Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Anies Baswedan dikritik soal sumur resapan
Anies Baswedan dikritik soal sumur resapan. (viva.co.id)
ngawicybers.blogspot.com. Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan mengklaim mampu mengatasi banjir lebih cepat dibandingkan petahana Basuki Tjahaja Purnama. Dia memiliki ide menciptakan 'drainase vertikal' atau memperbanyak sumur resapan karena cara tersebut efektif untuk mengurangi intensitas limpahan air dari sungai.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan menjelaskan, ide untuk membuat sumur resapan sebenarnya telah dilakukan semenjak era Joko Widodo. Namun, dia mengingatkan, terkadang apa yang namanya teori tidak selalu mudah diterapkan di lapangan.

"Namanya orang boleh saja berteori, berpikiran. Tapi terkadangkan enggak semudah yang dibayangkan. Teori boleh tapi praktik di lapangan kan kadang enggak gampang. Kalau dikatakan masalah dengan turunnya hujan maupun saluran air yang kita mau, kita udah bikin yang namanya sumur artesis, kita bikin yang namanya sumur resapan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/2), seperti diberitakan Merdeka.com.

Dia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta juga telah membuat aturan di mana harus membuat sumur resapan saat akan membangun gedung atau semacamnya. Namun ternyata tidak semua tanah dapat dijadikan daerah resapan.

"Tidak semua wilayah itu bisa dibuatkan sumur resapan, karena terkadang seperti di wilayah utara, karena jenis tanahnya lempung sehingga tidak bisa menyerap air. Karena beda kan yang namanya tanah merah dan tanah lempung, air itu kan ada yang bisa terserap, tapi ada juga yang tidak, jadi ngambang," jelasnya.

Teguh menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemetaan mengenai kawasan mana-mana saja yang dapat dibangun sumur resapan.

Sebelumnya, Anies mengatakan, mengatasi banjir di Jakarta harus melibatkan semua pihak. Anies menegaskan, dirinya dan Sandi telah memiliki konsep agar Jakarta terbebas dari banjir. Yakni aliran air tidak harus semuanya langsung dibuang ke laut tetapi ada sebagian yang diserap ke dalam tanah.

"Kami memang pada akhirnya air itu harus menggunakan vertical drainase jangan selalu horizontal drainase. Artinya dialirkan ke laut saja enggak cukup, harus tetap dimasukkan ke bumi dan bumi kita di Jakarta membutuhkan air," jelas Anies.

"Karena itu pedekatan ke depan adalah vertikal drainase bukan horizontal. dengan cara seperti itu harapannya volume air yang dialirkan ke sungai itu bisa berkurang karena air-air itu sudah masuk dulu ke dalam tanah sebelum dikirimkan ke sungai," tambahnya.

Diakui Anies, di sisi lain, pengerukan dan pembuatan tanggul memang dianggap penting.

"Tentu kalau untuk yang dari hulu itu tanggul kita tambah di tempat-tempat seperti itu ditambah untuk bisa menampung ketika volume air besar itu untuk diperlukan. Di banyak tempat memang harus diperlukan itu pengerukan ya," tandasnya.

Ani Yudhoyono bicara soal kekalahan Agus
Ani Yudhoyono bicara soal kekalahan Agus. (Instagram)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tersingkir di putaran pertama Pilgub DKI. Sang ibu, Ani Yudhoyono, mengaku bangga putranya sudah berjuang maksimal di Pilgub DKI.

"Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda," kata Ani Yudhoyono lewat instagramnya, dilansir detikcom, Jumat (17/2/2017),

Lebih dari itu, Ibu Ani juga bangga karena menurutnya Agus sudah berkorban dengan niat baik untuk membangun Jakarta. Dan terakhir ia menyebut Agus telah berjuang dengan 'jurus putih'.

"Biarpun kalah, saya tetap bangga kepada Agus yang dengan niat baik, ketulusan dan pengorbanannya untuk membangun Jakarta agar lebih maju, aman, adil, sejahtera dan bermartabat, selalu mengedepankan "jurus putih"," kata Ani.

Sejumlah followernya pun mulai bicara soal langkah Agus ke Pilpres. Namun tidak ditanggapi oleh Ani.

Ani juga memposting foto Agus yang tengah kampanye bersama adiknya yang juga Ketua FPD DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono.

"Kompak dalam suka dan duka. Teruslah berjuang untuk kebaikan dan kemajuan bangsa. Bangga kepada kalian berdua," katanya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Detikcom)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Status Gubernur DKI Jakarta yang disandang oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi polemik karena saat ini dia juga menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan dirinya punya alasan kuat kenapa belum memberhentikan Ahok dari jabatan Gubernur DKI tersebut.

Tjahjo mengatakan, dirinya meyakini bahwa UU Pemda yang dikaitkan dengan status Ahok tersebut memiliki banyak tafsir. Hal itu menjadi alasan dirinya hingga kini belum memberhentikan Ahok dari jabatan Gubernur DKI.

"Saya meyakini bahwa antara UU Pemda dan dakwaan itu multitafsir, maka saya yakin betul saya pertanggungjawabkan kepada Pak Presiden apa yang saya putuskan untuk belum memberhentikan, belum loh ya, belum memberhentikan sementara ini karena multitafsir," kata Tjahjo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/2/2017), dilansir Detikcom.

Tjahjo mengatakan, perbedaan pandangan mengenai UU Pemda tersebut adalah hal yang wajar. Untuk itu, dirinya telah mendatangi Mahkamah Agung (MA) untuk meminta fatwa mengenai polemik tersebut.

"MA belum membuat surat, tapi statement ketua kan sudah, itu urusan beda. Jadi apa yang sudah Pak Mendagri anggap benar, ya itu benar. Kalau saya begitu saja," katanya.

Tjahjo pun menegaskan, dirinya tidak bisa memaksa MA untuk mengeluarkan fatwa tersebut.

"Fatwa MA itu kami tidak memaksakan MA mau buat fatwa atau tidak. Statement beliau kan sudah ada, menyerahkan sepenuhnya kepada Mendagri," katanya.

Berdasarkan Pasal 83 UU tentang Pemda, kepala daerah yang menjadi terdakwa harus diberhentikan sementara.

Namun, pemberhentian sementara itu berlaku jika ancaman hukuman yang menimpa kepala daerah di atas lima tahun, tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dakwaan Ahok terdiri dari dua pasal alternatif, yaitu Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Pasal 156 KUHP mengatur ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. Sementara itu, Pasal 156 a KUHP mengatur ancaman pidana paling lama lima tahun.

Oleh karena itu, Kemendagri akan terlebih dahulu menunggu tuntutan jaksa, pasal mana yang akan digunakan.

SBY gelar jumpa pers di rumahnya, Jalan Mega Kuningan, Jaksel
SBY gelar jumpa pers di rumahnya, Jalan Mega Kuningan, Jaksel. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakini 'serangan' Antasari Azhar kepada dirinya mendapat restu dari penguasa. SBY tak memerinci siapa yang dimaksud penguasa di balik Antasari itu.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sebagai pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, menanggapi pernyataan SBY tersebut.

"Menurut kami, kami (PDIP) tidak terlibat dalam polemik. Hanya kami pertanyakan, ketika ada persoalan, yang dituju Pak Jokowi," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

"Apakah ada persoalan besar dari SBY sehingga setiap ada persoalan Pak SBY menyerang Bapak Jokowi," tambah Hasto.

Menurut Hasto, sebagai seorang pemimpin, SBY semestinya bisa menyampaikan hal-hal yang menyejukkan.

Seperti diketahui, pada Selasa kemarin, mantan Ketua KPK Antasari Azhar meminta kejujuran dari presiden ke-6 SBY. Antasari merasa dikriminalisasi dan itu atas sepengetahuan SBY.

SBY meyakini tuduhan Antasari Azhar kepadanya mendapatkan restu dari kekuasaan. Namun SBY tidak memerinci siapa yang dimaksud kekuasaan itu.

"Saya punya keyakinan apa yang dilakukan Antasari ini tidak mungkin tanpa blessing dan restu dari kekuasaan," kata SBY di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2017).

Warga memamerkan kelingking bertinta usai nyoblos
Warga memamerkan kelingking bertinta usai nyoblos. (Istimewa)
Anekainfounik.net. Warga RW 04, Muzalifah (38) blak-blakan memilih pasangan nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat di TPS 17, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Padahal di TPS itu merupakan daerah markas Front Pembela Islam (FPI) yang keras menentang Ahok.

Muzalifah mengaku satu keluarga memilih Ahok-Djarot lantaran programnya sudah terbukti dan menguntungkan.

"(Alasannya) Pertama anak sekolah, KJP dapat, pajak rumah gratis . Kali-kali udah pada rapi dan bersih," ungkapnya kepada merdeka.com, di Petamburan, Rabu (15/2), seperti diberitakan Merdeka.com.

Selain hal itu, dia memilih Ahok-Djarot karena amanah dari mendiang sang ayah. Muzalifah mengungkapkan semasa ayahnya masih hidup berpesan jika Pilkada harus mencoblos Ahok-Djarot. Menurut almarhum ayah dia, Ahok sosok yang jujur dan bersih dari KKN.

"Almarhum bapak sudah pesan pilih Ahok. Walau beda agama yang penting jujur. Karena kalau orang jujur sudah pasti benar, tetapi kalau orang benar belum tentu jujur," ujarnya.

Oleh karena itu Muzalifah berharap pasangan tersebut bisa melanjutkan kerjanya untuk lima tahun ke depan

AHY dan Anissa Pohan nyoblos
AHY dan Anissa Pohan nyoblos. (Detikcom)
Anekainfounik.net. Jakarta - Agus Yudhoyono angkat bicara mengenai tuduhan mantan Ketua KPK Antasari Azhar kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Agus masyarakat sudah cerdas untuk membedakan mana yang fitnah dan mana hal yang fakta.

"Pak SBY sudah menjawab dan mengklarifikasi yang sifatnya fitnah. Beliau memiliki hak untuk klarifikasi. Masyarakat sudah semakin cerdas, bisa memahami mana yang fakta dan mana yang kebohongan," ujar Agus usai mencoblos di TPS 6, Cibeber, Kebayoran Baru, Rabu (15/2/2017).

Agus mengatakan, melalui penjelasan SBY tadi malam, masyarakat bisa mengetahui dengan jernih situasinya seperti apa. Agus menyoroti Antasari yang melempar tuduhan di H-1 Pilkada.

"Masyarakat tidak mudah percaya dengan isu-isu yang dihembuskan satu hari menjelang pencoblosan," ujar Agus.

Agus mengatakan apabila memang dirinya dikehendaki untuk memimpin Jakarta, maka dia akan terpilih dalam Pilgub ini. Dia menyerahkan segala sesuatunya kepada Yang di Atas.

Terkait dengan konferensi pers SBY semalam, Agus mengatakan itu adalah penggunaan hak oleh SBY yang diserang fitnah.

"Bukan takut kalah. Itu adalah klarifikasi. Apakah mas tinggal diam saja pada saat difitnah? Sudah seharusnya untuk mengklarifikasi segala sesuatu kalau memang itu fitnah," ujar Agus.

Hatta Ali, terpilih jadi Ketua MA lagi
Hatta Ali, terpilih jadi Ketua MA lagi. (Detikcom)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Hakim agung Hatta Ali terpilih jadi Ketua Mahkamah Agung (MA) untuk kedua kalinya. Dia menegaskan proses pemilihan ketua tersebut bersih dan bebas money politics.

"Tidak ada money politics, kalau ada saya jamin saya masuk penjara," tegas Hatta Ali usai sidang pemilihan ketua, di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (14/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Hatta mengatakan dia terpilih jadi Ketua MA lagi karena rekan-rekan hakim agung percaya integritasnya. Dia mengatakan tidak mungkin proses pemilihan di Ketua MA diwarnai KKN.

"Justru jangan coba-coba main money politics karena hakim-hakim di sini sudah terbiasa mewujudkan hal-hal yang adil," ucapnya.

Dia juga tidak menduga masih terpilih menjadi Ketua MA periode 2017-2022. Dia berterima kasih kepada para hakim agung yang masih mempercayainya menjadi pucuk pimpinan di MA.

"Saya juga tidak menyangka rupanya masih dipercaya jadi periode kedua. Berarti mereka pilih saya karena saya baik, rumusnya itu saja," ucap Hatta Ali.

Berikut ini perolehan suara pemilihan Ketua MA:

- Hakim Agung Hatta Ali 38 suara
- Hakim Agung Andi Samsan 7 suara
- Hakim Agung Suhadi 1 suara
- Hakim Agung Mukti Arto 1 suara

Kunjungan SBY dan istrinya di Pokso AHY di Pademangan
Kunjungan SBY dan istrinya di Pokso AHY di Pademangan. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Panwaslu Jakarta Utara, menyelidiki kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Pademangan, Jakarta Utara pada Minggu kemarin, ketika Pilgub DKI Jakarta sudah memasuki masa tenang.

"Kami tadi siang dapat laporan, petugas sudah cek ke lapangan," kata Ketua Panwaslu Jakut, Ahmad Halim, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 13 Februari 2017, seperti diberitakan viva.co.id.

Halim mengatakan, petugas pengawas pemilu lapangan (PPL) dan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Pademangan, sudah mengecek lokasi yang berada di RT05/04, Ancol, Pademangan, Jakut. Petugas sudah mendapatkan dokumentasi bukti berupa foto di lokasi tersebut.

Panwaslu masih mencari tahu apakah posko yang didatangi adalah posko terdaftar, atau tidak. Kedatangan SBY bisa dianggap sebuah pelanggaran, bila datang ke posko yang tidak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum. Apalagi, jika dalam kunjungan tersebut, ada warga yang dilibatkan.

Sebelumnya, sebuah gambar yang beredar viral melalui media sosial, terdapat spanduk dari pasangan calon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Lokasi tersebut, diketahui adalah posko pendukung Agus-Sylvi yang ada di Pademangan.

"Kalau dilihat, lokasinya ada di sebuah posko paslon nomor urut 1, karena ada spanduknya. Poskonya sedang dicek, apakah terdaftar. atau tidak. Kalau bukan posko terdaftar, itu sebuah pelanggaran. Tapi juga, kalau itu posko terdaftar dan ada warga yang diundang ke dalam untuk ikut kegiatan, maka termasuk pelanggaran," kata Halim.

Selain di Pademangan, SBY juga disebutkan mendatangi posko di kawasan Koja. Dan rencananya hari ini SBY mengunjungi posko dikawasan Cilincing.

Panwaslu Jakut akan melakukan penyelidikan hingga nantinya dapat disimpulkan, apakah kunjungan tersebut masuk ke dalam kategori pelanggaran kampanye di masa tenang, atau tidak.

Seperti diketahui, masa kampanye Pilkada DKI Jakarta berakhir pada Sabtu lalu, 11 Februari 2017. Setelah itu, memasuki masa tenang, dari 12-14 Februari 2017. Pada Rabu, 15 Februari, pemungutan suara akan dilaksanakan.

4 Fraksi DPRD DKI memboikot Ahok
4 Fraksi DPRD DKI memboikot Ahok. (Gatra.com)
ngawicybers.blogspot.com. Sebanyak 4 fraksi DPRD menyampaikan penolakan atas kembali aktifnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI. Mereka melakukan aksi boikot terhadap Ahok dengan menolak melakukan rapat bersama eksekutif.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Syarif mengatakan keempat fraksi yang menyatakan sikap yakni Gerindra, PKS, PPP dan PKB. Langkah itu diambil sebagai sikap mereka atas keputusan Kemendagri tidak menonaktifkan Ahok yang kini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Mau berkirim surat, ke Mendagri sebagai tanggapan belum clear-nya penyelesaian pemberhentian gubernur yang berstatus terdakwa. Nah sambil menunggu surat tanggapan keluar, sementara 4 fraksi: Gerindra, PKS, PPP, PKB, menunggu jawaban dari Kemendagri akan tidak melakukan rapat bersama eksekutif," kata Syarif kepada detikcom, Senin (13/2/2017), dilansir Detikcom.

Menurut Syarif, meski menolak rapat bersama, keempat fraksi itu tetap akan menjalankan tugas sebagai dewan. Dia mengatakan pengantifan kembali Ahok sebagai gubernur adalah keputusan yang menyimpang.

"Kita tetap melaksanakan tugas dewan, tapi rapat yang terkait eksekutif kita pending dulu semua menunggu tanggapan dari Kemendragi," ujar Syarif.

Syarif menyebut surat yang nantinya mereka kirimkan ke Kemendagri itu berisi desakan untuk segera menyelesaikan soal pengaktifan dan status Ahok.

"Kurang lebih, di dalam peraturan perundang-undangan pendapat kami sudah jelas bahwa Ahok itu terdakwa, karena itu kembalinya gubernur Ahok yang ada sertijabnya, menurut pendapat 4 fraksi itu sudah dianggap menyimpang," sambungnya.

Syarif pun mengatakan, langkah yang diambil ini juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Penyimpangan, katanya, berpotensi untuk merusak tatanan yang ada.

"Ini tidak ada urusan dengan pilkada, kalau misalnya kita rapat bersama eksekutif kan segala keputusannya harus ditanggung bersama, kemudian siapa yang memberikan otoritas atas sebuah keputusan kan ada di gubernur. Segala keputusan terkait penyelenggara pemerintahan itu menjadi batal karena status yang belum clear," tutur Syarif.

Sementara, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana membantah ada politisasi dalam aksi boikot tersebut. Menurut politisi PKS ini, DPRD DKI akan tetap melakukan aksi boikot sebelum status Ahok dipertegas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Presiden Joko Widodo.

"Kami akan pending (pembahasan kebijakan) sementara sampai kejelasannya selesai. Ya nggak masalah (apapun keputusannya) asal ada surat dari Kemendagri atau Presiden," ujar Triwisaksana.

Kartu prioritas menangkan Agus-Sylvi
Kartu prioritas menangkan Agus-Sylvi. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Sebuah gambar "Kartu Prioritas Menangkan Agus Sylvi" beredar di media sosial yang membuat isu adanya politik uang jelang pencoblos di Pilgub DKI 2017 makin hangat diperbincangkan. Dalam kartu berwarna putih itu tercantum logo Agus Sylvi #JakartauntukRakyat.

Kartu tersebut berisi tulisan bahwa pemegang kartu akan diprioritaskan untuk mengikuti program dana bergulir tanpa bunga sebesar Rp 50 juta apabila mengajak keluarga datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan mencoblos pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan satu DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Ketua Bidang Media Sosial Tim pemenangan Agus-Sylvi, Roy Suryo, mengaku mengetahui beredarnya gambar tersebut. Roy membantah tim pemenangan Agus-Sylvi mengeluarkan kartu tersebut.

"Palsu, hoax itu, karena saya pun ketawa kalau lihat desain kartu itu. Itu jelas banget cuma rekayasa editing," ujar Roy, Minggu (12/2/2017), diberitakan Detikcom.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu mengatakan, tim grafis pasangan Agus-Sylvi hanya bisa tersenyum melihat desain grafis "sesederhana" itu.

Dia menyebut desain kartu itu terlalu kasar jika dibandingkan dengan desain asli tim grafis Agus-Sylvi.

"Saya sudah lihat dan dapat dipastikan bahwa itu hoax, enggak bisa dipercaya," kata dia. Roy menyebut, tidak elite apabila masih ada pihak-pihak yang menyebarkan hoax semacam itu pada masa tenang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dia mengajak semua pihak untuk membantu KPU DKI Jakarta dalam menyukseskan pilkada yang berlangsung tenang dan damai.

"Saya ingin mendoakan siapa pun pembuatnya semoga dia dapat hidayah karena itu tidak pas dan tidak elite, membuat situasi hari tenang menjadi seperti ini," ucap Roy.

Politisi PKS, Hidayat Nur Wahid
Politisi PKS, Hidayat Nur Wahid. (Detikcom)
Anekainfounik.net. Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menepis ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal memilih pemimpin berdasarkan agama itu melawan konstitusi. Hidayat mengatakan tidak ada aturan yang melarang hal itu.

"Konstitusi yang sah dan legal di NKRI yaitu UUD NRI 1945, jelas tidak melarang apalagi menganggap memilih pemimpin berdasarkan agama sebagai melawan konstitusi," kata Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Politisi PKS ini memaparkan kembali pasal 29 ayat 2 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa: 'Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu'. Dia juga menegaskan bahwa kebebasan memeluk agama dan beribadah diatur di pasal 28 UUD 1945.

"Dan di antara ajaran Agama Islam, adalah tentang kepemimpinan dan memilih pemimpin, sebagaimana diatur Alquran dalam Surat Al-Maidah ayat 51 itu," ungkap Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini.

"Jadi pernyataan Basuki Tjahaja Purnama, cagub berstatus terdakwa dalam kasus penistaan Agama itu, jelas malah itulah yang bertentangan dengan Konstitusi RI yaitu UUD NRI 1945," sambung Hidayat.

Dia meminta agar para pejabat memberi pencerahan kepada rakyat tentang paham dan praktek berkonstitusi yang jujur, serta baik dan benar. "Tidak malah menyampaikan paham yang salah masih dibumbui dengan ancaman melawan Tuhan YME pula," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, pidato Ahok itu disampaikan saat sertijab dengan Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono di Balai Kota, Sabtu (11/2/2017). Dia sempat bicara soal pencoblosan Pilgub DKI.

"Bapak ibu tahu persis kenapa pilih A, kenapa pilih B, kenapa pilih C. Jadi karena kalau berdasarkan agama, itu juga saya enggak melarang, ya enggak apa-apa, saya enggak mau berdebat soal itu. Karena soal itu saya disidang. Tapi dapat saya katakan, jika begitu, Anda melawan konstitusi di NKRI jika milih orang berdasarkan agama," ucap Ahok.

Status hoax akun Facebook Abdi Pius Jordy
Status hoax akun Facebook Abdi Pius Jordy
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Belakangan ini beredar kabar yang menyebutkan adanya larangan salat untuk pegawai dan tamu di Masjid Baiturrahim Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Isu itu menyebar viral di sosial media setelah disebarluaskan akun Facebook bernama Abdi Pius Jordy.

"Pegawai dilingkungan istana skr sdh mulai resah, krn sholat di masjid Baiturahim istana selain jum'atan sdh tdk boleh ada yg sholat disitu, tdk boleh ada suara adzan lagi kalau masuk waktu sholat, ini benar2 sdh kelewatan komunis biadab!" demikian isi status di Facebooknya.

Untuk membantah kabar bohong tersebut, pihak Istana Kepresidenan membuat sebuah video tentang pelaksanaan salat di masjid yang dibangun pada era Presiden ke-1 Sukarno itu. Video tersebut dibuat oleh Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden. Alasannya karena belakangan tersebar informasi bohong alias hoax tentang adanya larangan bagi tamu dan juga pegawai di Istana Kepresidenan untuk salat di masjid .

"Pegawai di lingkungan Istana Kepresidenan juga resah jadinya. Mereka ditanya keluarga maupun kerabat mereka apa benar ada larangan salat di masjid istana. Dan itu semua bohong, tidak benar," kata Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Minggu (12/2/2017), dilansir detikcom.

Bey menjelaskan, Masjid Baiturrahim rutin melakukan kegiatan salat 5 waktu. Azan berkumandang begitu masuk waktu salat.

"Karena di informasi bohong itu disebut pihak istana melarang azan berkumandang. Tidak benar itu. Tidak ada larangan untuk azan apalagi salat di masjid itu. Tamu dan pegawai dipersilakan untuk menunaikan kewajiban salat mereka di masjid itu," kata Bey.

Bey juga mengatakan, pembuatan video itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Pers Nasional di Kota Ambon, 9 Februari 2017.
Masjid Baiturrahim Kompleks Istana Kepresidenan
Masjid Baiturrahim Kompleks Istana Kepresidenan. (Youtube)
"Sesuai dengan arahan Presiden soal maraknya informasi hoax. Presiden mengatakan hoax tidak perlu ditanggapi dengan banyak keluhan, tapi harus diluruskan. Untuk itu, kami meng-counter isu tersebut lewat video bagaimana pelaksanaan ibadah di lingkungan Istana Kepresidenan. Biar masyarakat tahu, tidak ada larangan beribadah di Istana sama sekali," jelas Bey.

Video yang dibuat itu berdurasi 03 menit 23 detik. Dalam video itu digambarkan suasana salat Jumat yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahim.

Di video itu digambarkan suasana mulai dari masjid belum begitu ramai, kemudian para pegawai dan tamu mulai masuk dan melewati proses pemeriksaan untuk keamanan yang dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Posisi masjid persis berada di sisi barat Istana Merdeka.

Tak lama kemudian, Presiden Jokowi datang dan masuk ke masjid. Terlihat juga beberapa menteri sudah ada di dalam masjid. Azan berkumandang. Kegiatan salat Jumat pun berlangsung hingga selesai.

Dalam video itu juga disertai dengan wawancara singkat mulai dari pegawai Istana Kepresidenan, pengurus Masjid Baiturrahim hingga Paspampres yang melakukan pengamanan.

"Saya selama berdinas di sini (Istana) hampir satu tahun setengah, itu tidak ada larangan sama sekali untuk melarang salat di sini. Saya bersama rekan-rekan dari istana setiap zuhur, ashar selalu salat berjemaah, dan tidak ada sama sekali untuk melarang melaksanakan salat di sini. Kita kumandangkan azan di sini untuk memberitahu kepada pegawai dan Paspampres yang ada di sini untuk melaksanakan salat zuhur maupun ashar," kata Wakil Komandan Grup A Paspampres Letkol (Mar) Ili Dasili.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di Monas
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di Monas. (Detikcom)
ngawicybers.blogspot.com. Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan mengatakan, waktu untuk aksi damai 112 dibatasi hingga pukul 10.00 WIB. Aksi yang bertajuk doa untuk bangsa itu digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat sejak dini hari tadi, Sabtu (11/2/2017).

"Sekarang massa kurang lebih ada 70 ribu orang. Waktunya sampai jam 10.00 karena Imam Besar Masjid Istiqlal menyampaikan demikian. Karena ada kegiatan lain yang dilakukan masjid istiqlal," katanya Iriawan dalam Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara dalam Pilkada Serentak 2017 di Monas, Jakarta, Sabtu (11/2/2017), seperti diberitakan Okezone.

Segenap pihak diimbau menjaga keamanan Ibu Kota.

"Jangan coba-coba membuat kekacauan di Jakarta akan berhadapan dengan kita semua. Saya juga mengingatkan seluruh anggota TNI Polri harus menjaga netralitas. Ada segelintir manusia yang menganggap kita tidak netral. Nggak usah didengar itu. Bagaimana mungkin kita tidak netral?" katanya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana mengatakan TNI siap membantu kepolisian mengamankan Ibu Kota. "Kita komitmen Jakarta harus aman. Kodam Jaya siap membantu berapa pun jumlah pasukan yang diminta untuk membantu," ungkap Teddy.

Teddy juga menekankan kembali netralitas TNI-Polri. "Jangan sampai ada anggota TNI Polri yang bertindak tidak netral," tambahnya.

Apel diikuti 3.500 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Ormas. Meski diguyur hujan, para personel tetap semangat mengikuti rangkaian apel ini.

Persiapan Pilkada serentak 2017 sudah 99 persen. Masyarakat diimbau untuk berbondong-bondong mendatangi TPS pada 15 Februari 2017 mendatang.

Istighosah akbar Agus-Sylvi di Blok S, Jaksel
Istighosah akbar Agus-Sylvi di Blok S, Jaksel. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Dalam acara istigasah bersama 48 ormas Islam se-DKI yang dihadiri cagub-cawagub DKI nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, ada momen pengambilan sumpah setia kepada para pendukung. Isinya adalah harus memilih pasangan nomor urut 1.

Salah seorang kiai bernama Munawir Asri membacakan baiat. Dia mengingatkan dan menegaskan bahwa semua hadirin di lokasi harus memilih pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI nomor urut 1 Agus-Yudhoyono saat 15 Februari nanti.

"Siapa yang sudah dibaiat, bila sampai waktunya tidak memilih nomor 1, maka akan menerima risikonya," ujar Kiai Munawir memimpin baiat di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Dengan kompak, mereka mengikuti arahan dari Kiai Munawir. Mereka serius saat mengucapkan baiat.

Saat momen pengambilan sumpah setia memilih nomor 1 itu, semua hadirin disuruh berdiri. Mereka kemudian mengacungkan jari telunjuk ke atas dengan membentuk angka 1.

Terakhir, Munawir kembali bertanya apakah para hadirin siap memenangkan pasangan nomor urut 1.

"Siap untuk memenangkan Agus-Sylvi?" seru Munawir bertanya.

"Siap!" jawab hadirin kompak.

"Takbir! Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar!" balas Munawir, yang kembali diikuti hadirin.

Hasil Survey GRP 28 Januari-4 Februari 2017
Hasil Survey GRP 28 Januari-4 Februari 2017. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Lembaga survei Grup Riset Potensial (GRP) hari ini merilis hasil surveinya. Survei itu dilakukan dari 28 Januari hinggga 4 Februari 2017. Metode yang digunakan adalah cluster analysis di 267 kelurahan di Jakarta yang dikelompokkan menjadi 27 strata berdasarkan profil elektabilitas pasangan calon hasil survei sebelumnya.

Dari masing-masing strata, dipilih satu kelurahan secara acak atau random untuk penelitian ini. Pada satu kelurahan, dikunjungi seluruh RW dan dipilih rumah tangga secara sistematis. Kemudian dari masing-masing rumah tangga, diambil satu responden yang memiliki hak pilih secara acak.

Seperti diberitakan Detikcom, penelitian menggunakan teknis wawancara dengan menggunakan MOSAIC pada smartphone/tablet. Total sampel di masing-masing kelurahan ada 100 responden sehingga untuk 27 kelurahan, ada 2.700 orang yang dijadikan sampel. Adapun margin of error penelitian ini 2,5 persen pada confident interval 95 persen.

Hasilnya, elektabilitas pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni sebesar 47 persen. Kemudian di posisi kedua ada Anies-Sandi dengan perolehan 25 persen dan di posisi ketiga Ahok-Djarot di angka 23 persen. Sebanyak 5 persen responden memilih tidak menjawab.

Survei GRP ini menunjukkan posisi Agus-Sylvi, yang diprediksi akan lolos pada putaran pertama. Sedangkan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi belum aman. Hasil survei ini menunjukkan, jika terjadi dua putaran, Agus-Sylvi diprediksi akan melawan Anies-Sandi atau Ahok-Djarot.

Survei juga menggarisbawahi soal bekerjanya mesin partai-partai pendukung yang berperan besar terhadap elektabilitas pasangan calon. Seperti diketahui, Agus-Sylvi diusung oleh Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP. Kemudian Ahok-Djarot diusung oleh PDIP, Golkar, Hanura, dan NasDem. Lalu Anies-Sandi diusung oleh Partai Gerindra dan PKS.

Pemilih Partai Demokrat pada Pileg 2014, menurut survei GRP, loyal dengan pilihan partai. Sebanyak 96 persen mendukung Agus-Sylvi. GRP menyatakan Ahok-Djarot kehilangan 39 persen dari basis pemilih PDIP di Pileg 2014, di mana 31 persen pemilihnya disebut memilih Agus-Sylvi.

"Pemilih PAN dan PKB pada Pileg 2014 dari survei ini dinyatakan terpecah, mendukung Agus-Sylvi dan Anies-Sandi. Basis pemilih PPP terdistribusi pada ketiga pasangan calon," kata Direktur Operasional GRP Wihartoseno kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Pasangan Anies-Sandi, berdasarkan hasil survei GRP, memperoleh dukungan kuat dari loyalis PKS dan Gerindra. Selain itu, pasangan nomor urut 3 ini mendapat limpahan dukungan dari pemilih NasDem. Agus-Sylvi pun disebut mendapat dukungan cukup signifikan dari pemilih pemula, yakni sebesar 63 persen.

Bos PT Freeport Indonesia Chappy Hakim
Bos PT Freeport Indonesia Chappy Hakim. (Detikcom)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Presdir PT Freeport Indonesia Chappy Hakim disebut berselisih dengan anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo. Peristiwa tersebut terjadi seusai rapat kerja antara Freeport dan Komisi VII DPR.

Kabar perselisihan ini sempat menghebohkan Kompleks Parlemen karena Chappy dikabarkan terlibat kontak fisik dengan Mukhtar saat rapat. Namun anggota Fraksi Hanura itu membantahnya.

"Tidak, bukan ditonjok," ungkap Mukhtar di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Mukhtar pun menceritakan awal mula kejadian itu. Saat itu Komisi VII dan beberapa perusahaan tambang, termasuk Freeport, tengah melakukan rapat kerja secara internal.

"Jadi kesimpulan Komisi VII pada waktu itu (rapat sebelumnya) meminta kepada pemerintah lewat Kementerian ESDM agar jangan lagi memberikan izin kepada Freeport sebelum melakukan kewajibannya seperti diatur dalam UU Minerba. Bahwa perusahaan tambang wajib membangun smelter," ujarnya.

Dari pernyataan Freeport, mereka akan membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Jawaban Freeport selama ini, menurut Mukhtar, sangat ideal sehingga masih terus mendapat perpanjangan izin ekspor.

"Sudah empat kali diperpanjang karena niat baiknya ada. Ternyata terakhir jawabannya adalah tidak bisa lagi di Papua, terus di mana? (Freeport menyatakan) kita bangun di Gresik atau Jawa Timur," ucapnya.

"Kita berinisiatif undang Freeport dan Gresik supaya tahu, setelah Gresik mendahului (menyatakan) tidak ada progres. Jawaban dari beberapa bulan lalu sama," sambung Mukhtar.

Setelah banyak perdebatan, dia mengatakan ikut berbicara dan memberi masukan kepada Freeport. Mukhtar mengaku tujuannya baik.

"Supaya tidak bias ke luar, konsisten saja apa yang disampaikan Freeport sama dengan yang disampaikan Gresik. Tujuan saya baik, bahkan saya sudah buat statement 'apalagi saya dari partai pengusung pemerintah, supaya enak menjelaskan ke publik'," paparnya.

"Dan kalau saya tidak memberikan statement itu, rapat tidak selesai. Saya menyampaikan saran kepada Freeport agar dalam menjawab pertanyaan fraksi konsisten," tambah Mukhtar.

Setelah rapat ditutup, dia menghampiri para mitra Komisi VII yang mengikuti rapat untuk bersalaman. Namun, saat hendak mengajak bersalaman dengan Chappy, Mukhtar ditolak.

"Sampai di sana, mau jabat tangan ditampias saya punya tangan. Baru dia langsung tunjuk ke arah dada saya," aku dia.

Mukhtar juga mengatakan dibentak Chappy. Mantan KSAU tersebut tampaknya tidak terima diperingatkan saat rapat.

"Kau jangan macam-macam. Mana? Mana kata kalian tidak konsisten? Saya konsisten. Mana?" ucap Mukhtar menirukan Chappy.

Setelah membentak Mukhtar, Chappy beranjak keluar dari ruangan rapat. Lima petinggi Freeport, menurutnya, langsung menghampiri dan meminta agar ia tidak memperpanjang insiden tersebut.

"Dia pergi, saya diam aja. Yang khawatir peserta lain juga dari Freeport yang masih ada, (datang) ke saya karena mereka khawatir. Saya sendiri heran," tutur Mukhtar.

Dia menyebutkan Komisi VII akan membawa masalah ini pada Panja Freeport. Ia juga berencana membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Teman-teman Komisi tadi akan persoalkan sampai ke Panja Freeport. Ya perlu (membawa ke jalur hukum), ketersinggungan saya karena tidak ada penjelasan tiba-tiba marah dan dia tunjuk saya," sebutnya.

"Ya pasti (perbuatan tak menyenangkan), karena itu disaksikan seluruh mitra dan tidak lazimlah. Apalagi ini bukan perusahaan dia, ini perusahaan negara. Kita wakil rakyat mengkritik wajar," lanjut Mukhtar.

Meski begitu, ia akan berkonsultasi terlebih dulu dengan Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Oesman disebut sudah menelepon dirinya dan marah atas perbuatan Chappy itu.

"Marah besar beliau," tuturnya.

Anggota Komisi VII Dito Ganinduto mengaku menyaksikan perselisihan tersebut. Ia juga memastikan tak ada kejadian penonjokan.

"Iya, saya lihat, tapi ditunjuk, bukan ditonjok. Pas selesai rapat, dia (Mukhtar) ke sana (menghampiri Chappy), di situ kejadiannya," kata Dito saat dikonfirmasi.

Chappy sendiri minta maaf karena insiden tersebut telah menjadi polemik.

"Hal yang terjadi selesai rapat Komisi VII hari ini adalah hal yang tidak diinginkan oleh pihak manapun. Dengan tulus saya memohon maaf kepada Komisi VII DPR atas polemik yang terjadi," kata Chappy dalam keterangan tertulis, Kamis (9/2/2017).

Chappy menjelaskan, kejadian terjadi usai rapat kerja komisi VII dan sembilan perusahaan tambang lainnya termasuk Freeport yang berjalan kondusif dan konstruktif. Dia menyebut tidak ada aksi pemukulan.

"Pada saat Pak Mukhtar menghampiri saya, saya mempertanyakan tanggapannya mengenai ketidak-konsistenan dan meminta Pak Mukhtar untuk menunjukan ketidak-konsistenan tersebut," ungkapnya.

Dia menegaskan menghargai Komisi VII DPR serta pertanyaan dan masukannya. Chappy juga menyatakan akan mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia.

"Saya memastikan akan tetap mematuhi hukum dan seluruh peraturan di Indonesia. Saya berharap dapat terus bekerjasama dan berkontribusi kepada seluruh pemangku kepentingan di Papua dan Indonesia," papar Chappy.

Agus Yudhoyono saat berorasi
Agus Yudhoyono saat berorasi. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memastikan tidak akan mendampingi pasangan cagub DKI nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dalam debat pamungkas yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta pada besok Jumat (10/2). SBY mengaku optimistis Agus dapat melaksanakan tugas sebaik mungkin.

"Kalau debat, tidak harus hadir saya. Debat itu sudah milik dia. Kita paling tepuk tangan, tapi tidak harus hadir. Saya dengar katanya Bu Mega (Ketum PDIP) mau hadir, Pak Prabowo (Ketum Gerindra) mau hadir, itu pertimbangan masing-masing. Karena saya yakin Agus mampu, tidak harus saya tungguin pun dia mampu mengemban tugasnya," ujar SBY kepada detikcom di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017), seperti diberitakan Detikcom.

SBY tidak mengomentari lebih jauh mengenai performa Agus dalam debat sebelumnya. Menurutnya, Agus merupakan sosok yang berintegritas.

"Karena pertanyaan ini ada yang umum, ada yang khusus, tidak bisa menggali kedalaman yang seluas-luasnya. Tiga calon, menurut saya, memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang jelas, Agus honest, 'Kalau saya dapat amanah, ini visi saya, ini solusi yang saya tawarkan,'" jelas ayahanda Agus tersebut.

SBY mengakui Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menguasai materi karena juga menjabat Gubernur DKI. Namun, menurut SBY, Agus dapat memberi solusi atas persoalan di Ibu Kota yang belum diselesaikan Ahok-Djarot.

"Tentang rincian, tentu yang lebih menguasai adalah Pak Ahok karena dia gubernur. Tetapi bagaimana mengatasi (persoalan) yang menurun-menurun ini, Agus punya solusi atas permasalahan itu. Jadi, kalau dari mana melihatnya, kalau saya harus mengambil skenario yang paling biasa, ya imbang tiga-tiganya," jelas SBY.

SBY menegaskan Agus merupakan sosok yang konsisten antara perkataan dan perbuatan.

"Yang jelas Agus honest. Saya tahu, kalau dia sudah punya A di dunia militer, ya dia A. Saya nggak tahu apakah Pak Ahok konsisten seperti itu kalau terpilih kembali, atau Pak Anies seperti itu. Kalau Agus saya yakin dia konsisten," pungkasnya.

Tema yang diangkat dalam debat pamungkas adalah 'Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta'. Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan, selain tema besar tersebut, ada subtema dari KPU RI. Subtema tersebut akan dikoordinasikan dengan para panelis untuk dirumuskan pertanyaannya kepada pasangan calon.

"Ada tema besar dan subtema. Subtema itu dari KPU RI, yaitu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, anti-penyalahgunaan narkoba dan kebijakan terkait disabilitas," ujar Betty, Kamis (9/2).

Setelah debat pamungkas, Pilgub DKI akan memasuki masa tenang dan pembersihan alat peraga kampanye pada 12-14 Februari 2017. Pemungutan dan penghitungan suara akan berlangsung pada 15 Februari 2017. Rekapitulasi suara pada 16 sampai 27 Februari 2017

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Tribunnews.com)
ngawicybers.blogspot.com. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempertanyakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang tak kunjung menonaktifkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, menurut Fadli, seorang pejabat Pemda yang berstatus terdakwa seharusnya dinonaktifkan.

"Harus ada satu tindakan sebelum tanggal 11 Februari dari Mendagri untuk nonaktifkan saudara Ahok karena sudah berstatus terdakwa di pengadilan. Ini adalah perintah undang-undang," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Fadli mengingatkan, beberapa waktu silam, sejumlah gubernur langsung dinonaktifkan setelah menjadi terdakwa. Dia mencontohkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yang terseret kasus korupsi.

Fadli pun mempertanyakan apakah ada alasan khusus di balik kebijakan Mendagri yang tidak kunjung menonaktifkan Ahok. Fadli berpendapat, Mendagri melanggar hukum jika tak segera menonaktifkan Ahok. m.

"Jangan nanti terkesan Mendagri membela, karena kebetulan kawannya. Saya kira itu tidak boleh, ini negara yang mempunyai aturan hukum," tutur Fadli.

Tjahjo sebelumnya mengatakan, petahana yang maju di Pemilihan Kepala Daerah diwajibkan cuti selama masa kampanye. Mereka akan aktif lagi sebagai kepala daerah begitu cuti kampanye tuntas. Kemendagri memilih untuk menunggu proses peradilan yang berlangsung untuk kasus Ahok.

Pihaknya menunggu sampai Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan hukum, setelah pemeriksaan para saksi dan terdakwa selesai dilakukan. Rencananya, Ahok akan kembali ke kantornya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Sabtu (11/2/2017).

Survey Litbang Kompas 28 Januari-4 Februari 2017
Survey Litbang Kompas 28 Januari-4 Februari 2017. (Istimewa)
ngawicybers.blogspot.com. Jakarta - Litbang Kompas merilis hasil survei Pilgub DKI 2017 yang menampilkan elektabilitas tiap calon setelah dua kali debat. Hasilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat unggul, diikuti Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Dalam hasil survei Litbang Kompas yang dipublikasikan hari ini, Kamis (9/2/2017), elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 36,2%. Sementara itu, elektabilitas Anies-Sandi sebesar 28,5% dan Agus-Sylvi 28,2%. Ada 7,1% responden yang belum menentukan pilihan.

Survei ini diselenggarakan Litbang Kompas pada 28 Januari-4 Februari 2017 melalui wawancara tatap muka. Ada 804 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) DKI. Margin of error survei sebesar +- 3,46% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Sebelumnya, Litbang Kompas juga mempublikasikan survei Pilgub DKI pada 21 Desember 2016. Dari survei Desember 2016, elektabilitas Ahok-Djarot naik 3,2%, Anies-Sandi naik 9%, sedangkan elektabilitas Agus-Sylvi turun 8,9%.

Analisis terhadap penurunan yang dialami Agus-Sylvi mengungkapkan, terdapat sekitar 25 persen responden yang mengalihkan dukungannya kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Kemudian, 9 persen pemilih Agus-Sylvi beralih memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan 4 persen berubah menjadi pemilih bimbang. Meskipun tergerus, pasangan Agus-Sylvi tetap didukung 62 persen responden yang pada survei Desember 2016 lalu memilih pasangan ini.

Perubahan pola dukungan tidak lepas dari situasi politik yang berkembang di masyarakat dan berbagai aksi kampanye yang semakin memperjelas sosok dan komitmen mereka dalam memimpin Jakarta.

Hasil survei ini juga mengungkapkan pertimbangan responden memilih kandidat. Dari sejumlah kriteria yang disebutkan, kriteria yang populer disebutkan responden antara lain pengalaman memimpin daerah/instansi pemerintah, latar belakang pendidikan, serta reputasi dan perjalanan karier.

Semua kriteria yang disebutkan responden akhirnya tervisualisasi melalui penampilan terbuka ketika kampanye atau debat publik. Bagi responden yang hadir dalam kampanye atau menyaksikan debat, preferensi mereka untuk memilih pasangan calon semakin kuat.

Penampilan kandidat secara terbuka menjadi penting bagi publik untuk menilai dan mempertebal keyakinan pada sosok yang diidealkan menjadi pemimpin.

Sebanyak 57,6% responden survei mengaku menonton debat perdana pada 13 Januari 2017. Sedangkan ada 66,2% responden yang menonton debat kedua pada 27 Januari 2017.

Ada 82,4% responden yang semakin tahu visi-misi dan program calon. Selain itu, 77,1% responden jadi makin tahu kelebihan dan kelemahan calon. Sebanyak 84,2% responden menyatakan semakin yakin akan calon yang akan dipilih. Adapun 28,4% semakin yakin mengubah pilihan.

Debat cagub-cawagub DKI Jakarta ketiga akan berlangsung pada 10 Februari 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Tema yang diangkat dalam debat adalah 'Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta'.

Deklarasi dukungan Ikatan Alumni ITB kepada Agus Yudhoyono
Deklarasi dukungan Ikatan Alumni ITB kepada Agus Yudhoyono
ngawicybers.blogspot.com. Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, mendapat dukungan dari Ikatan Alumni (IA) Institut Teknologi Bandung cabang Jakarta yang digelar di AHY Command Center, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).

Alumni ITB yang hadir dalam acara tersebut berjumlah sekitar 20 orang yang terdiri dari alumni 1980 hingga 1990 dari berbagai jurusan.

Koordinator Alumni ITB Khalid Zabidi membacakan Piagam Kemenangan Rakyat yang berisi tiga poin. Pertama, menyatakan Jakarta sebagai kota kebinekaan sejati yang mengusung semangat gotong royong dengan memberdayakan segenap potensi pemuda dalam usaha mempromosikan dan mendidik generasi muda mengutamakan kesatuan di dalam kebinekaan.

Kedua, Jakarta sebagai kota pemerintahan Ibu Kota Republik Indonesia melakukan pembaruan pemerintahan daerah.

"Pemberdayaan aset fisik dan non-fisik daerah melalui menerapkan prinsip dasar operasional yang mampu menciptakan kinerja tinggi sebagai ujung tombak transformasi persaingan dan kesejahteraan kota masa depan," kata Khalid, di ACC, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017), seperti diberitakan Kompas.com.

Ketiga, lanjut Khalid, Jakarta sebagai kota wisata internasional yang merupakan kampung besar tempat bermukim berbagai suku bangsa dalam dan luar negeri.

"Etalase Indonesia di mata internasional dengan menampilkan keindahan, keramahan, dan sejarah peradaban kota yang mampu menggerakkan potensi pekerja dan meningkatkan pendapatan daerah Jakarta," ujar Khalid.

Agus menyambut baik adanya dukungan dari alumni ITB. Dia menyampaikan bahwa berbagai masalah Jakarta perlu segera diselesaikan dengan kepemimpinan yang lebih baik. Agus mengungkapkan akan bekerja sama dengan para alumni ITB dalam pembangunan Jakarta jika dirinya memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Keinginan saya besar untuk bisa bekerja sama dengan para teknokrat dan akademisi," ujar Agus.

Andai terpilih nanti, Agus ingin menghadirkan kepemimpinan yang membawa solusi dan realistis. Kemenangan ini nantinya akan diperuntukkan bagi seluruh warga Jakarta.

"Terima kasih atas dukungannya, ini akan saya gunakan sebagai dukungan moril untuk menuntaskan perjuangan yang sebentar lagi, yaitu 15 Februari 2017. Kepemimpinan di Jakarta harus bisa benar-benar membawa solusi jitu yang efektif tapi tetap realistis," katanya.

"Ini untuk kemenangan rakyat, terlalu kecil kalau kemenangan Agus-Sylvi," tutupnya.

Ngawi Cyber

Diberdayakan oleh Blogger.