelaskan secara spiritual kalau 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki untuk suaminya. 


1. Istri yang pandai bersyukur 
Istri yang bersyukur atas semua karunia Allah pada intinya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Punya suami, bersyukur. Jadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur. 
“Dan ingatlah saat Tuhanmu memaklumkan : bila kalian bersyukur, tentu Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika anda mengingkari (nikmatKu) jadi sesungguhnya adzabku begitu pedih” (QS. Ibrahim : 7). 

2. Istri yang tawakal pada Allah 
Di saat seseorang bertawakkal pada Allah, Allah akan mencukupi rejekinya. 
“Dan barangsiapa yang bertawakkal pada Allah pasti Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. ” (QS. Ath Thalaq : 3). 

Jika seorang istri bertawakkal pada Allah, sesaat dia tak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu mesti langsung diberikan pada wanita itu. Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak pada suaminya, lalu suami itu memberikan nafkah yang cukup pada dirinya. 

3. Istri yang baik agamanya 
Rasulullah menjelaskan kalau wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya serta agamanya. 
“Pilihlah karena agamanya, pasti anda beruntung” (HR. Al Bukhari serta Muslim). 
Beruntung itu mujur di dunia serta di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya yaitu dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal. 

Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu juga keluarga yang semua anggotanya taat pada Allah lalu mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan. Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rejekinya lancar? Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki kepada istri serta anak-anaknya lewat dirinya. Jadi karena taqwa istrinya serta bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah lalu mempermudah rezekinya. Suami sejenis itu sebenarnya berhutang pada istrinya. 

4. Istri yang banyak beristighfar 
Di antara keutamaan istighfar yaitu mendatangkan rezeki. Hal itu bisa diliat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. Kalau dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan serta memperbanyak harta. 
“Maka saya katakan pada mereka, ‘Mohonlah ampun pada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia yaitu Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta serta anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun serta mengadakan (juga di dalamnya) sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh : 10-12). 

5. Istri yang suka silaturahim 
Istri yang suka menyambung silaturahim, baik pada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, serta saudari-saudari seaqidah, pada intinya ia tengah membantu suaminya memperlancar rejeki. Sebab keutamaan silaturahim yaitu dilapangkan rezekinya serta dipanjangkan umurnya. 
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya serta dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi. ” (HR. Al Bukhari serta Muslim). 

6. Istri yang suka bersedekah 
Istri yang suka bersedekah, dia juga pada intinya sedang melipatgandakan rejeki suaminya. Sebab diantara keutamaan sedekah seperti disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah sampai 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah. 
Bila istri di beri nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia pakai untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Tetapi bisa jadi dibalas lewat suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rejekinya berlimpah. 

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah sama dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) untuk siapa saja yang Dia kehendaki. Serta Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. ” (QS. Al Baqarah : 261). 

7. Istri yang bertaqwa 
Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rizki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 serta 3. 
“Barangsiapa bertaqwa pada Allah, pasti Dia akan mengadakan jalan keluar baginya serta memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq : 2-3). 

8. Istri yang selamanya mendoakan suaminya 
Bila seorang ingin mendapatkan suatu hal, ia perlu tahu siapakah yang memilikinya. Ia tidak dapat mendapatkan sesuatu itu tetapi dari pemiliknya. 

Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya yaitu pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Jadi jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, serta yakinlah bila istri berdoa pada Allah untuk suaminya tentu Allah akan mengabulkannya. 
“DanTuhanmu berfirman : Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir : 60). 

9. Istri yang gemar shalat dhuha 
Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menukar hutang sedekah setiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rejekinya sepanjang hari. 

“Di dalam tubuh manusia ada 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya. ” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang dapat lakukan itu wahai Nabiyullah? ” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada didalam masjid yaitu sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan yaitu Maka bila engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), jadi dua raka’at Dhuha telah mencukupimu. ” (HR. Abu Dawud) 

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, pasti Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu. ” (HR. Ahmad). 

10. Istri yang taat dan melayani suaminya 
Salah satu kewajiban istri pada suami yaitu mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya. 

Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih serta kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun menggebu. Ibadah juga lebih tenang, rizki mengalir lancar.
sumber : dakwah-pedia.blogspot


Masyita Hafiz Indonesia 2016

Semua orang di studio Hafiz Indonesia menangis. Bahkan, para penonton yang melihat tayangan ini melalui televisi serta video Youtube juga banyak yang menangis. 

Masyita, salah satu peserta Hafiz Indonesia, bikin mereka menangis, Senin (6/6/2016). Bagaimana tak, bocah berumur delapan th. ini tak dapat lihat. Ia tuna netra. Tetapi dapat menghafal Al Quran. 

Saat Masyita berdoa ingin matanya sembuh lalu membaca Surat Ar Rahman, semua penonton di studio menangis. 

“Masyita, subhanallah, Allah menjaga pandangannya dari dosa serta dia di beri hafal Quran oleh Allah. Ini pelajaran penting untuk kita semua kalau di hari kiamat nanti semua yang kita punya, ini mata, ini tangan, ini kaki, ada pertanggungjawabannya. Sungguh kita malu sering kali buat alasan. Mintalah ampun pada Allah, istighfar yang banyak, ” kata Dr Amir Faishol Fath ketika diminta untuk berkomentar. 

Mendengar nasehat Dr Amir Faishol Fath, tampak semakin banyak penonton di studio yang menangis. Apalagi saat setelah itu Masyita membaca surat Ar Rahman kemudian membaca doa khatam Al Quran. 

Ketika video tayangan tersebut diunggah ke Youtube, banyak juga pengguna Youtube yang menangis menyaksikannya. 

“Ya Allah air mataku tidak terbendung, ” kata Mulyani Yani. 

“Allah.. sampai aq ikut nangis., ” kata Rodaeni Eni. 

“Siapa lah yang tidak tersentuh.... subhanallah...., ” kata Bungsu Putra.

sumber : tarbiyah.net



Nasehat-nasehat bijak biasanya disampaikan oleh orang yang lebih tua kepada anak muda. Namun, bagaimana jika seorang anak kecil memberi nasihat pada orangtuanya? Hal itulah yang dilakukan oleh seorang anak kecil dalam video yang beredar di media sosial.

Anak perempuan berusia 6 tahun itu memberi nasehat pada ibunya tentang cinta dan persahabatan. Dengan gaya yang serius bak orang dewasa, gadis cilik ini menasehati ibunya yang baru saja bercerai dari ayahnya.

"Ibu, apakah kau siap menjadi teman ayah? Cobalah untuk tidak beremosi tinggi sebagai teman," ujar gadis tersebut. "Aku ingin semuanya baik-baik saja. Cobalah lakukan yang terbaik. Aku tidak mau kamu dan ayah bertengkar lagi. Aku ingin ibu dan ayah bisa menempatkan diri sehingga bisa berteman."


Tak ayal, video ini pun menuai beragam komentar positif netter. Tak sedikit netter yang terpukau mendengar nasihat gadis ini.

"Gadis ini sangat cerdas. Siapa yang menyangka nasehat bijak bisa berasal dari gadis seusia itu," tulis seorang netter. "Gadis itu akan menjadi orang hebat saat besar nanti. Orang-orang seperti dirinya bisa merubah dunia," tambah netter lain. "Aku tidak bisa berkata-kata mendengar nasehatnya. Dia sangat bijak," komentar netter lainnya.

Terkadang ibu mertua itu bisa jadi musuh yang paling ditakuti oleh sang menantu, namun terkadang ibu mertua juga bisa jadi ibu yang ke-2 untuk sang menantu. Hari ini Rindu Surga ingin berbagi satu cerita yang walaupun agak panjang namun begitu mengharukan ; ada seorang wanita berusia 25 tahun yang menikah dengan seorang pria berusia 27 tahun, mereka berdua hidup dengan sangat susah karena mereka sangat miskin. 


Bagi mereka, untuk melahirkan seorang anak lelaki bukanlah hal yang gampang. Karena perawatan yang kurang baik, ke-2 ibu serta anak ini ada dalam kondisi yang membahayakan saat sang ibu akan melahirkan. Sang ibu mertua juga ingin agar menantunya dapat selamat, tetapi untungnya dokter yang menangani mereka begitu pintar sehingga ke-2 ibu serta anak ini dapat selamat. 

Saat sang anak ini telah berusia 10 tahun, sang ibu hamil lagi serta kondisi yang dialaminya masih sama seperti saat dia mengandung anak pertamanya. Karena penyakit yang dialaminya masih belum sembuh total serta efek yang dialaminya sesudah melahirkan sang anak pertama masih tetap ada, ibu ini juga harus terima kenyataan kalau dia akan susah melahirkan anak keduanya. 


Sang mertua serta suami juga berusaha membujuk sang istri untuk mengaborsi anak keduanya, tetapi sang istri tidak mengindahkannya. Dia memutuskan untuk melahirkan anak keduanya, walaupun sang dokter sudah mengatakan kalau dia terkena kanker serviks serta tidak dapat hidup lebih dari 40 tahun. 

Semenjak tahun lalu, sang ibu mertua menyuruh menantunya untuk menabur beras di jalanan, serta saat di tanya untuk apa, sang ibu mertua tidak mengatakan apa-apa selain kalau itu baik untuk kesehatannya. Sang menantu ini juga tetap melakukannya selama setengah tahun sampai disuatu malam, saat si menantu tengah menaburkan beras di jalanan sesuai dengan perintah sang mertua, dia bertemu dengan tetangganya. 

Ketika tetangganya lihat sang menantu menaburkannya, dia juga bergumam tidak jelas hingga pada akhirnya sang menantunya menghampirinya serta bertanya segera kepadanya. Tetangganya ini juga segera berkata, " Ibu mertuamu itu orang yang baik, beras ini tentu langsung dia berikan kepadamu kan? " Sang menantu juga menganggukkan kepalanya, " Kamu tahu tidak bila menurut cerita nenek moyang, nabur beras di jalanan ini adalah salah satu cara untuk meminjamkan nyawa. Bila ada orang yang dengan senang hati memberikan beras hasil rendamannya sendiri kepadamu untuk kamu taburkan di jalanan, itu artinya orang yang memberikan beras itu sedang meminjamkan nyawanya untukmu. " 

Setelah mendengar perkataan tetanggannya ini, si menantu ini juga sangat kaget sampai meneteskan air matanya. Ibu mertuanya benar-benar orang yang sangat baik. Sejak ibu mertuanya tahu kalau menantu menderita penyakit kanker, setiap pekerjaan rumah dikerjakan oleh si ibu mertua setiap hari hingga sang menantu juga bisa beristirahat dengan baik dirumah. Serta sekarang sang ibu mertua menggunakan cara ini agar sang menantu dapat tetap bertahan hidup. Walaupun cara ini terlihat seperti cara yang tidak masuk akal, tetapi untuk para petani seperti ibu mertuanya ini, ini yaitu cara terbaik yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa menantunya. [ sumber : dakwah-pedia]

Ia mulai dari tidak ada apa-apanya bekerja 
sebagai kuli bangunan hingga akhirnya berhasil jadi kepala bagian. Lalu ia membentuk tim pekerja tersendiri yang akhirnya berkembang jadi sebuah perusahaan konstruksi. 


Sang istri yang mendampingi pria ini sejak kuli bangunan, semakin hari nampak semakin tua. Tubuh yang dulunya langsing, sekarang tampak kasar berotot, kulit juga tidak sehalus dulu. Dibandingkan dengan beribu wanita cantik di luar sana, ia tampak terlalu sederhana serta pendiam. Kehadirannya selalu mengingatkannya akan saat lalu yang sukar. 

MIRIS BANGET..!! Ini Baru Namanya Seorang Istri... Banyak Pria Yang Menangis Saat Membacanya! 

Sang suami berpikir, berikut saatnya pernikahan ini selesai. Ia menabungkan duit sebesar 1 miliar ke dalam bank istrinya, membeli juga baginya sebuah rumah di daerah kota. Ia merasa, ia tidaklah suami yang tidak berperasaan. Sekiranya ia tidak mempersiapkan bekal untuk hari tua istrinya, hatinya juga tak tenang...... 

Akhirnya, ia juga mengajukan tuntutan cerai pada istrinya. 

Sang istri duduk berhadapan dengannya. Tanpa bicara sepatah katapun ia mendengarkan argumen sang suami mengajukan perceraian. Tatapannya tampak tetap teduh serta tenang. Saat hari sang istri pergi dari rumah juga tiba, sang suami membantunya memindahkan barang-barang menuju rumah baru yang dibelikan oleh suaminya. Sekian pernikahan yang sudah dibangun selama hampir 20 th. lebih itu juga selesai begitu saja. 

Selama pagi itu, hati sang suami sungguh tidak tenang. Mendekati siang, ia juga terburu-buru kembali ke rumah itu. Tetapi ia mendapati rumah itu kosong, sang istri sudah pergi. Diatas meja tergeletak kunci rumah, buku tabungan diisi 1 miliar rupiah serta sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya. 

Saya pamit, pulang ke rumah orangtua saya. Semuanya selimut sudah dicuci bersih, dijemur di bawah matahari, kusimpan didalam kamar belakang, almari sebelah kiri. Jangan lupa memakainya saat cuaca mulai dingin. 

Sepatu kulitmu sudah kurawat semua, nanti bila akhirnya mulai ada yang rusak, bawa ke toko sepatu di pojok jalan untuk diperbaiki. 

Kemejamu kugantung pada lemari baju sebelah atas, kaos kaki, ikat pinggang kutaruh di dalam laci kecil di sebelah bawah. 

Setelah saya pergi, jangan lupa meminum obat dengan teratur. Lambungmu sering bermasalah. Saya telah menitip kawan membelikan obat cukup banyak untuk persediaanmu selama 1/2 th.. 


Arial, Oh ya, anda sering sekali keluar rumah tanpa ada membawa kunci, jadi saya cetak 1 set kunci dan kutitipkan pada security di lantai bawah. Seumpamanya anda lupa lagi membawa kunci, ambillah saja kepadanya. 

Ingat tutup pintu serta jendela sebelum pagi-pagi pergi kerja, bila tak, air hujan bisa masuk merusak lantai rumah. 

Saya juga membuatkan pangsit. Kutaruh di dapur. Sepulang dari kantor, anda bisa memasaknya sendiri... 
 BACA JUGA : Wanita Harus Waspada.!! Telah Beredar Permen pembangkit LIBIDO, Dapat Buat Wanita Meraba-raba... 

Tulisannya buruk, sukar dibaca. Tetapi setiap huruf seperti selongsong peluru berisikan cinta tulus, yang ditembakkan menghujam jauh ke dalaman ulu hatinya. 

Ia memandang setiap pangsit yang terbungkus rapi. Ia teringat 20 th. yang lalu saat ia masih jadi seorang kuli bangunan, teringat nada istrinya memotong sayur, mempersiapkan pangsit di dapur, teringat betapa suara itu berikan melodi yang indah serta begitu bahagianya ia ketika itu. Ia juga tiba-tiba teringat janji yang diucapkannya waktu itu : " Saya harus memberi kebahagiaan untuk istri saya... "    
Detik itu juga ia lari secepat kilat segera menyalakan mobilnya. 1/2 jam lalu, dengan bersimbah keringat, akhirnya ia menemukan istrinya didalam kereta. 

Dengan suara geram ia berkata, " Anda ingin ke mana? Sepagian saya letih di kantor, pulang ke rumah sesuap nasi juga tidak bisa kutelan. Demikian caranya anda jadi istri? Keterlaluan! Cepat ikut saya pulang! " 

Mata sang istri berkaca-kaca, dengan patuh ia juga berdiri mengikuti sang suami dari belakang. Mereka juga pulang. Perlahan, air mata sang istri berubah jadi senyum bahagia.... 
Ia tidak tahu kalau sang suami yang jalan di depannya sudah menangis sedemikian rupa. Dalam perjalanan sang suami lari dari rumah ke stasiun kereta, ia demikian takut.. Ia takut gagal temukan istrinya, ia begitu takut kehilangan dia. 

Ia menyesali dianya mengapa dianya begitu bodoh sampai akan mengusir wanita yang begitu ia cintai. Kehidupan pernikahan selama 20 th. ini ternyata sudah mengikat erat-erat mereka berdua jadi satu. 
Kekayaan yang sebenarnya bukanlah terletak pada angka didalam buku tabungan, tetapi terdapat pada senyuman bahagia di wajah anda. 

Dear Lovers, Sayangilah pasangan kalian masing-masing.. cobalah saling mencintai serta mensyukuri karunia dari Allah.. 
Mohon bantu share yaa.. CERITA tentang KEBAIKAN ini..
sumber : portalislami



Imam Al Ghazali memberikan nasehat pada lelaki muslim supaya tidak menikahi enam tipe wanita : al Annanah, al Mananah, al Hananah, al Haddaqah, al Barraqah, dan asy Syaddaqah. Siapa saja mereka? Berikut ini penjelasannya : 

1. Al Annanah (Suka Mengeluh) 

Al Annanah yaitu wanita yang suka mengeluh dan mengadu. Menikahi wanita tipe ini membuat suami sulit mencapai sakinah dalam keluarga. Sebab suka mengeluh tidak mendatangkan solusi apapun. Ia justru bisa menguras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama ; baik kerabat ataupun sahabat. Apalagi bila yang suka diadukan istri yaitu orang tua suami. 

2. Al Mananah (Suka Mengungkit) 

Al Mananah yaitu wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan serta jasanya. Menikahi wanita tipe ini membuat seorang lelaki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Bila ia berbeda pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan serta jasanya. Apalagi bila secara ekonomi sang suami “lebih rendah” dari istrinya. 

Selain itu, mengungkit kebaikan berbahaya untuk kehidupan akhirat keluarga. Setiap keluarga muslim tentu menginginkan dapat masuk surga bersama-sama. Namun perilaku mengungkit kebaikan mengancam terhapusnya pahala kebaikan itu. Bila pahala-pahala kebaikan terhapus, lalu apa bekal untuk masuk surga? 

3. Al Hananah (Senangi Membandingkan) 

Al Hananah yaitu wanita yang suka menceritakan serta membanggakan orang di saat lalu. Bila ia janda, ia membangga-banggakan mantan suaminya. Bila ia tidak belum pernah menikah sebelumnya, mungkin ia membangga-banggakan ayahnya serta membandingkan dengan suaminya. Atau mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami. Lebih kronis lagi, bila ternyata ia pernah pacaran sebelum menikah serta membangga-banggakan pacarnya di hadapan suami. Duh. 

4. Al Haddaqah (Boros) 

Al Haddaqah yaitu wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik satu barang atau produk, serta suka meminta suami membelikan. Pendek kata, boros dan konsumtif. Bila wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami. 

Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik serta tidak disukai agama. Apalagi bila suaminya pas-pasan atau miskin. Begitu banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram gara-gara permintaan istri yang berlebihan.  

5. Al Barraqah (Melampau Dalam Berhias) 

Imam Al Ghazali menjelaskan kalau ada dua arti al Barraqah. Pertama, ia yaitu tipe wanita yang suka berhias sepanjang hari. Meskipun untuk tampil menawan di hadapan suami, berhias sepanjang hari termasuk sikap berlebihan. Berlebihan dalam berbelanja kosmetik serta berlebihan dalam pemanfaatan saat yang mengabaikan bebrapa kewajiban lainnya. Terlebih jika niatnya bukan untuk suami. 

Ke-2, wanita yang tidak ingin makan serta sukai mengurung diri sendirian. Dengan kata lain, ia type penyedih. Bagaimana keluarga dapat sakinah mawaddah wa rahmah bila sang istri sukai berbuat sekian? 

6. Asy Syaddaqah (Wanita yang Banyak Cakap )

Asy Syaddaqah yaitu type wanita yang sukai nyinyir serta banyak bicara. Nyaris tiap-tiap hal dikomentari serta komentarnya tidaklah komentar yang berguna. Ada hal yang lumrah saja dikomentari negatif terlebih bila ada kekeliruan. Menikah dengan wanita type ini, susah untuk suami temukan kedamaian lantaran semuanya sikapnya bakal jadi tujuan komentar nyinyir sang istri. 

Mudah-mudahan teman dekat Bersamadakwah yang belum menikah dihindarkan Allah dari calon istri dengan type seperti diatas. Serta mudah-mudahan cuma memperoleh jodoh yang shalihah hingga terwujud keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.  [muslimsatu]



Di bawah ini adalah sebuah renungan yang sangat bagus khususnya untuk kaum wanita. Silahkan baca baik-baik, serta maaf bila ini membuat anda terasa tersinggung. 

Ma’af Bila Tersinggung, hanya mengingatkan. 
TAK TAU MALU 
Itulah fenomena tanda tanda akhir zaman yang makin nyata sekarang ini 
Tidak ada rasa malu, 
tidak ada rasa berdosa. 
Semua jalan nampak umum saja. 

Mengaku Islam agamanya. 
Mengaku Allah yaitu tuhannya. 
Mengaku Al-Qur’an dasar hidupnya. 
Mengaku Muhammad yaitu nabinya. 

Tapi sayang pengakuan imannya hanya berhenti di lisan semata. 
Tidak sampai pada dinding hatinya terlebih ruang hati terdalam. 
Tidak nampak dari perbuatannya yang ada justru prilaku seperti tidak ber-Tuhan. 
Miris melihat insan bernama wanita. 

Berjalan berlenggok dengan aurat terbuka. 
Cengar – cengir mempertontonkan tubuh mengundang syahwat durjana. 
Mengadu tubuh seksi pada satu serta lainnya. 
Semakin kecil pakaian semakin seksi katanya 

semakin sempit semakin aduhai katanya 
semakin ketat semakin sempurna katanya 
Bangga sama tubuhnya 
tapi dikufuri dengan mengumbarnya kemana-mana. 
Dinasehati jadi nyinyir “jangan sok suci”. 

Pakaian tidak masalah katanya yang penting hati.. 
Katanya mau ke Syurga tapi terasa benar sendiri.. 
padahal, di syurga tak ada wanita seperti ini. 
Boro-boro ke syurga, mencium wanginya saja tidak dapat dinikmati. 

Ada juga wanita dengan kerudung modis 
Kerudung berjambul seperti punuk onta. Sadis! 
Berkerudung Sama sesuai syariat katanya, buat miris 
Jilbab panjang dikatakan kuno tidak necis. 
Begini, Jilbab sesuai tuntunan zaman. Tragis! 

Beribadah itu perlu ilmu 
Tidak asal pakai dengan tafsir sendiri 
Dikasih tau sama yang faham, belagu 
Tetap pilih punuk onta katanya agar percaya diri 
Begitulah fenomena zaman sekarang 

Iman tergerus dengan barang dagangan 
Yang utama keren turut ke barat-baratan 
Telah lupa ama perintah Tuhan. 
Maksiat terbentang jadi biasa 

Yang nentang jadi disebut Islam-Islaman 
Dituduh Islam Aliran Begitulah, 
Yang salah dibenarkan 
Yang benar disalahkan 
Tetapi tidak sedikit yang tetap bertahan 

Pada ajaran yang tertuang dalam Al-qur’an 
Berpakaian iman, berjilbab panjang 
Meski kadang datang cibiran 
“ih, itu Islam apaan?? ” 

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat : 
1. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan 
2. para wanita yang berpakaian namun telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. 
Wanita seperti itu tidak akan masuk surga serta tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. ” (HR. Muslim no. 2128) 

Astagfirullah…. 
Ya Allah, Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami selalu dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.
sumber : 9trendingnews

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.